Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp 54. Vivi suku Iblis


__ADS_3

"Ya begitulah" kata wanita itu kembali menunduk, ia masih merenung mengingat kejadian masa lalu.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan" pemuda dihadapan nya menyemangati nya, tangan nya menyentuh rambut merah milik pemimpin organisasi darah merah.


"Aku tau, tapi ingatan ini selalu menghantui pikiran ku"


Tidak menjawab ataupun bicara, Clark kemudian melepaskan sihir angin nya sehingga wanita iblis dapat bergerak bebas.


"Kau tidak takut jika aku menyerang mu?" tanya wanita itu dengan kepakan sayapnya.


"Tidak, lagian jika kau beneran berniat menyerang ku, kau tetap tidak bakalan menang" jawab Clark santai, ia sekalian melihat reruntuhan istana dibawah nya.


"Benar juga, tapi ... apakah kau benar-benar yakin suku iblis seperti ku menjadi rekan mu" sekali lagi wanita itu bertanya.


"Sudah kubilang kan?, aku tidak peduli mau kau suku iblis atau apapun, kupikir kau itu orang baik yang bisa diandalkan" seru Clark menebar senyum nya kemudian mengacak-acak rambut wanita itu sebagai bentuk kasih sayang.


"Emm, baiklah jika kau bersikeras untuk itu, lagian jika kau tidak menahan diri aku pasti bakalan mati. Meski begitu, ketika lebih dalam lagi memikirkan soal aura mu tadi, seperti nya aku tidak cocok jika menjadi rekan mu, jadikan aku bawahan mu saja" sarannya semakin tenang dan percaya.


"Apakah kau sedang sakit, padahal aku menawarkan mu untuk menjadi rekan ku" tangan Clark beralih ke kening wanita itu.


"Tidak, itu benar-benar cocok untuk ku, aku bisa bersumpah untuk tetap setia kepada mu" ia menolak tawaran Clark bahkan telah memutuskan untuk menjadi bawahan paling setianya. Keinginan ini dari lubuk hati yang paling dalamnya, menurut nya tidak salah jika mengandalkan pemuda dihadapan nya ini.


Sejenak Clark memandang nya lebih lama, wanita itu tak terbiasa dengan hal itu lalu segera mengalihkan pandangannya.


"Kalau itu keinginan mu, maka aku tidak memaksakan kehendak mu"


"Kalau begitu, mulai hari ini sampai ajal tiba, saya sebagai suku iblis akan bersumpah setia kepada tuan. Jika saya melanggarnya, maka saya akan mati seperti ditusuk ribuan jarum dan jiwa saya tidak akan bereinkarnasi lagi" Serunya tegas, ia menyentuh pergelangan tangan Clark lalu memasukkan 1 jari tuannya kemulut nya sendiri.


"Tu-tunggu dulu, apakah perlu seperti ini" Kata Clark basa-basi padahal dipikirannya sudah tidak sabar untuk menjadikan orang dihadapan nya ini sebagai pion barunya.


"Emm ya, meskipun ini sedikit memalukan tapi ini perlu dilakukan oleh suku iblis seperti ku" jawab nya singkat masih menjilati tangan Clark.

__ADS_1


"Tidak kusangka akan lebih mudah membuat suku iblis didunia ini tunduk. Sekarang dan kedepannya ... aku akan menggunakan mu sebaik mungkin" kurang lebih seperti itulah batin Clark.


Tak lama kemudian muncul sebuah tato kalung kehitaman dengan bentuk hati di bagian tengah nya, posisi tato itu agak kebawah.


(Kaya tanda kalung budak gitu)


"Pwah" wanita iblis baru saja mengeluarkan jari tuan barunya, jari itu penuh dengan saliva "Mulai sekarang dan seterusnya, mohon bantuannya Tuan~" serunya sedikit tersenyum, ia menjilati bibirnya sendiri.


***


Matahari hampir tenggelam hingga tak terasa pertempuran dipulau monster sudah selesai dan beruntung nya pertempuran itu dimenangkan oleh pihak tuan putri itu sendiri.


Walaupun menang, pihak Tuan Putri sama sekali tidak senang ataupun bahagia. Itu semua dikarenakan banyaknya pasukan yang mengorbankan nyawa demi untuk menang dari pertempuran kesalah pahaman ini, empat dari kesepuluh pengawal Tuan Putri juga tidak luput dari ajalnya.


