Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.22 : Si kejam Elena


__ADS_3

Pagi ini matahari begitu terik, sinarnya masuk melalui celah-celah lubang kapal, seakan mengajak untuk segera beranjak agar diri segera bergerak, sinar mentarinya menyilaukan mata, menjadi pemantik rasa semangat pagi hari ini,


Clark sedang membukakan mata nya, mencoba beranjak dari tempat tidur nya akan tetapi sesuatu di sebelah kiri dan kanan nya bergerak-gerak memeluk Clark.


pas dibukakan selimut nya ada 2 orang wanita masih tertidur pulas, yang satunya anak perempuan berparas cantik tapi dalam keadaan apapun selalu tenang, tubuh nya lebih besar dibandingkan anak seumuran nya, siapa lagi kalau bukan Clara si murid pertama.


yang satunya juga tidak kalah cantik, rambut berwarna putih pendeknya pasti dapat membuat para pria terkagum-kagum, walaupun tubuh nya lebih mungil tapi itu menambah kesan imut nya. ia merupakan murid kedua Clark namanya Elena.


"mereka berdua sudah percaya dan bergantung dengan ku, seperti nya manipulasi ku berjalan dengan baik. wahai pion-pion berharga ku akan ku gunakan kalian sebaik mungkin" Clark mengelus rambut Clara dan Elena, senyuman iblis nya menambah kesan mengerikan.


"uh, emm ... master aku akan melindungi mu" Elena sedang mengigau, ia menyentuh balik jari jemari Clark di kepala nya.


***


balik ke beberapa jam yang lalu, tepat di malam hari. pedang air raksasa dapat di tahan oleh mantan malaikat hanya dengan trik-trik kecil nya saja. walaupun begitu angin kencang dari pembenturan membuat air laut tidak tenang bahkan awan-awan malam saja menjauh dari tempat kejadian.


"melihat nya seperti ini master nampak keren dan imut ... " kata Elena dihati nya, ia sedang memperhatikan Clark dengan rasa takjub yang tinggi.


"apa yang kau lihat, ini semua karena mu" Clark berucap sedikit kasar, ia menatap sinis Elena.


"eh ... master masih marah karena ku, hiks ... maafkan Elena master ... " raut wajah nya nampak kasian jika di perhatikan, mata nya berair.


"seperti nya aku terlalu berlebihan merubah kepribadian nya" batin Clark memperhatikan Elena.


di bawah pria bertopeng emas sudah tidak menggunakan topeng nya lagi, mungkin karena tekanan dari pedang air berukuran besar tadi sehingga ia berlutut dan ujung-ujungnya malah dapat menghancurkan topeng emas nya.


wajah nya penuh dengan aliran darah, terutama di bagian kening nya.


pas melihat nya dengan mata berair Elena menarik lengan baju Clark "master-master"

__ADS_1


"hmm apa?"


"bo-bolehkah itu aku ... " wajah Elena memerah nampak malu-malu, jari manis kiri dan kanan nya juga bersatu.


{👉👈}


"bicara yang jelas"


"aku mau menyiksa nya master ... dia sudah melukaimu, aku tidak tahan lagi ingin merobek-robek kulit nya hehe ... pasti seru" jika dilihat dari mata nya Elena sangat menyeramkan, senyuman sangat lebar sedang menunjukan gigi-gigi nya.


"jangan lakukan itu"


"eh ... kenapa?" Elena kecewa, ia tidak dapat menutupi ekspresi cemberut nya.


"karena master mu ini akan menggunakan cara terkejam lainnya untuk membungkam mulut nya" baru kali ini Clark memamerkan senyuman mengerikan nya di hadapan murid nya sendiri.


"ah ... master sangat manis" bukannya ketakutan Elena malah kesenangan melihat ekspresi baru Clark sembari menggigit jari tengah nya sendiri.


