Empat Serangkai

Empat Serangkai
Pertemuan Terakhir


__ADS_3

Hari-hari Telah Berlalu


Tak terasa sudah seminggu sejak pertemuan itu dan besok adalah jadwal untuk keberangkatan mereka keluar kota.


Semua orang sudah mempersiapkan barang bawaan yang akan mereka bawa, mulai dari pakaian, alat mandi, beberapa makanan ringan dan sebagainya.


Sebelum berangkat besok, hari ini mereka berencana untuk liburan dahulu ke salah satu tempat wisata untuk memenuhi permintaan terakhir Naila dan Sela sebelum mereka berpisah.


Mereka bertujuh sudah janjian untuk bertemu ke Taman Senja yang berada tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.



Sesuai dengan namanya, taman ini sangat indah bila di nikmati pada sore hari.


Cahaya senja yang sangat indah, ditambah dengan pesona alamnya yang sangat menawan, semakin menambah ke estetikanya.


~ ( X ) ~


Karena janjian mereka bertujuh jam 4 sore, jadi si kembar Rey memilih tidur siang terlebih dahulu dari pada harus lama menunggu.


Akan tetapi karena tidur itulah, mereka berdua jadi lupa akan waktu.


Reyza


Sudah mulai terbangun dari tidurnya, membuka sedikit matanya dan merenggangkan semua badanya.


Mengambil HP di sampingnya dan menyalakannya.


Betapa terkejutnya dia ketika melihat jam di HP nya.


" Buset !! "


Langsung duduk terbangun, meletakkan HP nya kemudian tergesa-gesa keluar kamar.


Dia menuju ke kamar Reyzu untuk membangunkannya.


" Tok...Tok...Tok...Tok "


Dengan kencang mengetuk kamar Reyzu.


" Woyy...Cepat bangun...Woyy !! "


Karena tidak kunjung bangun juga, dia mencoba membuka pintu kamarnya dan ternyata tidak di kunci.


Reyza masuk dan langsung melompat ke tempat tidur Reyzu.


" Cepat bangun Woy...Anak segawon !! "


Teriak tepat di tilang Reyzu.


Reyzu


Karena teriakan Reyza, dia langsung terbangun dan menutup telinganya menggunakan guling.


" Kau ganggu orang tidur aja !! "


Menutupi kepalanya dengan selimut.


Reyza


Menarik selimut Reyzu, menarik bantalnya kemudian memukulkannya ke badan Reyzu.


Dia memberitahunya untuk segera mandi karena mereka sudah terlambat.


" Kau cepat bangun...Ini sudah hampir jam 4, nanti kita bisa kemalaman datangnya !! "


Melemparkan bantal yang di pegang nya.


Reyzu


Dia duduk dengan keadaan yang masih sangat malas untuk bangun.


" Kamu mandi duluan, aku nanti aja setelah kamu, "


Mengambil bantal yang di lemparkan Reyza dan mengembalikannya ke tempat semula.


Karena Reyza tidak mau terlambat dia memilih untuk bergegas mandi terlebih dahulu.


Reyza


" Awas aja...Kalau kelamaan, aku tinggal, "


Bergegas keluar dari kamar Reyzu.


Reyzu


" Iya..Iya...Cerewet banget jadi orang, "


Setelah Reyza keluar, dia malah kembali tidur.


~ ( X ) ~


Reyza secepat mungkin untuk mandi dan bersiap-siap karena jam sudah menunjukan pukul 4 kurang 15 menit.


Masih sempat lah untuk sampai ke tujuan meskipun agak telat sedikit.


Beberapa menit kemudian, saat Reyza sudah selesai dandan, dia melihat Reyzu yang kembali enak-enakan tidur.


Reyza


Masuk ke kamar Reyzu dengan emosi.


" Bangun...Segawon !!! "


Berteriak sekuat tenaga di depan muka Reyzu yang seketika membuatnya kaget dan langsung bangun.


Karena sudah jengkel dengan Reyzu, setelah teriakan itu dia pergi keluar tanpa memperdulikannya lagi.


Ini terakhir kalinya dia membangunkan Reyzu, kalau sampai tidur lagi dia akan tinggal.


