
Matahari mulai menapakkan sinarnya, awan kabut mulai hilang dari pandangan, hawa dingin berangsur-angsur hilang.
"UUUUAAAHHHHH" Merentangkan tangan.
Seperti kebanyakan orang saat terbangun dari tidur, merentangkan tangan adalah hal biasa yang dilakukan oleh seseorang untuk merilekskan persendian. Hal yang sama juga di lakukan oleh Reyzu saat bangun dari tidurnya, tidak hanya merentangkan kedua tangan tapi dia juga sekaligus merentangkan kedua kaki yang membuat Reyza sampai terjatuh dari tempat tidur.
"Gluubuukk...." Reyza terjatuh dengan guling yang masih di pelukannya.
Reyzu yang entah sadar atau tidak ketika mendorong Reyza hingga terjatuh masih tetap santai tiduran sambil mengumpulkan nyawa yang masih belum terisi penuh tanpa memperhatikan Reyza yang sudah terjatuh di bawah.
"Aduuuhhhh.." Reyza duduk terdiam dan menggaruk-garuk kepalanya.
"Kenapa kamu tidur di bawah?" Seperti tanpa dosa bertanya.
"Ndasmu..... tidur dibawah!!" Jawab Reyza dengan kesal.
"La terus...kenapa kau ada dibawah tempat tidur?." Memeluk guling disampingnya.
"Kau bisa gak kalau bangun tidur gak usah banyak tingkah...bikin sengsara orang aja.." Melemparkan guling yang ada ditangannya kepada Reyzu dan keluar dari kamar.
Reyzu yang bodo amat akan hal itu malah memilih untuk melanjutkan tidurnya, padahal hari sudah pagi dan matahari sudah bersinar cerah.
Seperti biasa di hari minggu waktunya untuk bersih-bersih rumah karena cuma di hari minggu mereka bisa berkumpul bersama.
Setelah membasuh muka dan sarapan, Reyza keluar ke halaman rumah untuk membantu ayahnya yang sedang membersihkan halaman, baik mencabuti rumput ataupun menyirami tanaman bunga yang ada di rumahnya.
Saat Pak Akbar dan Reyza membersihkan halaman, Bu Sarah memanggil mereka untuk istirahat dengan membawa gorengan dan kopi.
"Istirahat dulu pakk..."
"Reyza istirahat dulu."
Meletakan gorengan dan kopi yang dibawanya di meja kecil depan rumah.
Karena Pak Akbar belum sarapan dan halaman rumah juga sudah hampir bersih, akhirnya mereka pun beristirahat.
"Istirahat dulu Zaa...Bapak sudah lapar, belum sarapan" Menepuk-nepuk perutnya.
"Iya Pakk"
Pak Akbar dan Reyza menikmati makanan yang disajikan Bu Sarah dengan sangat nikmat di selingi dengan senda gurau diantara mereka yang menambah keharmonisan keluarga. Dengan hidup yang sederhana mereka bisa hidup bahagia, saling membantu dan saling sayang yang menjadikan keluarga mereka menjadi keluarga yang bahagia dan harmonis.
Ketika sedang bercengkrama, Bu Sarah keluar dari rumah dan menanyakan keberadaan Reyzu yang entah di mana orangnya.
"Dari tadi Reyzu gak kelihatan...kemana dia?"
Berdiri di depan pintu.
"Lohhh....Bukanya dia membantu ibuk di belakang? " Tanya Reyza.
"Kalau bantu ibu di belakang, gak mungkin ibuk cari ke depan kan.." Berjalan ke depan mereka berdua.
"Mungkin masih tidur..." Meminum kopi.
__ADS_1
"Sebentar....Aku akan mencarinya di kamar." Berjalan masuk ke dalam rumah.
Saat Reyza mengecek kamar untuk mencari Reyzu ternyata benar, Reyzu masih enak-enakan tidur di saat semua orang lagi bersih-bersih rumah. Reyza yang jengkel, mengambil guling di hadapannya dan memukulkannya kepada Reyzu dengan sangat keras.
"Kurang ajar nihh anak!!!." Mengambil guling di hadapannya.
"Bukkk....Bukk....Bukk...Bukkk..." Suara keras pukulan Reyza terdengar.
Reyzu yang kaget ketika di pukul langsung terbangun dan berusaha menepis pukulan Reyza dengan guling yang dipegangnya.
"Hoii kamu kenapa....berhenti gak!!" Berusaha menepis pukulan Reyza.
Karena sudah puas dan Reyzu juga sudah bangun, Reyza menghentikan pukulannya dan menyuruh Reyzu untuk cepat keluar dari kamar supaya bisa membantu mereka membersihkan rumah.
"Yang lain udah pada kerja...kamu masih enak-enakan tidur...cepat bangun, bantu Bapak bersih-bersih rumah sana!!." Melemparkan guling.
"Iya...iya...Aku bangun....Ganggu orang tidur aja." Dengan kesal dan masih malas berjalan keluar kamar.
