
~ Hari Ujian Di Mulai ~
" Kring....Kring....Kring "
Bel masuk telah berbunyi
Para murid mulai memasuki kelas masing-masing.
Duduk rapi di bangku yang telah di siapkan sesuai nomer urut mereka.
Silih berganti para murid mulai mengeluarkan alat tulis dari tas mereka.
Satu persatu Guru mulai memasuki kelas dan para murid mulai memanjatkan doa supaya di beri kemudahan dan kelancaran saat mengerjakan Ujian.
~ Kertas lembar soal Ujian mulai di bagikan ~
Ke khawatiran mulai menyelimuti se isi kelas, perasaan yang campur aduk, jantung semakin berdetak dengan kencang dan wajah yang mulai memucat karena tegang tampak hampir di semua murid.
~ Ujian Hari Pertama Di Mulai ~
Si kembar Rey dan para murid lainya mulai menuliskan identitas dirinya pada lembar jawaban.
Satu persatu murid mulai membaca dan memahami soal pada setiap lembaran.
Tampak murid-murid yang pintar dengan lihai dan tanpa kesulitan mulai mengerjakan soal itu satu persatu. Akan tetapi murid yang malas dalam belajar dia hanya bisa terdiam pasrah sambil membolak-balik terus lembaran soalnya tanpa berusaha mengerjakan soal itu satupun.
Tampak si kembar Rey tanpa kesulitan saat mengerjakan soal-soal tersebut, apa lagi mapel ujian hari ini adalah mapel Pendidikan Agama sehingga terasa sangat gampang untuk mereka.
Dan mereka berdua sangat di untungkan dalam penataan bangku ujian, dimana mereka setiap ujian selalu di tempatkan dalam satu bangku yang sama, dikarenakan awalan nama mereka yang sama sehingga nomer urut mereka hanya selisih satu angka.
~ Kelas Deden
Deden yang tadi malam berusaha dengan keras untuk belajar agar tidak mendapatkan nilai jelek saat ulangan, sedikit demi sedikit bisa mengerjakan ulangannya.
Tetapi kebiasaanya tetap tidak bisa hilang, dia tetap sulit untuk fokus dalam ujian, selain faktor internal dalam dirinya yang setiap ada ujian dia selalu khawatir dengan nilainya, ada lagi faktor eksternal dari kelasnya yang sedikit ramai saat ujian karena banyak siswa yang gaduh untuk mencontek.
Dion dan Nino merupakan orang yang sering ribut di dalam kelas saat ujian demi mendapatkan contekan.
Deden beruntung karena tempat duduknya terpaut 3 meja dari Dion dan Nino.
Meskipun Guru berulangkali memarahi dan menasihati Dion dan Nino supaya tidak membuat ramai, usaha itu seakan menjadi sia-sia dikarenakan bandelnya dua murid tersebut.
" Dion....Nino... Kalian bisa tenang gak, kalau kalian berdua masih ramai...Aku suruh kalian mengerjakan ujian di luar!!! " Bentak Guru kepada Dion dan Nino.
Karena Guru sudah benar-benar marah dengan tindakan mereka, akhirnya Dion dan Nino bisa agak sedikit tenang meskipun kelakuan mencontek dengan paksa mereka masih dilakukannya.
__ADS_1
Saat Deden sudah mengerjakan sampai romawi dua yakni soal isian, ada salah satu soal yang membuatnya sangat kesulitan.
Bukan hanya dirinya tetapi murid lainya juga merasakan hal yang sama, dikarenakan materi dalam soal ini seperti ada perpaduan matematikanya dan tidak pernah diajarkan oleh guru pengajar.
Deden sampai berulang kali membaca soal tersebut, supaya bisa paham dengan maksud dalam soal itu, akan tetapi hasilnya tetap sama. Dia tetap tidak bisa memahaminya.
" Hal apa yang semakin di kurangi malah semakin bertambah dan bila di tambah akan semakin berkurang nilainya?." Mengetuk-ngetuk kepalanya dan berulangkali membaca soal tersebut.
Karena tidak kunjung menemui jawaban yang benar dengan terpaksa dia mengeluarkan jurus jitunya yang hanya dia keluarkan ketika kepepet saja.
~ Kelas Si Kembar Rey
Sama dengan yang di alami Deden, Reyzu juga sangat kesulitan dalam menjawab soal tersebut, dia sudah berulang kali membaca soal dan berusaha memahaminya tetapi sama saja dia tidak mendapatkan titik terang jawaban dari soal tersebut.
