Empat Serangkai

Empat Serangkai
Persiapan Kuliah


__ADS_3

3 Minggu Telah Berlalu


Si kembar Rey, Dion, Nino dan Deden menghabiskan hari-harinya dengan aktivitas seperti biasa serta di selingi pembelajaran oleh Bu Sarah setiap harinya.


Meskipun hanya tentang ilmu dasar saja, tetapi sudah cukup untuk membuat otak mereka menjadi panas, oleh Bu Sarah mereka di tuntut untuk memahami dan mempelajari lebih dalam lagi apa yang telah di ajarkannya.


Bu Sarah menarget mereka minimal bisa memahami ilmu bisnis yang di ajarkannya sebesar 10% dalam waktu dua bulan sebelum masuk dunia perkuliahan.


Sebab kalau di hitung-hitung apa yang telah di ajarkan Bu Sarah belum ada apa-apanya di banding saat kuliah nanti, dimana materi pembelajaran yang ada di kuliah nanti akan mencakup lebih banyak dari apa yang telah di ajarkannya.


Bu Sarah


Meletakkan beberapa buku materi manajemen di hadapan mereka.


"Gimana ? materi yang kemarin sudah paham apa belum atau perlu di ulangi lagi?"


Mengecek satu persatu apa yang tengah mereka pelajari.


Saking banyaknya materi yang harus di pelajari, Dion, Nino dan Deden sudah seperti orang yang berputus asa, otak mereka bertiga seperti mau meledak di tambah lagi pada dasarnya dari dulu mereka paling benci dengan yang namanya pembelajaran.


Jadi ilmu yang telah mereka pelajari, seperti air yang di tuang dalam wadah yang berlubang, tetapi karena semangat dari dalam hati mereka bertiga, sedikit demi sedikit mereka mampu menutup lubang tersebut.


Sedangkan si kembar Rey sendiri, tidak begitu mempermasalahkan hal itu karena selama dua tahun belakangan ini, mereka berdua sudah di asah oleh Bu Sarah untuk mempelajari materi-materi yang berhubungan dengan dunia bisnis karena ada maksud tertentu.


Jadi simpelnya apa yang di pelajari Dion, Nino dan Deden sudah di pelajari oleh si kembar Rey sejak dulu, jadi si kembar Rey hanya mengulang dan menambah beberapa materi yang belum pernah mereka pelajari.


Deden


" Aduhh !!! kepalaku tiba-tiba seperti mau meledak, "


Merebahkan tubuhnya kelantai dengan buku yang menutupi wajahnya.


Sedangkan Nino, dia hanya diam sambil menatap buku yang ada di depannya, entah apa yang sedang dia lakukan, mungkin sedang berfikir atau hanya melamun memikirkan nasib hidupnya.


Untuk si kembar Rey, masih nyantai rebahan di atas sofa sambil membaca buku dan memakan beberapa cemilan.


Dion


Menggaruk-garuk kepalanya dan menepuk-nepuk jidatnya karena sudah frustasi.


" Dasarnya aja sudah begini, kalau kuliah nanti jadi seperti apa ? Matii aku !! "


Menggerutu dalam hati dengan berfikiran yang enggak-enggak.


Karena tidak mau terus-terusan seperti orang bodoh, Dion memberanikan diri bertanya kepada Bu Sarah tentang cara mudah untuk mempelajari ini semua.


" Bu, ada gak cara yang mudah untuk mempelajari ini semua ? Soalnya otak aku mulai down untuk menghafal ini semua, "


Saat mereka berlima sedang belajar, Bu Sarah sendiri juga sibuk dengan bukunya untuk mencari beberapa materi-materi yang dianggapnya penting.


Bu Sarah


Menggaris bawahi beberapa kalimat yang ada di bukunya, sambil mendengarkan apa yang di tanyakan oleh Dion.

__ADS_1


" Sebenarnya belajar itu gak sulit kalau kamu punya niat dan tau caranya, "


Melihat Dion, Nino dan Deden yang sudah mulai tepar.


