Empat Serangkai

Empat Serangkai
Siapa Yang Terkuat


__ADS_3

" Blamm..."


Pukulan keras Reyzu tepat mendarat di moncong Bastian.


Satu pukulan tersebut berdampak sangat besar kepada Bastian, dia sampai sempoyongan dan jatuh beberapa langkah ke belakang.


Hidungnya sampai mengeluarkan darah yang mengalir cukup banyak, beberapa saat pandangan Bastian menjadi blur dan dia hampir tidak sadarkan diri.


Serangan tiba-tiba Reyzu, membuat teman-teman Bastian terkejut hingga membuat mereka serentak mundur beberapa langkah ke belakang, mereka tidak menyangka kalau musuh mereka akan menyerang duluan.


" Bastian.."


Salah satu temannya mencoba menolong Bastian.


" Kurang ajar !! ...Habisi mereka semua !! "


Satu orang memberi aba-aba.


Reyzu yang tidak gentar sama sekali, sudah sangat siap untuk menghadapi mereka.


" Sini maju kalian semua !! " Mengacungkan jari tengah.


4 orang dari Geng Bastian maju serentak untuk menghajar Reyzu, akan tetapi Deden, Dion dan Nino juga tidak mau kalah.


Mereka bertiga dari belakang Reyzu dengan cepat bergerak maju, menghadapi geng Bastian secara bersamaan. Sedangkan Reyza masih berdiri di barisan paling belakang untuk memantau situasi.


Perkelahian 4 vs 4 pun akhirnya pecah, mereka semua sama-sama mengeluarkan bakat seni bertarung yang dimiliki, untuk saat ini kondisi masih terlihat imbang karena satu orang melawan satu.


Reyzu dan Dion terlihat unggul dalam menghadapi lawan mereka, tetapi Deden dan Nino sedikit mengalami kesulitan karena yang mereka berdua hadapi memiliki postur yang lebih tinggi dari mereka.


Di belakang perkelahian epik itu, di temani salah satu temannya Bastian masih memulihkan kondisi tubuhnya.


" Gimana keadaan kamu ? " Memberi Bastian sapu tangan.


" Kurang ajar itu anak, " Mengelapi hidungnya yang berlumuran darah.


Beberapa saat kemudian, setelah darah yang mengucur dari hidungnya berhenti, Bastian mulai bisa berdiri dan bersiap untuk ikut masuk ke pertarungan.


" Kamu nonton aja..Biar aku yang menghadapi bocah-bocah itu, " Membantu Bastian untuk berdiri.


" Ini gak ada apa-apanya...Aku akan membalasnya lebih dari ini, " Menatap tajam ke arah Reyzu yang masih sibuk bertarung.


Di sisi Reyza, dia melihat Bastian yang sudah bangkit dan bersiap masuk ke pertarungan, kalau Bastian masuk dia juga akan masuk untuk melawannya.


Di penuhi dengan emosi yang sudah sampai puncaknya, Bastian menatap tajam ke arah Reyzu untuk membalaskan dendamnya.


" Maju !! "


Teriak Bastian memberi aba-aba kepada teman di sampingnya.


Teman Bastian dengan cepat maju terlebih dahulu menuju ke arah Reyzu dengan tangan yang sudah siap untuk melayangkan pukulan.


Tapi dengan cepat hal itu di sadari oleh Reyza, dari depan Reyza dengan cepat bergerak ke arah Reyzu untuk menghadang orang yang mau menyerangnya dari belakang.


Saat akan diserang dari belakang, sebenarnya Reyzu dengan cepat menyadarinya, tetapi situasinya sekarang sangat sulit sehingga tidak memungkinkan untuk melawan 2 orang sekaligus.

__ADS_1


Beberapa langkah lagi teman Bastian mau melayangkan pukulan kepada Reyzu, dari arah samping dengan cepat Reyza memukul teman Bastian dengan sangat keras, sehingga langsung membuat terkapar dan tidak bisa berdiri lagi.


Reyza sekarang berhadapan satu lawan satu dengan Bastian untuk menentukan siapa yang terkuat diantara mereka.


Akan tetapi karena Reyza yang dari awal tidak mau adanya keributan, dia berunding sebentar dengan Bastian untuk menyelesaikan masalah ini dengan damai.


" Aku gak mau bertarung, Kita sudahi masalah ini dengan damai, " Menawarkan perdamaian.


Bastian yang sudah dipenuhi emosi dan dendam tidak mau menerima tawaran Reyza.


" Jangan bacot Loo...Segawon !! "


Bastian maju duluan untuk menyerang Reyza dengan emosi yang membara.


