
Beberapa hari lagi ulang tahun si kembar Rey akan tiba, orang tua si kembar Rey masih memikirkan hadiah apa yang akan mereka berikan pada saat ulang tahun mereka nanti. Dikarenakan mereka anak kembar orang tua Rey selalu memberikan hadiah yang sama untuk mencegah terjadinya pertengkaran di antara mereka berdua.
Sama seperti pasangan suami istri pada umumnya, akan selalu ada perdebatan diantara mereka untuk memutuskan sesuatu. Hal itu pun terjadi kepada Pak Akbar dan Ibu Sarah (Orang tua Rey), mereka berdebat tentang masalah ulang tahun si kembar Rey yang akan datang beberapa hari lagi. Sebagai orang tua, mereka mau memberikan yang terbaik untuk kedua anaknya saat hari ulang tahunnya, akan tetapi karena kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja, membuat mereka tidak bisa berbuat banyak untuk membahagiakan kedua anaknya.
Untuk memutuskan apa yang akan diberikan kepada si kembar Rey pada hari ulang tahunya, Pak Akbar dan Ibu Sarah saling bertukar pendapat untuk mengambil jalan tengahnya. Akan tetapi perdebatan yang panjang pun tidak bisa dihindari...
“ Bukk..."
Panggil Pak Akbar dari ruang tamu
“Iyaa Pakk....Ada apa?.” Bu Sarah berjalan menghampiri.
“Beberapa hari lagi, anak kita akan ulang tahun kan?.” Tanya Pak Akbar.
“Iyaa....memangnya kenapa.” Menatap Pak Akbar dengan serius.
“Kita nanti mau kasih kado apa buat mereka berdua?." Bertanya mengenai ulang tahun kedua anaknya.
“Kita belikan baju aja buat mereka, seperti tahun kemarin.” Pendapat Bu Sarah.
“Jangan baju lahh, yang lain aja...masa mau kita kasih hadiah yang sama kepada mereka.” Pak Akbar Tidak menyetujui usulan istrinya.
“Lantas kamu mau kasih apa buat mereka.” Tanya Bu Sarah dengan tegas.
“Kita kasih yang agak mahal sedikit kan gak papa hehehe.” Kepala menghadap ke atas sambil berfikir.
“Kamu jangan aneh-aneh ya pakk...kita harus menyesuaikan dengan uang yang kita punya.” Tidak menyetujui usulan Pak Akbar.
“Gimana kalau kita belikan mereka berdua sepeda baru.” Kembali mengusulkan pendapatnya.
“Gak....aku gak setuju kalau sepeda...sepeda itu mahal, uang kita mana cukup buat beli.” Bu Sarah tetap tidak menyetujui pendapat Pak Akbar.
“Masalah uang kamu tenang aja kan ada bapak...nanti aku minta bantuan sama ayah dan ibu aku.” Menatap kearah Bu Sarah dengan tersenyum.
“Kenapa malah jadi bawa-bawa ayah dan ibu segala sihh...ingat ya pak, kita sudah janji akan belajar hidup mandiri setelah menikah.” Memalingkan Pandanganya.
“Iya...aku ingat, tapi kan itu buat cucu-cucu mereka bukan untuk kita.” Berusaha menjelaskan.
__ADS_1
“Pokoknya aku gak setuju titik.” Bu Sarah Membuang muka.
Mendengar kedua orang tuanya yang sedang gaduh membahas tentang ulang tahun mereka, membuat si kembar Rey jadi tidak bisa tenang berada di rumah. Dikarenakan hari yang masih sore, mereka berdua memutuskan untuk keluar bermain sebentar dengan harapan saat mereka pulang nanti, kedua orang tuanya sudah tidak memperdebatkan masalah ulang tahunya lagi.
“heyy mas...bilangin bapak sama ibu mu agar jangan debat terus, mengganggu penghuni rumah aja.” Kata Reyzu sambil tiduran di kasur.
“Coba kamu aja yang bilangin sana, mereka kan orang tuamu juga.” Jawab Reyza.
“Kita keluar main aja yukk...gak enak di rumah ngedengerin orang bertengkar.” Bangun dari tempat tidurnya.
“Yaa...yaaaa....yaaa...untuk hal ini aku setuju denganmu.” Reyza berdiri dari duduknya.
Mereka berdua beranjak keluar dari kamarnya. Sebelum keluar rumah, disela-sela perdebatan kedua orang tuanya mereka berpamitan dulu ke kedua orang tuanya. Saat Reyza sedang berpamitan karena ingin keluar, Reyzu malah nyelonong pergi duluan dengan unek-uneknya.
“Pak....Buk...aku mau pergi bermain sebentar.” Dengan sopan Reyza meminta izin.
