
Setelah terjadi beberapa drama kocak diantara mereka, akhirnya mereka semua pun bisa menikmati sarapan bersama meskipun waktunya sudah agak kesiangan kalau untuk sarapan.
Makanan yang dihidangkan cukup banyak dan juga terlihat sangat lezat serta menggugah nafsu makan ketika melihatnya, dengan nikmat mereka semua menyantap hidangan sarapannya.
Setelah semua sudah selesai sarapan, mereka tidak langsung pergi meninggalkan ruang makan tersebut, akan tetapi saling mengobrol sekaligus beristirahat sebentar sebelum melakukan aktivitas lainya.
Di sela-sela obrolan mereka, Bu Sarah memberitahu si kembar Rey, Dion, Nino dan Deden, bahwa dirinya akan akan mengajari mereka tentang beberapa ilmu perkuliahan terutama di bidang bisnis untuk bekal kuliah mereka nantinya.
Hal itu menandakan kalau Bu Sarah menginginkan mereka untuk mengambil jurusan yang bisa berguna dan berhubungan langsung dengan dunia bisnis.
Bu Sarah
Membersihkan mulutnya dengan tisu sebelum berbicara.
"Sebelum kalian daftar dan masuk ke dunia perkuliahan, Ibu akan mengajari kalian semua tentang dasar-dasar dunia bisnis yang pernah ibu pelajari dulu semasa kuliah,"
Tatapan matanya mengarah kepada mereka berlima dengan serius karena demi masa depan mereka.
Pak Gerald langsung setuju dengan niat Bu Sarah yang ingin mengajari mereka tentang ilmu bisnis, karena sebenarnya dia juga sangat berharap kalau merekalah yang nantinya akan meneruskan perusahaan mereka yang sudah lama berdiri.
Pak Gerald
Menjentikkan jarinya dengan tersenyum sebagai tanda kalau dirinya setuju dengan apa yang dikatakan Bu Sarah.
" Bagus itu, Papa setuju dengan kamu, "
Di dalam hatinya di penuhi keyakinan kepada mereka.
Bu Sandra pun ikut setuju karena hal itu bisa menjadi bekal yang bagus untuk masa depan mereka, dia juga mengusulkan untuk mendaftarkan mereka kuliah di universitas ternama agar mendapat kualitas pendidikan yang terjamin.
Bu Sandra
" Mama juga setuju, "
Mengarahkan pandangannya kepada Bu Sarah.
" Kalau perlu nenek sendiri yang akan carikan kalian universitas yang bagus, "
Memandang si kembar Rey, Dion, Nino dan Deden dengan penuh keseriusan.
Untuk keinginan Bu Sarah sendiri mereka berlima setuju-setuju aja karena itu akan berguna untuk mereka, akan tetapi untuk usulan Bu Sandra, Reyza tidak mau menerima begitu saja karena di anggap terlalu berlebihan.
Reyza
Sedikit mengerutkan keningnya saat berbicara.
" Kalau untuk keinginan Ibu yang akan mengajari kita tentang bisnis, kita oke-oke ajalah...Tetapi kalau untuk usulan nenek itu gimana ya ngomongnya ? menurutku terlalu berlebihan sih, "
Reyzu pun bersependapat dengan Reyza karena dia juga menganggap hal itu terlalu berlebihan.
__ADS_1
Reyzu
"Bener tuhh yang dikatakan Reyza, nenek gak perlu susah buat cariin universitas buat kita, disini sini kan ada universitas yang bagus seperti UNIKODARi (Universitas Kota Widodari), jurusannya di sana juga lengkap,"
Dia menyarankan salah satu universitas yang sudah menjadi incarannya karena kualitasnya cukup baik.
Reyza
Menjelaskan beberapa hal yang telah dia ketahui tentang UNIKODARI.
" Nah salah satunya ya universitas itu, aku sudah membaca beberapa artikel tentang universitas itu dan spesifikasinya cukup bagus dan berkualitas, "
" Kita berdua ingin masuk ke sana sekaligus dengan si Deden, tetapi untuk kalian berdua ( Dion dan Nino ) aku tidak bisa memaksa kalian untuk ikut bersama kita, kalau kalian punya pilihan lain silahkan dan kalau mau ikut kita juga silahkan, itu hak kalian untuk memilih sesuai keinginan kalian sendiri, "
Menatap Dion dan Nino dengan apa adannya.
Deden setuju saja dengan apa yang menjadi keputusan si kembar Rey, tetapi Dion dan Nino yang tidak ingin terus-terusan merepotkan keluarga si kembar Rey, mempunyai niat untuk hidup mandiri saja.
