
Setelah beristirahat dan berbincang-bincang cukup lama, mereka berempat pun memutuskan untuk pulang karena cahaya matahari sudah semakin terik.
Pak Gerald
Melihat jam tangannya kemudian memandang matahari yang sudah semakin naik.
" Udah hampir jam set 8, yok kita pulang, "
Lekas berdiri dan mengambil bekas botol air mineralnya.
Karena Pak Gerald mau pulang, Dion, Nino dan Deden pun juga ikut pulang.
Sebelum pergi, mereka mengemasi sisa-sisa sampah botol air mineral mereka dan membuangnya ke tempat sampah.
Berbeda dengan saat berangkat tadi, sekarang mereka pulang dengan jalan kaki saja karena sudah capek berlarian.
~ ( Cerita Berpindah ) ~
Di rumah, si kembar Rey kembali ke posisi yang sama yaitu merasakan kejenuhan di ruang keluarga sambil menonton TV.
Sedangkan di meja makan, Bu Sandra, Bu Sarah dan salah satu pembantunya lagi sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka.
Bu Sandra
Menata makanan dengan rapi di meja makan.
"Akbar kemana, apa masih belum bangun?"
Tanyanya kepada Bu Sarah sambil fokus melakukan pekerjaannya.
Bu Sarah
Menata piring-piring dan sendok satu-persatu di setiap tempat duduk dengan rapi.
" Tadi udah bangun, mungkin lagi siap-siap berangkat ke kantor, "
Mengambil dan mengelap bagian meja yang terlihat basah.
Bu Sandra
Melihat isi dalam meja siapa tau ada yang kurang.
" Kadang-kadang Mama kasian sama dia karena ngurus dua perusahaan sekaligus, untung aja bawahannya dapat di percaya semua jadi gak usah khawatir, "
Mengambil dan mengisi kembali wadah air minum yang terbuat dari kaca itu.
Bu Sarah
Sedikit mengkhawatirkan kesehatan Pak Akbar.
" Ya gimana lagi Maa, untuk saat ini hanya Mas Akbar yang bisa ngurus perusahaan, "
Menurunkan pandangannya.
~ ( X ) ~
Di dalam kamarnya Pak Akbar sudah berdandan rapi tinggal sarapan dan berangkat ke kantornya saja.
Dia turun kebawah berniat untuk menuju ke ruang makan untuk sarapan dengan membawa tas kantornya.
Untuk keruang makan, Pak Akbar harus melewati ruang keluarga terlebih dahulu dan disana ada si kembar Rey yang lagi rebahan santai sambil nonton TV.
Pak Akbar
Menyapa si kembar Rey sambil berjalan.
" Pagi-pagi udah tiduran aja, "
Berjalan sambil merapikan dasinya.
Karena mau bertanya, Reyza menyuruh Pak Akbar untuk berhenti sebentar.
Reyza
Melihat ke arah jam dinding kemudian duduk terbangun.
" Ehh Pak...Jam segini baru berangkat, kantornya bukanya jam berapa ? "
Dengan penasaran dia bertanya.
__ADS_1
Pak Akbar
Menggaruk-garuk kepalanya karena bingung mau menjawab.
" Eeee Sebenarnya sih jam setengah 8, tapi kan Bapak CEO nya jadi gak masalah lah telat dikit-dikit hehehe, "
Sedikit malu dengan anak-anaknya karena tidak disiplin.
Melihat tingkah Bapaknya, Reyzu langsung menyela pembicaraan dan sedikit menjahilinya.
Reyzu
Duduk terbangun.
" Mulai sekarang Bapak kami pecat !! "
Sedikit menegaskan kata-katanya agar terlihat seperti kenyataan.
Pak Akbar
Memandangi Reyzu dengan kebingungan karena belum paham dengan apa yang dikatakannya.
" Maksudnya ? "
Reyzu
" Bapak CEO ? tapi kita Owner nya, Bapak sudah indisipliner jadi kami pecat hahaha, "
Melihat Pak Akbar dengan gelak tawa.
Reyza pun ikut tertawa dengan apa yang dikatakan Reyzu.
Pak Akbar
" Kalian bisa aja, "
Pergi ke ruang makan meninggalkan si kembar Rey.
~ ( Cerita Berpindah ) ~
Saat di perjalanan pulang Pak Gerald bertanya-tanya kepada Dion, Nino dan Deden tentang jurusan yang akan mereka ambil saat kuliah nanti, jangan sampai salah memilih jurusan.