Satu Jam Berlalu
Akhirnya semua pekerjaan sudah selesai, halaman dan seisi rumah juga sudah bersih dan tertata rapi.
"Haaaaaahhhhhh......Akhirnya selesai juga." Menghela nafas panjang.
"Besok-besok lagi kalau ada orang lagi kerja, kamu tidur aja...." Ejek Reyza.
"Kamu iri yaa....hahaha" Cengengesan.
"EEiitts....Gak kena....Hahahahaha." Berlari ke arah Bapaknya untuk berlindung.
"Awas aja...kalau kena ku Geplak kepalamu...Dari pagi sudah bikin kesel orang aja kau nihh." Terus mengejar Reyzu.
Melihat anaknya yang bertengkar, Pak Akbar melerai mereka dan menyuruhnya untuk istirahat.
"Sudah-sudah jangan bertengkar....Kalian istirahat dulu sana." Memegangi Reyzu yang berada di belakangnya.
Karena sudah di bilangin bapaknya, Reyza hanya bisa nurut dan mengurungkan niatnya untuk menghajar Reyzu.
"Iya Pak..." Berjalan ke arah ibunya yang sedang duduk di teras rumah.
Melihat Reyza yang sudah mengurungkan niat untuk mengejar dirinya, membuat dia senang dan tidak khawatir lagi kalau akan di hajar oleh kakaknya sendiri.
Ketika semua sedang istirahat di teras, terlihat ada mobil bagus yang parkir di halaman rumah mereka. Alangkah terkejutnya mereka, saat tahu bahwa yang menaiki mobil tersebut adalah kakek dan neneknya si kembar Rey dari luar kota, dimana mereka sudah lama tidak bertemu karena jarak rumah mereka yang sangat jauh.
"Mobil Siapa itu? " Dengan heran bertanya.
"Entahh...." Sahut Reyza.
Sopir Membukakan Pintu
Ketika kakek dan neneknya keluar dari mobil, baru mereka tahu siapa yang datang karena kaca mobil yang hitam jadi mereka tidak bisa mengetahui siapa yang ada di dalam mobil tersebut.
Saat tahu bahwa kakek dan neneknya yang datang, Reyza dan Reyzu dengan senang menghampiri dan bersalaman dengan mereka.
__ADS_1
"Kakek...."
"Nenek..."
Berlari menghampiri.
Reyza yang masih dendam dengan Reyzu tadi, mendapat kesempatan untuk me-nggeplak kepala Reyzu dari belakang saat berlari.
"Plakkkk..."
"Aduh..." Spontan memegangi kepalanya dan melihat kebelakang.
"Hahahahaha" Reyza dengan puas tertawa.
Kakek dan Nenek si kembar Rey langsung memeluk kedua cucu yang sangat disayanginya tersebut. Bagaimana tidak, mereka sangat jarang ketemu, sekali bertemu hanya sebentar saja.
"Kedua Cucuku sudah besar-besar ya sekarang.." Memeluk dan mencium kedua cucunya.
"Iyaa....sekarang sudah pada gede.." Kakek mengelus rambu si kembar Rey.
Pak Akbar dan Bu Sarah, juga datang untuk menyambut kedatangan mereka setelah sekian lama tidak ketemu.
"Pak..."
"Buk..."
Menyalami kedua orangtuanya,
serta Sopir keluarga mereka.
"Mari masuk ke rumah..." Kata Pak Akbar.
"Pak...Buk..Silahkan masuk..." Kata Bu Sarah.
"Akbar...kamu bantu Pak Sopir turunin barang bawaan di dalam mobil." Suruh kakek.
"Iyaaa...". Bergegas membantu sopir.
Kakek dan Nenek si kembar Rey membawa sangat banyak oleh-oleh yang dibawanya hingga Pak Akbar dan Pak Sopir kesusahan saat mengangkatnya.
"Kalian ke sini mau berkunjung apa mau pindah rumah?" Tanya pak Akbar dengan nafas terengah-engah.
"Gak papa lahh....Barang-barang itu buat Cucu-cucu ku...Kamu gak usah protes.." Jawab Kakek.
"Lain kali...bawa beserta tokonya sekalian....Aduhhh" Entah senang atau mengeluh.
"Udah jangan dengerin omongan bapak kamu...Emang dari kecil dia begitu, sukanya cuma mengeluh setiap hari." Kata Nenek.
"Sana gihh....kalian lihat hadiah apa yang telah kita belikan untuk kalian." Menyuruh si kembar Rey melihat hadiah yang di mereka bawa.
"Terimakasih ya nek..." Pergi melihat barang yang dibawa oleh Kakek & Neneknya.
Si kembar Rey melihat satu persatu barang yang di bawa oleh Kakek dan Neneknya yang membuat mereka sangat senang karena jarang-jarang mereka bisa mendapatkan hadiah banyak seperti itu.
__ADS_1