
Tanpa disadari, banyak pengunjung kedai yang mengamati apa yang tengah mereka lakukan, ada yang terbawa suana dan ada juga yang menggunjing mereka karena rasa iri di hati mereka.
Reyza tertegun saat melihat tulusnya cinta Dion dan Naila itu, dia jadi tidak tega kalau harus melihat mereka berdua berpisah karena masalah ini.
Begitu juga Deden, dia sampai melamun tak berkedip saat melihat Dion dan Naila berpelukan erat.
Reyzu
Mengambil air sisa es ke telapak tangannya, pelan-pelan berjalan kebelakang Deden.
" Gak usah ngelamun jorok !! "
Mengusapkan telapak tangannya yang basah ke muka Deden berkali-kali.
Nino tertawa pelan melihat apa yang dilakukan oleh Reyzu.
Deden
Kaget karena tiba-tiba Reyzu mengusapkan air ke wajahnya, dia berusaha menyingkirkan tangan Reyzu dari wajahnya.
" Kurang ajar kau...Segawon !! "
Berdiri dari tempat duduknya dan hendak menendang Reyzu, tetapi tendangannya tersebut sangat mudah dihindari.
Karena tidak mau meladeni Reyzu, dia memilih untuk kembali duduk dan membersihkan wajahnya menggunakan tisu.
~ ( X ) ~
Sebenarnya Dion sama sekali tidak ingin berpisah dengan Naila, karena rasa cintanya kepada Naila sudah sangat besar.
Akan tetapi keputusan ini, terpaksa harus dia ambil demi keselamatan teman-temannya.
Memang benar awalnya Naila mendekati Dion hanya untuk balas dendam kepada Bastian, tetapi setelah berjalannya waktu rasa suka dan cinta kepada Dion tiba-tiba muncul di hati Naila.
Sekarang perasaanya benar-benar tulus kepada Dion dan dia tidak ingin berpisah darinya apapun yang terjadi.
Naila
Meletakkan kedua tangan dan kepalanya di dada Dion, dalam keadaan yang masih menangis dia memohon kepada Dion.
" Aku mohon jangan tinggalin aku, "
Menurunkan tangannya kemudian memeluk erat Dion.
Dion
Mencium kening Naila dan perlahan-lahan melepaskan pelukannya.
Memegang wajah Naila, perlahan menghadapkannya ke atas menatap matanya.
Kemudian mengusap air mata Naila yang terus menetes dan membasahi pipinya.
" Aku sayang sama kamu...Tapi ini harus aku lakukan demi teman-teman aku, "
Kedua pasang mata dengan tulus saling menatap.
Si kembar Rey, Deden, Nino dan Sela hanya bisa diam dan memandangi mereka berdua dari tempat duduknya.
Sebab kalau sudah soal perasaan, tidak ada yang bisa mereka lakukan, biarlah dua orang insan tersebut yang menyelesaikannya.
Naila
Memegang kedua tangan Dion yang masih ada di wajahnya.
" Tapi aku gak bisa, "
Kembali menangis.
Dion
" Maafkan aku "
kembali memeluk Naila dan mencium keningnya.
Reyza berjalan mendekati mereka berdua, berusaha menenangkan suasana dan memikirkan cara lain untuk menyelesaikan masalah ini.
Reyza
" Kita pikirkan cara lain, "
Memegang pundak Dion dari belakang.
~ ( X ) ~
Melihat Reyza yang ada di sampingnya, dia perlahan melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Naila untuk kedua kalinya.
Nino dan Sela juga ikut mendekat untuk menenangkan suasana.
Sedangkan Reyzu memilih tetap duduk karena males kalau membahas soal gituan.
Deden sendiri berpindah tempat duduk ke dekat Reyzu agar punya teman bicara.
Nino
Merangkul Dion dengan tangan kirinya.
" Gak usah terlalu dipikirin...Bener kata si Bos Rey, kita bisa cari cara lain, "
Menepuk-nepuk dada Dion.