Karena sudah frustasi, akhirnya dia menanyakan ke Reyza yang tampaknya sudah mengerjakan soal tersebut.
" Ini soal nomer 3 susah banget....Aku nyontek punya kamu dong " Ngeles kepada Reyza.
" Kamu jawab sendirilah " Reyza menolak.
" Tolonglah...Otak ku sudah buntu ini " Menyenggol-nyenggol sikut Reyza.
" Nih...Nih...Ganggu aja kamu " Memberikan lembar jawabannya.
" Huekkk....Jijik banget aku " Geli mendengar kata-kata Reyzu.
" Hehehehehe " Menulis jawaban Reyza.
Berbeda dengan kelasnya Deden, di kelas si ke kembar Rey suasananya sangat damai dan tenang, sehingga para murid bisa mengerjakan dengan tenang, berbanding terbalik dengan kelasnya Deden tadi.
Reyza dan Reyzu yang sudah selesai mengerjakan, tinggal enak-enakan santai di kelas menunggu jam istirahat berbunyi.
Saat Reyza melihat teman-temanya yang masih banyak belum selesai mengerjakan, dia melihat ke arah Claras yang tampaknya juga sudah selesai. Claras yang juga tidak sengaja melihat kebelakang, mendapati Reyza yang clingak-clinguk.
Dikarenakan bangku mereka berdua terpaut lumayan jauh, sehingga komunikasi mereka juga terbatas.
" Kamu sudah selesai? " Nada sangat pelan dan menggunakan kata isyarat dengan mulutnya.
Dia karenakan nada bicara Claras yang sangat pelan dan hampir gak terdengar, dia hanya melihat isyarat pada bibir claras supaya dia mengerti dengan ucapannya.
" Sudah.." Dengan nada pelan dan menganggukkan kepala.
Claras yang mengetahui jawaban Reyza, tersenyum manis kepadanya.
" Kring....Kring "
__ADS_1
Bel istirahat berbunyi.
Para murid mulai menutup lembar soal ujian dan mengumpulkan lembar jawaban ke depan.
Setelah mengemasi alat tulisnya, satu persatu murid mulai meninggalkan kelas untuk istirahat.
Si kembar Rey duduk-duduk di taman sambil menikmati makanan ringan yang baru mereka beli di kantin.
Beberapa saat kemudian Claras datang menghampiri mereka, dengan membawa makanan ringan. Dia duduk disamping si kembar Rey dengan maksud mau berdiskusi tentang ujian tadi.
" Nih buat kalian " Menyodorkan makanan ringan yang dia bawa.
" Terimakasih " Reyzu menerimanya.
Deden yang melihat mereka bertiga lagi duduk di taman, bergegas menghampiri mereka. Ketika sampai dia langsung menanyakan perihal ujian tadi.
" Gimana tentang ujian kalian tadi? " Tanya Deden.
" Gampang..." Ucap Reyzu.
" Kalau kamu gimana Den? " Tanya Claras.
" Lancar sih...tapi ada satu soal yang aku jawab ngawur karena sulit . " Ujar Deden.
" Soal nomer 3 tadi kan? " Kata Reyzu sambil mengunyah makanan.
" Nah...Itu tuh...Jawabannya apa sih sebenarnya? " Deden bertanya dengan penasaran.
" Aku tadi aja sampai nyontek punya Reyza hahaha " Bangga karena nyontek.
" Aku tadi awalnya juga bingung...Karena seperti soal matematika sebab ada pengurangan dan penambahannya...Tapi aku teringat kalau mapel ujiannya kan agama jadi pasti jawabannya merujuk kearah situ. " Jelas Reyza.
" kalau menurutku itu bukan soal sih...Tapi seperti kata-kata sulit yang mempunyai makna lain dari penulisannya. " Pendapat Claras.
" Kalau Begitu jawaban kalian tadi apa? " Deden semakin penasaran.
Reyza menjelaskan jawaban atas soal nomer 3 tadi dengan sangat detail menurut pandangan pribadinya, meskipun belum tentu jawabannya benar tetapi dia sangat yakin kalau benar itu jawabannya.
" Ohhhhh " Kagum dengan penjelasan Reyza.
" Kring...Kring....Kring "
Bel masuk sudah berbunyi.
Para murid bersiap untuk ujian kedua pada hari ini
__ADS_1