Empat Serangkai

Empat Serangkai
Pergi Ke Kota


__ADS_3

PERSIAPAN


Saat Reyza dan Reyzu sekolah, Pak Akbar dan Bu Sarah bersiap-siap untuk pergi ke kota untuk belanja beberapa barang untuk ulang tahun si kembar Rey. Setelah perdebatan yang panjang kemarin, akhirnya mereka berdua sudah bisa mengambil keputusan bersama.


Sudah menjadi kebiasaan wanita pada umumnya yang selalu lambat saat berdandan, tak kadang juga sampai membuat pasangannya menjadi jengkel karena menunggunya berdandan. Hal itupun tak pernah luput dari pasangan suami istri ini ketika mau berpergian.


“Bukkk...cepat sedikit lahh, keburu kesiangan nanti.” Sudah mulai jenuh menunggu.


“Bentar sedikit kenapa sihh...lagian ibu baru mau dandan inii...bentar lagi juga selesai.” Teriak Bu Sarah dari dalam kamar.


“Ya Allah bukkk.... Dari tadi ibukk ngapain aja sihh, kok baru dandan sekarang.” Geleng-geleng kepala.


“Ibu kan harus mandi dulu, belum lagi harus siapin baju segala tadi.” Seribu alasan keluar dari mulutnya


“Cepat sedikit buu...aduhhh lamanya.” Panggil Pak Akbar yang sudah mulai jengkel.


Beberapa saat kemudian akhirnya Bu Sarah keluar dari kamarnya. Saat keluar dia melihat Pak Akbar duduk di kursi dengan raut muka yang sudah cemberut.


“Yukk Pakk berangkat, ibu sudah siap nih.” Menghampiri Pak Akbar dengan rasa tidak bersalah.


“Nungguin ibu dandan, sama halnya dengan jarak tempuh pulang- pergi dari kampung ke kota....Bila tadi aku pergi sendiri, mungkin sudah pulang lagi aku.” Berdiri dari tempat duduknya sambil ngomel.


“Yasudah kalau bapak gak suka, kamu pergi sendiri aja...aku gak bakal ikut.” Ngambek karena tidak mau di salahkan.


“Hehehe gak kok bukk Cuma bercanda...ibu kalau dandan makin cantik ya.” Suami sayang istri.


Akhirnya setelah drama yang panjang, mereka pun berangkat, dengan menaiki Sepeda motornya dan layaknya seorang pasangan muda, mereka dengan mesranya berboncengan berdua.


Karena sudah lama juga tidak pergi ke kota, ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan mereka. Di perjalanan sambil menikmati suasana pedesaan yang asri, mereka juga mengenang masa-masa muda mereka saat sedang pacaran dulu, yang mana mereka dulu sudah pacaran semenjak masih di SMA.


“Buuukk...kamu masih ingat gak saat masa-masa kita masih pacaran dulu.” Tanya Pak Akbar.


“Hhhmmm ya masih lahh...saat kamu ketahuan selingkuh dua kali itukan.” Masih jengkel tentang kejadian di rumah tadi.

__ADS_1


“Yeeee....Bukan itu...masalalu jangan di ungkit-ungkit lahh..” Mulai panik karena masa lalunya.


“Kan bapak tadi nanya...ya ibu jawab.” Menyenderkan Dagu ke pundak Pak Akbar.


“Tapi bukan itu yang aku maksud...tapi tentang masa-masa kita pacaran dulu sampai menikah dan punya anak sampai sekarang.” Kata Pak Akbar.


“Menurutku lebih enak setelah nikah dari pada saat pacaran dulu....karena dulu kamu sering sama wanita lain kan?.” Ejek Bu Sarah.


“Lihat tuh bukk....Kapan ya kita bisa punya lahan kopi seluas itu.” Mengalihkan perhatian karena tidak mau istrinya mengungkit terlalu dalam masa lalunya.


“Usaha aja dulu...kalau punya rezeki lebih nanti kita beli lahan lagi..” Melihat kearah kebun yang di tunjuk Pak Akbar.


“Gampang itu...kita minta sama Bapak dan Ibu (orang tuanya) pasti langsung di belikan.” Canda Pak Akbar.


