Empat Serangkai

Empat Serangkai
Pilihan Yang Sulit


__ADS_3

Dion


Dari hatinya yang terdalam, dia merasa kecewa dan bimbang dalam satu waktu.


Mengerutkan wajahnya, memegangi keningnya dan menundukkan kepalanya.


Betapa bingungnya dia memikirkan keputusan yang akan dia ambil.


" Haaagghh "


Mengacak-ngacak rambutnya dengan kedua tangan sebelum kemudian dia membenturkan dan meletakkan kepalanya di meja dengan tangan yang masih memegangi kepalanya.


~ ( X ) ~


Semuanya terdiam melihat Dion yang tengah meluapkan kekecewaannya tersebut.


Keheningan sesaat tanpa ada satu katapun yang terucap diantara mereka .


Begitu juga dengan Reyza yang memilih membiarkannya dulu sampai Dion benar-benar tenang sebelum dia melanjutkan pembicaraannya.


Bagaimanapun situasi dan kondisinya hanya Dion yang bisa merasakannya untuk saat ini.


Akan tetapi teman wanita Dion adalah orang yang merasa paling bersalah karena dia menganggap kalau semua ini terjadi karena perbuatannya.


Wanita Dion


Sangat sedih dan merasa bersalah ketika melihat kondisi Dion sekarang.


Di berusaha meminta maaf agar beban dihatinya bisa sedikit berkurang.


" Maafkan aku Mas...Maafkan aku, "


Air matanya terus mengalir membasahi pipinya.


~ ( X ) ~


Nino menyuruh teman wanitanya untuk menenangkan teman wanita Dion, dia berfikir mungkin saja dia bisa menenangkannya.


Teman wanita Nino kemudian mendekat dan menenangkannya, karena sama-sama wanita seharunya dia bisa sedikit memahami apa yang di rasakan temannya saat ini.


Nino


" Coba kamu tenangin dia...Siapa tahu kamu bisa membantu, "


Memegang punggung teman wanitanya.


Teman wanita Nino tanpa basa-basi langsung menuruti apa yang Nino katakan.


Wanita Nino


Mendekati, memeluk dan menenangkan temannya,


" Udah jangan nangis...Kamu yang tenang, "


Mengambil beberapa lembar tisu dan memberikan ke temannya tersebut.


~ ( X ) ~


Meskipun terlihat sangat kecewa tapi Dion masih bisa berfikir jernih dengan apa yang akan dia lakukan, dia tidak mau terlalu larut hanya karena masalah wanita.


Karena suasana hatinya mulai sedikit tenang, dia memilih untuk merundingkan masalah ini secara bersama-sama mumpung ada teman-temannya.


Dion


Menurunkan tangannya dari kepala kemudian perlahan-lahan mengangkat kepalanya.


Sebelum berbicara kepada mereka, dia sejenak melihat ke arah teman wanitanya yang sedang menangis itu.


" Huuhhh "


Menghela nafas sedikit panjang sebelum dia berbicara.


" Masalah ini enaknya bagaimana ? "


Pandanganya secara bergantian mengarah kepada teman-temannya.


Deden


Arah matanya melihat kearah dua wanita itu sebelum melihat ke arah Dion.


Dari awal tadi dia masih penasaran dengan nama dua wanita itu.


" Sebelum bicara soal Bastian...Nama dua orang ini siapa ? "

__ADS_1


Bertanya kepada Dion.


" Plakk "


Reyzu memukul kepala Deden.


" Dari tadi kamu ngapain aja, "


Reyzu kesal karena pertanyaan Deden tidak terlalu penting.


" Apa salahnya nanya sih ? "


Mengusap-usap kepalanya yang baru saja dipukul.


Wanita Nino


Dia senang hati menjawab pertanyaan Deden.


" Aku Sela "


" Dan Ini Naila "


Memeluk Naila yang masih menangis.


~ ( X ) ~


Sebenarnya dari tadi si kembar Rey juga tidak mengetahui nama teman wanita Dion dan Nino.


Mereka berdua malu saat mau bertanya, untungnya Deden yang polos bertanya terlebih dahulu jadi si kembar Rey gak usah repot-repot bertanya.


Reyzu


Menganggukkan kepala saat tahu nama mereka berdua.


" Ohh nama kalian Sela dan Naila, "


Memandang mereka berdua secara bergantian.


Deden


Spontan melihat ke arah Reyzu saat tahu kalau sebenarnya Reyzu juga belum mengetahui nama dari Sela dan Naila.


" Njing...Kau juga belum tahu rupanya, "


Tangan yang geram mau membalas pukulan Reyzu tadi.


Berusaha meraih Reyzu tapi dia selalu menghindar.


Reyzu


Sedikit menggeser kursinya menjauh dan menjadikan Reyza sebagai tamengnya untuk mencegah Deden.


" Eitss gak kena, "


Antara mengejek dan menantang Deden.


Nino dan Sela tertawa melihat tingkah kocak dari mereka, begitu juga dengan Naila yang sudah mulai bisa tersenyum melihatnya.


