
Lingkaran mentari pagi dengan perlahan mulai terangkat, cahaya berwarna merah cerah dengan tajam menunjukan sinarnya mengalahkan setiap kegelapan yang menyelimuti.
~ Persiapan Pagi ~
Di pagi itu mungkin sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana para nyonya dan pembantu di kediaman rumah Pak Gerald sudah di sibukkan dengan urusan dapur.
Yang biasanya mereka menyiapkan sarapan pagi lebih dari jam tujuh, sekarang mereka harus menyiapkannya lebih awal agar bisa siap pada waktunya.
Bagaimana tidak ? hari ini adalah hari dimana anak-anak mereka pertama kali masuk kuliah guna meraih masa depannya, jadi mereka harus melakukan sesuatu yang terbaik untuk anak-anak itu.
Di ruang makan yang cukup luas, terlihat satu persatu makanan mulai tertata rapi di atas meja, padahal jam masih menunjukkan waktu kurang dari jam setengah tujuh. Sangat cepat bukan ? mengingat makanan yang mereka siapkan tidak hanya satu atau dua menu, melainkan banyak sekali menu sarapan yang sangat menggiurkan dan siap di santap.
Yaa !! kalau hanya dua nyonya itu yang masak mungkin belum tentu cukup dalam waktu yang singkat seperti itu. Bak seorang chef di restoran, kedua nyonya itu semestinya dibantu oleh ketiga pembantunya yang siap siaga dan cekatan dalam hal permasakkan dan bersih-bersih rumah kan ? .
~ Ruang Keluarga ~
Si kembar Rey, Dion, Nino dengan acuh satu sama lain turun dari lantai atas langsung menuju ke ruang keluarga untuk mengobrol sebentar.
Tepat di ruang keluarga, mereka saling pandang dengan tatapan mata acak saling mengamati satu sama lain dengan ekspresi yang berbeda-beda dari setiap wajah yang saling bertatapan.
Keheningan sesaat terjadi diantara mereka, sebelum mereka berlima tertawa bersama saling menertawai satu sama lain hingga terdengar sampai ruang makan yang ada di belakang mereka.
Mereka tertawa bukan tanpa alasan, mata mereka saling memancarkan keanehan satu sama lain dalam satu waktu. Pakaian rapi baju putih berlengan panjang dengan celana hitam panjang yang mereka pakailah yang mengundang gelak tawa diantara mereka.
Dengan berpakaian seperti itu, kepribadian asli mereka seakan tertutupi dengan sangat rapat, dari yang awalnya nampak remaja yang sangat garang bak seekor singa sekarang menjadi seperti kucing culun yang lucu ketika dipandang.
Ketika gelak tawa diantara mereka pecah, terlihat Deden baru saja turun dari lantai atas berjalan menghampiri mereka berempat dengan percaya dirinya.
Empat pasang mata itu, langsung mengalihkan pandangannya kepada Deden yang sudah ada di hadapan mereka. Melihat Deden, mereka berempat seakan nostalgia dan sekilas melihat bayangan masa kecil Deden yang culun dan sering di bully oleh Dion dan Nino dahulu.
Reyzu
Sambil tertawa, dia berjalan ke arah Deden dan langsung meraihnya.
" Ada pria culun dari mana ini ? hahaha, "
Ejeknya dengan tangan gemas yang langsung mengacak-ngacak rambut Deden.
Reyza, Dion dan Nino juga ikut tertawa melihat penampilan Deden yang terlihat jauh lebih kocak dari pada mereka. Si Deden yang diejek sama mereka berempat seakan acuh dan malah ikut tertawa.
__ADS_1
Dari awal Deden emang sudah berniat untuk berpenampilan se culun mungkin karena suatu alasan tertentu, oleh sebab itu dia sudah mempersiapkan sebuah kaca mata yang akan dia pakai nantinya.
Dari sudut pandang Dion, melihat penampilan Deden dia sampai teringat dengan masa kecilnya yang sering membully si Deden. Tapi tanpa ada yang menduga, mereka sekarang malah menjadi teman dekat dan kemana-mana selalu pergi bersama.
Deden
Ikut tertawa saat melihat penampilan mereka berempat yang tidak jauh berbeda dengan dirinya.
