Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 71 : Sedikit kekuatan pulih


__ADS_3

Dgumm!


Permukaan dibuat berguncang, dinding markas assasin rusak akibat terkena dampak dari jatuhnya batang pohon besar yang mengenai markas,


Assasin yang berada dijangkauan serangan Vivi hampir semuanya mati. Sepalih dari mereka yang dapat selamat segera berlarian kedalam, mungkin ingin memberitahukan situasinya kepada pemimpinnya.


Assasin yang berasal dari dalam markas keluar lagi, lawan Vivi semakin banyak, merekapun mulai merapalkan sihir, ada juga yang tidak perlu merapalkan sihir lalu menyerang Vivi dengan sihirnya.


"Hembusan angin" kata assasin sembari menggerakkan tangannya seperti sedang mengipas.


Wushhh


Vivi meloncat kesamping, gerakan tangan dari bawah keatas pun dilakukannya. Tanaman tajam muncul dari bawah tanah yang di pijaki assasin tadi.


Karena assasin berwaspada, ia mundur 3 langkah kebelakang, namun itu malah membuat Vivi sedikit tersenyum kemudian memajukan tangannya.


Seketika tanaman yang hanya menusuk dari bawah, memanjang dan melesat cepat menembus perut assasin.


"SEKARANG!!!"


"BAIK"


Para assasin berbicara keras saat rapalan sihir mereka sudah selesai, tangan mereka semuannya sedang menyentuh tanah, lingkaran sihir besar waktu itu kelihatan lumayan besar, sepertinya mereka sedang bekerja sama untuk menciptakan sesuatu.


Seperti dugaan, tanah tadi mulai menyatu membuat kerangka-kerangka tubuh, perlahan kerangka itu menyatu sehingga menciptakan raksasa bertubuh tanah.


Vivi langsung melesat, setelah sudah sangat dekat dengan raksasa bertubuh tanah, iapun melompat jauh, tangannya memasang ancang-ancang untuk memukul, di tangannya seakan muncul sebuah bunga yang sudah memadat menjadi keras.


"Bunga besi"


Bummm!


Gabungan tanah tadi menjadi hancur lebur, kembali menjadi tanah. Mata assasin dibuka sangat lebar karena raksasa yang susah-susah mereka ciptakan malah tumbang dalam sekali serang.


"Matilah" Vivi yang masih diatas udara segera menyerang assasin menggunakan tanaman merambat. Namun sayangnya, sebelum mengenai para assasin, tanamannya itu malah terbakar hangus.


"Hoi-hoi, apa tujuanmu mengacau ditempat ku"


Ternyata, itu perbuatan pemimpin assasin yang baru saja keluar dari markasnya.


"Heh ... tugas ku telah selesai" Vivi mundur beberapa langkah kebelakang, niatnya ingin menjauh sekaligus memperhatikan rencana Clark yang sudah diberitahukannya kepada Clara dan Elena.

__ADS_1


"Telah selesai?" karena bingung maksud dari wanita bertopeng di hadapan nya, pemimpin assasin kebingungan hingga tak lama itu, sebuah air berbentuk runcing berjatuhan dari atas.


"Ugh, dari atas kah?. Api panas ... semburan api!"


Wushhh


Keluar semburan api dari mulut pemimpin assasin, kedua jari nya sedang berada di dagu.


Meskipun langit telah gelap entah mengapa assasin itu bisa tau terdapat air berbentuk runcing ingin mengenainya. Api yang baru saja dikeluarkan nya dapat menghalangi air tadi sehingga menjadi sekumpulan asap.


"Serangan mu tidak membunuhnya Elena" Clara yang sudah memegang sabit berlarian kencang, gerakan tubuhnya terasa amat ringan.


"Berisik Clara!, padahal aku sudah diam-diam menyerangnya" jawab Elena merasa tersinggung.


"Hentikan dia" karena bawahannya telah menyadari Clara, ia pun segera memberitahukannya kepada yang lain.


Beberapa serangan dasar seperti sihir angin, tanah dan juga api, mengarah kearah Clara.


"Maju saja Clara, aku akan melindungi tubuhmu. Penguatan tubuh ... " terdengar suara roh bulan sabit di kepala Clara.


Sekujur tubuh Clara diselimuti oleh kegelapan, wujudnya memancarkan hawa gelap yang amat berbahaya.


"Clara mengerti kak" balasnya masih berlarian sekaligus menghindari serangan-serangan dari sekumpulan assasin.


