
Lalu lalang dan bunyi klakson mobil silih berganti melewati mobil yang mereka berlima tumpangi, dengan tatapannya yang tajam ke arah pintu gerbang, Reyzu diam dan berfikir tentang apa yang akan dia lakukan.
Di jok belakang, pandangan mata Dion, Nino dan Deden seakan terpana tak henti-hentinya melihat gedung besar yang ada di hadapan mereka.
Reyza
Sedikit mencondongkan kepalanya ke depan dan melihat ke arah logo perusahaan yang besar bertuliskan Gasendra tersebut.
" Kenapa berhenti di sini, ayo cepat masuk !! kamu lihat logo perusahaan itu, berarti bener ini perusahaannya kakek, "
Menunjuk ke arah logo bertuliskan Gasendra tersebut.
Saat Reyza menunjuk, Reyzu dan ketiga orang yang berada di jok belakang juga sudah mengetahui akan tulisan besar yang berada di atas gedung tersebut.
Reyzu
Sedikit melonggarkan sabuk pengamannya dan membenahi posisi duduknya.
" Aku jadi ragu-ragu mau masuk, nanti kalau di tanyai sama security itu kita mau jawab apa? "
Pandangan matanya tetap memandangi security yang ada di gerbang.
Deden
Tiba-tiba berbicara dengan santainya dari arah belakang.
" Kan tinggal bilang kalau kalian cucunya Pak Gerald, jadi bereskan urusannya !! "
Dion langsung menyahut apa yang dibicarakan Deden karena menganggapnya suatu hal yang konyol sebab hanya berbicara tanpa berfikir terlebih dahulu.
Dion
Menyenderkan badanya dengan tangan sedekap serta pandangan dingin mengarah ke Deden.
" Emang mereka ( security ) langsung percaya gitu kalau si kembar Rey cucu dari owner perusahaan ini !! Kalau iya mana buktinya ? "
Membuang muka ke arah kaca mobil yang terbuka.
Deden langsung terdiam pucat ketika mendengar apa yang baru saja Dion katakan kepadanya, seakan omongan itu ibarat sebuah pisau yang menusuk ke arah dada.
Nino
Menjulurkan kembali kepalanya di tengah-tengah jok depan diantara si kembar Rey.
" Kalau begitu apa yang akan kita lakukan dong bos ? "
Secara acak memandang si kembar Rey.
Tanpa kata yang keluar dari mulutnya Reyza menggelengkan kepalanya, sedangkan Reyzu masih berfikir gimana cara mereka agar bisa masuk.
Reyzu
Mendapatkan sedikit ide untuk menghubungi Pak Gerald yang sudah berada di dalam perusahaan.
" Kamu coba telpon kakek atau pak Sugeng suruh jemput kita di depan, "
Menyuruh Reyza untuk melakukan hal itu.
Reyza
Menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan karena ada beberapa alasan.
" Kakek pasti sibuk di dalam yang ada malah ganggu nanti, sedangkan untuk Pak Sugeng aku gak punya nomernya, "
Mendengar penjelasan Reyza, si Reyzu hanya bisa pasrah dan memilih jalan nekat untuk bisa masuk ke dalam perusahaan itu.
Reyzu
Menyalakan kembali mobilnya, melepas rem tangan, sedikit melirik ke arah spion untuk melihat kondisi jalan.
__ADS_1
" Kalau begitu kita trobos ajalah !! "
Segera menjalankan mobilnya.
Reyzu memacu mobilnya dengan pelan tapi pasti hingga sampai di depan gerbang masuk perusahaan Gasendra tersebut.
Benar saja saat di depan pintu masuk, mereka langsung di berhentikan oleh security untuk di tanyai dan di periksa.
Security
Dengan sopan tapi tegas dia bertanya kepada Reyzu sebagai pengemudi.
" Maaf mas .... Ada keperluan apa datang ke perusahaan kami ? "
Sedikit membungkukkan badanya, pandangan matanya melihat tajam kedalam mobil untuk mengecek siapa saja yang ada di dalamnya.
Reyzu
Menganggukkan kepalanya, tersenyum dan menjawab pertanyaan security dengan sopan.
"Pak Gerald tadi menyuruh kami datang kesini karena ada beberapa urusan penting,"
Mencari alasan yang tepat agar tidak di curigai, akan tetapi tanpa disadarinya sangat nampak keraguan terpancar dari wajahnya.
Keraguan dan kebohongan Reyzu bisa langsung di sadari oleh security karena penglihatannya yang tajam serta pengalamanya menjadi security selama bertahun-tahun. Dia langsung curiga dan tidak mempercayai apa yang dikatakan Reyzu begitu saja.
