Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.37 : Puteri wilayah Aquari


__ADS_3

"Tidak bukan begitu, cuman ini ... " ksatria itu menundukkan kepala nya lagi, ia tidak berani menatap tuan puteri beserta pengawal nya.


Tuan puteri sedikit mengangkat kan lengan mungil nya, ia seperti mengisyaratkan agar kesepuluh kesatria wanita memasukkan pedang nya kembali.


Melihat lengan mungil tuan puteri, kesepuluh ksatria pun menundukkan kepala nya sebentar, lalu memasukkan pedang nya kembali ke sarung pedang yang ada dipinggang nya masing-masing.


"Jika kau mencari Ratu lautan ... Ratu lautan sedang sibuk. Sebagai anak nya ataupun tuan puteri wilayah Aquari ... aku akan memberitahukan informasi ini kepada ibu ku nanti. Jadi katakan saja" kata tuan puteri masih dapat tenang.


Memang tuan puteri yang satu ini masih tergolong cukup muda dan pendek, akan tetapi penampilan nya benar-benar tidak dapat dipandang remeh.


Kulit nya begitu lembut dan seputih giok, rambut nya berwarna perak keunguan dikombinasikan perhiasan dan baju yang berwarna putih dan ungu membuat penampilan nya semakin melebihi batas cantik.



Ilustrasi tuan puteri wilayah Aquari. Ilustrasi by pinterest.


Hidung nya tidak mancung, bibir nya kecil, mata nya agak besar tapi sangat cantik karena bola mata nya berwarna ungu. aura puteri nya lebih kerasa ketika berhadapan dengan nya, ia begitu bermartabat sangat cocok menjadi tuan puteri wilayah Aquari.


Bagi seorang pria muda berhadapan sama tuan puteri adalah sebuah keberuntungan. Bagaimana tidak beruntung, hanya sedikit orang saja yang kecantikan nya dapat dibandingkan dengan tuan puteri yang satu ini. Bahkan terkadang, wanita saja bisa jatuh cinta terhadap nya.


"Jadi begini ... " ksatria itu menceritakan dari awal sampai akhir.


"Hmm, begitu? apa ada informasi lain lagi?" tanya tuan puteri menuruni kursi ibu nya.


Ia perlahan mendatangi ksatria wanita itu lalu menyentuh dagu ksatria yang sedang menunduk tadi dengan satu jari tangan kiri nya. Ia juga sedikit mengangkat kepala nya hingga tatapan ksatria itu sepenuhnya menatap tuan puteri itu saja.


Dup ... dup ...


Detakan jantung ksatria wanita semakin kencang "Tu-tuan puteri itu ... tidak ada lagi" Pipi ksatria wanita tersebut merona, semakin ia menatap tuan puteri pipi nya semakin memerah. Ia takluk dan terpesona sama paras tuan puteri yang bisa dikatakan sangat cantik.


Sejenak tuan puteri itu menatap mata nya dengan tenang "Dia tidak berbohong" batin nya langsung berbalik kembali duduk dikursi ibu nya.

__ADS_1


"Kau bisa kembali melanjutkan tugas mu" perintah tuan puteri terhadap nya.


"B-baik tuan puteri. Permisi" pamit nya langsung undur diri untuk segera meninggalkan istana.


"Kecantikan tuan puteri melebihi ratu, bahkan aku sebagai wanita ... jantung ku sampai berdetak kencang" gerutu nya pelan sembari menyentuh dada nya.


***


Sekitar sejaman telah terlewati. Clara dan Elena masih berada diruangan nya tadi, tapi sekarang sudah tidak berbaring, melainkan duduk ditepian ranjang.


"Clara ... mari kita mendatangi master" ucap Elena bersemangat, ia sudah tidak sabar untuk mendapatkan baju baru dari master nya.


"Ya, tapi bagaimana keadaan mu Elena?, bukankah sebelum nya masih lemes" tanya Clara datar. Walaupun wajah nya datar, tapi dihati nya sudah sangat tidak sabar untuk segera mendapatkan baju pemberian master nya.


"Haha, tidak apa-apa. Sekarang sudah mendingan, lihatlah aku" Elena meloncat-loncat, ia membuktikan bahwa dirinya benaran sudah lebih sehat dibanding beberapa waktu yang lalu.


