Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.44 : Tuan putri dikota samore


__ADS_3

Sekitar 10 detik Tuan Putri melambai lalu berhenti dan meletakkan tangan nya disamping. Ada seorang jenderal wanita yang datang untuk memberikan sujud nya, posisi mereka masih diatas kapal uap, tidak turun maupun singgah kecuali orang yang bertugas untuk menurunkan jangkar.


Para penduduk kota masih bergerombol di dermaga, sebagian dari mereka ada yang masih bersorak ingin rasanya melihat anak dari ratu lautan turun dari kapal.


"Tuan Puteri, saya ingin melapor" sujud jenderal wanita terdapat Putri Vania.


"Ya, katakan" Puteri Vania memberikan izin.


"Mungkin ... kita akan lebih lama disini Putri"


"Karena mengisi ulang bahan bakar batu sihir untuk kapal kan?" Puteri Vania sudah mengira akan seperti ini.


"Yah tuan Putri, kurang lebih seperti itu. Itu karena proses nya begitu sulit untuk dijadikan bahan bakar ... "


"Aku mengerti, tidak usah dijelaskan. kau lanjutkan saja tugas mu yang lainnya"


Walaupun sebenarnya mereka memiliki banyak batu sihir, tapi proses untuk dijadikan bahan bakar tidak sesederhana kelihatan nya, perlu beberapa proses untuk bisa segera digunakan kembali.


Memang kecepatan kapal nya lebih cepat jika dibandingkan kapal layar, akan tetapi kekurangan nya ialah bahan bakar batu sihir yang harus diproses secara khusus untuk menggerakkan kapal.


***


Clark dan ketiga wanita lainnya kali ini sedang berada di lantai kedua penginapan, mereka diberikan ruangan dan makanan gratis oleh pemilik penginapan karena telah membantu mereka.


masing-masing dari mereka menempati 2 orang setiap satu kamar. Elena bersama Clara dan Clark bersama Flera.


Sebenarnya Elena dan Clara ingin sekali sekamar sama master nya, tapi Clark tidak menyetujui dengan alasan sempit, tidak bisa lebih dari 2 orang kecuali benar-benar dipaksakan.


Mendengar alasan tersebut, Elena, Clara dan juga Flera mengambil keputusan agar salah satu dari mereka bisa sekamar sama Clark. Pada awal nya Clara dan Elena berebut, tapi langsung segera dihentikan oleh Flera lalu ia memberikan saran untuk menyuruh Clark memilih salah satu dari mereka bertiga.


Tentu, sebagai master dari Elena dan Clara, Clark tidak ingin mereka berdua saling iri. Jadinya Clark memilih pilihan yang paling tepat yaitu Flera sebagai teman sekamar nya. Murid-murid nya hanya bisa pasrah karena itu merupakan pilihan masternya, tidak ada protes yang dikatakan mereka.


"T-tuan apakah tidak apa-apa saya sekamar sama anda ... mungkin, salah satu dari murid anda lebih cocok jika dibandingkan dengan saya" Flera merasa tidak nyaman, ia menunduk kebawah tidak berani menatap wajah Clark yang sedang duduk dikasur.


"Jangan bilang bahwa dirimu sendiri tidak cocok. Kau itu cantik, mana mungkin ada pria yang menolak jika sekamar sama wanita seperti mu" Balas Clark sembari berjalan mendekati Flera.

__ADS_1


"Hmph ... itu hanya kata-kata manis, mana mungkin seperti itu" Balas Flera merona, ia tidak ingin jujur.


Clark tidak menjawab melainkan hanya mencubit pipi Flera hingga membuatnya kesakitan.


"Tuan ... sakit" Ucapnya mengeluh bercampur aduk sama senang. Begitu mendengarkan suara langkah kaki, Clark berhenti mencubit Flera. Ia sedikit memundurkan tubuh nya.


"Master" Elena berlarian memasuki kamar, ia langsung memeluk masternya dengan erat.


"Ugh, ada apa Elena" Clark mengelus rambut Elena.


"Hehe, tidak ada apa-apa master. Aku hanya ingin menemuimu" Kata Elena sangat senang, dihati nya juga kurang lebih sama, tapi lebih terobsesi saja.


"Ak-akhirnya aku bisa memeluk master langsung, hehe ... master, tubuh master sangat hangat dan nyaman. Ahh aku bisa kecanduan jika seperti ini, master ku yang tersayang aku ingin lebih ... " begitulah batin Elena.


