Empat Serangkai

Empat Serangkai
Beristirahat


__ADS_3

Pak Gerald menyuruh Pak Slamet untuk mengantarkan mereka semua ke kamarnya, agar bisa beristirahat.


Rumah tersebut sangat luas den mempunyai banyak kamar, baik dilantai satu atau di lantai duanya.


Akan tetapi di rumah yang luas tersebut nampak sangat sepi karena hanya ditinggali oleh Pak Gerald, Bu Sandra, Pak Slamet sebagai tukang kebun dan ketiga pembantunya serta sopir yang lagi keluar rumah untuk menservis mobilnya.


Pak Gerald


Memanggil Pak Slamet dari dalam rumah.


" Met..Slamet...Kemari sebentar Met, "


Setelah mengantar Bu Sarah masuk kedalam rumah, Pak Slamet kembali meneruskan pekerjaannya yang masih nanggung kalau gak segera di selesaikan.


Mendengar Pak Gerald memanggilnya, Pak Slamet bergegas masuk kedalam rumah untuk memenuhi panggilan tersebut.


Pak Slamet


Masuk kedalam rumah dengan keringat yang masih membasahi wajahnya, dia berjalan mendekat ke arah Pak Gerald dengan kedua tangan yang berada di depan.


" Iya tuan...Ada perlu apa ? "


Dengan sopan Pak Slamet bertanya.


Pak Gerald melihat tubuh badan Pak Slamet yang masih keringetan dan kotor lantas menanyainya.


Pak Gerald


Melihat badan Pak Slamet dari ujung kaki sampai ujung kepala,


" Habis ngapain kamu ? "


Melihat ke arah jam tangan yang dipakainya.


Pak Slamet


Sedikit mengangkat pandangannya,


" Habis nge bersihin halaman...Nanggung kurang sedikit mau selesai, "


Menunjuk arah luar dengan jempol kanannya.


Pak Gerald


Melihat ke arah jam tangannya lagi.


" Ini sudah jam berapa....Ini sudah siang waktunya istirahat...Sekarang kamu antar mereka menuju kamar kosong di lantai atas dan urusan bersihin halaman kamu terusin nanti sore aja, "


Sedikit memarahi Pak Slamet.


Pak Gerald sendiri sudah menganggap semua pekerja di rumahnya seperti keluarga sendiri karena hanya mereka lah yang bisa membuat suasana di rumah ini nampak tidak sepi lagi.


Mendengar perintah Pak Gerald. Pak Slamet tidak bisa membantahnya karena dia adalah atasan yang sangat dihormatinya.


Pak Slamet


Menundukkan kepalanya dan sedikit melirik ke arah si kembar Rey dan teman-temannya dengan senyum di wajahnya.


" Baik tuan, "


Menganggukkan kepalanya.


" Ayo Bapak tunjukan dimana kamar kalian, "


Menuntun si kembar Rey dan teman-temannya naik ke atas lantai dua.


Sedangkan Bu Sarah sendiri, memilih kembali ke kamarnya yang dulu.

__ADS_1


Bu Sarah


Menenteng tasnya dan mendekati Pak Gerald dan Bu Sandra.


" Pa..Ma..Kamar aku siapa yang nempatin sekarang ? "


Memegang kedua tangan mamanya dan bertanya dengan manja.


Pak Gerald


Mengelus jilbab Bu Sarah.


" Gak bakal ada yang berani nempatin kamar kamu, "


Mencubit pipi Bu Sarah dengan gemas.


Bu Sandra


" Sekarang kamu cepat masuk ke kamar dan istirahat, nanti mama akan masakin makanan kesukaan kamu, "


Memegang dan mengelus pipi Bu Sarah.


Karena juga sudah capek sehabis melakukan perjalan panjang, Bu Sarah ingin segera masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Bu Sarah


" Kalau begitu aku pergi ke kamar dulu ya, mau istirahat sebentar, "


Mencium dan memeluk Pak Gerald dan Bu Sandra sebelum naik ke atas menuju kamarnya.


~ ( X ) ~


Ketika Bu Sarah menuju ke kamarnya, dari belakang Pak Gerald dan Bu Sandra mengamati anaknya tersebut dengan penuh kegembiraan, saking senengnya anaknya pulang kerumah, mereka berdua sampai berpelukkan.