Dion
Mengerutkan keningnya dan diam sejenak untuk memikirkan keputusan yang akan di ambilnya.
" Kemungkinan aku akan pisah dulu sama kalian, gak enak juga kalau aku terus-terusan tinggal disini yang ada nanti malah ngerepotin kalian, "
Nino langsung setuju dengan apa yang dikatakan Dion, mau bagaimanapun Dion adalah sahabatnya dari kecil dan tidak mungkinkan dia mau meninggalkannya sendirian.
Nino
" Kalau begitu aku setuju denganmu, kita nanti tinggal serumah kan ? "
Merangkul Dion dengan tangan kirinya karena posisi duduknya di sebelah kiri Nino.
Mendengar keputusan Dion dan Nino yang ingin hidup terpisah dengan mereka, Bu Sandra langsung tidak menyetujuinya karena dari awal kedatangan mereka sudah dianggap seperti keluarga.
Bu Sandra
" Terus kalian berdua ingin pergi dari rumah ini gitu ? tidak bisa semudah itu, karena kalian sudah masuk ke dalam rumah ini jangan harap bisa keluar sebelum kalian benar-benar bisa mencari uang sendiri !! "
Mempertegas ucapannya seperti sedang mengancam mereka.
Bu Sarah juga tidak mau kalau mereka berdua hidup berpisah, karena kehidupan mereka disini adalah tanggung jawabnya.
Bu Sarah
Mendukung penuh apa yang dikatakan Bu Sandra dan malah ikut menakut-nakuti Dion dan Nino agar tidak jadi dengan keputusannya.
" Bener tuh Mah...Enak aja mau pergi dari sini, lagian kalian kesini bareng sama Ibu jadi mau tidak mau kalian harus nurut apa kata Ibu, paham kan !!! "
Berpura-pura marah padahal dalam hatinya tertawa karena cuma mau ngerjain aja.
__ADS_1
Dion dan Nino langsung kena mental dan tidak berani menjawab, bahkan mereka berdua hanya tertunduk dan tidak berani mengangkat kepalanya.
Saat Dion dan Nino tertunduk itu, Bu Sandra dan Bu Sarah saling menatap dan tertawa karena apa yang mereka lakukan hanya bercanda untuk menakut-nakuti Dion dan Nino agar tidak jadi dengan keputusannya.
Pak Gerald, si kembar Rey dan Deden yang melihat tingkah Bu Sandra dan Bu Sarah, hanya bisa menepuk jidat dan menggelengkan kepalannya.
Karena tidak ingin Dion dan Nino salah paham, Pak Gerald pun berusaha menjelaskan apa yang di katakan Bu Sandra dan Bu Sarah tadi.
Pak Gerald
" Gini ya lee...Kalau kalian mau hidup mandiri itu gak masalah, tetapi lebih baiknya kalian tetap tinggal disini saja sama teman-teman kalian agar tidak saling berjauhan, "
Pelan-pelan dia memberi sedikit nasihat kepada Dion dan Nino.
Ketika Pak Gerald yang berbicara, Dion dan Nino baru berani mengangkat kepalanya dan pada saat itu juga Bu Sandra dan Bu Sarah kembali bersikap tegas untuk menutupi bercandanya tadi.
Dion
Mengangkat sedikit kepalanya menatap ke arah Pak Gerald tanpa berani melihat Bu Sandra dan Bu Sarah yang terlihat masih marah itu.
" Tapi..."
Belum sampai di berbicara, tetapi lagi-lagi Bu Sandra menyela.
Bu Sandra
" Gak usah tapi-tapi, rumah ini sudah menjadi penjara untuk kalian !! "
Kembali mempertegas kata-katanya.
Bu Sarah
" Dan Ibu adalah polisinya !!! "
Mengerutkan keningnya untuk mempertajam matanya agar terlihat garang.
Karena tidak punya pilihan lain, Dion dan Nino mau tidak mau harus menuruti tuan rumah agar aman.
Dion
" Yaudah kalau begitu, aku akan tetap bersama si kembar Rey, "
Mulai berani menatap Bu Sandra dan Bu Sarah meskipun hanya melirik.
Nino
" Dari pada di marahin lagi, aku ikut kalian aja buat cari aman, "
Di dalam hatinya seperti tertekan dengan suatu pilihan yang sulit.
__ADS_1
Bu Sarah dan Bu Sandra kembali senang karena rencana mereka berhasil, tetapi mereka berdua menahan ketawanya agar tidak ketahuan kalau sebenarnya yang mereka lakukan tadi hanya bercanda saja.
~ Next ~