![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
"Sepertinya serangan ku berhasil" kata assasin menduga, sebab tidak ada gerak-gerik yang dilakukan Clara saat terjadi ledakan. Yang terlihat hanyalah sekumpulan asap bekas ledakan tadi.
"Hmm ... merusak pakaian buatan master"
Ternyata Clara masih baik-baik saja, ia mengayunkan sabitnya untuk menghilangkan asap-asap yang mengganggu pandangannya.
"Ugh, dia ... tidak memiliki luka bakar, ba-bagaimana mungkin?" ucap assasin dibuat terkejut.
"Susah payah master membuatkkan pakaian untuk Clara tapi kau malah merusak nya"
"Apa yang dia bicarakan, pakaian?" assasin terheran.
Clara menunjukkan senyuman nya, matanya memancarkan keinginan membunuh "Kau layak untuk dihukum" Clara menghirit sabit besarnya, ujung sabit menggores permukaan tanah.
"Gawat!, mana ku sudah hampir habis karena melakukan serangan tadi. Jika aku tidak kabur, maka aku akan benar-benar mati dibunuhnya" katanya ingin melompat dari pohon ke pohon yang lainnya.
Saat sudah berhasil melompat tanpa halangan, sang assasin sudah terlebih dahulu senang, tapi siapa sangka, Clara malah melesat lebih dulu ke pohon yang assasin itu pijaki, dirinya juga langsung menebang pohon itu sampai assasin tadi terjatuh dari atas pohon.
Clara yang sudah menunggu dibawah hanya menyeringai lebar, dirinya sedang memasang kuda-kuda untuk mengayunkan sabit besarnya.
Slashhh
Tubuh assasin terbelah menjadi dua, Clara mengayunkan nya tepat dibagian pinggangnya.
Kembali ke sisi lain, Elena masih berlarian menghindari batang pohon yang dikendalikan oleh ketua assasin.
"Hebat sekali kau masih bisa menghindari serangan ku" kata ketua assasin masih melanjutkan serangan sebelumnya.
Bummm ...
Bummmm ...
Elena berlarian kesana kemari sambil memamerkan senyuman mengerikan nya, ia juga mulai menambahkam kecepatan nya, tapi pas ia mau berlarian lebih cepat, terlihat satu batang pohon besar diatas kepalanya.
"Heh"
Melihat batang pohon hendak menindih nya, Elena mempertemukan kedua telapak tangannya, ia menargetkan bagian tengah batang tersebut.
"Air, konsentrasi bertitik"
Burrr ... Truckk krackk
Air yang keluar dari ujung kedua jarinya menghancurkan batang pohon, lanjut Elena mengambil kesempatan ini untuk mendekati ketua assasin.
"Haha, matilah untuk master, jangan harap bisa lolos, ombak air" Kata Elena mengarahkan sihirnya kepada ketiga assasin yang sedang berpijak didahan pohon.
"Menyingkirlah kalian semua!!!" kata ketua assasin sudah menghindar terlebih dulu, anak buahnya juga sama.
__ADS_1
" ♡ Ahhh, Akhirnya kena ♡"
Jlebb ...
Jlebbb ...
Jlebb ...
Secara bersamaan 3 pedang air menembus perut kesemua sisa assasin.
"Aku lengah" ucap ketua assasin masih berada diudara kemudian terjatuh kebawah, anak buahnya juga kurang lebih sama.
Ternyata serangan 'ombak air' hanya untuk pengalihan semata. Saat mereka lengah, Elena menggunakan sedikit sihir hujan pedang air dari belakang mereka.
Elena yang masih tak berhenti menyeringai, sedang melangkah kan kakinya untuk mengecek keadaan ketiga assasin.
"Aree, ada yang masih hidup, bagaimana ya jika ku tusuk satu pedang lagi?, hehe~"
Elena melihat ketua assasin masih bisa bernafas walaupun keadaan perut nya tertusuk sebuah pedang.
"Elena, sudahi sampai sini saja" Clark menghampiri Elena yang sedang menampilkan sisi lainnya.
" ♡ Ahhh master ♡ "
Begitu melihat masternya, tanpa pikir panjang lagi, Elena pun memeluk nya.
"Master kau baik-baik saja kan?, bagaimana sama rambut mu?, kau tidak merasa sakit kan?, tidak ada yang terluka kan?"