Reyza


Melihat Reyzu dan Deden yang lagi berantem, Reyza menjadi risih dan menyuruh mereka untuk diam.


" Kalian kalau gak bisa diam mending keluar dari sini, "


Kalau lagi serius Reyza terlihat sangat menyeramkan, sehingga membuat Reyzu dan Deden seketika diam dan duduk di tempat.


~ ( X ) ~


Tidak mau membuang-buang waktu Reyza mulai berdiskusi tentang bagaimana cara menyelesaikan masalah ini segara.


Mengingat si kembar Rey dan Deden satu minggu lagi sudah harus pergi keluar kota, di saat itu mereka bertiga sudah tidak bisa membantu masalah ini lagi.


Oleh karena itu sebisa mungkin sebelum mereka bertiga berangkat sudah bisa menemukan jalan tengahnya.


Bila tidak bisa jadi Dion dan Nino akan terkena masalah yang lebih parah lagi dari Bastian nantinya.


Reyza


Mengerutkan keningnya dan berfikir sejenak sebelum dia berbicara.


" Intinya masalah ini harus cepat kita selesaikan dalam waktu dekat, "


Reyzu dan Nino mendengarkan apa yang dikatakan Reyza dengan serius.

__ADS_1


Dion mengetuk-ngetuk kan jarinya ke meja sambil berfikir.


Deden malah bermain-main dengan sedotan yang ada di gelas minumannya.


Dion


menggenggam jarinya dan ikut memberi masukkan.


" Aku yakin setelah ini Bastian akan membawa lebih banyak orang, "


Melihat ke area sekitar.


Reyzu


Menyenderkan punggungnya ke bangku dengan santai dia merenggangkan badannya.


" Makannya kita selesaikan masalah ini cepat-cepat atau kalau bisa kita datangi aja markasnya, "


Mendekatkan kembali kursinya ke meja, meletakkan satu tangannya kemeja dan satu tangannya lagi ke pundak Reyza.


Nino


Memberi usulan, meskipun dia tahu usulannya itu pasti akan sulit di terima oleh Dion.


" Sebenarnya masalah ini gampang-gampang susah...Kalau kita ingin cepat menyelesaikan masalah ini pilihan satu-satunya adalah mengembalikan Naila kepada Bastian, "


Si kembar Rey dan Dion mendengarkan pendapat Nino dengan serius.


Pandangan mereka berempat saling menatap bergantian sebelum tertuju ke arah Naila.


Si kembar Rey


Reyzu sependapat dengan apa yang dikatakan Nino karena itu adalah satu-satunya jalan termudah.


" Bagus juga tuh, "


Menunjuk kearah Nino.


Tapi Reyza yang memikirkan kepentingan bersama, tidak begitu saja mengiyakan pendapat Nino.


" kau tuh jangan cuma ngikut aja, "


Menepis tangan Reyzu dari pundaknya.


" Masalahnya gini...Kalau kita bawa Naila ke Bastian...Emang perasaan mereka berdua gimana ? "


Sorot matanya mengarah kepada Dion dan Naila.


Dion


Dia berterus terang dengan perasaannya terhadap Naila.


" Aku sebenarnya sayang sama dia...Tapi kalau demi kebaikan kita, aku rela kalau harus kehilangan dia, "


Tidak bisa menyembunyikan kesedihannya ketika melihat Naila, tapi ini jalan satu-satunya untuk mengeluarkan mereka semua dari masalah ini.


Meskipun terpaksa harus dia lakukan demi keselamatan teman-temannya.


Saat mengatakan Dion mengatakan keputusannya, Nino tertunduk karena tidak bisa berkata apa-apa, sedangkan si kembar Rey masih memikirkan cara yang lebih baik dari itu.


Akan tetapi Naila tidak mau berpisah dengan Dion karena dia sudah benar-benar cinta dan sayang kepada Dion.


Naila


Melepaskan rangkulan Sela, dia bertekuk lutut di hadapan Dion untuk memohon agar mereka tidak berpisah.


" Aku mohon kepadamu...Jangan lakuin itu, aku sudah sangat sayang padamu...Aku rela ngelakuin apapun asal kamu jangan tinggali aku..Aku mohon, "


Naila menangis terisak-isak dengan tulus memohon dari lubuk hatinya yang terdalam.


Sela berusaha untuk menenangkannya dan mengikhlaskan Dion kalau semua itu benar-benar terjadi.


Dion


Sangat tidak tega melihat kondisi Naila sekarang, dia membangunkan Naila kemudian memeluknya dengan erat.


" Maafkan aku, "


Sedikit meneteskan air mata.


Percayalah ketika seorang laki-laki sampai mengeluarkan air matanya berarti kamu adalah orang yang sangat berarti untuknya.


Semuanya terdiam melihat mereka berdua, seperti tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk membantu mereka.

__ADS_1


Apalagi si kembar Rey yang dari lahir masih jomblo jadi tidak pernah mengerti yang namannya patah hati.


~ Next ~


__ADS_2