Pasukan wanita sekarang tidak lebih dari 40 orang saja, 2 kapal uap lainnya juga sudah rusak parah akibat dampak dari pertempuran.


Orang yang terjebak dipulau monster tadi juga semuanya telah tewas, alasannya sama seperti kerusakan kapal uap yaitu terkena dampak pertempuran. Untungnya Putri Vania dan jenderal wanita masih selamat walau di sekujur tubuh mereka penuh dengan luka.


***


"Daritadi tidak kembali" sambung Clara juga bosan.


"Tunggu saja, mungkin sebentar lagi pulang" jawab Flera mencoba bersifat dewasa, sebenarnya ia sangat khawatir dengan tuannya meski ia tau bahwa Clark merupakan orang yang sangat kuat.


Tak lama kemudian muncul sebuah robekan ruang, mereka bertiga yang melihat itu langsung bersemangat karena sudah pasti bahwa itu adalah perbuatan Clark, orang yang mereka tunggu selama ini.


Keluar seorang pria ber pupil mata ungu "Master aku merindukan mu" Elena langsung mendatangi orang itu, kedua tangannya sudah ia angkat, ingin rasanya memeluk Clark, namun keinginan itu sirna karena melihat seseorang wanita cantik juga keluar dari robekan ruang itu.


"Master ... siapa wanita yang kau bawa itu" Tindakan Elena tidak main-main, aura membunuh nya tiba-tiba keluar, ia mengarahkan tatapannya kewanita yang berada dibelakang Clark.


"Aura ini ... dia benar-benar ingin membunuh ku" batin wanita iblis juga ingin membalas namun tak jadi karena Clark menghalangi nya.

__ADS_1


"Elena, jangan begitu, dia Vivi ... bawahan ku" seru Clark langsung memeluk muridnya, aura membunuh tadi seketika menghilang.


*Blushhh


"E-ehhh, ma-master ... " Katanya tergagap, ia tidak dapat menahan rasa malunya, asap keluar dari kepalanya, dirinya juga reflek menyembunyikan wajahnya kedada bawah Clark.


"Ahh, aku malu sekali, mereka semua menatap ku. Tapi aku juga senang karena master memeluk ku" batinnya masih menempel, ia kembali jinak.


"Clara juga mau master" akhirnya Clara mendatangi masternya. Ia memaksa Elena untuk segera melepas pelukan, mau tidak mau Elena pun terpaksa melepaskan nya.


"Master?, apakah mereka murid mu tuan?" Wanita iblis memberanikan diri untuk bertanya ketika mendengar perkataan 'master' dari mulut mereka.


"Yah, kedua orang ini muridku, yang ini Clara dan satunya Elena. Kalau yang sedang duduk di kasur itu namanya Flera" Jawabnya sedang memeluk Clara.


"Apakah dia juga murid mu?"


"Bukan"


"Lalu?"


"Aku bawahan tuan yang pertama, salam kenal" serunya tersenyum manis lalu beranjak dari kasur dan berjalan mendekati wanita iblis. Ia tidak lupa untuk mengulurkan tangannya seperti memberi salam perkenalan.


"Hoh, panggil saja Vivi" mereka pun bersalaman, tapi entah mengapa salaman mereka bukanlah salaman biasa, itu seperti sebuah persaingan wanita dewasa.


Senyuman manis ditunjukkan oleh kedua belah pihak yang sedang bersalaman, mereka semakin menguatkan genggaman mereka, tidak ada yang mau mengalah.


Terdapat bayangan ular kegelapan dibelakang Flera, sedangkan dibelakang Vivi ada sebuah bunga hidup dengan taring yang panjang, aliran listrik juga ada dimata kedua wanita yang bisa dibilang dewasa jika dilihat dari penampilan.


"Hanya sekedar salaman saja kalian terlalu lama" Seru Clark duduk diranjang nya, kedua muridnya juga ikutan.


"Hahaha, kami hanya ingin lebih akrab, yakan Vivi" Terlebih dahulu Flera melepaskan genggamannya.

__ADS_1


" Haha, Tentu saja"


__ADS_2