
~ Suasana Hati Yang Kacau Di Kamar Yang Sunyi Sendirian ~
Semenjak Claras dilarang bermain lagi dengan si kembar Rey dan Deden, kebanyakan waktunya dia habiskan hanya di dalam kamar dan jarang keluar.
Claras sangat sedih mengenai keputusan ibunya yang melarang dia bermain lagi dengan teman-temannya karena hal itu membuat Claras tidak punya lagi teman bermain di rumah.
~ ( X ) ~
Papa Claras (Juragan kopi) yang belum mengetahui tentang kejadian itu, lantas menanyakannya ke Ibu Claras(Nyonya), perihal Claras yang akhir-akhir ini jarang keluar kamar.
Juragan Kopi
Duduk santai di sofa, menyeruput secangkir kopi dan menghisap rokoknya.
“ Claras akhir-akhir ini jarang keluar kamar ada apa sih Ma ? " Dengan heran bertanya.
Nyonya
Menyenderkan tubuhnya di sofa dengan kaki yang menyilang serta fokus bermain dengan HP di genggamannya.
“ Biarin aja dia didalam kamar terus....kalau lapar nanti juga keluar sendiri, "
Jawab nyonya tanpa memperhatikan Juragan.
Juragan Kopi
Mematikan rokoknya di asbak, meminum kembali kopinya dan bertanya ke kedua kalinya kepada Istrinya.
“ Ada apa sih sebenarnya?, "
~ ( X ) ~
Tak berselang lama kakak perempuan Claras yang suka mencampuri urusan orang lain tiba-tiba datang dan menyela omongan mereka.
Sekar
Dia datang dan duduk disamping Mamanya
“ Kemarin dia habis aku marahin sama Mama, "
Menyenderkan badanya dan mulai memainkan HP miliknya.
Juragan Kopi
Terkejut mendengar apa yang di katakan sekar, dengan tatapan serius melihat ke arah Nyonya dan sekar secara bergantian dengan posisi tangan yang menggenggam di atas lutut.
“ Kalian marahin Claras, emang salah apa dia?"
Semakin penasaran dengan apa yang dibuat Claras hingga di marahi oleh Nyonya dan Sekar.
~ ( X ) ~
Sebenarnya Claras merupakan anak kesayangan Papanya ( Juragan ), sehingga Claras dari kecil selalu dimanja oleh Papanya lebih dari kakaknya sendiri ( Sekar ).
Akan tetapi Papanya memiliki watak yang hampir sama dengan Ibu Claras yaitu sombong dan angkuh.
Sekar Menjelaskan semua alasannya kemarin kenapa dia sama Nyonya sampai memarahi Claras, sehingga membuat Claras sampai mogok makan dan jarang keluar kamar.
Setelah mendengar semua penjelasan sekar, ekspresi wajah juragan berubah 180° yang awalnya biasa saja sekarang terlihat marah.
Hal itu dikarenakan Juragan juga sangat membenci teman-temanya Claras tersebut, karena di anggap tidak layak untuk berteman dengan Claras yang dari keluarga kaya raya.
Juragan Kopi
“ Apaaa...Claras bermain-main lagi dengan anak-anak miskin itu !! "
Mengerutkan wajahnya, menggenggam erat kedua tangannya, tatapan seram mengarah lurus ke depan.
Sangat terlihat dari ekspresinya Juragan sangat tidak menyukai hal itu.
Nyonya
Menurunkan Kakinya, meletakkan HP yang di genggamnya ke meja dan mengarahkan pandangan kepada Juragan.
“ Makanya kemarin aku marahin dia agar kapok...kalau dia terus-terusin bisa malu-maluin kita nanti...Masa orang kaya mainnya sama anak-anak miskin, gak enak banget dilihatnya, "
__ADS_1
Sekar
“ Itu lahh hasilnya....anak yang selalu kalian manja itu....jadi seenaknya sendiri kan sekarang, dasar anak gak tau diri, ”
Menyela pembicaraan kemudian membuang pandangan setelah berbicara.
~ ( X ) ~
Dikarenakan perutnya yang sudah tidak bisa menahan lapar dan haus lagi, Claras memutuskan untuk keluar kamar sebentar untuk makan.
Awalnya dia tidak tau kalau kedua orang tua dan kakaknya lagi membicarakan tentang dirinya.
Ketika sedang menuruni anak tangga, Sekar melihatnya dan memberitahukan ke Juragan yang sedari tadi sudah menunggu Claras keluar dari kamarnya.
Sekar
Tangan sedekap dengan sorot mata yang mengarah ke Claras yang sedang menuruni tangga.
“ Paa....lihat tuhh, anak manja udah keluar kamar tuh, "
Sorot mata Claras menjadi isyarat untuk Juragan.
~ ( X ) ~
Melihat tatapan kakaknya yang tajam mengarah ke dia, Claras sudah bisa menebak apa yang akan terjadi dan berusaha untuk tidak menghiraukannya, Claras terus menuruni tangga dengan tatapan mata mengarah ke bawah.
Saat Juragan memanggilnya, dia berusaha untuk menghiraukannya dan terus berjalan mengarah ke dapur.
Akan tetapi panggilan terakhir Juragan membuat Claras diam dan tidak berani melangkah lagi, dikarenakan dari nada memanggilnya Juragan sudah sangat Kesal dan marah atas perilaku Claras.
Juragan Kopi
Berdiri dari tempat duduknya, dengan nada tinggi memanggil Claras.
