![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Begitu hujan telah berhenti, lanjut Putri Vania kembali ke kapal nya, ia ditemani oleh kesepuluh pengawal nya, tidak lupa ia memberikan 1 koin emas kepada istri pemilik penginapan. Aslinya dia tidak mau menerimanya nya, tapi Putri Vania bersikeras untuk memberikan nya, jadi Istri pemilik penginapan hanya bisa berterima kasih sebesar-besarnya.
Hari masih saja gelap kurang lebih seperti hujan tadi, seperti nya malam hari akan segera tiba. Putri Vania saat ini telah sampai dikapal nya, ia sekarang ditemani oleh pelayan setia nya yaitu Eri.
"Bagaimana menurut anda kota ini Tuan Putri?" pelayan pribadi nya bertanya.
"Lumayan bagus, bahkan ada pria baik" jawab nya teringat Clark tadi.
"Syukurlah jika Tuan Putri bersenang-senang ... eh pria baik?, are ... jarang-jarang Tuan Putri membahas soal pria, apakah Tuan Putri yang terkenal akan tenang dan bermartabat nya bisa luluh terhadap salah satu pria penduduk kota"
"Uhh ... lupakan, dia bukan penduduk kota" katanya sempat memerah di bagian pipi nya walaupun hanya sebentar.
"Jadi ... berasal darimana orang itu?" pelayan pribadi nya semakin menggoda nya, ia ingin lebih jauh mengetahui tentang orang yang dimaksud Putri Vania.
"Mungkin seorang bangsawan dari wilayah lain, aku tidak tau dia dari wilayah mana tapi sudah jelas bahwa dia adalah seorang bangsawan" Putri Vania mengira bahwa Clark adalah seorang bangsawan. Pipinya lagi-lagi memerah tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepadanya, karena ini adalah pertama kali.
"Kalau begitu bagaimana dengan namanya, siapa nama dia?, bisa beritahu kan namanya?, bagaimana dia?, apakah dia tampan?, dia tinggi ga?, berapa umur nya?" pelayan nya melontarkan banyak pertanyaan karena saking penasarannya.
"Kenapa malah kau yang bersemangat" Putri Vania heran begitu melihat Eri yang terlalu banyak bertanya.
"yah habisnya ini jarang-jarang terjadi ... ketika semakin memikirkan nya saya malah semakin penasaran" ucapnya sedikit merendahkan nada nya.
"Aku tidak akan memberitahukan nya kepada mu"
"Eh Tuan Putri pelit, padahal saya ingin tau" ia sedikit mengeluh.
"Ku tolak"
"Baiklah kalau Tuan Putri tidak ingin memberitahu. lebih baik Tuan Putri mandi membersihkan diri, Air hangat telah saya siapkan barusan tadi" katanya sudah menyerah untuk mencari informasi lebih dalam.
"Baiklah" begitu ia mengatakan itu, terdapat jendral wanita masuk untuk memberikan sebuah laporan.
"Permisi Tuan Putri, tujuan kita kali ini kepulau monster dan ..."
__ADS_1
"Bahan bakar telah di isi kan?, aku tau itu. Segera berangkat!, tapi harus lebih pelan dari biasanya karena ini sudah malam. Hindari tengah malam, lebih bagus kalau subuh baru sampai. Itu akan memudahkan kita menyelidiki permasalahan ini. Kau tau kan maksud ku?" belum selesai berbicara, Putri Vania terlebih dulu mengerti. Ia juga sekaligus memerintahkan jendral wanita tersebut.
"Saya tau Tuan Putri, saya akan segera melaksanakannya!" Katanya tegas.
"Perintahkan yang lainnya untuk segera makan dan istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri untuk tetap bangun, gantian berjaga" Lanjut Putri Vania memerintah lagi.
"Baik Tuan Putri!, kalau begitu saya permisi dulu" Jenderal wanita berbicara tegas sembari menundukkan kepala nya, ia juga langsung pergi agar dapat memberitahukan perkataan Tuan Putri kepada yang lainnya.
"Seperti biasa Tuan Putri selalu tenang dan pintar. Padahal jendral belum mengatakan semuanya tapi Tuan Putri sudah terlebih dulu mengetahui nya, anda juga selalu memperhatikan bawahan anda walaupun ekspresi wajah anda keliatan lebih mempedulikan diri sendiri ketimbang orang lain" pelayan memujinya.