"Mana mungkin aku bisa merasakan sakit jika itu hanya rambut"
"Tapi, tapi ... "
"Terimakasih telah menghawatirkan ku, tapi aku beneran tidak apa-apa"
Sebelum menyelesaikan pembicaraan nya, Clark memeluk nya, tangannya juga sedang berada dikepala muridnya, mengelus secara halus.
" ♡ Kyahhh, master berterimakasih kepadaku, master berinisiatif untuk memeluk ku, tangannya juga sedang main-main sama rambut ku. Hehe master ... apapun yang kau inginkan, aku bakalan menurutinya, karena kau adalah master ku yang tersayang ♡ " batin Elena tengah kesenangan.
"Ughh ... lagi-lagi perasaan yang tidak nyaman" batin Clark langsung menjauhi Elena, ia sekarang sedang mendekati ketua assasin.
"Ji-jika, k-kau mencari informasi, a-aku ... "
Sebelum selesai bicara, Clark menggenggam erat tepat dikepala ketua assasin lalu mengangkat nya keatas.
"Kau ingin bilang 'jika kau ingin mencari informasi, aku tidak bakalan memberitahu mu' begitukan?"
"Uhukk ... "
__ADS_1
Padahal Clark hanya melanjutkan pembicaraan ketua assasin, tapi itu malah membuat nya terbatuk darah bersamaan sama matanya yang terbuka lebar.
"Tenang saja, aku tidak bakalan menanyakan tentang infomasi kepada dirimu, aku hanya ingin ... mengetahuinya dengan cara ku sendiri"
"Tahan ya, karena ini sedikit sakit" sesudah menyelesaikan perkataan nya, Clark sedikit tersenyum.
"AGHHHHHHH!!!" ketua assasin berteriak sangat keras.
Diperut, lubang hidung, dan mulut, semuanya mengeluarkan darah yang cukup deras, bahkan tak bisa berhenti ngalir.
Ingatan nya diambil paksa oleh Clark, rasanya isi kepala seperti tersedot sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya, ketua assasin telah tewas karena kehabisan darah dan tak sanggup menahan rasa sakit lagi.
Memori-memori ingatan sudah masuk kedalam otak Clark, dirinya hanya membalas dengan senyuman saat ketua assasin sudah mati ditangannya.
"Elena, sepertinya aku menunjukkan sesuatu yang tidak pantas dihadapan mu" Ia baru saja menjatuhkan ketua assasin.
" ♡ Wahhhh ♡ "
Baru sana menoleh, Clark malah menyaksikan ekspresi muridnya yang sedang ber antusias, matanya penuh sama sinar emas berbintang karena saking kagumnya.
"Aku sudah tidak tau jalan pikirnya gimana" batinnya ketika melihat Elena.
"Ma-master ... " tak lama itu datang Clara sambil memanggilnya.
"Oh Clara, kerja bagus sudah mengalahkan mereka"
"Emm, ya master" katanya seperti termenung.
"Kau kenapa?"
"Emm, master itu ... maaf, pakaian pemberian master rusak lagi, padahal Clara suka sama pakaian yang ini ... mohon hukum murid master yang nakal ini" saat mengatakan yang sejujurnya, penglihatan nya mengarah kebawah, seperti sudah bersiap akan adanya hukuman.
"Tidak apa-apa, itu hanya pakaian, keselamatan mu lebih penting" jawab Clark sambil mengusap rambut Clara.
"Hwahhh, Cluwra dwaphat hwadiah" katanya tidak jelas karena sedang menikmati elusan masternya, padahal aslinya 'huahhh, Clara dapat hadiah" begitulah.
" ♡ Master mementingkan ku, Clara juga sudah dapat hadiah elusan hangat dari master, Terima kasih pengganggu menjijikkan, berkat mu ... Clara mendapatkan sesuatu yang ingin Clara dapatkan ♡ " batinnya.
"Clara, tangan mu banyak darahnya" kata Elena melihat cairan merah disekitar tangan dan pakaian temannya.
"Punya mu juga banyak, terutama dibagian muka" balas Clara saat sudah di elus.
"Yeah, Ini cukup lengket dan juga bau"
"Bagaimana jika kalian mandi saja, aku tau ada sungai disekitar tempat sini" usul Clark kepada Elena dan Clara, ia tau karena sudah mengambil ingatan dari ketua assasin.
"Ehh, ada sungai, kalau begitu ayo kita kesana master" Elena bersemangat.
__ADS_1
"Clara juga mau mandi" katanya juga ikut, sebab ingin menghilangkan noda darah.
"Baiklah, kalau begitu ... ayo kita mandi bersama" Elena melompat kegirangan.