
Begitu memasuki gerbang perumahan Kencana, mereka di suguhi dengan bangunan-bangunan rumah yang mewah dan megah berdiri.
Hal itu membuat Dion, Nino dan Deden menjadi takjub saat melihatnya karena di kota kecil mereka sangat jarang ada rumah-rumah yang begitu mewah dan megah seperti di perumahan ini.
Dalam hatinya Dion bertanya-tanya, apakah benar rumah Kakek dan Nenek si kembar Rey berada di perumahan ini, kalau benar adanya itu sangat berbanding terbalik dengan rumah si kembar Rey yang ada di desa.
Dion
Pandangan mata yang tidak henti-hentinya melihat rumah-rumah mewah yang di lewatinya.
" Ini beneran gak sih ? kakek dan nenek si kembar tinggal disini ? , "
Seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Begitu juga dengan Nino, apa yang dia pikirkan hampir sama dengan apa yang di pikirkan oleh Dion.
Nino
Melihat ke berbagai rumah mewah yang di lewatinya dengan rasa penasaran.
" Kalau kakek dan nenek kembar Rey rumahnya disini, barti mereka dari orang kaya dong...Kalau benar dari dulu kita semua sudah diprank njir, "
Mengusap-usap wajahnya karena masih tidak percaya.
Sedangkan si Deden, ketika dia melihat rumah-rumah mewah orang kaya tersebut, semakin membuat dirinya lebih bersemangat untuk menggapai impiannya.
Deden
" Kalau nanti aku sudah jadi orang yang sukses...Akan aku buatkan rumah seperti ini untuk Bapak dan Ibu di desa, "
Menggenggam penuh harapan di tangannya.
~ ( X ) ~
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai dan berhenti di depan sebuah rumah mewah yang berdesain klasik, sehingga orang yang melihatnya bisa takjub karena ke estetikan rumah tersebut.
Ya... rumah klasik dan megah itu merupakan rumah dari kediaman kakek dan nenek dari si kembar Rey.
ketika sampai mereka disambut oleh tukang kebun keluarga bernama Pak Slamet yang sedang membersihkan halaman, dia sangat terkejut dan senang ketika melihat Bu Sarah pulang kerumah.
Pak Slamet
Meletakkan sapunya, membersihkan kedua tangannya, dengan segera dia menghampiri Bu Sarah untuk menyambutnya.
" Ya Allah Non...Pulang kok gak ngasih kabar, nanti kan bisa di jemput, "
Mengambil tas ransel yang sedang di bawa Bu Sarah.
Bu Sarah
Menyalami Pak Slamet sebelum berbicara.
__ADS_1
" Gak papa pak...Papa sama Mama ada dirumah ? "
Tanya Bu Sarah.
Tanpa bicara lagi, Pak Slamet menyuruh mereka untuk segera masuk kerumah untuk istirahat terlebih dahulu.
Pak Slamet
" Tuan dan Nyonya ada di dalam...Silahkan masuk Non....Ayoo mas silahkan masuk, "
Mempersilahkan mereka semua untuk masuk.
~ ( X ) ~
Akan tetapi Dion, Nino dan Deden malah ngelamun di depan rumah itu karena masih tidak menyangka betapa megahnya rumah klasik itu di bangun, dari semua rumah mewah yang mereka lihat dari tadi, rumah kediaman kakek dan nenek si kembar Rey lah yang paling indah dan menawan untuk dilihat.
Saat si kembar Rey mau masuk kedalam, Reyzu melihat mereka bertiga yang masih diam mematung di halaman rumah, dia sedikit membentak mereka agar sadar.
Reyzu
Dengan heran memandangi apa yang mereka lakukan dari teras.
" Woy...Kalian mau tidur di jalan atau di dalam rumah !! "
Teriakan Reyzu tersebut seketika membuat mereka sadar dan bergegas mengikuti Reyzu yang mau masuk kedalam rumah.
~ ( X ) ~
Di dalam rumah Bu Sarah memanggil-manggil kedua orang tuannya karena sangat rindu dengan mereka.
Melihat lihat seisi dalam rumah untuk mencari keberadaan orang tuanya.
