Empat Serangkai

Empat Serangkai
Permintaan Maaf


__ADS_3

Juragan kopi pulang ke rumah dalam keadaaan bahagia karena beranggapan sudah berhasil memberikan pelajaran kepada Pak Akbar dengan mencurangi harga penjualan kopinya tadi.


Sesampainya dirumah Juragan menceritakan semua kejadian tadi kepada sang istri ( Nyonya) yang membuat dia sangat bahagia.


Juragan Kopi


“ Maaaa...Mamaaa.... sini Maa, "


Panggil Juragan duduk santai sambil merokok di sofa.


Nyonya


Mendengar panggilan suaminya dengan segera dia menghampiri.


" Ada apa sihh paa....kelihatanya bahagia banget, "


Duduk di samping Juragan.


Juragan Kopi


Saat istrinya sudah datang Juragan meletakkan rokoknya ke asbak di meja didepannya kemudian menceritakan semua yang telah dia lakukan kepada Pak Akbar dan si kembar Rey.


“ Aku tadi baru bertemu si anak kembar miskin itu di tempat pengepulan kopi, ”


Mengangkat salah satu kakinya ke sofa.


Nyonya


“ Haaaaah...berani sekali mereka datang ke tempat pengepulan kopi kita !! "


Reflek memegangi salah satu kaki Juragan yang naik ke sofa tadi.


Juragan Kopi


" Ternyata mereka anak si Akbar dengan si Sarah, petani miskin yang sok suci dan sok baik itu, "


Seperti tanpa beban dan dosa menghina mereka.


Nyonya


Dia sangat geram ketika mendengar nama mereka, sangat tampak kebencian dari raut wajahnya


“ Ternyata anak mereka....terus-terus papa apakan mereka tadi, "


Melepaskan genggamannya dari kaki Juragan.


Juragan


Sangat bangga atas dosa yang baru saja dia perbuat.


“Mama tau gakk....aku tadi sengaja turunin harga kopi yang mereka jual dengan setengah harga...biar mereka tau rasa agar tidak bikin masalah lagi dengan keluarga kita, "


Tampak senyum bahagia dari wajah Juragan saat bercerita.


Nyonya


“ Bagus itu Paaa....Mama setuju banget kalo mereka tersiksa seperti itu biar tahu rasa, "


Sangat senang dengan apa yang di dengarnya, dia mendukung penuh dengan apa yang Juragan lakukan.


~ ( X ) ~


Mereka bercerita seolah-olah apa yang mereka lakukan itu benar dan mereka tidak merasa bersalah sama sekali.


Saat Claras mau ke dapur, dia tidak sengaja mendengar semua yang dibicarakan oleh Juragan dan nyonya mengenai si kembar Rey.


Dia merasa sangat kecewa dengan apa yang dilakukan kedua orang tuanya yang sudah melampaui batas.


Claras


Dengan berani dan tanpa rasa takut dia mendatangi Juragan dan Nyonya di ruang tamu.


" Apa paa...papa tega sekali  melakukan itu semua kepada mereka, dimana hati nurani Papa !! "


Marah dan kecewa menjadi satu di hati Claras kepada Juragan.


Juragan


Tidak menghiraukan kedatangan Claras, dia menyenderkan tubuhnya dan merentangkan tangannya di sofa.

__ADS_1


“ Terserah papa mau melakukan apapun kepada mereka....kamu gak usah ikut campur urusan orang tua, "


Sama sekali tidak ada rasa bersalah di hatinya.


Nyonya


Berdiri dari sofa dan membentak Claras untuk menyuruhnya kembali.


“ Kamu gak usah ikut campur urusan orang tua ya..pergi ke kamar sana, udah malam cepat tidur !! "


Mengarahkan jari telunjuknya ke lantai atas.


Claras


Sangat kecewa dengan perilaku kedua orang tuannya.


“ Aku kecewa dengan kalian semua !! "


Berlari kembali ke kamarnya.


~ ( X ) ~


Sesampainya di kamar Claras hanya bisa merenung dengan ditemani boneka kesayangannya yang selalu menjadi temanya ketika dirinya sedih.


Claras sangat tidak menyangka kalau orang tuanya begitu tega dengan teman-temanya bahkan sampai menzalimi mereka, dia tidak tau apa yang harus dilakukan untuk menebus semua tindakan yang dilakukan papanya kepada si kembar Rey.


Seolah-olah Claras sudah tidak punya muka untuk bertemu mereka lagi, dia sudah sangat malu dan kecewa atas tindakan orangtuanya. Claras hanya bisa menangis dan memikirkan tindakan yang akan dia lakukan kedepannya.


Terik Matahari Semakin Panas


“ KRINNGG....KRINGG "


Bel istirahat sekolah sudah berbunyi, seluruh murid mulai keluar dari kelas masing-masing, begitu juga si kembar Rey dan Claras yang mulai beranjak keluar dari kelasnya.


Ketika saat sedang duduk santai di halaman sekolah, si kembar Rey di datangi Claras dengan canggung dan malu-malu.


Reyza menyuruh Claras untuk duduk disamping mereka dan bertanya maksud kedatangan Claras


“ Heyyyy... kamu ini kenapa, kalau ada perlu jangan malu-malu cepat kesini, " Ucap Reyza.


Meskipun dengan perasaan yang campur aduk karena takut kalau mereka akan marah dengan dirinya, Claras memberanikan diri untuk minta maaf dan bertanya tentang apa yang dilakukan Juragan kepada mereka.


Claras


Memberanikan diri untuk meminta maaf atas semua yang dilakukan Juragan kepada mereka berdua.


 “Aku mau minta maaf atas apa yang sudah dilakukan papaku kemarin, "


Tidak berani memandang wajah si kembar Rey.


