![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Clara masih berlarian memutari pulau, tidak ada kata menyerah baginya. ia terus-terusan berhenti tanpa istirahat "master akan memuji ku serta mengelus ku jika perkembangan pondasi ku lebih cepat dari perkiraan nya" Clara menggerutu ia menambahkan kecepatan nya.
Entah sudah berapa kali Clara memutari pulau, ia masih bisa melanjutkan nya. ia sering kali berpapasan sama Elena namun ia tidak Mengherankan nya. Elena sedang mempelajari sihir guru nya, ia berulang kali mengulangi proses rumit dari sihir hujan air.
Mereka berdua sedang sibuk dengan urusan nya masing-masing. berbeda sama Clark yang sedang santai di luar kapal menikmati hembusan angin sekaligus mendengarkan suara ombak secara perlahan.
tidak lupa secangkir teh juga menemani nya, ia seperti sedang menunggu kedatangan seorang tamu "kualitas teh ini begitu buruk" seruput demi seruput Clark meminum nya walau teh nya tidak sesuai sama ekspetasi nya.
***
"Saya ingin bertanya petinggi topeng ungu!. Apakah tidak apa-apa membawa begitu banyak bawahan bertopeng hitam seperti ini?" seorang bertopeng emas sedang bertanya kepada sesosok orang bertopeng ungu.
Posisi mereka sedang berada di pinggiran dermaga sederhana pribadi milik organisasi darah merah. tempat nya tersembunyi seperti di dalam goa berukuran besar tapi tergabung dengan air laut.
banyak nya kapal di sisi kanan nya terlindung sama bangunan melambangkan bahwa organisasi darah merah tidak sesederhana kelihatan nya. walaupun tempat nya nampak sederhana akan tetapi, jumlah kapal mereka benar-benar banyak, bahkan dapat menampung semua anggota mereka.
"apakah kau meragukan keputusan ku?" suara nya di berat kan, terdapat aura mencekam ketika keputusan nya di pertanyakan.
"ti-tidak petinggi, maaf kalau saya lancang berbicara seperti ini" pe topeng emas ketakutan, ia langsung meminta permohonan maaf dengan kepala agak menunduk.
sebentar ia menatap nya lalu ia beri kejelasan lah ketika ia puas melihat ketakutan pada para pe topeng emas "biarpun ketua menyuruh ku untuk membawa kalian berlima saja. tapi, bawahan bertopeng hitam juga harus mendapatkan pengalaman agar bisa mendapatkan kenaikan pangkat"
"baik. saya mengerti maksud dari petinggi topeng ungu"
"kalau mengerti lanjutkan lah seperti yang lainnya, sediakan makanan nikmat serta 3 tong sake untuk persediaan perlayaran kita, dalam beberapa jam lagi kita akan berangkat ke pulau monster"
(sake adalah sebuah minuman beralkohol hasil dari fermentasi beras)
__ADS_1
baik saya akan menuruti perintah anda" bergegas ia mendatangi anggota lainnya.
***
Tidak terasa hari sudah mulai sore. bisa dibilang latihan mereka kali ini lancar-lancar saja,
"huh ... Elena menarik nafas pelan-pelan karena tubuh nya sudah terasa lemas. wajar saja begitu, karena ia mengeluarkan sihir berulang-ulang hingga mana di tubuh nya sudah hampir habis.
"ada apa Elena?" Clara yang baru saja lewat menyempatkan diri untuk bertanya.
"tidak, hanya tubuh ku saja sedang lemas" jawab Elena langsung duduk di pasir pinggiran pulau.
"ternyata begitu, bagaimana latihan mu?" Clara bertanya lagi, ia mendekati Elena yang sedang terduduk mengarah ke laut.
"lancar saja cuman terasa lemas dan sedikit berkeringat" Elena mengusap keringat nya sembari menepuk pasir di sebelah nya, seperti sedang mengkodekan Clara agar ia juga duduk menemani nya.