“Clarass...”
“Clarasssssss...”
“Clarassssssssss.....berhenti kamu...sudah berani ya kamu melawan Papa !! "
“ Hadap kesini kamu, Papa mau bicara sama kamu !! ”
Claras
Berbalik badan menghadap ke arah Juragan dengan kepala yang tertunduk.
Dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah dan mendengarkan omongan Juragan.
" Iya Pa.. "
Tampak Clasras sangat ketakutan.
Juragan Kopi
“ Aku sudah mendengar dari Mama dan Kakakmu kalau kamu bermain lagi dengan anak-anak miskin itu.....Sudah berapa kali Papa bilang jangan main sama anak-anak itu lagi, Paham !!! ”
Tangan Juragan sudah sangat geram ingin memukul Claras tapi masih bisa dia tahan.
Nyonya
“ Kalau saja Papa nurutin omongan aku buat sekolahin Claras ke kota sama dengan Sekar, hal-hal seperti ini pasti tidak akan mungkin terjadi, "
Memandang Claras dengan sinis.
Juragan Kopi
Sedikit membungkukkan badan, memegang erat kedua bahu Claras dan menatap tajam ke arah mata Claras.
“ Papa dulu sekolahin kamu disini karena kamu yang minta, kalau tidak aku sudah sekolahin kamu ke kota sama dengan kakakmu, "
Memalingkan wajahnya kearah Sekar
Claras
Dia sudah tidak tahan lagi ketika terus menerus di sudutkan, Claras berusaha untuk membela diri tetapi itu sia-sia karena mereka selalu membantah omonganya.
__ADS_1
“ Tapi Paaa...mereka semua itu teman-teman aku...hanya mereka yang selalu ada buat aku, "
Mata Claras mulai berkaca-kaca.
Juragan Kopi
“Apa hanya mereka yang mau berteman dengan kamu...Banyak anak-anak orang yang lumayan kaya di desa ini yang menyekolahkan anaknya disini, seharusnya kamu bisa cari teman yang sederajat dengan kamu, bukan malah memilih berteman dengan anak-anak miskin itu !! "
Claras
Hati dan perasaan Claras sudah mulai goyah, dia sudah tidak bisa menahan lagi cacian dari Juragan.
“ Aku mau berteman dengan mereka karena mereka baik dengan aku dan tidak pernah nyakitin aku, "
Tak terasa air mata Claras mulai jatuh membasahi pipi.
Sekar
Maju beberapa langkah mendekati Claras dan Juragan
“ Halaahhhh...itu hanya alasan kamu aja untuk membela dirikan...siapa juga yang tidak mau berteman dengan anak orang kaya...benarkan Maaa, "
Melihat ke arah Nyonya dan Senyum licik dari Sekar menghiasi wajahnya.
Nyonya
Mendekati Sekar, berdiri disampingnya dan menyedekapkan kedua tangannya.
“ Bener kata Kakak kamu...bisa jadi mereka baik dengan kamu itu pasti ada maunya gak mungkin enggak, "
Mendukung apa yang dikatakan Sekar.
Claras
“ Engg...ennggak kok Pppaaaaa...mereka beneran baik dengan aku, mereka gak pernah minta apa-apa sama aku, "
Tangis Claras pun pecah, dengan kepala tertunduk dia menangis tersedu-sedu.
Claras sudah tidak bisa melakukan apa-apa untuk melawan mereka.
Juragan Kopi
Akan tetapi Juragan lebih percaya terhadap omongan Nyonya dan Sekar dari pada penjelasan Claras sendir.
Dia sedikitpun tidak mendengarkan dan mempercayai apa yang dikatakan oleh Claras.
" Sudah diam kamu...benar apa kata Mama dan Kakak kamu, orang-orang miskin hanya memanfaatkan kamu...mereka berteman sama kamu pasti ada maunya karena kamu itu anak orang kaya, apa yang mereka mau pasti kamu bisa memberikannya atau jangan-jangan kamu dipaksa dan diancam oleh mereka sehingga kamu menuruti semua perkataan mereka, "
Sekar
Memperkeruh keadaan dengan bebicara tanpa ada bukti.
“ Pasti di ancam kan kamu, cepat bilang biar aku kasih pelajaran buat mereka, ”
****Claras****
Semakin Sekar bicara semakin benci juga Claras dibuatnya.
karena sudah tidak tahan, dia membantah ucapan Sekar di hadapan Juragan.
“ Aku bilang enggak ya enggak...mereka itu anak-anak baik tidak seperti yang kalian pikirkan, "
Juragan Kopi
“ Ooohhh sudah berani teriak-teriak didepan Papa ya kamu...pasti ini karena pengaruh dari anak-anak itu !! ”
Memegang kepala Claras dengan paksa menghadapkannya tepat di depan wajahnya.
~ ( X ) ~
Claras yang sudah tidak tahan lagi, menepis tangan ayahnya dan berlari menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Claras mengunci pintu dan berbaring di tempat tiduran sambil memeluk boneka kesayangannya.
Claras meratapi nasib dirinya dan berfikir kalau pertemanan mereka berempat akan berakhir sampai disini, akan tetapi Claras yakin suatu saat pasti bisa bersatu lagi dengan mereka meski resikonya sangat besar.
__ADS_1
Dia juga yakin kalau si kembar Rey dan Deden selalu menanti kehadiran dirinya lagi.