"Bukan apa-apa itu sudah menjadi kebiasaan ku"
"Tuan Putri memang hebat"
"Eri sudah kubilang berapa kali kalau kita hanya berdua saja, maka panggil aku Vania" ia mengingatkan nya lagi.
"Eh, haha ... saya melupakan nya" ia baru saja mengingat nya.
***
"Yang tidak punya elemen angin!, tranfer kan mana kalian ke rekan-rekan yang memiliki nya!" Teriak Halm masih bersemangat.
"Oy Halm, kita istirahat saja. Hari sudah malam, kita perlu mengisi mana kembali" pe topeng ungu lain menyarankan.
"Hah!, tidak ada kata-kata istirahat!. Bagaimana cepat sampai jika hanya istirahat saja!, kita lanjutkan saja!" teriak nya menolak.
"Kau bisa katakan hal itu jika orang disekitar mu masih tegak berdiri" balas nya lagi.
Halm melihat sekeliling nya, hampir mereka semua terbaring diatas kapal ada juga yang hanya duduk kelelahan "Cih baiklah" Ucapnya kesal lalu segera menuju kebelakang kapal.
"Halm terlalu bersemangat yah. Apakah tidak apa-apa membiarkan nya sendiri seperti itu?, dia belum makan daritadi" datang pengguna topeng ungu lain menghampiri orang yang berbicara kepada Halm tadi.
"Ya biarkan saja, aku akan mengantarkan makanan kepada nya"
__ADS_1
Dibelakang kapal Halm sedang mengumpat kesal "Sial!, sial!!, sial!!!. Kapan aku bertemu sama bajingan yang telah membunuh saudara ku, aku bersumpah akan membunuh nya!!!" teriaknya kasar.
"Tidak peduli siapapun kau!!!, aku beneran akan menghajar mu!!!" teriak nya masih memikirkan saudara sehidup matinya.
"Halm, ini ada roti dan sup, makanlah" Pe topeng ungu mengantarkan makanan.
"Tidak perlu. Kau saja yang makan, aku tidak selera"
"Huh ... kau masih memikirkan nya, jika kau ingin balas dendam maka jagalah kesehatan mu agar dapat bertarung melawan nya secara maksimal" ia menaruh makanan nya di lantai.
"Apa maksud mu, kau pikir aku lemah hah!" jawab nya masih kasar.
"Musuh tidak sesederhana kelihatan nya, lihat kan? pemimpin sampai mengutus kita semua kepulau monster untuk berhadapan langsung. Jika saja itu perkara mudah maka tidak akan seperti ini"
"Cih ... seberapa kuat pun mereka aku akan menghadapi nya apapun yang terjadi"
"Kalau begitu makanlah, isi kembali tenaga dan mana mu. Biarkan tubuh mu istirahat, kita sudah berjuang keras daritadi, mungkin keesokan harinya kita dapat sampai kepulau monster" balas nya menyodorkan mangkuk sup dan roti.
"Aku tau" katanya masih bernada kasar tapi sudah mengambil sup.
***
Tak terasa waktu telah berganti menjadi tengah malam, masing-masing penduduk kota telah tidur karena lelah nya melakukan kegiatan pagi dan sore hari tadi. Clark di penginapan masih terbangun, ia berbaring sembari menatapi atap penginapan.
"Hmm kekuatan ku masih belum pulih sepenuhnya, mungkin memerlukan waktu lama lagi agar dapat pulih seperti sedia kala. Tunggu aku ya para dewa bedebah, aku pasti akan bertemu kalian lagi di pertempuran yang sebenarnya" batinnya sembari mengangkat tangan nya keatas.
"Tuan, apakah anda sulit tidur" teman sekamar nya yang tidak lain dan bukan adalah Flera, baru saja terbangun dari tidurnya.
"Begitulah"
"Hmm, kalau begitu boleh kan Flera menemani master malam ini~" katanya menggoda lalu menindih tuannya.
......................
__ADS_1
Hayo lu, ngapain om. Sampai sini saja chp kali ini, sekian dari saya terimakasih.