![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Pas mengekori masternya dari belakang, Clara dan juga Elena dengan sempat nya menatap tajam kepada para wanita Akademi.
Niat membunuh nya sungguh terasa sehingga membuat mereka bergetar dan begitu ketakutan saat menatapnya terlalu lama, pria akademi juga merasakan hal yang sama, beberapa dari mereka telah menelan saliva nya sendiri.
Keesokan harinya, Clark yang baru saja turun melewati anak tangga, mendengar obrolan anak muda akademi yang sedang makan di lantai 1 penginapan.
"Hahaha, aku yakin sekali, akademi kita akan berkesempatan masuk ketiga besar dari kompetisi sihir" ucapnya sedang mengira sekaligus tertawa.
"Itu sudah pasti, lagian akademi pedang sihir peringkat pertama telah hancur, banyak murid-murid nya mati karena ketiban reruntuhan serta pembantaian dari Akademi cahaya perak peringkat kedua, entah masih ada atau tidak sisa muridnya"
Temannya mengingat berita kejadian hancurnya akademi pedang sihir beberapa minggu yang lalu.
Kejadian tersebut disebabkan oleh clark saat berpindah dunia secara acak lalu terjatuh ke dunia Magic ini, dirinya yang terlihat berwujud seperti meteor jatuh, menabrak dan menghancurkan puncak 3 pedang yang berada diatas ketinggian empat ribu kaki dari tanah.
Karena adanya kesempatan emas, Akademi cahaya perak yang haus akan kekuasan serta sumber daya, mengepung serta membantai akademi pedang sihir sehingga mereka sekarang menduduki peringkat pertama dalam jumlah murid jenius dan sumber daya yang paling melimpah.
"Kupikir masih ada murid yang hidup, entah itu lagi kabur atau sembunyi" kira temannya sambil berpikir keras.
"Sungguh sial sekali, untung nya waktu itu aku gagal memasuki akademi pedang sihir, kalau tidak ... maka aku beneran akan mati bersama mereka" salah satu murid yang pernah mendaftarkan dirinya ke akademi pedang sihir mengutarakan isi hatinya.
Mendengar cukup lama obrolan mereka, Clark kembali menaiki anak tangga.
Setelah sampai dihadapan pintu kamarnya, terdengar seorang wanita sedang memanggilnya.
"Master sedang ngapain didepan pintu kamar?"
"Hmm Clara, kau bangun cukup pagi, apakah Elena masih tidur?" jawabnya melirik.
"Anak kecil itu masih tidur"
"Anak kecil?, bukankah kau lebih muda, ya tidak bisa dipungkiri sih karena tubuh Elena lebih kecil dibandingkan Clara" batin Clark menatap wajah muridnya.
"Master?" saat tidak ada suara keluar dari masternya, Clara sendiri sedang bingung sambil memiringkan kepalanya kekiri.
"Tidak ada, kau kembalilah kekamar" Clark sedang menyentuh ganggang pintu, terlihat ingin masuk kembali.
"Master, Clara mau elusan pagi" ia berjalan mendekat.
"Tidak, kau selalu minta elusan" Clark sudah membukakan pintunya namun sang murid kembali menahan tangan masternya.
"Mm ... master, Clara ingin ... ya master, master ... sekali saja, elus Clara lagi" dari nada bicaranya ia nampak sangat memohon untuk diberikan sebuah elusan.
"Semakin hari semakin parah saja" batin Clark.
"Ayolah master, Clara ingin ... emm" karena gurunya hanya diam tak menjawab, ia kembali memohon.
__ADS_1
"Tidak, kau terlalu banyak meminta hal itu" Clark tetap menolak untuk memberikan nya sebuah elusan.
Saat masternya menolak, cengkraman tangan Clara mengeras.
"Heh ... apakah itu karena wanita yang menatap master malam tadi, sepertinya master tertarik dengan sekumpulan wanita itu, apakah master juga ingin memberikan sebuah elusan kepada mereka?"
Suaranya tidak selembut tadi, kali ini lebih menakutkan, arah penglihatan nya menatap ke lantai penginapan, senyuman diwajahnya hampir terangkat namun tidak jadi karena terlebih dahulu Clark menuruti permintaannya.
Tangannya sekarang sedang berada dikepala Clara, ia mulai mengusapnya secara pelan dan lembut.
"Hwah huah" saking menikmati nya, matanya sampai terpejam, perkataan nya juga sulit dikontrol.
"Memang merepotkan memiliki murid yang otaknya tidak beres" batinnya masih mengusap.
"Tuan, Clara ... " saat sedang mengelus muridnya, terdengar suara wanita yang memanggilnya secara bersamaan.
"Oh, kalian juga baru bangun" Clark menyudahi elusan nya.