“Jangan pulang terlalu sore ya.” Kata Bu Sarah.
“Iya bukk.”
Tiba-tiba Reyzu nyelonong lewat belakang Reyza.
“Mau keluar pergi main, dari pada dirumah dengerin orang nyanyi-nyanyi.” Terus berjalan dan tidak menghiraukan panggilan Pak Akbar.
“Reyzu...balik kamu!!” Panggil Pak Akbar yang kedua kalinya.
“Udah biarin saja pakk...Ohh iya aku mau bilang, soal ulang tahunku dan Reyzu gak usah terlalu berlebihan, seadanya aja kita sudah bahagia kok." Sebelum pergi salim dulu.
“Tuhhh kann, anak mu aja ngerti.” Menyalami Reyzu.
“udah...Kamu cepat susul adik kamu sana....masalah ulang tahunmu biar bapak sama ibu yang ngurus.” Ujar Pak Akbar.
“Yasudah kalau begitu, aku susul Reyzu dulu ya..” Berjalan peri keluar rumah.
“Iyaaa...ingat pulang jangan terlalu sore.” Kata bu Sarah.
"Iyaa bukk."
__ADS_1
Setelah kedua anaknya pergi, bukanya menyudahi dan mengambil keputusan, mereka malah melanjutkan perdebatan mereka yang tidak ada habisnya.
Si kembar Rey yang pergi keluar rumah, datang kerumah Deden untuk mengajaknya bermain. Ketika sampai dirumahnya, mereka memanggil-manggil Deden dari luar rumah akan tetapi tidak ada jawaban. Dikarenakan pintu rumahnya terbuka, Si kembar Rey memutuskan untuk masuk kerumah Deden sambil memanggil-manggil namanya.
Deden...Deden...Deden.” Memanggil-manggil Deden sambil berjalan masuk kerumah.
Ketika masuk kedalam rumah, mereka mendapati Deden yang sedang tertidur pulas di depan Tv ruang tamu dan Seketika itu Pikiran-pikiran jahil dari otak Reyzu kembali muncul.
“Ehhh ehhhh...orangnya sedang molor ternyata.” Kata Reyza.
“Kesempatan yang bagus ini.” Senyum jahat terlihat dari wajah Reyzu.
“Mau ngapain kamu.” Reyza sudah Berfirasat buruk.
Reyzu yang melihat ada bulu burung peliharaan bapaknya yang jatuh ke lantai langsung mengambilnya. Reyza yang sudah berfirasat buruk tentang apa yang akan dilakukan Reyzu sempat melarangnya, akan tetapi Reyzu yang keras kepala sulit untuk di nasihati.
"Hehh...mau kamu apakan bulu burung itu?." Menarik baju Reyzu.
"Tenang...mas lihat aja, pasti lucu." Mengambil bulu burung yang terjatuh.
"Kamu jangan aneh-aneh...ini dirumah orang tahu." Memarahi Reyzu.
"Udah gak papa, jangan takut...lagian cuma mau bercanda kok." Reyzu menjalankan aksinya.
"Halah terserah kamu aja....kalau ada apa-apa aku gak ikut-ikutan." Mulai jengkel dan meninggalkan Reyzu keluar rumah.
Reyzu yang tidak mendengarkan omongan Reyza, masih melanjutkan kejahilannya dengan memasuk-masukan bulu itu ke telinga dan hidung Deden secara pelan-pelan. Sedangkan Reyza meninggalkan Reyzu keluar rumah dan menunggunya di depan rumah sambil duduk-duduk santai.
Ketika Reyzu sedang asik menjahili Deden yang sedang tidur, tiba-tiba Deden pun terbangun karena hal itu. Saat membuka mata, Deden melihat Reyzu yang sudah ada disampingnya yang tengah membawa bulu burung. Deden langsung sadar tentang apa yang telah Reyzu lakukan pada dirinya.
Karena Deden terbangun dan aksinya ketahuan, Reyzu langsung lari terbirit-birit keluar rumah. Deden yang juga gak terima karena sudah dijahili saat tertidur, langsung mengejar Reyzu yang tengah berlari.
Reyza yang melihat Reyzu dikejar oleh Deden memilih untuk diam dan tetap santai di tempat duduknya, seakan- akan dia sudah bodo amat
dengan Reyzu karena sulit diatur dan keras kepala.
Hal itu juga, biar menjadi pelajaran bagi Reyzu agar tidak suka jahil terhadap temanya, meskipun Deden tergolong orang yang pendiam dan cupu, tetapi kalau dia di ganggu juga bisa marah dan kemarahannya bisa sangat menakutkan.
__ADS_1