Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.28 : Murid vs organisasi darah merah


__ADS_3

"master!" teriak Elena melihat kapal yang ditempati Clark terbakar. Clara masih berdiam diri, ia masih tidak kehilangan ketenangan nya.


3 kapal tidak terasa sudah berada di pinggiran pulau, masing-masing kapal menurunkan jangkar nya. Satu-persatu pasukan organisasi darah merah telah menuruni kapal nya.


"hmph, hanya ada sekumpulan anak kecil" sahut pria bertopeng ungu.


"hahaha, bukankah ini lucu petinggi, satu pe topeng hitam saja dapat membunuh mereka berdua dengan mudah" pria bertopeng emas malah tertawa, hal itu membuat yang lainnya juga ikut tertawa.


"hahaha"


"hahaha"


tawaan mereka terdengar cukup jelas, mereka sedang mentertawakan Elena dan Clara.


jika dihitung, jumlah mereka kisaran 70 an orang. satu menggunakan topeng ungu, lima menggunakan topeng emas sedangkan sisa nya menggunakan topeng hitam polos.


"mereka merusak sedikit baju pemberian mu master" geturu Clara pelan, ia mengingat senyuman lembut master nya.


"Clara, anggap saja aku seperti keluarga, keluarga, keluarga, keluarga, keluarga, keluarga, keluarga, keluarga" isi pikiran Clara penuh dengan kata-kata master nya.


"Elena, periksa bagian kapal. biarkan aku mengurus nya, mungkin master masih hidup" perintah Clara dengan nada dingin.


"baiklah, nanti aku akan menyusul" Elena berlarian mendatangi kapal, ia tidak ingin master nya terjadi apa-apa.


"tidak akan kubiarkan. wahai pemilik mana berikan aku kekuatan angin untuk meniadakan lawan ku. Angin tornado"


swosh ...


"jangan menghalangiku untuk bertemu master. pelindung air" tatapan Elena sungguh mengerikan, ia seperti memberikan peringatan kepada organisasi darah merah. tanda lahir air hitam nya menjalar dari lengan hingga ke punggungnya.


benar saja, angin tornado tadi tidak bisa melukai Elena walaupun hanya sehelai rambut saja. pelindung air nya dengan dicampur aura kehitaman dapat menahan serangan dahsyat seperti itu.


"tanda lahir itu ... kalian jangan sampai membiarkan dia lolos" pe topeng emas yang melihat tanda lahir Elena langsung menyuruh yang lainnya untuk berurusan sama Elena secara langsung.

__ADS_1


"baik petinggi" 1 pria bertopeng emas dengan 10 pe topeng hitam mencoba untuk mengejar nya. akan tetapi Clara yang berada disitu tidak membiarkan nya. Sabit nya ia pegang dengan erat, ia memusatkan seluruh tenaga nya ke telapak kaki milik nya.


dumm ...


Clara melesat cukup cepat, kecepatan nya sudah diluar akal sehat, ia tidak menggunakan sihir ataupun trik curang. Clara hanya mengandalkan kekuatan fisik nya saja.


"beraninya kau menyerang diam-diam, wahai pemilik mana berikan aku kekuatan angin agar dapat melindungi kami semua. Perisai angin" kata pe topeng emas mengeluarkan perisai angin milik nya.


perisai angin nya mengandung sebuah angin kencang hingga dapat memantulkan segala serangan.


"jangan berpikir bisa hidup" kata Clara sembari mengayunkan sabit besarnya.


perisai angin nya dapat ditembus oleh Clara. Sabit milik nya cukup berat ketika bertemu perisai air milik pe topeng emas, hal itu membuat perisai angin nya dapat ditembus sebegitu mudah nya.


"bagaimana mungkin!" ia sedikit terkejut ketika melihat Clara berhasil menembus perisai nya.


"matilah"


slashh ...


4 orang dibelakang nya dibuat ketakutan setengah mati, bagaimana tidak. bahkan orang sekelas pria bertopeng emas saja dapat dipenggal nya dengan mudah.


