Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.32 : Bangkit nya kepribadian lain Clara


__ADS_3

Ketika Clara sudah dipastikan terhempas kebawah, dengan cepat lagi pria bertubuh api menyerang Elena yang tidak terlalu jauh dari jangkauan nya.


"groar!" pria bertubuh api berteriak, ia mengandalkan tangan serta kuku nya untuk menjangkau Elena.


"perisai air" kata Elena mencoba untuk melindungi tubuh nya.


"ugh ... " sangat disayangkan pertahanan Elena dapat ditembus dengan mudah. Padahal elemen mereka saling berlawanan, seharusnya itu tidak akan berefek banyak. Mungkin, hal itu karena disebabkan perbedaan kekuatan yang lumayan tinggi.


Pria bertubuh api mencekik Elena. Semakin melihat wajah Elena, pria itu malah semakin membenci nya. Amarah nya tidak dapat ia tahan lagi, ia pun langsung saja menghempaskan tubuh Elena sekuat mungkin.


bumm ... bumm ... bumm!


tubuh Elena terpental dilautan, saking kuat nya lemparan pria bertubuh api sampai-sampai membuat tubuh Elena memantul-mantul hingga tiga kali.


"groar! ... " Lagi-lagi pria bertubuh api berteriak tidak jelas. Ia seperti kehilangan jati diri nya, kesadaran nya sudah tidak ada. Diri nya hanya mengamuk saja sambil mengeluarkan tekanan api serta serangan acak.


Pulau monster dibuat kacau balau. Air laut juga terkena serangan acak nya hingga membuat air menguap serta menyembur keatas.


***


di atas langit Clark hanya mengamati saja, ia masih duduk santai dikursi. tentu secangkir teh masih ia konsumsi, tidak ada pergerakan yang dilakukan Clark untuk membantu murid-murid nya.


"Sudah saatnya melihat pertunjukan menarik, aku akan melihat bagaimana reaksi mu Clara" Clark tersenyum tipis.


***


dibalik sisi, Keadaan Clara sekarang bisa disimpulkan tidak cukup baik dari biasanya. Ia terbaring dipermukaan tanah dengan lubang yang lumayan dalam untuk seukuran tubuh nya. Lubang itu tercipta karena hantaman tubuh Clara yang terlalu kuat.

__ADS_1


Pakaian nya sudah terbakar habis, yang tersisa hanyalah pakaian dalam nya saja. Elena mengalami luka bakar yang cukup parah, bahkan terdapat bekas pukulan pria bertubuh api tepat di tengah perut nya, itu seperti membekas saja.


Perlahan Clara membukakan kedua matanya. Ia langsung saja duduk memperhatikan sekitar nya yang hanya ada sekumpulan tanah, itu semua karena ia sedang berada di dalam lubang.


Sabit besar nya juga ada di lubang tersebut, Clara pun mencoba untuk melihat keatas lalu sekalian melihat keadaan tubuh nya saat ini. Ketika dilihat lebih jelas, Clara baru saja menyadari bahwa pakaian nya sudah tidak ada.


"Baju pemberian master dimana?" ia menoleh kesana-kemari namun tetap saja tidak bisa ketemu. Semakin lama mencari, Clara malah semakin cemas, wajah nya sudah sangat pucat.


Ketika sedang panik, Clara mengingat pukulan serta kobaran api nya yang dapat membakar pakaian pemberian guru nya.


Bukannya menghawatirkan luka ditubuh nya ataupun menahan sakit, Clara malah cemas akan hal sesuatu. Tangan nya menjambak rambut nya sendiri, mata nya terbuka lebar, ia menggigit bibir nya sendiri.


"Baju pemberian master ... pasti terbakar, bagaimana ini?, bagaimana?, bagaimana?, bagaimana?, bagaimana?, bagaimana?. Bukankah nanti ... master bakalan tidak mengelus Clara lagi. Apa yang harus Clara lakukan?" pikiran nya sangat kacau, ia sangat takut jika master nya akan berhenti mengelus nya.


Clara semakin kepikiran. Jambakan rambut nya semakin menguat, air mata nya tanpa sengaja menetes walaupun ia tidak ingin menangis "Hei kau! ... apa yang kau lakukan?. Cepat lawan monster aneh itu sebelum dia menghancurkan pulau ini" Tiba-tiba ada suara perempuan diisi Kepala nya.


