
Dari luar terdengar suara lirih mobil yang mulai meninggalkan halaman, dari dalam rumah si kembar Rey berjalan ke luar di ikuti oleh Dion, Nino dan Deden dari belakang.
Reyzu berjalan turun kurang lebih empat anak tangga pada teras depan rumah, pandangan matanya melihat sekeliling rumah sebelum kembali naik ke teras menghampiri Reyza.
Reyzu
Berhenti tepat di depan Reyza kemudian bertanya.
" Kelihatanya kakek sudah jauh !! gimana kita susul apa gak ? "
Memalingkan wajahnya kembali ke arah halaman.
Reyza diam sejenak berfikir, pandanganya matanya secara acak melihat ke sekelilingnya. Dion dan Nino berdiri tegak di belakang Reyza sambil mendengarkan, sedangkan Deden berjalan ke arah anak tangga dan mendudukinya.
Dari dalam rumah, secara bergantian Bu Sarah di susul Bu Sandra di belakangnya, keluar dari pintu yang terlihat terbuka sepenuhnya. Dion dan Nino yang melihat kedatangan mereka otomatis sedikit bergeser memberi jalan dan ruang gerak untuk kedua orang tua itu.
Bu Sarah
Menepuk pundak Reyza yang sedang berdiri membelakangi dirinya.
" Kalian mau pergi kemana ? "
Tanyanya sambil berjalan ke depan Reyza.
Melihat kedatangan Bu Sarah, secara alami Reyza langsung menoleh dan dengan ragu-ragu tanpa sesuatu yang pasti Reyza menjawab pertanyaan yang di tunjukkan kepadanya itu.
Reyzu sedikit menggeser posisinya ke samping Reyza, sedangkan Deden terus mengamati dari arah tangga.
Reyza
Cengengas-cengenges tersenyum kepada Bu Sarah dan Bu Sandra yang sudah ada di depan dan sampingnya.
" Gak kemana-mana kok Bu, "
Sikut kananya dengan sengaja menyenggol-nyenggol tangan Reyzu sebagai isyarat kepadanya.
Sorot mata Reyzu yang awalnya tertuju kepada Bu Sarah seketika itu langsung reflek berpaling ke arah isyarat yang di berikan Reyza, tidak butuh waktu lama Reyzu bisa memahami isyarat tersebut.
Reyzu
Tersenyum tipis hingga terlihat beberapa giginya.
" Rencana !! sebelum masuk kuliah besok, kita akan jalan-jalan untuk merefreshing otak kita agar tidak terlalu tegang hehe, "
Secara acak memandang orang yang di depannya.
Reyza
Meminta izin mengenai apa yang baru saja Reyzu katakan.
" Boleh gak Bu ? "
Sedikit memohon agar di berikan izin.
Deden yang dari tadi masih duduk di tangga, lekas berdiri dan berjalan menghampiri Dion dan Nino yang masih diam tegak berdiri di belakang si kembar Rey.
Bu Sandra
Berjalan beberapa langkah ke depan, berdiri tepat di samping Reyza kemudian merangkul pundaknya.
" Boleh-boleh aja asal tetap hati-hati dan jangan keluyuran terlalu jauh, "
Bu Sarah
__ADS_1
Mengangguk di barengi dengan senyum tipis dari wajahnya.
" Kalau mau pergi ya pergi aja, tapi kalau pulang jangan terlalu sore, "
Si kembar Rey saling menatap dengan penuh kegembiraan di hati mereka karena sudah mendapatkan izin dari kedua orang tua itu.
Reyzu
" Makasih Bu, Nek .... Kalau begitu kita pergi dulu ya, keburu siang, "
Menjulurkan tangannya dan sesegera mungkin bersalaman dan mencium tangan kedua orang tua itu untuk berpamitan, kemudian langsung berjalan pergi menuruni anak tangga.
Reyza
" Kita pamit Bu, "
Bergantian bersalaman bersalaman kepada Bu Sandra dan Bu Sarah.
Di belakang mereka berdua, Deden, Nino dan Dion yang berada di paling belakang juga berpamitan dan segera menyusul si kembar Rey.
Saat Deden dan Nino sudah berjalan duluan, Dion di tahan sebentar oleh Bu Sarah untuk bertanya sesuatu hal.
Bu Sarah
Memegang erat dan menahan tangan kanan Dion saat bersalaman dengannya.
"Kalian sebenarnya mau pergi kemana sih? "
Tanyanya dengan penasaran.