Tranggg ... Woshhh


Pertemuan sabit dan pedang api terdengar cukup keras, bahkan sampai menyebabkan efek kejut berupa angin.


Clara hanya berwajah kan datar, ia menambahkan tenaganya untuk membuat pemimpin assasin mundur.


***


Tidak jauh dari lokasi pertempuran, tepatnya didalam markas assasin. Clark sedang berjalan santai, menikmati waktu tenangnya tanpa ada gangguan sedikitpun kecuali suara pertarungan dari luar.


"Tenang sekali rasanya. Halo ... apakah tidak ada orang?" karena merasa sunyi, Clark pun berbicara sendiri, ingin memastikan apakah masih ada orang.


Sebenarnya genangan darah sangat banyak disekeliling Clark, bahkan kepala tanpa tubuh banyak ber gelindingan dilantai markas yang sudah retak serta hancur itu.


Baru melewati pintu ruangan khusus, Clark menyeringai manis, pemandangan dibelakang serta senyumannya membuat siapapun yang melihatnya pasti akan sangat ketakutan.


Tepat yang seperti dipikirkan, kenapa markas assasin bisa sunyi adalah karena Clark sudah membunuh kesemua orang yang sedang berada didalam.

__ADS_1


Semua tubuh mereka tidak ada yang utuh sama sekali, bahkan yang paling ringannya, mati dalam keadaan mata terkeluar.


Clark pun mendekati penutup besi dilantai yang ada diruangan tersebut kemudian membukanya dengan pelan dan singkat.


Sesudah penutup besi dibuka, terlihat ada sebuah anak tangga beton menuju keruangan bawah tanah.


Tanpa berlama-lama lagi, orang itupun berjalan turun, melewati anak tangga.


Dilantai bawah, juga cukup sunyi dan hening, tidak ada satupun orang yang menjaga serta berbunyi, mantan malaikat sedang berjalan seraya memperhatikan kurungan sel dibagian sisi kiri dan kanannya.


Tanpa mempedulikan ada orang didalam sel, Clark hanya jalan melintasi ruangan bawah tanah.


Tap ... tap ... tap ...


Langkahan kaki Clark terdengar sangat jelas, mungkin itu karena ruangan bawah tanahnya sunyi dan cukup dalam, sehingga suara pijakan kaki terdengar menggema.


Didalam sel, remaja sekitaran berumur 17 tahun sampai orang dewasa berumur 35 tahun, nampak sangat tertekan.


Kebanyakan dari mereka berjenis kelamin wanita, tidak ada sehelai kain pun menutupi tubuh mereka, bahkan di sekujur tubuhnya banyak luka-luka memar dan goresan luka.


"Hmm ... sudah bisa ditebak kalau mereka tidak ingin hidup lagi, ya itu tidak bisa dipungkiri sih, karena mereka dipaksa melayani anak buah assasin secara bergilir"


"Mulanya saat aku menyusup kemari, mereka menolak terus. Tapi, setelah diperlakukan kasar dan dipukuli, akhirnya mereka terpaksa dibuat menyerah dengan nasib mereka"


"Huh, betina yang malang, sayangnya aku tidak menginginkan keselamatan kalian, sebab aku menginginkan rasa kebencian yang amat besar dari kalian"


"Setelah mereka bersekongkol sama akademi cahaya perak yang membantai akademi kalian lalu menodai kalian seenaknya, bukankah seharusnya kebencian kalian sangat besar?"


"Jadilah sumber dari pemulihan kekuatan ku, tunjukan kepada ku sampai mana kebencian kalian" batinnya sambil tersenyum jahat.


Bayangan dari perawakan Clark yang terkena cahaya obor tersebar lalu memasuki bayangan korban pemerkosaan.


Bayangan itu seperti menyedoti targetnya, perlahan mulai melahap para wanita, tidak ada satupun orang yang melawan, mereka hanya pasrah tanpa ada sedikitpun perlawanan.


2 menit berlalu, tubuh korban tidak terlihat lagi, semuanya sudah digerogoti dan dilahap oleh bayangan.


Clark saat itu sedang menatap langit, tangannya kanannya menutupi salah satu matanya sekaligus menampakkan ekspresi mengerikan dari biasanya.


"Hah, lumayan ... kalian memang yang terbaik. Aku tidak sabar lagi dewa, jalan pembalasan ku sedikit lebih mendekat" postur tubuhnya terlihat sangat menikmati hisapan tadi, jarak antara kakinya agak melebar.


......................

__ADS_1


Kemarin kgak up karena otor menikmati tahun baruan hehe 🗿


__ADS_2