
UNIKODARI terletak kurang lebih 8-10 km dari tempat tinggal mereka, dengan kecepatan normal dan kondisi jalan yang lenggang biasanya bisa di tempuh dalam waktu 10 menit saja.
Akan tetapi nasib sial menimpa mereka berlima pagi ini, selain berangkat terlalu siang beberapa menit kondisi jalan yang mereka lewati sekarang cukup ramai hingga terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan menuju kampus UNIKODARI.
Perjalanan mereka sekarang seperti sedang balapan melawan waktu yang terus mengejar dari belakang, dengan kondisi jalan yang seperti itu mengharuskan mereka lewat jalan pintas ke arah gang-gang sempit pemukiman warga yang berjejer seperti tanpa celah.
Reyzu yang naik ojol paling depan, dengan tegas dan sedikit memaksa menyuruh driver ojol itu lebih mempercepat laju motornya meskipun posisi mereka sekarang ada di gang sempit pemukiman.
Reyzu
Bolak balik mengecek jam HP yang di bawanya dengan raut wajah yang sedikit cemas.
" Pak lebih cepat pak !! Kurang sedikit lagi kita nyampe, lebih cepat pak !! "
Menepuk-nepuk pundak driver ojol itu dengan tegas dan sedikit melakukan paksaan.
~ Tancap Gas ~
Driver ojol itu langsung mengangguk dan dengan semangatnya menancapkan gasnya di ikuti oleh driver ojol di belakangnya yang ikut mempercepat laju motornya.
Jalan gang sempit itu seketika menjadi arena balap untuk mereka, satu persatu halangan dan tikungan dengan lancar mereka trabas hingga siapa saja yang berpapasan dengan mereka langsung menyingkir dan bergumam dengan kata-kata kotor mereka.
Ketika para driver ojol sangat bersemangat, disitulah si kembar Rey dan ketiga temannya serasa naik rollercoaster di daratan, mereka berlima berpegangan erat, aliran nafas seakan berhenti beberapa saat dan seluruh tubuh mereka menjadi dingin dengan jantung yang berdetak semakin keras, tanpa di sadari kalimat doa juga mulai terucap di hati mereka yang serasa mau lepas itu.
Dengan perasaan yang kacau dan campur aduk, di depan Reyzu bisa melihat kalau mereka akan kembali keluar gang menuju jalan utama. Saat itu Reyzu bisa sedikit bernafas lega dan merasa menyesal karena tadi sudah menyuruh driver ojol itu untuk mempercepat laju motornya. Dia menjadi sedikit trauma setelah mengalami kejadian yang menguras adrenalinnya itu.
__ADS_1
Saat sudah di jalan utama, driver ojol itu perlahan mulai mengurangi laju motornya karena memasuki daerah ramai pengendara. Reyzu kembali melihat jam HP nya yang sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit.
Kejadian sial menimpa mereka lagi, di saat kampus UNIKODARI sudah samar-samar nampak di hadapan mereka karena jaraknya sudah lumayan dekat. Suatu hal yang tidak pernah mereka harapkan terjadi, mereka mau tidak mau harus berhenti di karenakan kelima ojol yang membawa mereka harus di hentikan polisi yang bertugas karena sedang ada rahasia surat-surat kendaraan.
Waktu sekarang sudah menunjukkan pukul tujuh kurang dua menit, sekitar tiga menit lagi mereka harus benar-benar sudah sampai di kampus kalau tidak ingin benar-benar terlambat di hari pertama mereka masuk kuliah.
Reyzu
Mengeluarkan uang dari sakunya, langsung memberikannya ke driver ojol yang dinaikinya tadi.
" Ini pak ongkosnya, "
Tanpa aba-aba dia langsung berlari terlebih dahulu meninggal ke empat orang itu yang masih di selimuti ke khawatiran di hati mereka.
Reyza, Dion, Nino dan Deden spontan melihat Reyzu yang berlari meninggalkan mereka setelah terlihat memberi uang ke ojol tersebut. Tanpa basa-basi mereka secara bersamaan melakukan hal yang sama dan bergegas berlari menyusul Reyzu yang sudah beberapa puluh meter di depan mereka.
