Empat Serangkai

Empat Serangkai
Garasi Mobil


__ADS_3

Saat Pak Sugeng membuka pintu garasinya, alangkah terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat.


Nampak dalam garasi itu berjejer mobil-mobil mewah koleksi Pak Gerald selama ini.


Pak Sugeng menyuruh mereka masuk dan memilih mobil yang mereka akan pergunakan, sementara si kembar Rey memilih-milih mobil, Dion, Nino dan Deden pergi melihat-lihat mobil mewah yang belum pernah mereka temui secara langsung sebelumnya.


" Kalian silahkan pilih mobil mana yang akan kalian pakai...Nanti Pak Sugeng bantu ngeluarin, " Melempar-lemparkan kunci garasi di tangannya.


Mendengar apa yang dikatakan Pak Sugeng, si kembar Rey menjadi bingung mobil mana yang akan mereka pakai, karena semua mobil yang ada disana tergolong mobil mahal, jadi mereka takut kalau terjadi apa-apa nantinya.


Ketika bingung memilih, Reyza mempunyai ide untuk memakai mobil yang biasa di pakai Pak Akbar kalau lagi kerja.


Reyza


Memegang salah satu mobil yang ada di hadapannya entah mobil jenis apa itu, tetapi sangat elegan bila dilihat.


" Mobil yang sering di pakai Bapak aku yang mana Pak ? "


Menolehkan kepala menghadap Pak Sugeng dengan tangan yang masih memegang atap mobil yang terlihat sangat ceper itu.


Pak Sugeng


" Oohh...Kalau mobilnya Pak Akbar ada di sebelah sana, "


Mengarahkan jari telunjuknya ke mobil yang paling pojok.


Kemudian Pak Sugeng mengantar mereka untuk melihat lebih dekat mobil Pak Akbar tersebut.


" Ini mobil milik Pak Akbar, "



Memegang kap mobil tersebut dari depan.


Saat Pak Sugeng menunjukkan mobil milik Pak Akbar, membuat si kembar Rey heran dan tidak pernah menyangka hal itu.


Reyza


" Haahh.. Ini beneran mobil milik Bapak ? "


Menggelengkan kepalanya.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Reyzu, karena dia merasa kendaraan Pak Akbar saat di desa berbanding terbalik dengan yang ada disini.


Reyzu


" Buset...Di rumah setiap hari kalau kemana-mana cuma naik motor Honda Supra X 125 tapi disini dia malah naik Honda Civic Tipe R ...Gak tau lagi aku dengan orang itu, "


Mendekati mobil itu kemudian duduk di atas kap mobilnya.


Karena diantara semua mobil yang ada di garasi itu milik Pak Gerald, jadi Reyza memutuskan untuk memilih mobil kepunyaan Bapaknya itu, supaya kalau terjadi apa-apa di jalan gak terlalu beresiko.


Reyza


" Yaudah Pak...Kita pakai mobil ini aja, biar kalau ada apa-apa dengan mobilnya gak terlalu berat resikonya hahahaha, "


Berdiri disamping Pak Sugeng.


Karena si kembar Rey sudah memilih mobilnya, kemudian Pak Sugeng membantu mereka untuk mengeluarkan mobil tersebut dari garasi.


Pak Sugeng


" Kalau begitu kalian tunggu diluar...Pak Sugeng akan ngeluarin mobil ini dari garasi dulu, "


Dia bergegas masuk kedalam mobil dan mengecek sebentar kondisi mobil tersebut sebelum dipakai.


~ ( X ) ~


kemudian si kembar Rey mengajak Dion, Nino dan Deden untuk keluar dari garasi karena mereka mau berangkat.

__ADS_1


Saat Pak Sugeng sudah mengeluarkan mobilnya, dia memberikan kunci mobilnya kepada si kembar Rey sebelum dia pergi.


" Bapak tinggal dulu ya...Hati-hati di jalan, " Dengan sopan Pak Sugeng berpamitan.


" Iya..Makasih bantuannya Pak, " Ucap Reyza sebagai tanda terimakasihnya sudah di bantu.


Deden memutari mobil itu, agar bisa melihat lebih detail setiap sudut mobil yang di pilih si kembar Rey itu.


Sebelum berangkat Nino sedikit bertanya kepada mereka tentang siapa yang akan menyetir mobil tersebut, dimana salah satu aturan berkendara di jalan raya harus mempunyai SIM.


