
Reyzu menarik nafas dalam-dalam dan dengan berat mengeluarkan hembusan nafas dari hidungnya secara perlahan, kedua tangannya bersimpuh di depan, kepalanya sedikit tertunduk dengan lirikan mata sesekali menatap seorang berbadan yang lebih tinggi beberapa senti di hadapannya.
Seorang mahasiswa senior yang membawa sebuah tongkat tumpul itu memandang setiap inci tubuh Reyzu dari atas hingga bawah dengan sinis di wajahnya. Berbekal sebuah tongkat itu, dia memukul-mukul setiap bagian tubuh Reyzu guna mengecek apa saja yang terselip di dalam baju yang Reyzu gunakan.
Mahasiswa senior itu mengarahkan ujung tongkatnya ke arah dagu Reyzu secara perlahan menaikan kepalanya hingga kedua pasang mata saling bertemu dan menatap dengan ekspresi yang saling tolak menolak.
Terlihat jelas oleh tatapan Reyzu, mahasiswa senior itu terkesan sangat meremehkan dan merendahkan dirinya hingga muncul sedikit kebencian di dalam hatinya, kebencian itu secara naluri membangkitkan keberanian yang ada pada diri Reyzu. Keberaniannya terlihat jelas dari tingkah laku dan pandangan matanya yang sangat berani dan berubah menjadi dingin ketika saling menatap dengan mahasiswa senior itu.
Senior 1
Membalas tatapan dingin Reyzu dengan tatapan tajam matanya, tangan kananya yang memegang tongkat tidak bisa berhenti memainkannya.
" Siapa namamu ? "
Secara tegas dan kasar dia bertanya.
Reyzu
Sedikit menaikan pandangannya, tatapan matanya tidak kalah tajam di banding dengan dua pasang mata orang yang menatap dirinya.
" Reyzu !! "
Hembusan nafas dingin yang keluar dari mulutnya itu seakan bisa mengoyak hati orang yang mendengarnya.
Mahasiswa senior yang ada di hadapannya seketika terbakar oleh kobaran api yang membara di dalam hatinya, sebuah jawaban yang singkat, dingin dan sangat berani itu bisa di ibaratkan dengan sebuah tantangan perang yang di kobarkan langsung di hadapan musuh.
Senior 1
Berjalan beberapa langkah ke depan dengan cepat meraih kerat baju Reyzu menggunakan tangan kirinya.
" Kamu berani sama saya haa !!! "
Teriakan tepat di depan wajah Reyzu itu menggelegar sampai terdengar di tempat di mana Reyza dan ketiga temanya berada.
Senior wanita yang dari tadi hanya mengamati, tertarik dengan apa yang terjadi diantara Reyzu dan senior 1 sehingga terjadi keributan. Dengan acuh tak acuh dia berjala perlahan ke arah Reyzu dan senior itu sambil memperlihatkan wajah cantik dan dinginnya dengan rambut lurus yang terurai hingga hampir menyentuh pinggangnya yang langsing.
__ADS_1
Meskipun posisi Reyzu sekarang sangat tidak menguntungkan, dia berusaha tetap tenang dan mencoba tidak melawan karena dia tahu betul posisinya sekarang, bila dia melawan maka kemungkinan besarnya dia akan dijadikan bulan-bulanan oleh para mahasiswa senior itu.
" Jangan macam-macam ya kau anjing !! Kalau gak ingin kita habisi disini !! "
Mengarahkan tongkatnya ke pipi Reyzu sebagai bentuk ancaman.
Senior wanita yang datang entah apa yang akan dia lakukan, tiba-tiba melepaskan tangan senior 1 yang dari tadi masih memegang erat kerat baju Reyzu. Senior 1 seperti mendapat tekanan ketika senior wanita itu datang, dia terlihat tanpa perlawanan melepaskan tangannya dari kerat baju Reyzu dan sedikit berjalan mundur kebelakang senior wanita yang sudah berdiri di depannya.
Kedua tangan wanita cantik dan dingin itu menyilang di bawah dada dengan sorot mata yang acak melihat setiap inci tubuh Reyzu dari atas hingga bawah. Tatapan matanya yang dingin itu, terlihat sedikit menggambarkan ketertarikan kepada Reyzu.
Senior Wanita
Lirikan tajam mata cantiknya menyapu wajah Reyzu yang masih memperlihatkan tatapan dingin kepada siapa saja yang ada dihadapannya.