~ ( X ) ~

__ADS_1


Reyza keluar untuk memanasi motornya terlebih dahulu sambil menunggu Reyzu yang terlihat sudah tidak ada di kamarnya.


Reyza menyempatkan untuk mengelap motornya agar terlihat sedikit mengkilap.


Tak berselang lama, tanpa di duga Deden malah datang si kembar Rey untuk mencari barengan.


Deden


Memarkirkan motornya, kemudian menghampiri Reyza yang masih sibuk mengelap motornya.


" Yok...Berangkat, "


Reyza


" Kukira kamu sudah berangkat duluan, "


Mematikan motornya dan meletakkan kain lapnya.


Deden


Mengeluarkan Hp di saku celananya, kemudian duduk di kursi.


" Aku baru pulang dari kebun...Aku nebak kamu belum berangkat makanya aku kesini untuk pastiin, "


Melihat jam di HP nya.


" Ayo cepat berangkat sudah jam 4, "


Reyza


" Nunggu Reyzu...Leletnya minta ampun, "


Mengintip kedalam rumah.


Tak berselang lama Reyzu pun keluar dari rumah dengan membawa sebuah jaket.


~ ( X ) ~


Mereka bertiga berangkat bersama-sama dengan sedikit agak ngebut karena sudah jam 4 lebih.


Dari rumah mereka ke taman senja sekitar 20 menit, tetapi karena di kejar waktu mereka bertiga bisa menempuhnya hanya dalam waktu 10 menit.


Sesampainya di sana, mereka bertiga melihat motor Dion yang sudah ada di parkiran berdekatan dengan motor punya Sela.


Deden


Matanya melihat-lihat motor di area tempat parkir tersebut.


" Itu motor Dion tuh kayaknya, "


Menunjuk ke arah salah satu motor yang terparkir.


Reyza


Melihat ke arah motor yang ditunjuk Dion dan mengamati sekelilingnya.


" Itu di sebelahnya seperti motor Sela ? Mereka kemana ? "


Reyzu


" Kalau pingin tahu...Ya kita cari, "


Berjalan terlebih dahulu sambil memasukkan kunci motornya ke saku belakang.


~ ( X ) ~


Mereka bertiga berputar-putar mencari keberadaan Dion, karena lumayan banyaknya pengunjung mereka bertiga sedikit kesulitan mencarinya.


Reyza berhenti sebentar untuk mencoba men Chat Dion tetapi tidak mendapatkan balasan, begitu juga dengan Nino sama sekali tidak menjawab pesan yang Reyza kirim.


Reyzu melihat ke arah gubuk-gubuk yang terlihat banyak di datangi pengunjung, dia mengajak Reyza dan Deden untuk mencoba mengeceknya ke sana siapa tahu Dion di sana.


Reyzu


" Itu di depan ada gubuk-gubuk...Coba kita cek ke sana aja, "


Berjalan terlebih dulu di depan mereka.


~ ( X ) ~


Di sana terdapat beberapa gubuk-gubuk kecil tempat untuk beristirahat dan makan, mau tidak mau mereka bertiga harus mengeceknya satu persatu.


Beberapa saat berkeliling, dari jauh Deden sekelebat melihat Dion, Nino, Naila dan Sela yang sedang duduk dan makan di salah satu gubuk disana.


Deden


" Ternyata mereka lagi nyantai di sana, "


Menunjukkan gubuk yang di tempati Dion kepada si kembar Rey.


Reyzu


" Dimana ? "


Karena banyaknya orang lalu lalang, dia tidak mudah untuk melihat tempat yang di tunjuk oleh Deden.


Deden


" Ikuti aku "


Berjalan duluan untuk menunjukkan jalan.


Si kembar Rey mengikuti jalan Deden dari belakang.


Saat sudah mengetahui tempatnya, Reyzu berjalan dulu untuk mengerjai mereka.


Reyzu


Mengambil jalan sedikit memutar kebelakang gubuk,


Mengendap-endap kemudian mengagetkan orang-orang di dalamnya.

__ADS_1


" Jlaaaaahh "


Tiba-tiba muncul di hadapan mereka berempat.