" Sebentar jangan ketawa dulu !!! masih ada lagi selain ini ? "
Mendengar apa yang dikatakan Deden, si kembar Rey, Dion, dan Nino memelankan nada ketawanya dan fokus melihat apa yang akan dilakukan oleh Deden.
Deden membuka tasnya dan mengambil sebuah kaca mata yang telah dia persiapkan sebelumnya, kemudian langsung memakainya.
" Gimana, bagus gak ? "
Tanyanya di iringi dengan gelak tawa pelan yang keluar dari mulutnya.
Mereka berempat kembali tertawa pelan melihat penampilan Deden yang semakin kocak dengan kaca mata yang dipakainya.
Di saat tawa mereka yang saling bersautan itu, dari arah belakang mereka Bu Sarah muncul dan menegur mereka karena membuat gaduh seisi rumah dengan ketawa mereka.
Bu Sarah
" Hustt !! Kalian pagi-pagi sudah buat gaduh aja dirumah, "
Pandanganya melihat secara acak kelima orang berpakaian putih hitam di ruang kelurga itu.
Saat di tegur itulah, kelima pasang mata spontan langsung menoleh dan seketika diam ketika melihat Bu Sarah yang berdiri agak jauh di belakang mereka.
" Udah jam setengah tujuh, cepat sarapan nanti terlambat, "
Segera berbalik dan kembali ke ruang makan setelah berbicara.
Setelah mendapatkan perintah itu, mereka langsung bergegas menuju ruang makan dengan meninggalkan tas sekolah mereka dengan acak di sofa.
~ Di Ruang Makan ~
Satu persatu dari mereka mulai duduk dengan rapi di setiap kursi yang ada, akan tetapi di pagi itu tidak nampak Pak Gerald di tengah-tengah mereka karena masih melakukan rutinitas paginya yaitu joging pastinya.
__ADS_1
Setelah berdoa mereka semua mulai makan dengan sedikit tergesa-gesa karena takut terlambat untuk masuk, mereka tidak ingin membuat masalah di hari pertamanya masuk kuliah agar tidak terlihat buruk di mata orang-orang di kampus nanti.
Tujuh menit kemudian setelah selesai degan sarapannya, mereka berlima langsung bergegas mengambil tas di ruang keluarga dan beranjak keluar dari rumah untuk mengambil sepatu dan memakainya.
Bu Sarah dan Bu Sandra mengikuti mereka berlima keluar rumah guna untuk mengantar kepergiannya. Selagi si kembar Rey dan teman-temannya sibuk memakai sepatu, Bu Sandra menanyakan perihal transportasi yang akan mereka pakai untuk berangkat.
Bu Sandra
Berdiri di samping Bu Sarah yang juga terlihat sedang mengamati.
" Kalian berangkat naik apa ? "
Bertanya secara acak kepada mereka.
Reyza
Menjawab pertanyaan Bu Sandra sambil mengikat tali sepatunya.
" Kita sudah pesan ojol bu tadi, "
Bu Sarah
Mencoba menawarkan transportasi yang lebih baik kepada mereka.
" Kenapa gak pakai mobil sendiri aja, kalau gak berani ada Pak Sugeng yang siap antar ? "
Reyzu
Berdiri dan menghadap ke arah Bu Sarah dan Bu Sandra.
" Kita naik ojol ajalah Buk !! Naik mobil nanti malah dikira pamer, "
Saat Reyzu berbicara, satu persatu dari mereka mulai berdiri dengan tas yang sudah mencangklong di pundak mereka.
Bu Sarah dan Bu Sandra hanya mengangguk mendengar jawaban Reyzu, tak lama kemudian ojol yang sudah mereka pesan akhirnya sampai di depan rumah.
Si kembar Rey mulai berpamitan dengan Bu Sarah dan Bu Sandra di ikuti oleh Dion, Nino dan Deden. Mereka bersalaman dan meminta doa restu agar diberi kelancaran dan keselamatan dihari pertama masuk kuliah ini.
Pandangan mata Bu Sarah dan Bu Sandra mengantar kepergian si kembar Rey dan ketiga teman-temanya yang satu persatu mulai menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
~ Next ~