“Bapak dan Ibu aja terus yang ada dipikiran kamu...kapan mandirinya.” Menggeplak helm Pak Akbar.


“hehehe... Gak kok Cuma bercanda.”


Satu jam telah berlalu, akhirnya sampai juga di pusat kota. Di kota mereka langsung mencari toko besar untuk berbelanja barang yang mereka berdua butuhkan, terutama untuk hadiah ulang tahun si kembar Rey.


"Dimana sih tempat yang jual perlengkapan sekolahnya." Tanya Bu Sarah.


"Dulu di tempat ini ada toko yang menjual perlengkapan sekolah, sekarang kok gak ada ya." Memberhentikan motornya dipinggir jalan.


"Lama-lama capek juga, keliling-keliling gak jelas kaya gini." Mulai mengeluh karena capek.


"Kalau ibu capek...ibu bisa kok tiduran di trotoar sini, nanti bapak yang cari tokonya sendiri." Canda Pak Akbar.


"Bapak aja yang tidur di trotoar." Kembali menggetok helm Pak akbar.


Dan setelah lama berkeliling lama, akhirnya mereka menemukan toko penjual seragam sekolah di sekitaran alun-alun. Sesampainya di toko mereka langsung memilih-milih mana yang cocok untuk si kembar Rey, mereka membeli perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, buku tulis dan lain-lain. Karena anak mereka kembar, jadi mereka membelikan barang yang sama juga meskipun berbeda warna untuk mencegah keributan diantara mereka nanti.


Yang namanya ibu-ibu sudah pasti jago dalam hal tawar menawar karena tidak mau rugi, meskipun itu akan merugikan penjualnya yang penting dia dapat harga murah.

__ADS_1


"Mbak...kedua tas itu harganya berapa?." Menunjuk ke arah tas pilihannya.


" Satu tasnya harganya 100k bukk...jadi kalau dua totalnya 200k bukk." Mengambil tas yang di pilih Bu Sarah


"Mahal amat mbak, apa gak bisa kurang....150k dua tas gimana." Mulai menawar.


"Waduhh....kalau segitu gak bisa buu..." Penjual menolak tawaran Bu Sarah.


"Saya kan belinya banyak, gak cuma tas ini doang....yang lain kan masih ada belum ditotal semua." Bersikeras menawar.


"Kalau harga segitu masih belum bisa buu....Gimana kalau 185k bisa ibu ambil." Penjual kembali menawarkan harga yang cocok.


"Yaudah deh 170k aku ambil." Bu Sarah Masih ngeyel dengan tawarannya.


Pak Akbar yang malas dalam soal tawar menawar memilih untuk duduk-duduk di emperan toko sambil menunggu Istrinya selesai transaksi.


" Masih gak bisa buu kalau segitu, 185k ibu boleh ambil." Mempertahankan harga di tokonya.


"170k Kalau gak bisa...saya cari tempat lain aja." Mengira kalau penjualnya mau ngasih harga segitu.


"Maaf kalau begitu bu...silahkan berkunjung ke toko kami lain waktu." Mengusir dengan cara halus.


Ternyata rencana Bu Sarah tidak berjalan mulus, sebab penjual toko yang tidak mau mengasih barangnya dengan harga yang dia mau. Dengan terpaksa Bu Sarah akhirnya membeli tas itu meskipun ada sedikit rasa malu karena sudah lelah bila berputar-putar mencari tempat lain lagi.


"Yasudah deh 185k aku ambil...sekalian Perlengkapan tulisnya mbak total semua." Bu Sarah menyetujui harga penjual.


"Sebentar ya buu...aku total dulu semuanya." Bahagia karena pembelinya tidak jadi pergi.


Mbak penjual, mengemas dengan rapi barang-barang yang sudah dibeli tadi dan memberikan nota pembelian kepada bu sarah.


"Total semuanya 350k ibuk....dan ini barang-barangnya." Menyodorkan nota dan barang-barang yang di beli.


"Ini uangnya." Menyodorkan uang pas.

__ADS_1


"Terimakasih....Uangnya pas ya bukk, jangan lupa berkunjung di lain waktu." Memberi Salam dan ucapan terimakasih.


karena semua barang-barangnya sudah dibeli akhirnya mereka bisa pulang, setelah perjalanan yang melelahkan.


__ADS_2