Empat Serangkai

Empat Serangkai
Memupuk Dendam


__ADS_3

Di sebuah kota jauh yang di kelilingi dengan tingginya pegunungan, kota yang masih asri dipenuhi dengan keindahan alamnya itu seakan setiap saat bisa menentramkan dan menyegarkan hati seseorang yang tinggal di sana. Kota kecil yang berjarak lebih dari 5 jam perjalanan dari kota Widodari itu menjadi pusat penghasil bahan pokok terbesar karena luasnya lahan pertanian dan perkebunan yang masih sangat subur untuk bercocok tanam. Tentu saja ?? Sebuah kota yang pernah di tempati oleh si kembar Rey dan teman-temannya itu masih nampak terlihat sama dengan sebelumnya, masih belum terlihat ada perbedaan ketika mereka berlima meninggalkan kota penuh kenangan itu.


Pusat Kota


Gemerlapnya lampu yang menerangi setiap sudut kota ditambah dengan hawa dingin yang menusuk tajam kedalam kulit, tidak menghalangi keinginan orang-orang untuk tetap keluar jalan-jalan menikmati suasana kota yang tiada tandingannya itu. Lalu lalang kendaraan dan para pejalan kaki seakan tidak ada putusnya memenuhi setiap ruas jalan di pusat kota, tidak ada yang menyangka sebuah kota yang terlihat sepi di siang hari itu berubah menjadi hamparan manusia pada malam hari. Mungkin tidak mengherankan bagi mereka untuk melakukan hal itu, kebanyakan dari mereka menggunakan waktu siangnya untuk bekerja membanting tulang memenuhi kebutuhan hidup yang tidak ada habisnya, ketika hari sudah berganti malam di saat itulah waktu bagi mereka untuk menyenderkan bahu yang sudah mereka pakai untuk menopang hidup.


Di salah satu tempat disudut kota yang ramai, terdapat gedung luas yang dipenuhi dengan muda-mudi yang tak terhitung jumlahnya. Di bawah gemerlapnya lampu warna-warni yang berkedip setiap detik dengan diiringi oleh kerasnya suara musik yang tiada henti, seakan menghilangkan kesadaran mereka untuk melakukan goyangan maut yang terlihat keren bagi mereka, tapi sangat hina dipikiran orang yang melihatnya.

__ADS_1


Di lantai dua gedung itu tidak jauh berbeda dengan lantai dibawahnya, sebuah lantai dengan balkon yang tembus langsung dengan lantai dibawahnya itu bisa membuat siapa saja yang diatas melihat orang yang ada dibawah ataupun sebaliknya. Di lantai itu dipenuhi dengan tempat duduk sofa yang berjajar rapi, setiap sofa dipenuhi dengan sekelompok muda-mudi yang terlihat angkuh dengan lagak sombong di setiap tatapan mata yang menyapu kearah mereka.


Diantara para muda-mudi angkuh itu, terdapat satu kelompok orang yang sangat nampak lebih unggul dibanding yang lainya. Setiap tatapan angkuh para muda-mudi dilantai itu mau tidak mau harus tertunduk dihadapan sekelompok orang yang sangat mereka takuti itu, entah apa alasannya ? tetapi sekolompok orang itu sangat disegani oleh siapa saja yang mengenal mereka. Benar saja ?? Sekolompok orang itu, tidak lain dan tidak bukan merupakan geng Bastian yang pernah dihajar habis-habisan oleh 5 orang remaja gagah yang tidak mengenal rasa takut di kedai waktu itu. Geng yang diketuai oleh Bastian itu lebih dikenal dengan sebutan Geng Tian, sebuah geng yang bila disatukan semua anggota kelompoknya bisa setara dengan 3 kelompok geng biasa itu sangat ditakuti oleh orang-orang karena kebringasan yang mereka tunjukan.


Kekalahan mereka oleh lima orang remaja di kedai saat itu, memupuk dendam yang sangat mendalam bagi seluruh anggota geng, terutama si Bastian yang mengalami kekalahan langsung dihadapan matanya. Setelah kejadian itu, mereka berusaha mencari dimana kelima orang itu bersembunyi untuk membalaskan dendam tetapi hasilnya nihil, setelah beberapa bulan pencarian mereka sama sekali belum menemukan keberadaan kelima remaja itu meskipun sudah menelusuri seluruh kota.


Dari lantai bawah gedung, terlihat dua orang pemuda yang berpakaian layaknya berandalan berjalan dengan cepat menaiki tangga menuju ke sofa tempat duduk Bastian beserta anggota lainya berada. Kedua pemuda itu sedikit menundukkan pandanganya ketika berhadapan langsung dengan bastian, dari tatapan mata kedua pemuda itu terlihat jelas adanya ketakutan dan keraguan diantara mereka kepada bastian dan orang-orang yang duduk secara acak disampingnya.

__ADS_1


Mendengar laporan yang sangat mengecewakan dari anak buahnya, membuat Bastian langsung terpancing emosi, tetapi dengan angkuhnya dia tidak mau mengotori tangannya untuk meladeni anggota kelompok yang sudah dia anggap sampah itu. Nafas panjang dengan penuh ketenangan keluar dari mulutnya dibarengi dengan tatapan tajam mengarah kepada kedua pemuda di hadapannya itu, " Yaudah kalian cepat pergi dari sini !! Cepat pergi sana !! " Kata-kata tenang yang keluar dari mulut Bastian membuat hati dan jantung kedua pemuda itu sedikit menjadi tenang, karena sudah merasa aman dan merasa kalau pikiran buruk yang ada pada pikiran mereka tidak akan terjadi,


" Terimakasih Boss.... Kalau begitu kita berdua pergi dulu, " Langkah kaki mereka perlahan mulai meninggalkan tempat dengan hati yang sangat senang diantara keduanya.


Ketika dua pemuda sampah itu hilang dihadapannya, dengan dingin dia berseru kepada salah satu orang yang duduk dengan santai dan tenang disampingnya, "Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kan ??" perintah yang belum jelas maksudnya itu, malah membuat senang seseorang yang dia ajak bicara, perintah mutlak itu seakan menjadi sebuah hadiah yang membawa kesenangan


bagi orang yang belum jelas identitasnya. Seseorang dengan tubuh kekar dengan tato sangar yang menyelimuti tubuhnya, menambah kesan menyeramkan dalam dirinya, tawa senang yang keluar dari mulutnya menyetujui apa yang telah diperintahkan, " Dengan senang hati aku akan melakukanya hhhh, " Tawa menyeramkan mengantarkan kepergian orang bertubuh kekar itu dari hadapan Bastian.

__ADS_1


Orang-orang yang duduk sejajar di samping Bastian tentu saja memiliki posisi yang penting dalam keanggotaan Gang Tian, diantara para pemuda yang duduk dalam satu bangku dengan Bastian, terdapat dua orang wanita cantik yang duduk dengan gelisah tanpa ada kenyamanan dalam hati mereka berdua. Kedua wanita cantik itu dipenuhi dengan tekanan ketika duduk bersama para pemuda berandalan yang mengelilingi mereka, hawa dingin yang ada di tempat itu terasa sangat panas ketika menyentuh tubuh halus wanita cantik itu. Dua Wanita cantik itu tidak lain dan tidak bukan adalah Naila dan Sela, dua wanita yang kita kenal itu secara langsung sudah berhubungan dengan dua belah pihak yang sedang bermusuhan. Entah apa yang sedang terjadi hingga berdua kembali masuk kedalam jaringan Bastian yang sudah terang-terangan memusuhi mereka pada waktu itu.


~ Next ~


__ADS_2