Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.13 : Meteor jatuh


__ADS_3

Masih di satu tempat yang sama, sejenak Elena menatap monster ular yang telah tumbang barusan tadi. Tubuh nya terasa lemas hingga tak lama kemudian Elena menjatuhkan diri nya ke tanah.


Sihir pelindung air di sekujur tubuh Clara menghilang seketika itu juga bersamaan dengan Elena yang telah pingsan di permukaan tanah.


***


Disaat waktu bersamaan. Dunia magic bagian wilayah Mystick, dekat di perbatasan wilayah Aquari, terdapat tempat yang amat tinggi.


Di tempat itu tedapat sebuah 3 patung pedang usang, sebagaian juga ada retak nya. Nama tempat nya adalah puncak 3 pedang.


Sesosok kakek tua tapi masih sangat bertenaga berdiri melihat patung pedang itu.


Patung pedang tersebut ada di sebuah tebing yang tinggi nya empat ribu kaki dari permukaan tanah, kakek tua itu melihat langit-langit, ia seperti membayangkan sesuatu.


"Huh ... huh ... ternyata guru ada di sini, aku sudah mencari guru di ruangan-ruangan akademi, ternyata guru malah di atas puncak 3 pedang sambil melihat awan-awan itu" seorang gadis terlihat kelelahan, ia penuh dengan keringat.


"Bagaimana dengan latihan mu?" kakek tua itu berbicara, ia tidak memalingkan tubuh nya, diri nya masih fokus menatap langit.


"Sudah kok, kekuatan ku sudah meningkat banyak" katanya terlihat bersemangat sembari mengepalkan tangan nya dengan ekspresi bahagia.


"Oh ... baguslah, tapi ... jangan bersenang diri dulu, masih banyak orang kuat dari 2 akademi teratas yang lainnya"


"Hehe ... iya, tapi kan akademi kita nomer satu untuk saat ini jadi kita jauh lebih kuat dari kebanyakan akademi"


"Kita tidak tau kedepan nya. jika saja ada kejadian yang tidak terduga, pasti itu akan membuat ranting kita merosot, bahkan sampai lenyap dari dunia ini" jawab kakek tua itu masih tidak memalingkan tubuh nya.


"Iya-iya, hmm ... kenapa guru melihat awan-awan itu terus" murid nya mengalihkan topik, ia tidak ingin mendengar penjelasan guru nya.


Kakek tersebut berdiam sejenak, rambut serta jenggot panjang nya terhembus angin. Ia pun menjawab "Aku mendengar deru angin yang membawa badai panjang yang suram di sayapnya yang berat" 


"Hah! ... apa maksud guru?" ia bingung dengan guru nya sendiri.


"Cepat pergi dari sini! dan kabari yang lainnya!, untuk segera meninggal kan akademi pedang sihir kita!"

__ADS_1


"Hah! kok ... tiba-tiba mendadak!"


Cling ...


"Sudah terlambat"


Nampak sedikit meteor berapi dari atas langit-langit. Kakek itu memasang kuda-kuda, bersiap jika ada sesuatu yang terjadi.


Jika di lihat lebih jelas benda seperti meteor itu adalah seorang manusia yang terjatuh dari langit, yah itu adalah Clark, sang malaikat jatuh yang barusan saja berpindah dunia.


Kecepatan nya seperti seorang ahli sihir, aura di sekitar nya terserap ke tubuh nya, keadaan Clark masih tak sadarkan diri.


"Siapa orang itu sebenarnya, apakah kita ada menyinggung nya?" kakek itu dapat melihat Clark dari kejauhan, walaupun itu hanya samar-samar. Tidak seperti murid nya, yang tidak dapat melihat jelas Clark, yang dia lihat hanyalah wujud meteor berapi.


Boom! duar! ...


Ketika kakek itu hendak memasang kan pelindung sihir, Clark malah lebih dahulu menghantam tebing tersebut hingga membuat nya runtuh seketika itu juga.


Tebing tidak dapat menahan kecepatan serta serapan energi nya.


