Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.46 : Ancaman Clark


__ADS_3

"Elena tenanglah, jangan menyerangnya" suara telepati Clark tersampaikan kepada Elena.


Elena melirik master nya, dirinya melihat Clark sedikit tersenyum lalu ia segera mengangguk paham.


"Tahan, masukkan kembali pedang kalian" perintah putri kepada pengawal nya.


"Ta-tapi putri ... "


"Apakah kalian berani menentang keputusan ku?"


"Ti-tidak tuan putri, maafkan kami" katanya langsung serempak memasukkan pedang nya kembali ketempat asalnya.


"Apa tujuan kalian kemari?" Tanya Putri Vania terhadap kedua orang yang dihadapan nya.


"Hanya bersantai disini" balas Clark terlihat masih tidak takut walaupun dihadapan nya adalah tuan putri wilayah Aquari.


"Benarkah?" Putri Vania menatap sinis, ia masih meragukan omongan pria muda dihadapan nya.


Clark memamerkan senyuman lembut nya, wajah nya nampak polos ia tidak menjawab perkataan Putri Vania, tidak ada keraguan dalam diri nya, detak jantung nya normal, matanya terlihat tidak berbohong, Clark seperti orang yang tidak pandai menyembunyikan kebohongan.


"Kedipan mata nya tidak cepat dan juga tidak terlalu lama, tidak ada tanda-tanda dia berbohong. Lalu anak perempuan itu ... dia dapat berjalan diatas air tadi, apakah orang disamping nya itu yang mengajarinya?. Mereka bukan orang biasa, darimana asalnya mereka?" batin tuan putri mengamati Clark dan Elena.


"Ada apa tuan putri?, apakah ada yang salah di wajah kami?" Clark masih menunjukkan wajah polos nya.


"Tidak, aku akan percaya perkataan kalian"


"Terimakasih tuan putri, kalau begitu kami permisi dulu, lihatlah keatas ... awan telah menggelap" Clark langsung menggenggam tangan Elena. Ia melangkahkan kaki nya.


"Hehe, master~" gerutu Elena pelan ketika bersampingan sama Putri Vania. ia langsung menempel lalu mengikuti langkah kaki Clark yang telah melewati Tuan Putri wilayah Aquari.


"Master? hmm ... " Putri Vania mendengar gerutuan Elena karena jarak mereka lewat tidak jauh.


"Tuan putri sebaiknya kita mencari tempat meneduh, sepertinya hari ini akan hujan. Bagaimana kalau ketempat saya saja, disana luas dan saya bisa menyuruh pelayan saya untuk memasakkan makanan enak khusus buat anda Tuan Putri" Walikota mengusulkan.


"Tidak perlu, nanti waktu ku terbuang banyak. Kau pulanglah ke rumah mu, kami bisa sendiri" balas nya langsung menolak secara mentah-mentah. Putri Vania langsung segera mengikuti Clark dan Elena, pengawal nya hanya diam mengikuti kemanapun Tuan Putri berada.

__ADS_1


"Baik Tuan Putri, kalau begitu saya pamit undur diri" Ucap nya sopan, ia pun menuju kerumah nya.


Sekitar 7 menitan Clark dan Elena telah masuk disebuah penginapan. Pas-pasan mereka sampai, titisan air hujan mulai membasahi kota.


"Oya, untung nya kalian tepat waktu ke penginapan, kalau tidak baju kalian akan basah" istri pemilik penginapan sedang membersihkan meja.


"Itu tadi hampir saja bibi, untung nya aku dan master sambil berlarian" Ucap Elena mengusap keningnya.


"Baguslah ... " ketika hendak melanjutkan pembicaraan nya, ada sekitar 11 orang wanita masuk ke penginapan. 11 orang itu tidak lain dan bukan adalah Putri Vania beserta para pengawal nya tadi.


"Hmm, kalian mengikuti kami Tuan Putri ... " Clark melihat 11 orang tersebut dalam keadaan sedikit basah karena terkena titisan air hujan.


"Siapa yang mengikuti kalian?, aku hanya mencari tempat meneduh" balas Putri Vania beralasan.


"Eh ... Tuan Putri!, anda Tuan Putri Vania?. Maaf penginapan kami kurang bagus untuk dikunjungi Tuan Putri seperti anda" Istri pemilik penginapan berlutut, nada bicara nya sopan.


"Tidak apa-apa lagian aku hanya meneduh, kau berdirilah" perkataan Tuan putri dituruti istri pemilik penginapan.