Terdapat empat sosok orang yang berdiri di depan gerbang dengan memperlihatkan wajah garangnya seakan-akan bisa melahap siapa saja yang berani macam-macam dengan mereka.
Empat sosok itu terdiri dari tiga lelaki dan satu orang perempuan, dua dari ketiga orang laki-laki itu memiliki postur badan yang cukup tinggi, berambut pendek acak-acakan, bermata tajam seperti bisa menyapu siapa saja orang yang berhadapan langsung dengan mereka. Satu orang lelaki diantara kedua orang itu, memiliki postur tubuh yang lebih pendek dengan badan yang lumayan gempal, rambutnya yang panjang dan terikat kebelakang bak seorang preman pasar yang siap menindas siapa saja yang ada dihadapannya.
Dan yang terakhir ada seorang perempuan berkulit putih susu dengan rambut yang terurai hingga kebawah pundaknya, parasnya yang cantik dan menawan bisa membuat siapa saja yang menatapnya jatuh kedalam haluan dan lupa akan dirinya sendiri, akan tetapi kecantikan wajahnya itu seakan tertutupi dengan sikap dingin dan tatapan tajam kedua matanya.
Pasti semua bisa menebak bukan ? Ya..betul !!ke empat orang itu merupakan para mahasiswa senior kampus yang sudah siap siaga di semua kondisi untuk mengecek kedisiplinan seluruh mahasiswa baru tanpa terkecuali. Nasib naas akan terjadi kepada siapa saja yang melanggar peraturan kedisiplinan bagi para mahasiswa baru yang masuk untuk hari ini dan seterusnya selama kegiatan ospek ini berlangsung.
Nasib naas itu mungkin akan terjadi kepada si kembar Rey, Dion, Nino dan Deden bila mereka sampai benar-benar terlambat di hari ini, mengingat posisi mereka sekarang benar-benar sangat tidak menguntungkan.
__ADS_1
Dan benar saja !! Sesuatu yang tidak pernah diharapkan itu benar-benar terjadi kepada mereka tanpa ada sedikitpun celah untuk mereka lolos menghadapi sanksi yang akan mereka terima.
Reyzu yang sampai duluan di depan gerbang, mau tidak mau harus menelan pil pahit saat dirinya di cegat oleh ke empat senior kampus yang terlihat sangat bahagia seperti orang yang baru saja menemukan selembar uang di jalanan.
Hal itu tentu saja bukan cuma Reyzu yang mengalami, Reyza, Dion, Nino dan Deden yang ada berada di belakang juga mengalami hal yang sama, raut wajah mereka secara bersamaan memancarkan aura kekecewaan yang sangat besar dengan perasaan campur aduk yang belum pernah rasakan sebelumnya.
Senior 1
Mencegat Reyzu dengan sebuah tongkat kecil tumpul yang dari tadi di bawanya.
" Eitss !! Mau kemana kamu anak baru ? "
Kata-kata dan tatapan sinis nya mengarah langsung ke Reyzu, seperti seorang majikan memperlakukan pembantunya dengan tidak hormat.
Ketiga senior lainya ikut datang mendekat mengerumuni dan mengecek satu persatu dari kelima orang itu.
Senior 3
Memegang dan membelai rambut ikalnya sambil berjalan dengan tatapan sinis nya ke arah Reyza, Dion, Nino dan Deden.
" Kalian semua kesini !! Cepat !! "
Dengan garang dan tegas dia berbicara dengan mata yang sedikit melotot menambah kegarangan di wajahnya.
Ke empat orang itu selain Reyzu yang terpisah, mereka tanpa kata mengikuti perintah dari senior itu, tidak ada satupun dari mereka yang berani mengangkat kepalanya menatap wajah dari senior-senior.
__ADS_1
Dengan kepala tertunduk mereka berjejer rapi di tempat dimana senior tadi menyuruhnya tanpa terkecuali.
~ Next ~