~ ( X ) ~


Reyzu yang tidak bisa menerima semua perlakuan Juragan terhadap mereka kemarin seketika emosi, akan tetapi Reyza selalu menenangkannya agar tidak terbawa suasana.


Reyzu


Mengepalkan kedua tangannya, memukulkan tangan kanannya ke tempat yang mereka duduki.


" Enteng sekali kamu minta maaf...Kalau hanya kami berdua yang diperlakukan seperti itu mungkin masih bisa kita terima, akan tetapi apa yang dia lakukan kepada Bapakku tidak akan bisa aku terima, "


Berdiri membelakangi mereka berdua.


~ ( X ) ~


Meskipun apa yang dirasakan Reyzu sebenarnya sama dengan Reyza, akan tetapi dia sebisa mungkin menahan emosinya supaya tidak memperkeruh keadaan yang semakin memburuk setiap harinya.


Reyza menarik Reyzu menjauh dari Claras untuk menenangkannya dan membahas masalah kemarin dengan kepala dingin.


Reyza


Menarik Reyzu sedikit menjauh meninggalkan Claras duduk sendirian.


“ Kamu tahan emosi kamu..Perasaan yang kita rasakan itu sama tapi aku mohon jaga emosimu didepan Claras....Jangan karena benci kepada orang tuanya kamu jadi benci juga sama Claras, "


Merangkul kan tangan kananya ke pundak Reyzu.


Reyzu


Dalam pikirannya masih terbayang-bayang kejadian kemarin.

__ADS_1


“ Tapi perbuatan orang tuanya sudah sangat keterlaluan !! "


Kebenciannya terhadap orang tua Claras tidak bisa dengan mudah di hapus.


Reyza


“Makanya kamu tenang dulu...hargai juga si Claras, dia itu teman kita...Dia sampai berani mengambil resiko demi bisa minta maaf kepada kita, masa kita tinggalin dia setelah semua kejadian ini, "


Menepuk-nepuk dada Reyzu agar dia bisa sedikit lebih tenang.


~ ( X ) ~


Karena ucapan dari Reyza yang ada benarnya, secara perlahan Reyzu bisa mengontrol emosinya kembali.


Setelah Reyzu menjadi tenang mereka kemudian kembali ke tempat Claras yang sedari tadi menunggu mereka.


Reyza


Kembali duduk disamping Clara, sekarang dia gantian menenangkan Claras agar tidak terlalu larut memikirkan kejadian kemarin.


“ Sudah jangan terlalu dipikirin,meskipun sulit kami akan berusaha untuk memaafkan orang tuamu...Kamu gak usah sedih lagi mikirin kejadian kemarin, "


Tersenyum kepada Claras.


Reyzu


Suasana hatinya sudah kembali tenang, berdiri di depan Claras dan meminta maaf atas semua perkataanya tadi


“ Aku juga minta maaf atas semua perkataan ku tadi...jadi jangan diambil hati yaa, "


Tersenyum kepadanya untuk tanda keseriusan permohonan maaf darinya.


~ ( X ) ~


Mendengar ucapan si kembar Rey membuat hati Claras menjadi sedikit tenang karena mereka masih menghargai dirinya menjadi seorang teman.


Claras


“ Aku sangat-sangat berterimakasih kepada kalian karena mau memaafkan orang tuaku...Aku tidak tau harus berbuat apa lagi untuk membalas kebaikan kalian, ”


Nampak senyum Claras yang sangat indah dan manis sehingga bisa membuat orang yang melihatnya menjadi salah tingkah.


~ ( X ) ~


Melihat senyuman si Claras membuat si kembar Rey menjadi canggung dan salah tingkah karena pada dasarnya si Claras merupakan orang yang cantik dan imut ditambah senyumannya yang manis bisa membuat siapa saja menjadi tidak sadar akan dirinya sendiri.


Setelah satu masalah mereka baru saja selesai, tiba-tiba Deden datang dengan membawa makanan ringan beserta es marimas ditangannya dengan santai seperti tanpa beban dan dosa pada dirinya.


Deden


"Aku lihat-lihat kalian seperti orang lagi meeting masalah yang penting, "


Meminum es marimas yang dibawanya kemudian memakan makanannya.


~ ( X ) ~


Si kembar Ret yang tidak menghiraukan Deden langsung pergi, disusul Claras yang ikut dengan mereka pergi masuk ke kelas.


Deden yang tiba-tiba ditinggal oleh mereka hanya bisa terheran-heran dan berfikir apa yang salah dengan mereka bertiga.


Deden yang polos dan tidak tahu apa-apa malah ikut mereka masuk ke kelas si kembar Rey dan Claras yang dimana kelas Deden itu berbeda dengan mereka, meskipun sama-sama kelas 6 namun terbagi menjadi dua kelas 6A dan 6B


Reyzu yang sadar kalau Deden mau masuk ke kelas mereka, langsung menghadangnya.


Reyzu


Menghadang Deden di depan pintu kemudian memegang dan menarik dasi Deden.


“ Heeeeeh....kamu mau kemana...ini kelas kita kelas kamu itu di sana kenapa malah kemari, "


Menunjuk ke arah kelas Deden.


Deden


Memegangi dasinya dengan kedua tangan karena takut putus ditarik oleh Reyzu.


" Aduhh....aduhhh.... sumpah aku lupa..cepat lepasin dasi aku, keburu gurunya datang, ”


Berusaha melepaskan dasinya daru tangan Reyzu

__ADS_1


Setelah semua yang terjadi mereka akhirnya bisa tenang untuk sementara waktu, meskipun mereka tidak tau masalah apa yang akan terjadi kedepannya.


 ~ Next ~


__ADS_2