Walaupun ia mendengarkan suara nya, akan tetapi Clara malah tidak memikirkan nya, ia masih mengingat momen baju pemberian guru nya terbakar "Master tidak bakalan membuang Clara kan?, Clara minta maaf tidak bisa menjaga barang pemberian master" Clara masih menjambak rambut nya. Sudah jelas bahwa ekspresi nya kali ini sungguh sangat tertekan.


"Hei! kau dengar tidak?"


"Si-siapa?" tanya nya tergagap dengan air mata masih menetes.


"Aku hanya bisa menjelaskan bahwa aku adalah roh bulan sabit, aku sudah berjanji dengan orang itu agar bisa menjaga dan membantu mu disaat keadaan yang genting. Aku akan membantu mu mengalahkan monster aneh itu"


"Membantu?"


"Ya, bukankah orang diatas mu itu yang menyebabkan ini semua!"

__ADS_1


Mulut Clara sedikit ternganga. Ia melihat pria bertubuh api sedang mengamuk, sejenak ia terdiam dan menunduk.


"Ohh, heh-hehe ... hahaha ... dia yang merusak baju pemberian master. Dia bersalah karena telah menghilangkan kesempatan Clara untuk bisa mendapatkan elusan master, selalu saja merusak, orang itu menghalangi Clara"


"Menjijikkan!, dari awal sampai akhir selalu saja merusak baju pemberian master. Hah ... harus dibunuh!!!, bunuh!!!, bunuh!!!, bunuh!!!, bunuh!!!, bunuh!!!, bunuh!!!, bunuh!!!, bunuh!!! ... "


"Apa-apaan ini?. kebencian nya begitu dalam hanya karena sebuah elusan dan baju pemberian orang itu terbakar saja. Orang yang menyegel ku didalam ini ... siapa dia sebenarnya?, sampai-sampai dapat merubah kepribadian orang sesuka hatinya"


"Mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, membuat ku sangat merinding. Mau tidak mau aku harus mematuhi perintah nya dan menjadikan anak ini pemilik ku" kata roh bulan sabit, tentu pembicaraan nya tidak dapat didengarkan oleh Clara yang sedang marah.


Dari wajah Clara, terlihat ia sangat membenci pria bertubuh api. Samar-samar mata dan mulut nya bercahaya merah, senyuman lebar sudah ia perlihatkan.


Seketika itu juga bekas pukulan diperut nya sekarang sudah pulih. Kulit nya kembali mulus seperti sediakala, luka bakar nya juga sudah membaik. Ia kembali bangkit dengan tatapan tajam menyertai nya, tidak lupa juga Clara memungut sabit nya.


"Singkirkan dia segera mungkin, aku akan membantu mu untuk mendekati nya" kata roh bulan sabit memberitahu Clara.


"Tidak usah diberi tau, Clara mengerti" masih saja ia tersenyum, ia pun langsung saja menghentakkan kaki nya dengan kuat.


Bumm


Dalam sekejap saja ia sudah keluar dari lubang, ia pun menyeret sabit besar milik nya dalam keadaan tersenyum. Pria bertubuh api tidak memperhatikan Clara, ia masih saja mengamuk menyerang dengan tanah keras berlapiskan api.


Jika dilihat pemandangan nya dari atas, sangat nampak sekali bahwa pulau monster penuh dengan lubang-lubang besar dipermukaan nya. tanah nya juga sebagaian sudah retak dan rusak, sudah tidak terlalu kuat menahan serangan acak pria bertubuh api.


"Clara kehilangan elusan master karena orang menjijikkan seperti mu, Padahal Clara sudah berjuang keras untuk mendapatkan elusan master, kau malah begitu mudah nya menghilangkan kesempatan Clara. Hehe, Clara ingin kau mati saja, lenyap saja dari dunia ini" ia hanya berjalan pelan.


Diri nya masih menyeret sabit besar nya, ujung sabit membuat tanah bergores. Kepala nya menatap keatas, jalan nya seperti agak sedikit kaku. ia hanya ingin berurusan dengan pria bertubuh api saja, tidak peduli yang lain ataupun teman nya sekalipun.

__ADS_1


......................


maaf kemarin gaada up, sebagai ganti nya saya akan up awal hari ini


__ADS_2