Sela
Berusaha menenangkan Naila sebisanya.
" Kamu yang tenang ya, "
Memeluk Naila dan merapikan rambutnya.
Reyza
" Kita pikiran caranya, "
__ADS_1
Memegang punggung Dion, kemudian duduk di kursi di dekat Dion berdiri.
Duduknya Reyza di ikuti oleh Dion dan Nino yang duduk di sebelahnya, sedangkan Sela dan Naila duduk di kursi kosong di samping Nino.
~ ( X ) ~
Reyzu yang sedari tadi hanya diam mulai membuka pembicaraan untuk masalah ini, dia dari tadi sudah berfikir tetapi tidak masih saja tidak menemukan jalan tengahnya.
Sekarang Deden juga mulai serius menanggapi masalah ini, karena dia sudah terlibat di dalamnya jadi mau tidak mau dia harus ikut.
Nino sendiri sudah tidak memiliki ide, karena satu-satunya idenya untuk mengembalikan Naila tidak bisa di lakukan.
Reyzu
" Ada yang sudah punya rencana ? "
Bergantian mengarahkan pandanganya kepada Dion, Reyza dan Nino yang ada di hadapannya.
Deden
" Untuk masalah ini, aku ngikut aja keputusan kalian enaknya gimana, "
Untuk sekarang dia hanya bisa mengikuti apa yang menjadi keputusan teman-temannya.
~ ( X ) ~
Mereka semua diam sejenak memikirkan cara yang bagus untuk penyelesaian masalah ini, karena mereka tahu kalau Bastian tidak akan tinggal diam begitu saja setelah kalah hari ini.
Dalam waktu dekat Bastian itu pasti akan kembali untuk menuntut balas kepada mereka.
Setelah beberapa saat berfikir, Reyzu akhirnya terbesit satu cara meskipun itu sangat gila untuk dilakukan.
Reyzu
Menggebrak meja dengan pelan kemudian berdiri dengan mencondongkan badanya ke depan.
" Aku punya rencana, meskipun ini terdengar gila, "
Sorot matanya menandakan keseriusannya.
Seketika mereka semua penasaran dengan rencana Reyzu.
Reyza
" Apa rencana mu ? "
Tanya Reyzu menyenderkan badanya ke senderan kursi.
Reyzu
" Kita datangi aja markasnya....Kita tundukkan mereka duluan !!! "
Setelah habis berbicara, dia kembali duduk di kursinya.
~ ( X ) ~
Mendengar apa yang dikatakan Reyzu, semua terkejut dengan rencana Reyzu yang tergolong nekat dan cari mati itu.
Sela
Tangan yang masih merangkul Naila dia nampak terkejut dengan apa yang dikatakan Reyzu, dia melarang mereka untuk melakukan rencana itu karena sama saja dengan mencari mati.
" Jangan....Jangan pernah ke sana, "
Menggelengkan kepalanya sebagai isyarat menolak rencana Reyzu.
Mereka berlima seketika mengarahkan pandangan ke arah Sela karena penasaran dengan apa yang dia bicarakan.
Reyzu
" Kenapa emang...Kita tadi kan sudah tau kekuatan lawan jadi bisa mudah untuk mengalahkan mereka untuk kedua kalinya,
Menghadap ke Sela.
Sela
" Yang tadi itu hanya sebagian kecilnya saja...Yang sebenarnya total mereka semua ada puluhan, "
Berkata yang sejujurnya kepada mereka berlima.
Mendengar hal itu, mereka berlima kaget karena banyaknya jumlah dari gengnya Bastian.
Hal itu juga membuat Reyzu mengurungkan Rencananya tersebut.
Dion
" Sepertinya jalan satu-satunya cuma mengembalikan Naila kepada Bastian, "
Menundukkan kepalanya karena hal itu sangat berat untuk dilakukan.
Reyzu
" Terus kita harus gimana lagi, kalau boleh jujur ya...Aku, Reyza dan Deden sudah harus pergi keluar kota karena ada urusan, "
Pandanganya secara bergantian mengarah kepada Dion, Nino, Sela dan Naila.