Dion, Nino, Naila dan Sela sontak kaget dengan kedatangan Reyzu, sampai-sampai gelas berisi minuman di tangan Nino jatuh terlempar.


Nino


Gelas yang di tangan terlempar ke depannya dan hampir mengenai Dion yang ada di depannya.


" Kurang ajar Bos ini !! "


Berdiri untuk mengambil gelasnya tersebut.


Dion


" Datang-datang udah bikin masalah aja kau ini !! Untung gak ke siram air aku, "


Sedikit menjauh menghindari tumpahan airnya.


Naila


" Untung kita gak jantungan, "


Mengambil beberapa lembar tisu untuk mengelap dan membersihkan tumpahan air tersebut.


Reyza yang merasa bersalah, meminta maaf dan duduk disamping Nino.


Reyzu


Naik ke atas gubuk dan duduk disamping Nino.


" Maaf gak sengaja hehe, "


Merangkul Nino dengan tangan kanannya sebentar.


Tak lama kemudian Reyza dan Deden datang dan bergabung bersama mereka dalam satu gubuk.


~ ( X ) ~


Mereka bercengkrama dan bersenda gurau untuk melepaskan semua beban yang ada di pikiran mereka selagi menunggu datangnya senja.


Mereka ingin menjadikan hari ini menjadi hari yang paling berkesan untuk mereka sebelum benar-benar berpisah sampai dengan waktu yang belum bisa di tentukan, intinya mereka akan berpisah cukup lama sebelum bisa bertemu kembali.


Di dalam gubuk tersebut mereka mengeluarkan semua kata-kata yang ingin di ucapkan secara terang-terangan tanpa ada ke khawatiran ataupun kebohongan.


Tak terasa sudah hampir satu jam mereka di dalam gubuk itu dan waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba.


Cahaya Senja yang mereka nantikan akhirnya muncul juga, mereka bertujuh bergegas keluar dari dalam gubuk dan pergi ke arah tepi perbukitan agar lebih jelas melihat indahnya cahaya senja secara bersama-sama.


Di bawah terbenamnya matahari Dion dan Naila mengucapkan janjinya, begitu juga Nino dan Sela yang tidak ingin menjadikan ini pertemuan terakhir mereka.


Naila


" Kamu harus janji ke aku, jangan pernah tinggalin ataupun melupakan aku, "


Mengangkat jari kelingkingnya untuk mengikat janji.


Dion


" Aku janji..Gak akan ninggalin kamu, "


Mengikatkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Naila, kemudian dia mencium kening Naila sebelum memeluk eratnya.


Nino


" Aku tidak ingin ini menjadi pertemuan terakhir bagi kita, "


Memegang kedua tangan Sela.


Sela


" Aku akan selalu menunggu kepulangan mu, "


Menatap Nino dengan penuh kejujuran, kemudian dia di peluk oleh Nino sebagai rasa sayangnya kepadanya.


~ ( X ) ~


Disamping momen romantis itu, si kembar Rey dan Deden, serentak berdiri sejajar menghadap ke arah terbenamnya matahari.


Mereka bertiga melihat ke arah senja dengan keseriusan, keberanian dan keteguhan dalam hati mereka.


Reyzu


Menjulurkan tangannya menggenggam matahari.


" Mungkin hari ini senja akan hilang tenggelam tapi besok senja akan bangkit memunculkan cahayanya lagi...Mungkin sekarang kita masih tertindas oleh mereka tapi nanti jangan harap mereka bisa menindas kita !! "


Penuh keberanian dan kepercayaan diri dalam hatinya, dia yakin kalau suatu saat dia akan membuktikan ucapannya.


Deden


" Wujudkan tujuan kita, "


Tatapan tajam penuh keyakinan menatap ke arah terbenamnya matahari.


Reyza


" Kita Buktikan !! "


Merangkul kan kedua tangannya ke pundak Reyza dan Deden.


~ ( X ) ~


Tak berselang lama, Dion, Nino, Sela dan Naila menghampiri si kembar Rey dan Deden.


Di bawah indahnya cahaya senja, mereka bertujuh berdiri sejajar dengan penuh keyakinan dan harapan di hati mereka masing-masing.



~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2