"Elena jangan membuat master kesusahan, kau memeluk master terlalu erat" datang lagi murid Clark yang bernama Clara, seperti biasa wajah nya selalu datar kapanpun dan dimanapun itu. ia memisahkan tubuh Elena agar menjauh dari Clark.


"Clara jangan mengganggu waktu bersenang-senang ku!" Protes Elena tidak ingin pelukan nya dipisah.


"Kau terlalu berisik" malah Clara yang kali ini menempel ke master nya, Clara mengambil inisiatif untuk memindahkan tangan Clark ke atas kepala nya.


Clark tentu paham apa yang dimaksud nya, ia langsung saja melakukan usapan kepala yang begitu lembut membuat nya langsung jinak seperti kucing yang mendapatkan makanan kesukaan.


"Hei Clara jujur saja!, kau pasti hanya ingin master mengelus mu saja kan" Elena menebak.


"Hwah, apa yang kau katakan?. Clara tidak mengerti" Clara larut kedalam kenyamanan. Elena semakin kesal ketika melihat nya, ia kembali memeluk erat master nya sehingga usapan kepala terganggu.


"Jangan mengganggu master"


"Jangan beralasan mengganggu master hanya untuk mendapatkan kesenangan mu!" teriak balik Elena.


"Elena ... Clara ... kalian paham kan jika bertengkar lagi" suara Clark lebih berat dari biasanya, tatapan nya mengancam.


"Pa-paham master" kata mereka berdua menurut, kedua wanita itu langsung saja duduk diatas lantai dengan patuh.


***

__ADS_1


Organisasi darah merah masih berada ditengah lautan, mereka mempercepat kapal layar nya dengan sihir angin guna untuk mempersingkat waktu, lingkaran sihir seringkali muncul dan mengeluarkan sihir angin kencang hingga membuat kecepatan kapal lebih cepat.


"Keluarkan lebih sihir kalian!!!" teriak Halm tegas. Para pe topeng emas dan hitam yang ber elemen kan angin bergantian untuk mengeluarkan sihir angin.


"Halm terlalu bersemangat" Ucap pengguna topeng ungu.


"Biarkan saja, lagian ini saran dari pemimpin. Mungkin dia ingin cepat-cepat bertemu sama orang yang telah membunuh Helm" kata Yosua si pengguna topeng ungu.


"Yeah, sudah bisa ditebak. Mari kita berjuang sedikit, kau juga bisa menggunakan elemen angin kan?, akan lebih cepat jika kita turun tangan bersama" datang lagi pe topeng ungu ingin mempercepat kapal.


"Tentu" jawab Yosua membanggakan diri.


***


30 menit kemudian. di dermaga, Tuan Putri Vania telah turun dari kapal, ia ditemani oleh 10 pengawal wanita berbaju besi bersenjatakan pedang. Tugas mereka hanya untuk menghalangi segerombolan penduduk kota yang hendak mengelilingi nya.


Melihat hal itu para penduduk kota tidak berani mendekat, dari kejauhan mereka masih memandang Putri Vania. Tidak lama itu datang seorang pria gendut berkumis panjang berlari mendatangi Puteri Vania.


"Siapa kau, jangan mencoba-coba mendekati Tuan Putri" Ancam pengawal Putri terhadap orang tersebut.


"Tenanglah kalian. Apa maksud mu mendatangi kami?" Putri Vania menenangkan pengawal nya, ia juga bertanya apa maksud dari pria gendut berkumis panjang berani mendatanginya.


"Perkenalkan, saya adalah walikota dari kota ini, nama saya Wang. Tuan Putri ingin berkeliling dikota ini kan?, biarkan saya menemani anda, saya tau tempat-tempat yang bagus" katanya memberikan salam, ia juga menunduk untuk lebih menghormati Tuan Putri.


"Baiklah, jangan mengecewakan ku" Jawab Puteri Vania berekspresi tenang, setiap perkataan penuh perhitungan.


"Saya tidak bisa menjamin bakalan memuaskan Tuan Putri atau tidak, tapi saya akan menjamin bahwa ini adalah tempat yang paling bagus di kota samore" Walikota mengerti maksud dari Putri Vania.


"Tunjukkan jalan nya"


"Baik" Walikota berdiri, ia pun berpaling lalu menunjukkan jalan nya. Putri Vania beserta pengawal nya mengikuti Walikota dari belakang.


......................


Kemarin ga up karena author kecapean melayani pembeli. Sebenarnya udah buat sih sekitar 400 kata malam tadi, tapi karena ga sanggup, siang ini baru lanjut.

__ADS_1


__ADS_2