Nino


Berjalan mendekati si kembar Rey yang berada di depan mobil tersebut.


" Ini siapa yang akan menyetir ? "


Pandangan matanya mengarah ke si kembar Rey dan Dion yang sedang berjalan ke arah mereka.


Sebelum dari mereka bertiga menjawab, dari belakang si kembar Rey, Deden menyela omongan Nino.


Deden


" Kan kamu di desa punya mobil, masa gak punya SIM A ? "


Berdiri di samping Reyza.


Nino


" Kalau soal nyetir itu gampang...Yang sulit sekarang itu bikin SIM nya, "


Pandangan matanya mengarah ke Deden.


Saat mereka membicarakan tentang SIM, tiba-tiba Dion ikut menyela pembicaraan.


Dion


"Kalau mau mudah, tinggal lewat orang dalem,"


Karena gak mau mendengar orang ribut dan takut kemalaman, Reyzu langsung mengambil kunci mobil dari tangan Reyza dan segera masuk kedalam mobil karena dia yang akan nyetir.


Reyzu


" Aku yang akan nyetir, "


Membuka kaca dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Karena Reyzu sudah masuk duluan kedalam mobil dan bilang mau menyetir, mereka berempat tinggal ngikut aja.


Setelah semua masuk, mereka berlima pun berangkat tanpa tujuan yang jelas mau kemana karena ini baru pertama kalinya bagi mereka di kota ini.


~ ( Cerita Berpindah ) ~


" Tok..Tok..Tok "


" Buk..Bukak Pintunya...Mas mau masuk, "


Pak Akbar mengetuk-ngetuk pintu kamar Bu Sarah.


Bu Sarah yang sedang asik bermain HP di tempat tidur langsung terbangun saat Pak Akbar mengetuk pintu kamarnya.


Bu Sarah


Mematikan dan meletakkan HP di meja sebelah tempat tidurnya.


" Iya Sebentar !! "


Berjalan ke arah pintu sambil merapikan baju dan rambutnya yang sudah tidak memakai hijab.


Dia membuka pintu dan menyuruh Pak Akbar untuk segera masuk.

__ADS_1


" Masuk Mas "


Pak Akbar


Sebelum masuk, tidak lupa dia mencium kening Bu Sarah terlebih dahulu.


" Ibu wanginya tetap sama gak berubah, "


Sedikit menyanjung Istrinya.


Bu Sarah


Menutup hidungnya.


" Hhmm bau badan mas tetap sama...Masih bau kaya dulu, "


Mengejek Pak Akbar karena bau badanya.


Pak Akbar


Mencubit manja hidung Bu Sarah karena mengejeknya.


" Kan aku baru pulang kerja ya wajar...Setelah mandi Ibu pasti klepek-klepek, "


Masuk kedalam kamar.


Kemudian dia mengambil handuk dan bergegas mandi untuk menyegarkan badanya.


Setelah Pak Akbar selesai mandi dia rebahan manja di samping Bu Sarah dan menciumnya, dia berbincang-bincang sebentar mengenai si kembar Rey selama dia pergi.


"Gimana perkembangan Reyza dan Reyzu?"


Memeluk Bu Sarah seperti memeluk guling.


Bu Sarah


Memandangi wajah Pak Akbar


" Lumayan sih, tinggal nunggu waktu aja sampai mereka benar-benar siap, "


Memegang pipi Pak Akbar.


Pak Akbar


Mengelus rambut Bu Sarah dengan pelan untuk memanjakannya.


" Harapan kita ada pada mereka berdua, "


Bu Sarah


Meyakinkan Pak Akbar tentang kemampuan si kembar Rey guna mengelola perusahaan nantinya.


" Mas tenang aja, selama dua tahun ini aku sudah mengajari mereka semua tentang perusahaan yang pernah Ibu pelajari, "


Pak Akbar


" Kalau begitu syukur deh, aku nanti juga akan mengajari mereka secara pribadi, "


Menata bantalnya di posisi nyaman, menghadapkan badan dan kepalanya ke atas.


Bu Sarah


" Semoga aja mereka berdua bisa melakukannya ya Mas, "


Memeluk dan meletakkan kepalanya dia tas dada Pak Akbar.


Pak Akbar membalasnya dengan memeluk serta mencium Bu Sarah dengan penuh kasih sayang seorang suami kepada istrinya.


Tetapi setelah itu tidak ada yang tau apa yang sedang mereka berdua lakukan.

__ADS_1


~ Next ~


__ADS_2