Di lantai atas, Pak Slamet menunjukan kamar mereka dan menyuruh mereka memilih sendiri kamarnya.


Dion


Memilih satu kamar yang sudah ada di hadapannya dan coba membukanya.


"Kita berdua tidur di kamar ini saja gimana?"


Pandangan matanya mengarah ke dalam kamar sebelum melihat ke arah Nino.


Nino sendiri tidak berfikir panjang langsung menyetujuinya yang penting nyaman untuk mereka berdua tidur.


Nino


Melihat kamar yang yang sudah di buka oleh Dion.


" Ok gass...Tidur berdua kita, "


Semangat ingin segera masuk kedalam kamar tersebut.


Sebelum masuk kedalam kamar Pak Slamet memberitahunya.


Pak Slamet


" Mas jangan tidur berdua, mas pilih kamar yang lain aja biar gak sempit kalau mau tidur nantinya, "


Menahan Nino yang mau masuk ke kamar tersebut.


Dion dengan sopan menolak tawaran Pak Slamet karena dia menganggap kamar tersebut sudah sangat luas bila ditempati untuk dua orang.


Dion


" Gak papa pak...Kamar ini saja sudah cukup untuk kita berdua, "

__ADS_1


Menunjukkan isi dalam kamar tersebut.


Nino pun berfikiran sama dengan Dion dan menolak tawaran Pak Slamet.


Nino


" Ini Sudah sangat cukup kok pak untuk kita berdua, bapak tenang aja hehe, "


Menggaruk-garuk kepalannya.


Akan tetapi Pak Slamet tetap menyuruh mereka untuk memilih kamar sendiri-sendiri dengan beralasan takut kalau dirinya akan di marahi Pak Gerald nantinya.


Pak Slamet


" Gak Papa mas...Rumah ini kamarnya banyak, sayang kalau gak dipake...Kalian gak kasian sama bapak kalau nanti di marahi sama Pak Gerald ? "


Membujuk mereka berdua sebisanya.


Karena ucapan Pak Slamet tersebut, membuat Dion dan Nino diam sejenak untuk berfikir, disisi lain Dion memilih kamar tersebut untuk mereka berdua agat tidak merepotkan tuan rumah karena sudah memberi mereka tempat tinggal untuk sementara waktu.


Saat diam tersebut, dari belakang Dion di tepuk pundaknya oleh Bu Sarah yang akan menuju ke kamarnya.


Bu Sarah


Menepuk pelan pundak Dion dari belakang.


" Gak usah sungkan...Pilih aja kamar yang kalian suka, anggap aja ini rumah sendiri, "


Dia berbicara sebentar dihadapan mereka bertiga, kemudian pergi ke kamarnya.


Karena ucapan Bu Sarah tersebut, akhirnya Dion menyuruh Nino menempati kamarnya tersebut dan kemudian dia memilih kamar yang ada di samping kanan kamar Nino.


Deden yang dari tadi diam, ternyata sudah masuk duluan ke kamar yang dia pilih, dimana kamarnya tersebut bersebelahan dengan kamar Dion.


Deden


Melemparkan tasnya ke tempat tidur, melompat dan langsung merebahkan tubuhnya.


" Haaaaaahhh...Disini nyaman banget, "


Menutup sebentar matanya untuk merasakan kenyamanan kamar itu.


~ ( X ) ~


Sedangkan si kembar Rey memilih kamar yang sudah pernah mereka tempati dulu ketika menginap disini yang terlihat masih tampak sama dan masih tertata rapi.


Reyza


Mengeluarkan semua bajunya dari tas kemudian menata rapi ke dalam lemari.


" Kamar ini nampak sama dan seperti tidak ada perubahan, "


Merapikan semua bajunya.


Reyzu


Meletakkan tas ransel yang dibawanya ke lantai dan langsung tidur tengkurap di tempat tidur.


" Akhirnya setelah sekian lama, bisa merasakan kasur nyaman ini lagi, "


Memejamkan matanya.


~ ( X ) ~


Kamar-kamar yang mereka berlima tempati ternyata sejajar seperti kamar hotel, dimana kamar yang paling kiri di tempati oleh Nino dan yang paling kanan di tempati Reyzu.


Setelah perjalanan jauh yang cukup melelahkan tersebut, mereka semua bisa beristirahat dengan nyaman di rumah mewah tersebut.

__ADS_1


~ Next ~


__ADS_2