"ah, baju nya kotor karena darah kalian!. bagaimana ini?, master tidak marah kan?" Elena memperhatikan baju nya yang telah bersimbah dengan darah para pengguna topeng.


"pusaran api" pe topeng ungu mengarahkan sihir api tanpa rapalan ke anak berusia 13 tahun.


"ettoh, kau juga ingin merusak baju pemberian master?" Untung nya Clara sempat memutarkan sabit besar nya, bola api tadi hanya mengenai sabit besarnya. Walaupun begitu, tetap saja Clara berhasil dibuat terpental cukup jauh.


ketika Clara terpental, ia menancapkan ujung sabit nya ketanah. gunanya untuk mememperlambat sekaligus menahan tubuh nya agar tidak terpental lebih jauh lagi.


"kau membuat ku sedikit terkejut ketika kau berhasil memenggal 6 kepala bawahan ku seperti itu tanpa menggunakan sihir sekalipun" kata pria bertopeng ungu sembari membersihkan baju bagian lengan nya.


"tadi sudah sedikit merusak baju pemberian master, sekarang kau berhasil membakar bagian lengan nya" Clara bangkit, luka bakar yang dialami nya sudah sembuh seketika itu langsung. Diri nya juga memulihkan rasa sakit yang telah ia terima.

__ADS_1


***


tidak terlalu jauh dari situ Elena sedang mencari keberadaan guru nya "master kau dimana?"


"tenang saja Elena, master mu tidak semudah itu mati" Tiba-tiba suara Clark berada di kepala nya.


"ehh!, master suara mu kenapa bisa ada di kepala ku?"


"aku menggunakan telepati untuk berbicara dengan mu. tenang saja aku baik-baik saja, kapal itu hanya ilusi untuk mengelabui musuh"


"telepati?, ilusi?. terus dimana kapal kita waktu itu, master juga berada dimana?"


"kapal nya berada jauh diatas mu" ketika Clark mengatakan hal itu, langsung saja Elena melihat keatas.


"dimana master aku tidak melihat nya"


"kau tidak bakalan bisa melihat nya, karena posisi nya lebih jauh dari perkiraan mu"


"Abaikan saja dulu. biarkan ku katakan kepada mu, orang bertopeng ungu itu adalah tangan kanan orang yang menyuruh untuk membunuh keluarga mu serta warga desa. para pengguna topeng emas dan topeng hitam merupakan bawahan nya"


"huh" perkataan Clark membuat nya membuka kan mulut nya, nafas nya mulai tidak beraturan.


"sudah banyak tindakan tidak manusiawi mereka terhadap para warga desa lainnya, apakah kau akan membiarkan mereka tetap hidup seperti itu. mereka akan membunuh warga desa lainnya jika dibiarkan hidup"


"huh ... " aura hitam dari tanda lahir air nya mulai menguasai diri nya.


"balaskan dendam keluarga mu, balaskan perbuatan mereka terhadap ibu mu, siksa mereka dengan keinginan mu, perlahan-lahan ... berikan rasa sakit yang tiada ampun nya, mereka harus membayar apa yang diperbuatkan nya"


"huh! ... " aura hitam dari tanda lahir air nya sudah menyebar, semakin Clark memberitahu nya semakin aura nya menyebar.


"jangan sampai satupun lolos dari genggaman mu, kau adalah murid ku, kau adalah harapan ku, kau adalah harapan keluarga mu, kau adalah harapan warga desa. semuanya kau harus balaskan. balas semuanya, balas, balas, balas, balas ... "


"b-a-l-a-s, hehe balas ya ... master"

__ADS_1


"ah ... murid mu ini sangat mengerti yang akan diperbuat, tidak akan kubiarkan mereka mati dengan mudah. hahaha, tenang saja master Elena akan mengurus nya"


aura hitam nya semakin mengumpul di seluruh tubuh nya, tatapan nya sangat mengerikan, senyuman lebar dengan gigi terlihat juga menambahkan kesan nya seperti psikopat.


__ADS_2