"Sebenarnya sudah dari tadi, cuman kami baru keluar sekarang" kata Flera membalas.
"Tuan, apakah kita akan melanjutkan perjalanannya hari ini?" Vivi memutuskan untuk membuka topik.
"Entahlah, mungkin"
"Mengapa tuan seperti tidak yakin?" Vivi memperhatikan gerak gerik Clark.
"Hmm, kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan nya" ajak Vivi.
"Baiklah, sebelum itu ... bangunkan Elena terlebih dahulu lalu makan"
"Baik" jawab mereka serentak.
***
1 jam kemudian.
Sekarang mereka sedang berada ditempat penjualan kereta kuda.
"Terimakasih tuan telah membeli kereta kuda kami yang terakhir" seorang pedagang tersenyum rakus saat menerima sebuah kain kantung yang berisi koin perak.
"Ya. Kami sudah bisakan memakai nya?"
"Tentu saja tuan, kami juga akan memberikan bonus 3 keranjang buah apel, anak buah saya akan mengangkat nya ke gerbong kereta kuda anda" balasnya menepukkan tangan.
"Baiklah, bagaimana sama peta nya?, apakah sudah kau taruh?"
__ADS_1
"Sudah tuan, saya telah meletakkan nya didalam gerbong"
"Itu saja yang ingin ku katakan" Clark membalikkan tubuhnya kebelakang, ia seperti ingin pergi.
"Semoga perjalanan anda menyenangkan" melihat punggung Clark yang begitu gagah, pedagang tersebut tersenyum puas karena telah mendapatkan bayaran lebih dari pemuda tersebut.
"Lumayan" batinnya langsung menghampiri 4 wanita yang sedang menunggu.
"Master, apakah sudah dibeli kereta kuda nya?" Elena mempertanyakan soal kereta kuda untuk mempersingkat perjalanan ke ibukota wilayah mystic.
"Sudah" jawab singkat Clark lalu disusuli beberapa pertanyaan dari Vivi.
"Mengapa Tuan tidak menggunakan sihir yang bisa berpindah tempat seperti sebelumnya?, padahal aku tau letak ibukotanya walaupun sudah lama tidak kesana"
"Aku memiliki alasan ku tersendiri, lagian kalau terlalu cepat kesana akan lebih bosan menunggu, diperjalanan aku juga bisa melatih muridku jawaban Clark membuat Vivi mengerti maksud dari tuannya yang membeli kereta kuda.
"Master, Clara sudah lama ingin mengetahui ini, apa tujuan kita berada di wilayah mystic?" tanya Clara agak bingung karena dari kemarin gurunya tidak memberikan penjelasan pasal tujuan melakukan perjalanan ke wilayah mystic.
Begitu mendengar pertanyaan muridnya, Clark sendiri menunjuk ke arah Clara dan juga Elena.
"Kalian berdua akan mengikuti kompetisi sihir" jawab Clark langsung ke inti nya sehingga membuat kedua muridnya agak sedikit terkejut karena tiba-tiba saja diikutkan kedalam kompetisi.
"Ehh!, aku ikut kompetisi sihir" Sahut Elena agak sedikit mengeraskan suaranya.
"Clara yang tidak bisa sihir juga ikut?" murid pertamanya dibuat bingung, raut wajah nya datar meskipun sebenarnya ia cukup terkejut.
"Ya, mengapa kalian terlihat terkejut begitu, ini hanya kompetisi sihir"
"Tidak master, hanya saja ... ini pertama kalinya" jawab Elena sambil menggerakkan tangannya, kalau Clara hanya ikut mengangguk.
"Memangnya kenapa kalau pertama kali, pastikan saja kalian menang, dengan kemampuan kalian ... itu cukup mudah"
"Ugh ... baiklah master, kami tidak akan mengecewakan mu" tanpa bisa membantah, murid-murid nya pun menyetujui keinginan gurunya. Mereka lagi-lagi berbicara secara bersamaan.
......................
Maaf kgak up kemarin, bingung mau ambil jalur mana alurnya, soalnya tiba-tiba kepikiran alur lain jadi ragu memilih antara ketiganya, yaudah deh milih yang sebelumnya aja.
Percakapan NPC nya saat di chp 55 juga sudah kuganti karena kurang tepat disaat memerlukan beberapa hari untuk ke ibukota wilayah mystic.
"Mungkin sekitar 5 harian sampai ke ibukota"
Awal nya begitu, tapi diganti menjadi ...
"Mungkin sekitar 5 harian sampai ke wilayah mystic, kalau ke ibukotanya mungkin 3 harian kalau tanpa berhenti"
__ADS_1
Nah menjadi seperti itulah, okeh paham kan.