![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
"Hentikan kereta kudanya" sahut seseorang sedang menggunakan pakaian layaknya assasin,
Pakaian mereka serba hitam dengan penutup kepala, diperkirakan jumlah nya hanya 10 orang dewasa saja.
"Heh, aku telah menunggu kalian daritadi" seru Clark memberhentikan kudanya.
"Apa maksudmu?" ketua assasin mengeluarkan sebuah golok dari punggungnya, anak buah yang lain juga mengeluarkan masing-masing senjata nya, seperti pedang, pisau dan juga golok.
"Kalian salah sasaran" seru Clark masih bisa tenang walaupun mereka telah memegang senjata.
"Periksa gerbong kereta kudanya" perintah ketua assasin tidak mendengarkan perkataan pemuda yang sama sekali tidak bergerak dari tempat duduknya.
"Periksa saja jika kalian berani" Clark melipatkan tangannya kehadapan.
"Kau masih bisa tenang, kuakui keberanian mu" sang assasin mengakui keberanian nya "Kalian periksalah, tidak akan ada yang terjadi apa-apa, pemuda itu hanya berani mengancam"
1 anak buahnya maju, mencoba mendekati gerbong kereta.
Sebuah pisau kecil sudah digenggam nya dengan erat, masih merasakan ragu sebab pemuda yang masih bisa diam dan tenang terlihat ingin merencanakan sesuatu yang dapat mengancam hidupnya.
Saat sudah hampir membuka gerbong kereta, saat itu juga Clark menyeringai licik.
Tingg...
"Ckk"
Sesudah membuka gerbong kereta, tiba-tiba ada seorang wanita menyerang nya secara langsung.
Wanita itu menggunakan sabit besarnya, tidak lain dan bukan adalah muridnya Clark, yaitu Clara.
Assasin itu dapat menahan sebuah sabit besar dengan pisau kecil miliknya, itu semua disebabkan oleh dirinya yang masih berwaspada, meski kenyataan nya begitu, pisau yang digunakan nya sedikit retak karena tidak tahan menahan ujung sabit.
Clara lanjut menambahkan tenaganya untuk menekan sabit besarnya.
Track
Mata pisau berhasil hancur, assasin tadi melompat kebelakang, menjauhi wanita pembawa sabit yang baginya cukup berbahaya.
Clara pun turun dari gerbong kereta kudanya.
"Apa yang terjadi?"
"Siapa wanita itu?"
"Mungkinkah ... anggota Akademi pedang sihir yang sedang menyamar?" para assasin berdiskusi.
"Kau cepat tangkap wanita itu!, jangan sampai lolos!" teriak sang ketua assasin.
__ADS_1
"Baik ketua" jawab assasin tadi
"Kekuatan fisik nya tidak bisa dianggap remeh, aku akan menambah kecepatan ku" batin assasin sembari berlarian seperti bayangan, ia mengincar bagian kakinya.
Dengan firasat serta insting nya, Clara sendiri menghentakkan bagian tongkat bawah sabitnya sehingga tanah yang di pijaki assasin sedikit terguncang.
Aktifitas lari sang assasin berhasil dibuat terganggu, Clara mengambil kesempatan ini untuk menyerang balik, sabit besarnya tidak lupa dibawa.
Disaat sudah dekat, Clara mengayunkan sabitnya kesamping kanan, terlihat ingin memenggal kepalanya.
Dengan tenang, assasin itu menghindari nya. Menyadari serangannya bakal gagal, Clara lanjut menginjak perut sang assasin.
"Ugh" assasin itu berhasil dibuat mundur, bagian perut nya terasa sakit, sekarang dirinya sedang memegang bagian perut nya.
"Ini akan merepotkan, kalian cepat bantu dia!, aku akan mengurusi pemuda itu!" perintah ketua assasin sambil berlarian membawa golok.
Dirinya sedang menuju kearah pemuda yang sedang duduk di hadapan kereta kuda, Clark hanya tersenyum saat ketua assasin mendekati nya.
Merasa ada yang salah, ketua assasin menyelimuti golok nya menggunakan sihir api.
"Elena ... " pemuda tersebut memanggil sebuah nama, sehingga keluarlah seorang anak bertubuh kecil dari gerbong kereta.
Tidak lupa, dirinya menyemburkan sebuah air mengalir yang begitu deras hingga membuat sihir api yang menyelimuti golok padam seketika itu juga, ketua assasin tadi berhasil dibuat mundur oleh semburan air.