"Kalau begitu saya akan menyiapkan handuk dan coklat panas agar anda dan pengawal anda tidak kedinginan" Istri pemilik penginapan berinisiatif untuk mengambil handuk dan membuat coklat panas.


di halaman belakang penginapan. Clara sedang memandangi hujan, tangan sebelah kanan nya sedang menyentuh sabit besar milik nya.



Ilustrasi Clara. By pinterest.


Tubuh nya benar-benar lebih tinggi dari anak seusia nya, bahkan Elena yang sudah berumur 15 tahun kalah jauh jika dibandingkan sama tingginya Clara. Pakaian yang ia kenakan masih sama, ia menggunakan baju yang tidak sampai menutupi seluruh paha nya.


"Clara kita sudahi saja latihan nya, lebih baik masuk saja" Suara Flera terdengar di kepala Clara, tentu hanya Clara yang dapat mendengarkan nya. Sebenarnya Flera sedang berada di dalam sabit besar yang sedang dipegang oleh murid nya Clark.


"Baiklah" Balas Clara singkat lalu memasuki penginapan.


Pas sudah masuk Clara melihat ada master nya yang sedang berdiri, ia meletakkan sabit nya terlebih dahulu lalu lanjut berlari memeluk Clark dari belakang.


"Master ... "

__ADS_1


"Hmm, Clara kah?. Bagaimana latihan mu apakah lancar?" Clark bertanya, ia melepaskan pelukan murid nya hingga lanjut mengelus rambut Clara seperti biasanya.


"Lawncwar mwaster, hwahh ... " saking nyaman nya Clara sampai tidak dapat berbicara dengan benar. Ia begitu menikmati usapan kepala Clark, tidak mempedulikan hal lain walaupun orang disekitar situ menatap mengarah ke dirinya semua.


"Clara sudah cukup!" Elena tidak terima, padahal ia juga menginginkan usapan masternya.


"Hwahh ... bwishik pwendhek" balas Clara masih salah-salah mengucapkan nya.


"Apa yang kau katakan?, aku tidak paham!" walaupun tidak mengerti tapi Elena merasa bahwa dirinya telah di hina.


"Jadi kedua wanita itu adalah murid nya, pakaian mereka berdua semuanya berkualitas tinggi, sabit yang diletakkan wanita itu juga bukanlah hal biasa. Aku semakin bingung darimana sebenarnya 3 orang ini, terutama orang yang mereka sebut master" batin Putri Vania sambil mengamati.


"Are ... ada apa Tuan putri?, mengapa melihati kami terus?" Clark sedikit tersenyum.


"Jangan terlalu berpikir lebih, aku hanya penasaran dari bangsawan mana sebenarnya kalian, apakah kalian dari wilayah Mystic? ataukah wilayah valcke?"


"Bukankah sudah ku katakan, kami hanya rakyat jelata biasa"


"Kau ... coba katakan yang sebenarnya!" kata Tuan putri tetap ngotot, aura didalam penginapan jadi lebih dingin dari biasanya, semua aura tersebut berasal dari tubuh Putri Vania.


Barukali ini ia sebegitu marah karena melihat ke santaian Clark dihadapan nya, sebelumnya tidak ada yang sesantai dirinya. Hampir semua nya sopan dan patuh terhadap nya.


"Wow, santai lah. Kalian nanti akan merusak penginapan, jangan mentang-mentang dirimu adalah seorang Tuan Putri yang cantik lalu kau dapat berbuat sesuka mu" jawab nya masih santai mengelusi kedua murid nya.


"Berani-beraninya kau berkata seperti itu kepada Tuan putri!!!" teriak salah satu pengawal Tuan Putri, mereka sudah tidak tahan untuk memberikan sebuah pelajaran kepada Clark.


Langsung saja sebuah pedang mereka cabut, tidak lupa aura masing-masing saling keluar memberikan sebuah ancaman.


"Heh"


BOOM!!!


Ledakan sebuah aura tiba-tiba saja terjadi, membuat Putri dan para pengawal nya menempel ke lantai penginapan. Mereka sama sekali tidak dapat berdiri ataupun bergerak, sebagian ada yang muntah darah karena tidak dapat menahan penekanan yang terlalu kuat. Aneh nya murid-murid nya tidak ada merasakan sebuah penekanan.


Dup ... dup ... dup

__ADS_1


Suara langkah kaki Clark terdengar sangat jelas karena keadaan mereka sunyi tak bersuara "Kalian anggota kerajaan, jika kalian semua berani melawan ku, akan ku ladenin dipanggung manapun itu. Pilihlah panggung sesukamu hingga kalian nanti tau bahwa itu percuma karena aku adalah sang pemenang itu sendiri"


__ADS_2