"Baguslah, tunggu apalagi?, ayo ke ruangan master" nada Clara acuh tak acuh. Tubuh nya masih ditutupi pakaian dalam, tidak ada lapisan lain.


"Hei!, sudah kubilang tutup tubuh mu dulu pakai selimut atau apalah itu"


"Apa yang kau lihat!" Elena sedikit mengeraskan suara nya, ia juga menutupi bagian milik nya.


"Tidak ada" kata Clara lalu berjalan keluar dari ruangan nya.


"Tunggu ... berapa kali sudah kubilang!, tubuh mu harus ditutup!, ini ada selimut" ucap Elena menarik selimut yang ada dikasur nya.


Clara menoleh "Tidak tertarik" katanya sambil melanjutkan langkah kaki nya.


"Cih anak itu ... ingin menunjukkan tubuh nya kepada master, kalau begitu aku juga akan melakukan itu" Elena mulai melepaskan pakaian nya, tubuh nya kali ini hanya berlapiskan pakaian dalam saja sama dengan teman nya yaitu Clara.


Sesaat kemudian setelah mereka sampai keruangan master nya, nampak sekali tangan Clark menyentuh kening nya.

__ADS_1


"Mengapa kalian semua hanya memakai pakaian dalam?" tanya Clark heran sembari menundukkan kepala nya ke bawah.


"Master, Clara kan tidak memiliki pakaian lagi"


"Anu ... A-aku juga" kata Elena beralasan.


"Elena, kupikir tadi kau menggunakan pakaian" Clara mengingat bahwa Elena tadi menggunakan pakaian sebelum kesini.


"Ehh ... hehe itu si ... pakaian ku tiba-tiba hilang" ucap Elena mencari alasan lagi.


"Hah?" Clark menggelengkan kepala nya, tangan nya juga masih menyentuh kepala nya.


"Tidak masuk akal" balas Clara masih datar.


"Eh itu ... hmm" Elena bingung ingin mengatakan apa, pipi nya ikut memerah.


"Malu banget ... Ahh, perasaan apaan ini, jantung ku terus berdetak. Master juga sempat melihat tubuh ku sebentar, aaaa master hehe. Tidak sia-sia aku melepas pakaian ku sebelum kesini, aku tidak akan membiarkan Clara saja yang tubuh nya diperhatikan master" batin nya kesenangan sekaligus malu.


"Hah ... sudahlah, itu pakaian kalian" Clark berdiri, ia tidak mau berbasa-basi dan langsung meninggalkan kedua murid nya.


"Master, mengapa ada 8 pakaian?, kami hanya berdua saja" Elena bingung mengapa ada 8 pakaian menggantung dipinggir dinding kayu kapal.


"Masing-masing 4 pakaian, itu buat kalian berdua yang sudah berlatih keras selama ini. Kita akan kesuatu tempat nanti" Clark tidak menoleh namun ia tetap menjawab nya.


"Banyak nya ... ini beneran untuk kami berdua master?" Elena tersenyum manis. Ia begitu bahagia.


"Ya tentu saja, kalian berdua adalah murid ku yang berharga" lanjut Clark melangkahkan kaki nya dan akhirnya tidak terlihat lagi.


Clara yang mendengarkan perkataan master nya tidak sengaja menunjukkan senyuman bahagia nya walaupun hanya 1 detik saja "Master sangat baik" gerutu nya pelan sembari melihat baju yang diberikan master nya.


Elena yang mendengarkan perkataan master nya, tersenyum lebih lebar daripada sebelum nya. Ada pakaian yang membuat nya tertarik, ia pun menyentuh nya dalam ekspresi yang terlalu terobsesi kepada master nya.

__ADS_1


"Master hehehe ... ini buatan master ku yang terlalu manis. Kain nya begitu lembut seperti perlakuan mu terdapat ku, Ahhh master kenapa bisa seindah ini. Master hehehe ... kau yang terbaik" batin Elena. Berulang kali menyentuh kain pakaian baru nya.


"Hihi master, jika ada yang merusak pakaian pemberian mu lagi ... Clara tidak akan memafkan nya, Clara bisa pastikan itu karena master adalah keluarga berharga yang dimiliki Clara" batin Clara. menyentuh suatu pakaian yang ia tertarik, untuk ia pakai saat ini juga.


__ADS_2