"Cih, sepertinya dia juga dari akademi pedang sihir, aku harus menangkapnya untuk kepentingan pribadi sama akademi cahaya perak" batinnya memperhatikan bajunya yang telah basah kuyup.
Sebuah bayangan, menyelimuti beberapa dedaunan yang tumbuh dipohon.
Daun yang menempel itu seketika tercabut lalu berterbangan diatas kepala ketua assasin. Daun yang awalnya berwarna kehijauan berubah warna menjadi kehitaman karena diselimuti bayangan.
"Terima ini jika kau mampu"
Syuh ... syuh ...
Dedaunan tadi menjadi tajam dan kuat, kecepatan terbang nya juga cukup cepat.
Khikkhik ...
Kuda dibuat meringkik, karena dedaunan hitam yang tajam menancap dikulit nya.
Elena hanya sempat melindungi dirinya, tidak sempat untuk melindungi masternya dan juga kuda, termasuk gerbongnya.
Dedaunan tadi menancap tepat disamping leher Clark, sedikit lagi hampir mengenainya. Untungnya Clark sempat menghindar disaat-saat terakhir walau sedikit helaian rambutnya ikut terpotong.
Melihat sedikit rambut masternya terpotong, Elena menunjukkan rasa kesal disaat-saat pertarungan, aura membunuh yang berasal dari tubuh nya tiba-tiba bocor.
Ketua assasin semakin mewaspadai nya.
__ADS_1
"Firasat ku mengatakan, anak ini sungguh berbahaya jika menghadapinya dengan sendirian, aku harus memanggil anak buah ku yang lain" batinnya sempat melirik ke sekumpulan assasin yang mengepung Clara.
Disana, Clara menerima serangan dari berbagai sisi, dimulai dari depan hingga menyusul kebelakang.
Dirinya tidak dibuat kewalahan sama sekali karena berkat tubuh regenerasi nya yang selalu memulihkan tenaga serta luka yang diterimanya.
"Kepung dia, bantu aku untuk mengulur waktu, aku akan merapalkan jenis sihir kuat" kata sang assasin naik keatas pohon.
Rekannya paham akan rencana yang dimaksud oleh assasin tersebut, mereka mulai menyerang Clara lagi.
"Kalian!, berhentilah!. 3 orang kemarilah!, bantu aku untuk mengurusi anak ini!" ketua assasin berteriak cukup keras.
Bingung mengikuti rencana yang mana, dengan pemikiran yang cukup matang, 3 anak buahnya pun ikut perintah ketuanya.
"Hehe, beraninya! ... beraninya!! ... orang jahat seperti kalian, memotong rambut master!!!"
Lidah Elena sudah menjulur keluar, matanya terbuka lebar, langkahan kaki yang dipadukan aura bocor mengubah arah pandang mereka kepada Elena.
Saat ini dipikiran sang assasin menganggap bahwa Elena ini orang yang menyeramkan.
" ♡ Master ku ... aku ingin menghukumnya, apakah boleh? hehe ♡ " tanya sisi lain Elena kepada Clark yang masih diam ditempat duduknya.
Sebelum menjawab, 2 pedang air ditangan kiri dan kanannya sudah muncul.
"Lakukan sesuka mu, jangan terlalu berlebihan" jawab Clark memperhatikan.
" ♡ Terimakasih master ♡ "
Wushh
Sesudah berterimakasih, batu besar yang dibantu dengan terpaan angin hampir mengenai Elena yang masih menyeringai lebar.
Burrr
"Semut seperti kalian ingin menyerangku secara diam-diam?, hehe ... jangan membuat ku semakin marah" serunya dengan telapak tangan yang terbuka menghadap kedepan.
Sempat-sempat nya Elena memunculkan sebuah pelindung air yang berbentuk seperti bola sehingga batu besar tadi masuk kedalam pelindung nya layaknya seperti tenggelam kedalam genangan air.
"Apa!, serangan diam-diam ku tidak mempan" teriak salah satu assasin terkejut, karena serangannya tidak berhasil mengenai anak kecil dihadapan nya.
"Maaf serangga, aku tidak sengaja" kata Elena kemudian menyentuh pelindung air sehingga batu besar yang baru masuk, balik kepada pemiliknya.
Kali ini kecepatan bertambah, tidak sama seperti beberapa waktu yang lalu.
"Tanah tinggi"
Bumm ...
__ADS_1
Tanah yang awalnya hanya datar menjadi gundukan tanah keras, membentuk sebuah penghalang yang berhasil menahan serangan balik Elena meskipun tanah keras itu dibuat retak hingga hancur menjadi tanah kembali.