***


"Elena ... " ketika pelindung air di tubuh Clara hilang, ia mencoba untuk mendekati Elena yang sedang pingsan. Tapi, keadaan nya saat ini tidak memungkinkan Clara melakukan hal tersebut. Diri nya terduduk.


Sebuah cahaya kecil muncul di sela-sela tubuh Clara disaat itu juga, aneh nya cahaya kecil yang mirip kunang-kunang tersebut menyembuhkan luka-luka goresan nya, bahkan sampai meregenerasi tangan Clara yang telah terputus walaupun hanya perlahan.


"Sama seperti dulu, luka ku pulih sendiri" batin Clara dengan wajah datar seperti biasanya, diri nya seperti biasa saja melihat keajaiban di depan mata nya, ia tidak nampak terkejut. Justru, menurut nya ini adalah hal yang biasa bagi nya.


"Hmm ... tangan ku ada lagi" batin Clara ketika tangan nya telah me regenerasi, ia memperhatikan jari-jemari nya jikalau ada yang masih tidak pulih sepenuhnya.


Whosh! ...


Begitu Clara melihat tangan nya, aura yang sangat mengerikan keluar dari tubuh monster ular.

__ADS_1


Elena yang berada di dekat nya terpelanting ke pangkauan Clara yang tengah terduduk, sisa pepohonan juga ada yang terlempar ke laut, pasir di pesisiran pulau berterbangan di atas monster ular.


Clara tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya memandang kejadian di luar perkiraan nya dengan wajah setenang batu.


Lingkaran sihir berpola aneh menutupi seluruh tubuh nya, entah mengapa tubuh monster ular membengkak, berawal dari ekor nya hingga ke kepala nya juga ikut membengkak.


Ia melayang ke udara walaupun sayap nya sekarang telah hilang seperti debu.


Pasir yang ada di atas nya perlahan menempel ke ekor ular, sedikit demi sedikit menempel hingga ke seluruh nya.


Wujud nya sekarang sangat berbeda, tubuh nya berkali-kali lipat lebih besar di banding kan yang sebelumnya. tubuh nya terselimuti pasir tebal.


Paras nya bertambah seram, kedua bola mata nya tertutupi pasir, walaupun begitu, masih ada garis lurus kebawah di dahi nya, nampak seperti mata yang tertutup.


Setelah persekian detik garis itu terbuka ke samping kiri dan kanan. nampak mata berwarna kehitaman yang tumbuh di situ. ia menatap ke bawah memperhatikan pulau monster yang telah hancur.


Trek ... trek ...


Saking besar nya mata monster ular sampai-sampai ada suara nya ketika mata itu bergerak kesana-kemari. diri nya melihat Clara dan Elena.


Tidak seperti sebelumnya, monster ular seperti tersulut emosi serta kehilangan kendali tubuh nya sekarang ini.


Monster ular berteriak, puluhan lingkaran sihir muncul di sekitaran monster ular. beda nya lingkaran sihir nya ini mengandung banyak mana dan ukuran nya cukup berbeda.


Monster ular mengeluarkan satu batu berbentuk segitiga, tentu saja setiap ujung dan sampingnya sangat tajam, jika itu mengenai orang biasa, maka tubuh nya tidak dapat menahan dan akan terpotong dengan mudah.


Sejenak Clara memandang nya, ia menurunkan Elena dari pangkuan nya, tidak lupa juga Clara sedikit mengelus rambut Elena. Ia berdiri dan maju mencoba untuk menghalangi tubuh Elena dari batu besar berbentuk segitiga tersebut.


Dgum! ...


ketika monster ular hendak melancarkan serangan nya. Sebuah meteor berkecepatan tinggi menghantam batu berbentuk segitiga dengan mudah nya, bahkan membuat kepala monster ular pecah akibat tubrukan itu.


Bumm! ...

__ADS_1


Meteor lewat itu juga telah berhenti ketika menabrak pinggiran pulau tapi masih berada di sekitar perairan.


__ADS_2