Mendengar apa yang dia bicarakan, Dion dan Nino seperti sudah kehilangan harapan.
Nino
" Beneran Bos ? "
Entah kenapa dia takut kalau mereka bertiga beneran pergi keluar kota.
Reyza
" Iya...Seminggu lagi kita bertiga harus pergi ke luar kota untuk kuliah...Makanya aku ingin cepet-cepet selesaikan masalah ini bagaimanapun caranya agar kalian berdua tidak kenapa-kenapa ketika kami pergi, "
Menjelaskan semuanya dengan ringkas.
Sejenak Dion tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa diam karena merasa sudah kehilangan harapan.
__ADS_1
Tetapi dia tiba-tiba memikirkan cara yang tidak terduga untuk menghindari masalah ini.
Dion
Terbesit satu ide di dalam pikirannya.
" Ide bagus itu...Luar kota adalah cara yang bagus untuk menghindari masalah ini, "
Benar-benar yakin dengan ide nya.
Nino
Dia bingung dengan apa yang di maksud oleh Dion.
" Maksudnya ? "
Bertanya ke Dion.
Dion
" Aku akan ikut kalian bertiga ke kota...Buat sementara menghindari masalah ini sekalian juga kuliah disana, "
Menjelaskan apa yang ada dipikirkannya
Si kembar Rey dan Deden antara kaget bercampur senang setelah mendengar apa yang dikatakan Dion.
Sementara Nino mengira perkataan Dion cuma omong kosong atau hanya bercanda saja.
Nino
" Kamu lagi bercanda kan ? "
Memegang kening Dion untuk memastikan.
Dion
Menampik tangan Nino dari keningnya.
" Aku serius...Emang salah ? "
Melirik Nino.
Nino melihat keseriusan dari mata Dion.
Nino
Dia diam berfikir sejenak, bimbang apa yang harus dia lakukan sekarang.
Setelah beberapa saat berfikir, dia memilih ikut mereka.
" Huuhhh "
Menghela nafas.
" Kalau begitu aku juga ikut kamu aja, "
Dia sudah sangat yakin dengan keputusannya.
Dion
" Nahh gitu kan enak...Jadi kita gak perlu berpisah, "
Tersenyum senang ke arah Nino
Reyzu
" Kalau kalian berdua ikut kita...Terus Naila dan Sela bagaimana ? "
Dengan serius bertanya kepada mereka berdua.
Dia tidak ingin mereka membiarkan Naila dan Sela begitu saja.
~ ( X ) ~
Sebelum mengambil keputusan untuk pergi, Dion sudah terlebih dahulu memikirkan nasib Naila dan Sela ketika mereka tinggal pergi nantinya.
Dion berfikir kalau Bastian tidak akan pernah nyakitin Naila, karena yang akan menjadi incaran Bastian adalah mereka berlima bukan Naila ataupun Sela.
Untuk Naila sendiri Dion yakin kalau Bastian masih mencintainya sehingga kecil kemungkinan kalau Bastian akan nyakitin Naila.
Dion
" Bila suatu saat Bastian datang kepadamu..Kamu nurut saja kepada dia agat tidak disakitin...Kalau kamu sudah tidak tahan dengan dia kamu bisa datangi kita keluar kota..Kami akan selalu menunggumu, "
Memegang kedua tangan Naila dan memberitahukan rencananya.
Naila
Menganggukkan kepalanya.
" Kamu hati-hati ya...Dalam waktu dekat aku akan menyusul kamu ke sana, "
Menatap Dion dengan sangat tulus.
Dion
Kembali memeluk Naila dengan erat
" I Love You "
Berbisik kepada Naila.
Naila
" I Love you Too "
Tak terasa air matanya kembali menetes.
Mereka berlima yang menyaksikan momen itu sampai sedih terbawa suasana.
~ Next ~
__ADS_1