"ap-apaan monster itu. kekuatan nya diluar kemampuan kami, bahkan sihir nya tanpa rapalan, sialan kami tidak bisa melanjutkan misi pembantaian lagi"


"hooh, misi pembantaian. coba jelaskan lebih rinci lagi jika tidak ingin menderita" clark secara tiba-tiba telah berada di dekat nya, kaki nya menginjak punggung pria yang sedang tiarap di permukaan tanah, wajah nya masih penuh dengan luka dan darah.


"ugh, kau bagaimana bisa disini, bukankah ... "


"diamlah, aku hanya perlu ingatan mu saja"


"aghhhhhhh, a-apa yang kau lakukan kepada ku ... "


Clark menggenggam kan tangan nya di kepala pemimpin bertopeng, ia hanya bisa pasrah menerima perlakuan Clark terhadap nya, ia seperti mentransfer kan ingatan pria bertopeng emas ke kepala nya sendiri.

__ADS_1


"aghhhhh, sialan kau ... ini menyakitkan. aghhhhhhhh ... "semakin lama mentransfer, pemimpin bertopeng semakin menderita akibat paksaan Clark mengambil ingatan nya, teriakan nya semakin keras seiring berjalan nya waktu.


memori ingatan bermunculan di isi otak nya Clark "ah ... ini semakin menarik hahaha, akan kubuat atasan kalian menjadi boneka pion ku, aku tidak sabar untuk bersenang-senang kedepan nya hahaha" itulah isi hati milik Clark penuh akan kesenangan semata berbeda di realita nya yang penuh akan tipu daya.


"bunuh ... bunuh aku, berhentilah ... aghhhhh" teriakan pemimpin bertopeng semakin mengeras, membuat Clark terganggu saja.


"membunuh mu?, seperti nya itu juga ide bagus, karena aku sudah tidak membutuhkan mu lagi" Clark melemparkan nya dengan mudah, ia terpental cukup jauh, kepala serta perawakan nya selalu terbentur ke permukaan tanah serta bebatuan.


dilihat keadaan nya sekarang ia masih cukup tangguh karena masih bisa bertahan, kali posisi nya menghadap keatas dengan tubuh berbaring.


"huh ... huh ... pria itu sangat menyeramkan" nafas nya tersendat-sendat, seluruh tubuh nya merasakan sakit, "maaf aku tidak bisa melakukan lebih jauh lagi atasan topeng ungu"


"are ... apakah katamu tadi master tersayang ku menyeramkan, coba katakan sekali lagi jika berani" kepala Elena menjenguk, mata pisau air di tangan nya sedang ia jilati beberapa kali.


dari mata nya kelihatan sekali ingin melakukan sesuatu yang buruk kepada pemimpin bertopeng "ka-kau ... k-kau ... a-apa maumu!" benar saja, pandangan pemimpin bertopeng tidak dapat ia alihkan ke arah lain lagi selain ke Elena.


masih sama seperti sebelumnya, wajah pria bertopeng semakin pucat, ia nampak sangat ketakutan melihat sesuatu yang seperti ada dihadapan nya ini.


melihat wajah ketakutan lawan nya membuat Elena bertambah kegirangan "hehe itu yang ingin ku lihat dari mu, walaupun itu menjijikkan sih menurut ku" Elena telah menaikkan pisau nya, mengambil ancang-ancang untuk melakukan tusukan beruntun.


"hih ... hih ... jangan, hih ... hih jangan!" tarikan nafas nya semakin menguat "aghhhhhhhhhh"


***


begitulah kejadian beberapa jam yang lalu, balik ke masa sekarang. Elena mulai membukakan mata nya ketika Clark sedari tadi mengelus nya.


"master ... apakah sudah pagi" tangan Elena masih memegang tangan Clark, ia mengucek-ngucek mata nya dengan tangan satunya.


"ya. kenapa kalian tidur disini?, bukankah sudah ku suruh untuk tidur dikamar sebelah bersama Clara.

__ADS_1


"aku masih kepikiran ibu dan yang lainnya. Elena hanya mempunyai master, jadi aku kali ini tidak mau berpisah sama master apapun yang terjadi. takut jika master meninggal ku seperti yang lainnya juga"


__ADS_2