Empat Serangkai

Empat Serangkai
Nasib Claras


__ADS_3

Si kembar Rey dan Deden, pergi dengan rasa pedih, muak dan kekesalan yang mendalam terhadap semua yang telah mereka terima atas tindakan semena-mena yang telah di lakukan Juragan kepada mereka.


Terutama si Reyzu, di dalam hatinya sudah memiliki dendam yang sangat mendalam terhadap Juragan, seakan-akan rasa dendam itu sudah terpaku di dalam hatinya.


" Lihat aja...Suatu hari nanti, aku yang akan membalikan hinaan mu !!! " Tarikan nafas yang berat disertai tatapan tajam mata yang memerah sudah bisa menandakan bahwa Reyzu sudah di kuasai oleh emosinya.


Sedangkan Reyza, berusaha tetap tenang dan tetap tegar setelah di hina habis-habisan oleh Juragan, dia masih sempat-sempatnya memikirkan keadaan Claras setelah semua yang telah di lakukan Papanya kepada dirinya.


" Maaf Rass.....Kami sudah gak bisa menolong kamu...Maaf, " Berkata dalam hati dengan raut muka yang menggambarkan kesedihannya.


Berbeda dengan yang di rasakan Deden, dia tidak begitu peduli tentang hinaan-hinaan yang di lontarkan Juragan kepada dirinya, tetapi dia malah takut dengan Juragan karena sangat galak dan tidak segan-segan memukul siapa saja yang berani melawan dirinya.


" Bapaknya Claras galaknya minta ampun....Udah kapok dan gak mau lagi aku bertemu dengan dia, bisa-bisa aku dipukul kaya Reyzu tadi, " Bergeming di dalam hati dengan menggelengkan kepalanya.


~ Claras ~


Sesampainya di rumah, Claras mendapatkan perlakuan yang hampir sama seperti apa yang telah di lakukan Papanya kepada teman-temanya tadi.


Ditambah lagi sekarang Sekar dan Nyonya mulai ikut-ikutan menyudutkan dan memperlakukan Claras semena-mena.


Juragan yang awalnya Claras anggap sebagai Papa yang sangat menyayangi dirinya, sekarang berubah seperti orang yang sangat membencinya.


" Aduh...Sakit Paa....Aduh... " Rintihan Claras saat tangannya di tarik dengan paksa oleh Juragan.


Juragan yang sudah tidak peduli, terus menyeret Claras masuk kedalam rumah.


" Sini kamu !!! " Betapa kasarnya Juragan menyeret Claras.


Sesampainya di ruang tamu, Juragan melemparkan Claras ke lantai yang membuat Claras jatuh tersungkur.


" Anak Kurang ajar !!! " Kemarahan yang tidak bisa di bendung.


Mendengar nada keras yang di keluarkan Juragan, membuat Sekar yang tadinya enak-enak rebahan di kamar menjadi penasaran dengan apa yang sedang terjadi di bawah.


" Kenapa tuh Papa...Pasti sedang memarahi Claras...Lihat ahhh, " Dengan senang bergegas keluar kamar untuk melihat ke adaan di luar.


Saat di bawah, entah kenapa melihat Claras yang lagi di siksa oleh Papanya, Sekar malah senang.


Mungkin karena Sekar menyimpan rasa iri kepada adik kandungnya sendiri yaitu Claras, dikarenakan Claras merupakan anak kesayangan Juragan yang selalu dimanjakannya.

__ADS_1


" Heh...Gak biasanya dia dimarahi sama Papa...Biar dia tau rasa, " Senyum licik yang sangat jelas di perlihatkan oleh Sekar.


"••••***••••"


Claras yang terus-terusan di bentak dan di siksa oleh Juragan, hanya bisa menangis tanpa ada satupun yang menolongnya.


Terlebih lagi Nyonya dan Sekar yang hanya menonton, seperti sedang ada pertunjukan di hadapan mereka.


" Kamu sekarang sudah berani bohongi Papa ya...Haaaaa !!!! " Mata yang melotot tajam menggambarkan betapa marahnya Juragan saat itu.


" Mulai berani kamu ya !!! " Dengan paksa mengangkat tubuh Claras dan mendorongnya di sofa.


Tubuh kecil Claras, sudah hampir mencapai batasnya, dia sampai sempoyongan menghadapi kemarahan sang Juragan.


" Ampun Paa...Ampun... " Tangis Claras menggambar tersiksanya dirinya.


