Empat Serangkai

Empat Serangkai
Firasat Reyzu


__ADS_3

Semenjak hari itu, Claras jadi semakin sering menemui mereka bertiga.


Semakin seringnya bertemu membuat ke khawatirnya Reyzu semakin ikut bertambah, bagaimana tidak...Claras seperti tidak menghiraukan peringatannya pada saat itu.


Berbeda dengan Reyzu, Reyza malah tampak senang dan seakan lupa bahwa ada ancaman yang nyata di balik kegembiraan mereka.


Sedangkan Deden hanya ikut-ikutan saja kemanapun teman-temannya pergi tanpa memikirkan hal yang lain, mungkin kalau teman-temannya mau terjun ke jurang Deden juga ikut😅...tapi enggaklah bercanda😂.


~ Claras ~


Semakin seringnya Claras keluar rumah dengan berbagai alasan, mulai membuat orang tuanya curiga, terutama Nyonya yang selalu mengawasi gerak-gerik Claras selama di rumah.


" Semakin hari...Anak itu jadi sering keluar rumah dengan alasan entah apa lah itu, " Mengawasi kepergian Claras dari lantai dua rumah.


" Gak bisa di biarin terus tuh anak, " Memalingkan badan.


Benar saja rasa kecurigaan Nyonya, keluarnya Claras tidak lain dan tidak bukan untuk menemui teman-temannya yaitu si kembar Rey dan Deden.


Kemarin mereka telah sepakat untuk bertemu di salah satu tempat persinggahan yang nyaman untuk mereka yakni tetap di gubuk tengah sawah yang sangat aman dan nyaman untuk tidur😅.


Di gubuk itu, si kembar Rey dan Deden sudah menunggu kedatangan Claras.


Tetapi ada yang berbeda pada diri Reyzu, dia semakin tidak nyaman dengan adanya Claras diantara mereka, tetapi ke khawatirnya terhadap Claras tersebut yang membuatnya tidak nyaman.


Meskipun Reyzu orangnya keras kepala, tetapi dia memiliki pikiran yang sangat luas dalam menyelesaikan suatu hal.


Berbeda dengan Reyza yang lebih memilih hal yang simpel untuk menyelesaikan masalah, karena itu juga dia sering melupakan atau menghiraukan hal-hal yang penting.


~ Di Dalam Gubuk ~


Dalam Gubuk itu, Reyzu membaringkan badanya dengan kaki yang masih menggantung di atas tanah.


Dia merenungi dirinya sendiri dan memikirkan tentang teman-temannya.


" Sekarang....Besok....Atau nanti......Entahlah.....


Bila apa yang aku pikirkan benar-benar terjadi, mungkin akan menjadi awal yang baru untuk kami nantinya, " Mata yang mengerut seakan menggambarkan apa yang Reyzu pikirkan.


" Huuhh ( Menghela nafas ), " Mulai memejamkan matanya.


~ Reyza ~


Dalam gubuk itu, Reyza senantiasa menunggu kedatangan Claras yang tidak kunjung datang juga.


Dia sedikit berbincang-bincang dengan Deden sambil menunggu kedatangan Claras.


" Claras kemana ya, kok belum sampai juga? " Tanya Reyza.

__ADS_1


" Entahlah.....Mungkin masih dijalan, " Jawab Deden.


" Tapi kok lama banget, keburu sore " Keluar dari gubuk dan melihat-lihat sekitar untuk memastikan.


" Udah....Di tunggu aja disini, nanti juga datang sendiri, " Kata Deden sambil membaringkan badanya.


" Kalau dia gak jadi datang gimana, " Kembali masuk kedalam gubuk.


" Kalau gak datang...Ya kita yang pulang, " Pandangan mata yang melihat ke atap-atap gubuk.


" Kalau kamu mau pulang...Yaaa pulang aja dulu......PLAKkk...." Tangan Reyza memukul paha Deden.


" Aduh...Aduh...Sakit tahu " Sontak terbangun dan reflek memegangi pahanya.


Mendengar teriakan Deden tersebut, membuat Reyzu sedikit membuka matanya dan melirik ke arah Deden, karena tidak ada apa-apa lantas dia menghiraukannya dan kembali memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian, disaat semua orang dalam gubuk itu lagi enak rebahan santai menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi, akhirnya yang di tunggu datang juga.


Claras datang dengan membawa keceriaan bagi Reyza, dia langsung kembali bersemangat saat Claras datang.


" Maaf ya....Membuat kalian menunggu lama " Ucap Claras dengan penuh penyesalan.