Awal-awal Reyza hanya menghindar dan menangkis setiap pukulan dan tendangan yang dilayangkan Bastia, dia mencari kesempatan untuk balik menyerang.


" Blam.."


" Blam..."


" Blemm.."


" Blar..."


Sekali menyerang balik, pukulan dan tendangan Reyza bertubi-tubi mengenai Bastian.


Karena kuatnya tendangan Reyza membuat Bastian mundur beberapa langkah ke belakang.


" Argghh "


Wajah Bastian tampak sudah babak belur dan berdarah-darah dibuatnya, hingga mau berdiri saja dia sudah kewalahan.


Tapi karena tidak mau malu di hadapan banyak orang, Bastian masih bersikeras untuk menyerang Reyza secara membabi buta, padahal hasilnya sama saja, malah dia yang semakin babak belur dibuatnya.


" Arrgghh "


Untuk kedua kalinya Bastian terpental kebelakang.


Kondisi yang dialami Bastian hampir sama dengan yang di alami oleh teman-temannya, satu persatu mulai tumbang dihajar oleh Reyzu dan kawan-kawan.


Dikarenakan situasi yang sudah kalah telak, salah satu teman Bastian memberi aba-aba untuk melarikan diri saja agar mereka bisa selamat.


" Kita Kabur..."


" Ayo...Ayo cepat pergi !! "


Mereka berlima kabur menjauh meninggalkan Bastian sendirian.


Karena teman-teman Bastian sudah kabur semua, Reyzu, Deden, Dion dan Nino menghampiri Reyza yang tengah berdiri di hadapan Bastian yang sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi.


" Teman-temanmu sudah pergi semua...Kini tinggal kamu aja, " Ucap Reyza.


Reyzu belum merasa puas kalau belum menghajar Bastian dengan tangannya sendiri.


" Kita keroyok dia !! "

__ADS_1


Reyza yang masih memiliki belas kasihan, menahan tindakan Reyzu dan memilih membiarkan Bastian pergi.


" Sekarang kamu cepat pergi dan jangan main-main dengan kita lagi...Kalau enggak, kamu tahu akibatnya !! "


Bastian yang tidak terima dengan kekalahan ini berniat untuk balas dendam di lain waktu.


" Awas aja kalian nanti...Aku akan membalas kejadian ini !!! " Ancaman Bastian sebelum dia pergi dari tempat itu.


~ ( X ) ~


Suasana kembali menjadi tenang, para pengunjung kedai yang dari tadi hanya menonton dan tidak berani melerai mereka satu persatu mulai kembali masuk ke dalam kedai.


" Kita kembali kedalam...Kita bicarakan masalah ini, " Reyza berjalan dulu.


Beberapa orang yang masih berkerumun dihalaman untuk melihat si kembar Rey dan teman-temanya, terlihat menyingkir dan takut saat mereka berjalan dihadapannya.


Mereka berlima masuk kedalam kedai dengan banyak luka lebam yang di sebabkan oleh perkelahian tadi, dua teman wanita Dion dan Nino tampak masih mengikuti mereka.


" Kamu minta es batu untuk mengompres memar kepada mas-mas kedai, "


Dion menyuruh teman wanitanya.


" Sebentar kalian tunggu ya, " Bergegas pergi.


Deden menggunakan kamera HP nya untuk mengaca melihat kondisi wajahnya.


Dari kelima orang itu, yang mempunyai luka paling ringan adalah si kembar Rey, sedangkan Dion luka sedang dan yang lumayan parah adalah Deden dan Nino karena mereka berdua kalah postur tubuh dibandingkan lawannya tadi.


" Wauu...Emezing, "


Deden heran dengan kondisi wajahnya sendiri.


Dion meminta maaf kepada mereka, karena sudah terlibat dalam masalahnya.


" Aku minta maaf, karena membuat kalian jadi seperti ini, "


" Itung-itung olahraga malam, " Reyzu menanggapinya dengan santai.


Tak berselang lama, wanita kencan Dion datang membawa es batu yang di pesannya.


Dion, Nino dan Deden bergegas mengambil es batu itu dan mengompres luka-lukanya.


" Kalian gak pake ini kah ? " Tanya Nino.


" Gak usah kalian aja.....Luka ku gak terlalu parah seperti kalian, " Jawab Reyza.


" Lagian dingin-dingin gini malah main es, "


" Plak..."


Reyzu usil memukul luka lebam Deden.


" Anak Segawon !!! "


Teriak Deden.

__ADS_1


~ Next ~


__ADS_2