Bu Sandra yang juga ingin tahu segera memasang kedua telinganya untuk mendengarkan, akan tetapi Dion diam sejenak dengan bingung karena dirinya juga tidak tahu kemana si kembar Rey mau membawa mereka semua.
Dion
" Saya juga gak tahu Bu, si kembar Rey sama sekali gak bilang mau pergi kemana, "
Berkata apa adanya tanpa ada kebohongan tentang apa yang baru saja dia katakan.
Bu Sarah yang melihat sorot mata Dion yang kosong, sudah cukup membuktikan kalau Dion berkata jujur kepadanya.
Bu Sarah
Sedikit menghela nafas sebelum berbicara.
" Yaudah, kamu susul mereka ... Bisa-bisa kamu nanti di tinggal lagi !! "
Menepuk dan memegang pundak Dion.
Dion
Pandangan matanya melihat secara acak
" Kalau begitu, saya permisi dulu ya Bu, "
Tersenyum tipis kepada mereka, sedikit menundukkan kepalanya kemudian bergegas pergi menuruni tangga.
Sorot mata Bu Sarah dan Bu Sandra menghantar kepergian Dion sampai benar-benar hilang tak terlihat.
~ 5 Menit Kemudian ~
Dari arah garasi belakang rumah, samar-samar terdengar suara nyala mesin mobil yang tengah berjalan ke arah depan.
Mobil tersebut merupakan salah satu mobil kepunyaan Pak Gerald yang sedang dinaiki oleh si kembar Rey dan ketiga temannya.
__ADS_1
Mobil berwarna merah darah dengan garis hitam di sekelilingnya itu tampak di kendarai oleh Reyzu dengan santai dan nyaman melewati depan rumah yang terlihat masih ada Bu Sarah dan Bu Sandra di sana.
Di jok bagian depan dengan kaca yang terbuka, si kembar Rey melambaikan tangan kepada Bu Sarah dan Bu Sandra, sedangkan Dion, Nino dan Deden hanya tersenyum kepada mereka berdua.
Bu Sarah dan Bu Sandra membalas lambaian tangan mereka dengan senyum di wajah mereka, saat mobil berwarna merah darah itu hilang dari pandangan. Mereka berdua kemudian kembali masuk kedalam rumah dengan membiarkan pintu tetap terbuka.
~ Di Perjalanan ~
Reyzu sedikit memelankan laju mobilnya dan berusaha membiasakan diri mengendarai mobil tersebut karena ini merupakan pertama kalinya dia mengendarainya.
Sedangkan Reyza yang ada di sampingnya sibuk memainkan HP nya terlihat dia sedang membuka sebuah maps untuk mencari sebuah lokasi.
Reyzu
Dengan pandangan yang masih fokus menyetir, dia sejenak melirik ke arah Reyzu dan HP yang sedang di bawanya.
" Gimana sudah nemu apa belum ? "
Sedikit penasaran dia bertanya.
Reyza
Menentukan lokasi yang sudah dia dapatkan dari maps tersebut.
" Gass ... Kamu maju terus sekitar 3km sampai ada lampu merah lagi, "
Menunjukkan arah jalan kepada Reyzu.
Reyzu dengan teliti mengikuti setiap arah yang di tunjukan oleh Reyza, dari jok belakang Dion, Nino dan Deden penasaran kemana arah tujuannya sekarang karena dari tadi si kembar Rey tidak memberitahu mereka.
Nino
Menjulurkan kepalanya ke jok depan dengan kedua tangan memegang kepala senderan.
" Kita sebenarnya mau kemana sih bos ? "
Secara acak memandang si kembar Rey dan apa yang dia lihat di depan.
Kemunculan kepala Dion di sampingnya membuat Reyzu sedikit tidak fokus dan reflek memukul kepala Nino.
" Plak !! "
Pukulan nyaring tangan kanan Reyzu.
" Aduh !!! "
Menarik kembali kepalanya dengan tangan yang memegangi bekas pukulan Reyzu.
Reyza
Membalikkan badan ke arah jok belakang.
" Nanti kalian akan tahu sendiri, 15 menit lagi mungkin kita akan sampai, "
Meluruskan kembali posisi duduknya setelah berbicara.
17 menit kemudian mereka akhirnya sampai di tujuan, dihadapan mereka nampak sebuah gedung yang sangat besar dengan penjagaan security yang cukup ketat.
Reyzu memberhentikan mobilnya kurang lebih 100 meter dari gerbang masuk karena bimbang, dia takut kedatangan mereka tidak di terima dan disuruh kembali oleh security yang berjaga.
~ Next ~
__ADS_1