Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.23 : Mulai nya latihan


__ADS_3

"Dengar Elena, master tidak akan meninggalkan mu tanpa alasan kecuali jika Elena tidak membutuhkan master lagi ... aku pasti akan pergi dengan sendirinya"


"Master ... jangan mengatakan hal itu, aku tidak akan berbuat seperti itu, Elena hanya punya master seorang" raut wajah nya sedih, ia semakin memeluk erat Clark.


"Baguslah kalau begitu. Maaf master mu ini tidak bisa melindungi keluarga mu, aku hanya bisa memberikan kuburan yang layak untuk keluarga mu malam tadi"


"Emm ... tidak apa master, itu bukan salah mu, jadi tidak perlu minta maaf. Lagian Elena masih mempunyai master, itu sudah cukup untuk ku"


"Huh ... kalian lagi ngobrolin apa?. Hmm, master, Elena ... selamat pagi" Clara terbangun dari tidur nya, ia juga mengucek-ngucek mata nya.


"Pagi Clara. Seperti nya kau tidur nyenyak malam tadi" ucap Elena sembari memperhatikan Clara yang baru saja bangun.


"Ya, tidur disamping master membuat Clara nyenyak" jawab nya beranjak duduk dari tempat tidur nya.


Mata kiri nya masih ia kucek, Clara menoleh ke arah Clark "master, Clara mau elusan pagi"


"Sebelum itu aku mau bertanya, mengapa kau ikut tidur dikasur ku juga?"


"Hmm, Clara cuman kepengen master selalu mengelus Clara dimanapun kapanpun"


"Emang nya kau kucing?"


"Kucing?, emm ... jika itu kemauan master, Clara bisa menjadi kucing" jawab nya datar.


"Master menyukai kucing?, kalau begitu aku juga mau!" jawab Elena juga agak bersemangat.


"Ada yang tidak beres di otak nya" gerutu Clark dengan pelan, lagi-lagi ia terlalu berlebihan mengubah kepribadian nya.


"Master mengatakan apa?" tanya Clara sedikit kebingungan, ia tidak mendengar gerutuan Clark termasuk juga Elena yang masih disebelah nya.


"Tidak, lupakan saja!. Sesuai yang ku katakan tadi malam, sudah siapkah kau dalam latihan pertama mu hari ini?"


kepala Clara ia sodorkan seperti menginginkan elusan Clark di kepala nya "Clara akan menjawab nya jika master mengelus Clara selama 5 detik"


"Ternyata emang tidak beres" gerutu nya lagi.

__ADS_1


"Master? hmm ... " Clara memiringkan kepala nya, ia sangat menginginkan elusan Clark walaupun diwajahnya tidak menampakkan hal itu.


Clark hanya menghembuskan nafas nya sebentar, ia pun mulai mengusap kepala Clara.


Nampak sekali Clara seperti kucing yang gila akan Elusan.


"Clara sudah siap master, walaupun sulit Clara akan selalu berusaha"


"Master-master, bagaimana dengan latihan ku?" Elena beranjak dari tempat tidur nya, tangan nya ia angkat keatas kelihatan seperti ingin bertanya.


"Ada yang mengganjal pikiran Clara. Clara ingin bertanya juga, mengapa kau menyebut nya master dari malam tadi?, apakah kau juga berguru sama master?" tanya Clara, ia benar-benar tidak diberitahukan oleh Clark ataupun Elena.


"Ya, dari malam tadi aku menjadi murid nya. Master sendiri yang menyuruh ku untuk menjadi murid nya" balas Elena dengan senyuman hangat.


"Clara mengerti, jika itu keinginan master Clara tidak keberatan, asalkan Clara mendapatkan elusan terbanyak" katanya masih tenang, ia sedikit melirik Clark.


"Jika tanya jawab kalian sudah selesai, aku akan menjawab perkataan mu tadi Elena. peragakan sihir hujan pedang air yang malam tadi ku lihatkan, akan ku lihat bagaimana perkembangan mu dalam hal mengingat"


"Master itu sangat sulit, kenapa tidak pakai sihir pedang yang besar itu?, bukankah sudah cukup untuk membunuh orang"


"Pertama. Membutuhkan beberapa detik barulah dapat mengenai orang, walaupun ada aura khusus yang bisa menekan orang tapi itu tidaklah cukup.