" Iya gak papa kok, santai aja " Sahut Reyza.


" Emang habis dari mana kamu tadi, kok agak sedikit terlambat dari biasanya. " Tanya Deden dari dalam gubuk.


" Kamu yang sabar ya...Pasti suatu saat akan kembali normal dan baik-baik saja seperti dulu lagi " Kata Reyza.


~ Reyzu ~


Berbeda dengan Reyza dan Deden yang sudah bangun saat Claras datang, akan tetapi dia memilih untuk tetap berada di posisi nyamannya sambil mendengarkan pembicaraan mereka bertiga.


Dari lubuk hatinya yang terdalam, dia tidak pernah mengharapkan Claras datang pada hari ini.


Entah kenapa feeling dan perasaannya menjadi tidak enak saat Claras datang, seperti akan ada hal yang tidak mengenakan terjadi pada mereka nantinya


Tetapi Reyzu berusaha membuang pikiran buruknya itu dan terus berfikir positif agar hati dan pikirannya kembali tenang.


~(×)~


Melihat Reyzu yang masih saja tetap tertidur dari saat dia datang sampai sekarang, Claras bertanya kepada Reyza tentang hal itu.


" Reyzu itu sedang tidur ya? " Tanya Claras dengan penasaran melihat ke arah Reyzu.


" Cuma pura-pura tidur aja ini, " Ujar Reyza sambil menggoyang-goyang kaki Reyzu guna membangunkannya.


Hal itu juga yang membuat Reyzu terbangun dan langsung duduk dengan mata yang masih sipit.

__ADS_1


" Benarkan...Cuma pura-pura tidur, " Ujar Reyza.


" Hmmmm " Claras tersenyum melihat hal itu.


Karena semua sudah berkumpul, Deden menanyakan tentang rencana yang akan mereka lakukan selanjutnya.


" Semua sudah ngumpul kan...Sekarang mau ngapain kita? " Tanya Deden.


" Aku ikut aja " Sahut Claras.


" Kita jalan-jalan ke bukit aja kali ya, sambil menikmati suasana sore hari " Saran Reyza.


" Boleh juga tuh, " Ucap Deden.


" Kalian berdua gimana? " Reyza bertanya kepada Claras dan Reyzu yang masih melamun gak tau arah.


" Aku ngikut aja " Jawab Claras.


" Terserah lah " Reyzu seperti gak ada niat sama sekali.


Melihat Reyzu yang seperti gak ada niatan sama sekali untuk pergi, membuat Reyza bingung akan hal itu.


" Kamu ini kenapa? " Dengan serius Reyza bertanya.


" Emang aku kenapa....Gak kenapa-kenapa juga, perasaanmu aja kali " Jawab Reyzu dengan mengerutkan wajahnya.


Claras yang juga melihat keanehan pada diri Reyzu, membuat perasaanya tidak enak sama sekali, dia langsung berfirasat yang hampir sama dengan firasat yang di rasakan Reyzu tadi.


Untuk memastikan agar tidak terjadi apa-apa nantinya, Claras berusaha tetap tenang dan bertanya kepasa Reyzu tentang keadaanya.


" Ada apa Zu...Jangan suka membuat orang khawatir deh, " Sedikit Khawatir.


" Iya nih bocah...Selalu bikin khawatir orang lain aja nih orang " Menyahut pembicaraan Claras.


" Gak ada apa-apa...Ayo cepat berangkat, nanti malah kesorean, " Dengan cepat Reyzu keluar dari gubuk dan berjalan duluan meninggalkan mereka.


Masih ada sedikit rasa heran di hati mereka bertiga tentang berubahnya sikap Reyzu tadi, tetapi mereka menghiraukannya dan terus mengikuti jalan Reyzu dari belakang.


Entah kenapa, setiap Reyzu melangkahkan kakinya seperti semakin berat juga langkahnya, pelan-pelan dia melangkah tak terasa sudah sampai di tempat mereka memarkirkan sepeda.


Ketika mereka berempat mengambil sepeda yang terparkir dan mau menaikinya, ada sesuatu yang membuat mereka terdiam seketika.


Belum sempat mereka menaiki dan menjalankan sepedanya, ada seseorang yang memanggil mereka dengan suara sangat keras yang membuat mereka terdiam membatu di samping sepedanya.


" Hoiiii.....Kalian berhenti !!!! " Teriakan keras dari arah belakang mereka.


Teriakan seseorang yang sudah tidak asing lagi untuk mereka.

__ADS_1


~Next~


__ADS_2