Tak berselang lama, setelah mendengar suara orang yang tidak asing lagi di telinga mereka, Pak Gerald dan Bu Sandra pun datang menghampiri anak kesayangan mereka tersebut.
Pak Gerald dan Bu Sandra sama rindunya dengan Bu Sarah karena sangat jarang ketemu dikarenakan jarak rumah keduanya sangat jauh.
Bu Sarah segera bersalaman, mencium tangan kedua orang tuanya kemudian dengan erat memeluk mereka berdua.
Setelah itu gantian si kembar Rey dan teman-temannya yang bersalaman dengan Pak Gerald dan Bu Sandra, sekalian si kembar Rey memperkenalkan Dion, Nino dan Deden kepada mereka.
Reyza
Berdiri di samping Dion.
" Kek..Nek...Kenalin ini teman-teman aku, disamping ku ini namanya Dion.. di sampingnya ini Nino dan yang itu namanya Deden, "
Memperkenalkan mereka bergantian secara urut.
Dion, Nino dan Deden dengan sopan menundukkan kepalanya saat Reyzu memperkenalkan nama mereka.
Bu Sarah kemudian memberitahukan maksud kedatangannya dan anak-anak yang dibawanya kepada Pak Gerald dan Bu Sandra.
Bu Sarah
__ADS_1
Berdiri disamping Reyza dan memegang kedua pundaknya.
" Mereka berlima kesini sebenarnya mau nerusin kuliah disini...Makanya sekalian aku ikut, "
Pak Gerald sangat senang mendengar kemauan mereka untuk kuliah di sini dan dia berniat untuk menanggung semua biaya mereka sampai lulus.
Pak Gerald
Tanpa basa-basi langsung mengungkapkan niatnya.
" Bagus itu kalau kalian mau kuliah disini...Kakek akan carikan universitas terbaik untuk kalian dan kakek yang akan menanggung semua biaya kalian sampai lulus, "
Bu Sandra juga setuju dan mendukung apa yang di lakukan Pak Gerald karena dia sangat yakin akan potensi yang akan di hasilkan anak-anak ini di masa depan.
Bu Sandra
Melihat ke arah Pak Gerald dengan senyum di wajahnya.
" Yang penting kalian niat dan sungguh-sungguh...Kami tidak akan pernah merasa rugi untuk membiayai kalian...Jadi jangan kecewakan kami nantinya, "
Tersenyum senang di hadapan mereka.
Kemudian Bu Sarah meminta satu lagi kepada Pak Gerald dan Bu Sandra untuk mencarikan tempat tinggal yang dekat dengan rumah mereka, agar nantinya mereka bisa sering-sering bertemu.
Bu Sarah
Maju beberapa langkah di depan Pak Gerald dan Bu Sarah.
" Ohh iya Pa...Rumah perusahaan Papa ada yang nganggur gak buat mereka tinggal saat kuliah nanti, "
Dengan manja memegang kedua tangan Pak Gerald.
Pak Gerald
Memegang dan mengelus-elus kepala Bu Sarah yang tertutup oleh jilbab yang dipakainya.
" Masalah rumah itu gampang...Untuk sementara waktu, kalian sekarang tinggal di rumah ini dulu ya, "
Pandangan matanya mengarah ke si kembar Rey dan teman-temannya.
Bu Sandra
" Iya kalian tinggal disini saja dulu...Kalau bisa sampai kalian lulus juga gak papa biar rumah ini ramai...Soalnya disini sepi, "
Sedikit bercanda dengan mereka.
~ ( X ) ~
Setelah melihat keharmonisan keluarga ini, Dion dan Nino jadi teringat dengan masa lalu mereka yang selalu sombong dan nakal karena menganggap diri mereka dulu dari orang yang kaya.
Tetapi setelah melihat ini, mereka jadi sadar kalau semua yang mereka lakukan itu salah.
Sekarang yang berdiri di hadapan mereka saat ini adalah orang-orang kaya dan terpandang, tetapi dengan kekayaan mereka tersebut sama sekali tidak merubah sifat baik dari hati mereka.
__ADS_1
Hal itu menandakan bahwa kekayaan terbesar seseorang bukan dari hartanya tetapi dari hati nurani mereka sendiri.
~ Next ~