Pak Gerald
"Kalian nanti kuliah mau ambil jurusan apa?"
Menoleh ke belakang melirik Nino dan Deden.
Saat ditanya mereka tidak langsung bisa menjawab karena juga masih bingung, mereka bertiga juga belum tahu jenis-jenis jurusan yang bagus untuk di masuki.
Dion
Menundukkan kepalanya melihat batuan yang ada di jalan.
" Gak tau juga ya Pak..Kita masih bingung, "
Menendang-nendang batuan kerikil saat berjalan.
Dari belakang Deden bertanya kepada Pak Gerald karena dia yakin kalau Pak Gerald tau banyak tentang dunia perkuliahan.
Deden
Memandang Pak Gerald dari belakang.
" Kalau boleh dikasih saran, Jurusan kuliah yang bagus itu apa aja sih Pak ? "
Tanyanya dengan sopan.
Pak Gerald
Menjelaskan tentang berbagai jurusan yang bagus kepada mereka.
" Jurusan kuliah itu sangat banyak, tetapi ada beberapa yang cukup bagus untuk dunia perkantoran seperti Akuntasi dan bisnis manajemen, atau bisa juga kamu ambil jurusan lain seperti teknik atau hukum, "
" Semua itu tergantung kalian aja mau milih yang mana, tapi ingat !! jangan sampai salah ambil jurusan, "
Menjelaskan dengan terperinci setiap kata-katanya.
Nino
__ADS_1
Mulai sedikit mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Pak Gerald.
" Ohh gitu ya Pak, nanti kami coba pikirkan, "
Berjalan sambil memikirkan tentang jurusan apa yang cocok untuk dirinya.
Tak terasa berjalan, mereka sudah hampir sampai tiba di rumah dengan perut yang sudah keroncongan dari tadi.
*Saat sudah sampai di depan rumah, terlihat Pak Slamet yang sedang membersihkan halaman dari dedaunan yang berserakan.
Saat melihat Pak Gerald datang, Pak Slamet memberhentikan sebentar pekerjaannya untuk menyambutnya*.
Pak Slamet
Memegang sapu dengan kedua tangannya, kemudian tersenyum.
" Sudah pulang tuan, "
Sedikit membungkukkan badanya ketika Pak Gerald lewat di depannya.
Pak Gerald
" Sudah "
Memegang bahu Pak Slamet sambil terus berjalan.
Sedangkan Dion, Nino dan Deden tersenyum dan sedikit membungkukkan badanya kepada Pak Slamet sebagai tanda penghormatan mereka.
~ ( X ) ~
Sebelum masuk kedalam rumah Pak Gerald melepas dulu sepatunya dan meletakkannya dibawah tangga.
Dion, Nino dan Deden berjalan masuk kedalam rumah mengikuti Pak Gerald dari belakang.
Di dalam rumah Dion, Nino dan Deden langsung menuju ke ruang keluarga untuk menemui si kembar Rey, sedangkan Pak Gerald langsung ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Saat di ruang keluarga, belum sampai duduk, mereka bertiga langsung ditanyai oleh Reyzu kemana mereka pergi.
Reyzu
Sambil rebahan dia bertanya.
" Dari mana aja kalian, pagi-pagi udah pada ngilang aja ? "
Pandangan matanya mengarah kepada Dion yang berdiri di belakang sofanya.
Dion
Menonton sebentar siaran TV yang di lihat si kembar Rey.
" Habis nemenin Pak Gerald lari pagi, "
Mengalihkan pandanganya kepada Reyzu.
Reyza
Masih penasaran habis dari mana mereka.
" Lari pagi kemana ? "
Bertanya kepada mereka bertiga.
Deden
Duduk di bagian pembatas sofa.
" Di taman sebelah perumahan ini, "
Tangannya menunjuk ke arah lokasi taman itu.
Si kembar Rey yang sudah tau tentang taman itu, hanya mengangguk dan meneruskan menonton sinetron TV nya.
Karena tubuh Dion, Nino dan Deden lengket dan bau karena habis keringetan, mereka memilih untuk mandi sebentar agar terlihat bersih kembali.
Nino
" Aku mau mandi dulu, udah gak betah,
Beranjak pergi dari ruang keluarga.
__ADS_1
Dion dan Deden pun juga sama, mereka pergi mengikuti Nino ke kamar di lantai atas untuk mandi dan merapikan diri.
~ Next ~