Clara mengerti, ia langsung saja duduk. tentu saja arah penglihatan nya juga ke arah laut melihat matahari yang masih belum tenggelam.
"ini bukanlah apa-apa bagi Clara, ini semua untuk membalaskan dendam ayah Clara. tidak peduli seberapa sulit nya latihan yang di berikan master, Clara akan menyelesaikan nya" keteguhan hati Clara benar-benar kuat.
"membalaskan dendam ayah mu ya ... jadi itu tujuan mu berguru sama master"
"ya pada awal nya cuman itu saja, tapi ... setelah mengenal lebih master, Clara merasa bahwa master itu orang baik.
"aku setuju sama pendapat mu, master itu orang baik. dia juga waktu itu menyelamatkan ku pas penjahat bertopeng ingin membunuh ku dengan tombak nya"
"em-em, Clara juga suka ketika master mengelus ku" diri nya mengangguk hingga dua kali, tak sengaja sebuah senyuman mulai terpancar di wajah nya walaupun hanya sebentar.
__ADS_1
biarpun sebentar, Elena masih sempat melihat nya "ternyata kau bisa juga senyum, baru kali ini aku melihat mu tersenyum"
"senyum?" Clara memiringkan kepala nya, wajah nya kembali datar kelihatan seperti tidak peduli.
"huh kau ini ... selalu saja seperti ini, coba kau tersenyum lagi seperti tadi, aku ingin melihat nya" Elena mendaratkan kedua tangan nya ke pipi Clara, ia pun mencoba untuk menggerakkan bibir nya, tapi bibir nya selalu turun sendiri ketika sebuah senyuman hampir terbentuk.
ujung-ujungnya walaupun Elena selalu mencoba, ia malah selalu berujung gagal "Elena jangan memainkan pipi dan bibir Clara" dirinya mulai merasa risih. ia langsung memegangi pergelangan tangan Elena, mencoba untuk memisahkan tangan nya dari wajah nya sendiri.
waktu pun tidak terasa, perlahan matahari mulai terbenam. Mereka berdua teringat perkataan Clark pagi tadi yaitu "Ketika matahari hampir tenggelam datangi lah aku di kapal, termasuk juga Elena"
"mari kita datangin master" kata Clara bergegas lari menuju ke kapal.
"tunggu aku Clara!" teriak Elena juga ikutan.
ketika kedua wanita telah berada di atas kapal, mereka berdua menatap sejenak matahari. suara burung berterbangan membuat hati mereka tenang sekaligus nyaman. Perasaan sejuk dari angin menghembuskan satu persatu rambut nya.
"bagaimana?, nyaman kan habis berlatih lalu melihat pemandangan begini" suara yang sangat familiar langsung membuat kedua wanita memalingkan tubuh nya.
"master!" kata mereka bersamaan.
"ya ini aku" jawab Clark tersenyum lembut.
"master, aku sudah bisa menggunakan 100 lingkaran sihir"
"ya aku sudah melihat nya dari kejauhan, hari ini kau sudah bekerja keras Elena" Clark menyentuh kedua pipi Elena, ia masih tersenyum lembut.
Elena tersipu malu, ia langsung membalikkan badan nya kearah berlawanan. ia juga berjongkok dengan tangan kanan menutupi mata sebelah nya.
__ADS_1
"master menyentuh pipi ku, pipi ku, pipi ku di sentuh dengan lembut. Ah ... begitu manis nya master tercinta ku, senyuman nya membuat ku nyaman hingga aku tidak rela lagi jika membagikan nya, aku sangat, sangat, sangat menyanyangi mu master!" mata nya membulat, arah penglihatan nya sudah teracak-acak, bola mata nya bergerak kesana kemari, lidah nya keluar, senyuman sangat lebar membuat kesan nya lebih menyeramkan jika dilihat lebih dekat.
"kau juga telah bekerja keras Clara, aku menghargai keseriusan mu dalam hal berlatih" Clark lanjut memuji murid satunya. tidak lupa juga Clark mengusap rambut Clara.