" Keluarin semua barang yang kamu bawa !! "
Mundur satu langkah ke belakang, berdiri sejajar di samping senior 1 yang dari tadi masih memperhatikan.
Tanpa mengangguk Reyzu melepaskan tasnya kebawah dan mengeluarkan semua benda yang ada di pakainya, dari dompet sampai hp. Dia menaruh semua barangnya tumpang tindih dengan tas yang dijadikannya sebagai alas.
Menyuruh senior satu untuk melakukan pengecekan terhadap barang bawaan Reyzu.
~ ( X ) ~
Senior 1 bergegas mengambil tas dan barang-barang lainya milik Reyzu, secara bertahap mengeluarkan semua isi dalam tas itu.
Reyzu terus mengamati setiap yang dilakukan senior 1 terhadap barang bawaannya, dalam hatinya sangat tidak rela melihat barang-barang yang sudah tertata rapi menjadi berantakan karena keganasan tangan senior 1 saat melakukan pengecekan.
Kening Reyzu mengkerut dengan nafas yang berat di penuhi oleh emosi, kedua tangannya bersimpuh kebelakang dengan genggaman yang sangat erat serta raut wajah yang dipancarkannya menggambarkan dengan jelas rasa ketidaksukaan dan kebencian dalam dirinya.
Senior wanita tetap berdiri di posisi yang sama dengan lirikan mata tajam ke arah Reyzu, terlihat dari tingkah lakunya saat ini, besar kemungkinan kalau senior wanita itu mempunyai posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan rekan-rekannya. Hal itu bisa dibuktikan dengan tingkah senior 1 saat kedatangan senior wanita itu yang membuat dirinya tidak bisa berkutik dan menuruti semua yang dia perintahkan.
Lirikan mata tajam senior wanita itu bisa di sadari oleh Reyzu yang langsung membalasnya dengan tatapan mata yang dingin serta gelap. Kedua pasang mata yang saling menatap itu seakan tidak mau kalah satu sama lain hingga mengakibatkan gejolak besar di hati mereka berdua.
Gejolak besar dalam hati mereka berdua, seperti sebuah gelombang besar yang menerpa sebuah kapal di tengah laut. Dimana setiap gejolak itu menggambar perasaan yang berbeda-beda diantara mereka.
__ADS_1
Senior wanita itu tidak bisa begitu jelas merasakan apa yang dia rasakan sekarang, jantungnya yang sedikit mengencang merasakan adanya sedikit rasa samar penuh ketertarikan kepada seorang remaja yang terlihat lebih muda dihadapannya itu.
Sedangkan gejolak dalam hati Reyzu malah menimbulkan sedikit kebencian kepada senior wanita itu, entah kenapa dalam pikirannya timbul perasaan yang sama kepada orang-orang dihadapannya itu. Dia menganggap kalau orang-orang itu memiliki sifat yang sama dan akan selalu membuat masalah dengan dirinya.
Kedua pasang mata yang saling menatap itu akhirnya pecah ketika senior 1 berbicara dan menginformasikan kepada senior wanita tentang hasil pengecekannya terhadap barang bawaan Reyzu.
Senior 1
Meletakkan semua barang Reyzu secara berserakan, kemudian berdiri sejajar dengan senior wanita.
" Gak ada yang mencurigakan dari barang bawaannya, apa yang akan kita lakukan sekarang kepadanya ? "
Senior Wanita
Memalingkan wajahnya kepada senior 1
" Suruh dia ke halaman, ngumpul sama anak-anak yang yang bermasalah tadi, "
Secara acuh memalingkan wajahnya dan berbalik meninggalkan mereka berdua.
Senior 1
Mengacungkan tongkatnya kepada Reyzu.
" Cepat masukkan ini semua !! Cepat !! "
Nada yang lumayan tinggi keluar dari mulutnya,
Reyzu yang semakin tidak suka dengan senior itu, acuh tak acuh segera memasukkan barang-barangnya ke posisi semula meskipun tidak serapi di awal tadi.
" Kamu ikuti aku sekarang !! "
Berjalan meninggalkan Reyzu dengan tangan yang terlihat lihai memainkan sebuah tongkat kecil di tangannya.
Sebelum pergi mengikuti senior 1, Reyzu sempat melirik ke arah tempat Reyza, Dion, Nino dan Deden berada. Terlihat mereka berempat nampak mendapatkan suatu hal yang sama seperti yang dialami Reyzu tadi.
__ADS_1
~ Next ~