" Ibu kasih tau ya, pilihan terbaik untuk belajar itu bukan menghafal tapi memahami, orang yang suka hafalan kebanyakan ilmu yang mereka dapat hanya sampai situ-situ saja, tetapi kalau kamu dapat memahami apa yang kamu pelajari, maka ilmu tersebut bisa menjadi suatu hal yang tak terbatas, "


Dion, Nino dan Deden yang mendengar apa yang dikatakan oleh Bu Sarah, seperti termotivasi kembali untuk belajar sungguh-sungguh dengan cara yang telah Bu Sarah sampaikan.


Mereka bertiga hanya mengangguk tanpa membalas sepatah kata pun tanda bahwa mereka sudah paham dengan yang Bu Sarah Sampaikan.


Mereka bertiga kembali menenangkan pikiran mereka dan mencoba fokus ke terhadap apa yang akan mereka pelajari.


Bu Sarah dan si kembar Rey yang melihat Dion, Nino dan Deden yang kembali bersemangat menjadi tersenyum karena senang.


~ ( X ) ~


Ketika mereka berlima dan Bu Sarah lagi sibuk belajar di ruang keluarga, Pak Gerald dengan pakaian yang sudah rapi datang untuk mengecek kondisi mereka.


Pak Gerald


" Gimana ? lancar belajarnya, "


Berdiri di depan mereka sambil melihat-lihat apa yang sedang mereka pelajari.


Bu Sarah yang melihat Pak Gerald berpakaian rapi, langsung menanyainya.


Bu Sarah


Menutup bukunya dan melihat Pak Gerald dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Si kembar Rey, Dion, Nino dan Deden juga ikut-ikutan melihat penampilan Pak Gerald.


Pak Gerald


Merasa sedikit agak aneh dan curiga ketika dirinya di lihatin oleh orang-orang di hadapannya.


" Hehe...Biasa, Papa lagi ada urusan sebentar di luar, "


Merapikan bajunya takut ada apa-apa.


Karena tidak mau berlama-lama, dia segera berpamitan untuk keluar.


" Yaudah kalau begitu, Papa pergi dulu ya, "


" Kalian yang rajin belajarnya, "


Berjalan pergi sambil melambaikan tangan.


Bu Sarah


Melambaikan tangannya.


" Hati-hati di jalan ya, "

__ADS_1


~ ( X ) ~


Sampai di luar, Pak Gerald masih belum tenang dan penasaran dengan apa yang salah dengan dirinya.


Saat akan memasuki mobil, Pak Gerald bertanya kepada Pak Sugeng dengan cara berpakaiannya.


Pak Sugeng


Membuka pintu belakang mobil.


" Silahkan masuk tuan, "


Mempersilahkan Pak Gerald untuk masuk.


Pak Gerald


" Kamu lihat ada yang aneh gak dengan cara penampilanku, "


Memutar tubuhnya 360° secara perlahan.


Pak Sugeng melihat pakaian yang di pakai oleh Pak Gerald dari atas sampai bawah dengan keheranan karena tidak biasanya Pak Gerald melakukan hal seperti ini.


Pak Sugeng


Sedikit heran dengan tingkah laku Pak Gerald hari ini.


" Gak ada yang aneh kok tuan, "


" Emangnya kenapa tuan ? "


Karena penasaran dia bertanya.


Pak Gerald


Sedikit lega karena Pak Sugeng tidak menemukan hal yang aneh pada dirinya.


" Gak ada apa-apa, ayo cepat jalan, "


Segera memasuki mobil karena tidak mau membahas hal itu lagi.


Pak Sugeng bergegas menutup pintu belakang dan masuk ke bagian mengemudi untuk menjalankan mobilnya.


Di dalam mobil Pak Gerald masih sempat-sempatnya berfikir tentang apa yang dirasakannya tadi.


" Kata Sugeng, penampilanku gak ada yang aneh, tapi kenapa anak-anak tadi menatapku seperti itu ya ? "


" Apa hanya perasaanku saja atau mungkin aku di kerjain lagi sama mereka ? mereka yang kurang ajar apa aku yang bodoh ya ? "


Menggelengkan kepalanya karena sudah merasa dibodohi.


~ ( X ) ~


Tujuan Pak Gerald sekarang ingin menuju ke Cafe Gasendra tempat yang pernah di datangi si kembar Rey dan teman-temannya kemarin.

__ADS_1


Dia datang ke sana hanya ingin mengecek kondisi Cafe dan berniat untuk sedikit melakukan rombakan bila di perlukan.


~ Next ~


__ADS_2