Reyza
Segera bertindak untuk membantu Reyzu agar tidak di curigai.
" Apakah Pak Gerald ada di dalam ? "
Dengan tenang dia bertanya.
Sebelum security itu menjawab, datang lagi satu security lainya untuk membantu memeriksa si kembar Rey dan teman-temannya.
Security 2
" ada apa ini ? "
Tanyanya kepada security pertama.
Security
" Mereka mau masuk ke perusahaan untuk bertemu Pak Gerald ? "
Jawabnya dengan pelan.
Di dalam mobil perasaan si kembar Rey dan teman-temannya menjadi kacau karena takut bila mereka akan di tuduh yang enggak-enggak sama para security itu.
Security 2
Pandangan curiga langsung tertuju ke si kembar Rey.
" Maaf mas, bisa turun sebentar kita akan melakukan pemeriksaan, "
Menyuruh mereka berlima untuk turun dari mobil.
Tanpa berkata sedikitpun, si kembar Rey dan teman-temannya satu persatu mulai turun dari mobil dan berdiri sejajar di depan security itu untuk di periksa.
" Nama kalian siapa ? "
Secara acak menanyai mereka semua.
Reyza
Tanpa basa-basi menjawab dan memperkenalkan Reyzu dan teman-temannya.
" Saya Reyza, kalau yang ini Reyzu di samping kirinya namanya Deden dan kedua orang di samping kananku ini namanya Dion dan Nino. "
__ADS_1
Dengan jelas dan secara urut memperkenalkan mereka.
Setelah mereka berlima memperkenalkan nama mereka, terlihat security 2 mengangguk dan kemudian menarik security pertama untuk berjalan menjauh.
Security 2
Memelankan suaranya seperti sedang berbisik.
" Kamu hubungi bagian staf, kemudian beritahu mereka kalau ada yang sedang mencari Pak Gerald di depan ... Cepat !! "
Pandanganya kembali mengarah kepada si kembar Rey dan teman-temannya.
Security
Mengangguk kepalanya
" Ok !! "
Bergegas menuju ke arah pintu masuk gedung untuk menemui staf pelayanan.
Security 2 kembali mendekat ke arah si kembar Rey untuk menyuruh mereka menunggu karena harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pimpinan staf.
Setelah hampir 10 menit menunggu dipanasan, akhirnya security pertama kembali dan membawa pesan untuk mengizinkan mereka masuk ke dalam.
" Kalian sekarang bisa masuk, karena sudah di beri izin oleh atasan, "
Menganggukkan kepala dan tersenyum kepada mereka.
Karena sudah di beri izin, security 2 pun mau tidak mau mengijinkan mereka untuk masuk meskipun masih menyimpan rasa curiga kepada mereka berlima.
Nafas sesak dan berat si kembar Rey tiba-tiba menjadi lega setelah mendengar kalau mereka di ijinkan masuk kedalam.
Reyza
Tersenyum senang kepada dua security yang ada di hadapannya.
" Terimakasih Pak "
Reyzu
" Terimakasih Pak, kalau begitu kita masuk dulu kedalam, "
Menganggukkan kepala dan bergegas masuk kedalam mobil untuk memarkirkannya ke tempat parkir yang sudah di sediakan.
sedangkan Reyza, Dion, Nino Dan Deden memilih jalan kaki karena sudah dekat dengan pintu masuk perusahaan.
Dari belakang, pandangan mata kedua security itu tidak bisa lepas dari gerak langkah kaki Reyza dan teman-temannya dengan keheranan.
Security 2
Pandangan matanya tetap terfokus ke arah 4 orang yang sedang berjalan itu, hatinya yang masih terselip rasa curiga dan penasaran kemudian bertanya.
" Mereka sebenarnya siapa, kok bisa masuk dengan mudah ? "
Memalingkan wajahnya kepada security pertama.
Security
Menatap security 2 dengan senyum di wajahnya dan menjelaskan semua yang sudah diberitahukan staf tadi kepadanya.
" Masa Reyza dan Reyzu itu teryata cucu dari Pak Gerald yang berarti anak dari Pak Akbar dan Bu Sarah atasan kita dan mungkin juga mereka yang akan menjadi pewaris dari perusahaan besar ini, "
Memandang besarnya perusahaan dengan logo terpampang jelas di atasnya.
Security 2 tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya hingga wajahnya seketika menegang dengan alis mata yang tertarik ke atas.
Apa yang dialami security 2 sama dengan yang dialami security pertama tadi saat di dalam perusahaan. Bagaimana tidak, sesuatu yang besar terjadi pada mereka hari ini tanpa mereka mengetahuinya.
~ Next ~
__ADS_1