Melihat anaknya yang sudah tidak berdaya, tidak membuat Juragan berhenti melakukan aksinya.


" Sini kamu...Cepat berdiri !!! " Meraih dan menarik baju Claras, memaksanya untuk berdiri.


Saat berdiri, seakan-akan kaki Claras sudah tidak bisa lagi menopang badannya, terlihat dari tubuhnya yang sudah mulai gemetaran.


" Lihat mata Papa,Karena kamu sudah berani berbohong kepada Papa...Papa tidak segan-segan akan mengirim mu keluar kota," Memegang erat kedua bahu Claras.


" Kamu dengar itu...Sekarang kemas barang-barang mu, Papa akan mengirim mu keluar kota sekarang juga !!! " Juragan serius dengan perkataanya.


Karena Claras secara tidak langsung telah melanggar persyaratan yang di berikan papanya kemarin, mau tidak mau Claras akan di pindahkan keluar kota agar jauh dari teman-temannya.


Saat Juragan berbicara mengenai masalah itu, disaat itu juga Claras jatuh pingsan di pegangan Juragan.


Tanpa di duga, Juragan yang dari tadi menyiksa Claras menjadi sangat khawatir saat tau Claras pingsan, padahal karena perlakuan dia lah yang membuat Claras menjadi seperti itu.


Berbeda dengan Juragan yang tampak Khawatir, Nyonya dan Sekar malah bodo amat dan menganggap kalau yang terjadi pada Claras itu hanya akting.


" Claras....Claras, " Merangkul dan menepuk-nepuk pipi Claras.


" Maa...Claras pingsan...Maa, " Menoleh kebelakang ke arah Nyonya yang terlihat tidak peduli sama sekali.


" Kar...Jangan diam aja, bantuin Papa...Claras beneran pingsan ini, " Meminta bantuan ke Sekar.

__ADS_1


Sekar yang bodo amat, memilih untuk membuang muka dan menghiraukan apa yang dikatakan oleh Juragan.


" Heehhh...." Raut muka yang menggambarkan sifatnya.


Nyonya yang berwatak hampir sama seperti Sekar meminta Juragan untuk tidak terlalu berlebihan, karena dia menganggap kalau pingsannya Claras hanya akting saja.


" Udah...Jangan berlebihan kenapa sih Pa...Dia itu cuma akting, " Berjalan mendekati Juragan.


Juragan yang tau kalau Claras pingsan beneran, mencekal omongan Nyonya.


" Akting gimana...Lihat ini Claras pingsan beneran, " Mengusap-usap rambut dan kening Claras.


" Tadi masih sehat gitu...Masa tiba-tiba pingsan, " Duduk jongkok di depan Juragan.


" Aku mau bawa ke klinik aja, " Dengan Cepat Juragan mengangkat Claras untuk membawanya ke klinik terdekat.


" Terserah....Papa aja, "


~ Si Kembar Rey ~


Sesampainya di rumah emosi Reyzu masih belum mereda, apa yang dilakukan Juragan tadi masih terbayang-bayang dan melekat di pikirannya.


" Emang bener seperti anjng orang itu, " Mengepalkan tangannya dengan kuat.


" Udah...Kamu yang sabar, mungkin ini cobaan untuk kita, " Reyza berusaha menenangkan Reyzu.


"Suatu saat, aku akan menginjak kepalanya," Memukul kasur dengan keras.


" Apapun yang terjadi, kita harus tetap tenang dan jangan sampai terpancing....Jangan sampai masalah ini menjadi panjang," Menepuk sekali pundak Reyzu, lanjut membaringkan tubuhnya.


" Aku akan selalu mengingat kejadian tadi dan aku akan membuktikan perkataan ku," Sangat yakin dengan pendiriannya.


Seperti biasa, setelah kejadian tadi, Reyza kembali memikirkan keadaan si Claras, mengingat betapa galaknya kedua orang tuanya.


" Keadaan Claras di sana gimana ya...Semoga dia tidak kenapa-kenapa, meskipun orang tuanya seperti itu...Pasti tidak akan melakukan hal-hal yang berlebihan kepada anaknya sendiri. " Bergeming dalam hati dengan mata yang terpejam.


Seburuk apapun hal yang pernah di lakukan orang tua Claras kepada dirinya, tetapi sama sekali tidak ada rasa benci yang timbul pada hati Reyza kepada Claras.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2