"kedua. Terlalu boros dengan mana, kau akan membuang-buang mana saja jika lawan mu hanyalah beberapa orang saja"


"ketiga. Ini tidak termasuk kelemahan sih tapi cukup buruk, sihir itu dapat menghancurkan pulau, bukankah itu terlalu berlebihan untuk melawan orang yang tidak terlalu kuat, jika lawan nya monster berukuran besar atau ingin menghancurkan markas orang jahat barulah sihir itu tepat untuk digunakan"


"Hujan pedang air yang kutunjukkan lebih simple dan mudah, jika musuh nya satu orang saja cukup keluarkan belasan pedang saja, itu cukup untuk mengalahkan mereka ataupun membunuh nya tergantung tingkatan musuh" informasi dari mulut Clark di dengarkan langsung oleh Clara dan Elena.


"Aku tidak terlalu mengerti master, tapi aku akan mencoba untuk mempelajari hujan pedang air"


"Kau bodoh ya Elena" secara terang-terangan Clara mengata-ngatai Elena.


"Jika kau bisa lakukan lah!"


"Clara tidak bisa menggunakan sihir, jadi Elena saja yang bisa melakukan itu"

__ADS_1


"Jadi kenapa mengatai ku bodoh!, jika kau juga tidak bisa menggunakan sihir!" Elena agak sedikit mengeraskan suara nya.


"Berisik Elena" jawab nya singkat sembari menutup kedua telinga nya.


"Hei kau tidak mendengarkan ku!" teriak nya lagi sambil memegang pundak Clara, ia sedang mengguncang-guncang tubuh nya.


"Ee ... Ee ... Clara tidak mendengar" ia masih menutup kedua telinganya walaupun tidak terlalu rapat, dirinya mulai merasakan pusing akibat guncangan yang dilakukan oleh Elena.


"Kalian berdua!, diam dan akur lah jika ingin makan pagi hari ini" ancam Clark menatap sinis mereka, ia sedang tidak main-main.


"Baik master" kata kedua wanita bersamaan.


"ini semua salah Elena/Clara membuat master marah" batin mereka berdua juga sama.


Kedua wanita saling menatap dan mengerutkan kening nya, akan tetapi Clark menyadari nya dan membuat mereka terdiam lagi.


"Oh iya, bagaimana baju pemberian ku?. apakah kalian menyukai nya, baju kalian sudah robek dan lusuh jadi aku membuatkan nya khusus untuk kalian dengan teknik ku"


"Emm ... jika itu buatan master Clara akan selalu menyukai nya, lagian itu bekas sentuhan lembut tangan master" jawab Clara jujur, ia menyentuh baju baru nya yang baru saja malam tadi ia pakai.


"Eh ... benar-benar bermasalah otak nya" batin Clark sembari menatap pakaian Clara.


"Master! ... kemana mata mu menatap!, coba lihat baju ku juga" Elena turun dari kasur, ia berdiri sembari memutari tubuh nya.


"Itu cocok untuk mu" puji Clark kepada Elena.


"Ahhh master memuji ku, kenapa kau begitu imut, master ku tersayang ... " seperti itulah isi kepala Elena sekarang, walaupun agak mengerikan tapi itu tulus.


Sesaat kemudian mereka semua telah makan ikan bakar buatan Clark, kesan mereka terhadap mantan malaikat semakin meningkat seiring berjalan nya waktu, apalagi ketika Clark memperlakukan mereka dengan sangat baik.


Tiada yang saling iri, kedua wanita mendapatkan perlakuan yang sama sebagai sesama murid.


Elena sedang berada di tempat agak berjauhan dari tempat nya Clara, ia sedang mempraktekan suatu sihir bersama Clark yang sedang melihat perkembangan nya terhadap sihir ajaran nya.


lokasi nya berada di pulau monster, Clark sendiri sengaja memilih tempat itu sebagai tempat latihan Clara beserta Elena karena sekarang pepohonan nya kebanyakan telah tumbang dan sekarang malah terlihat seperti lapangan yang luas. Jadi tempat nya cocok untuk melakukan praktek sihir ataupun hal lainnya.

__ADS_1


__ADS_2