Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.26 : kegelapan menyelimuti


__ADS_3

keesokan hari nya kedua wanita juga berlatih lagi, latihan Clara semakin berat. ia harus mengelilingi pulau seperti kemarin, tapi kali ini berbeda karena sekarang Clara harus mengelilingi pulau sambil menarik batu dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran tubuh nya.


ia sama sekali tidak mengeluh, Clara tetap saja menariknya. walaupun itu cukup berat karena ukuran nya 2 kali lipat dari tubuh nya, tapi tetap saja ia tidak patah semangat.


"ugh, melihat nya saja membuat ku tau seberapa berat nya itu" gerutu Elena pelan tapi masih dapat didengar oleh Clark.


"walaupun dia memiliki tubuh regenerasi tapi itulah kekurangan nya. jika dia ingin kuat dan membalaskan dendam ayah nya, Clara harus berlatih lebih keras dari siapapun"


"jangan memandang remeh karena dia tidak bisa menggunakan sihir, jika dia sudah berhasil mengembangkan pondasi nya, Clara tidak bakalan kalah jauh jika disandingkan penyihir"


"kau memiliki kapasitas mana lebih banyak daripada penyihir pada umumnya, jika saat nya sudah tiba jangan sampai kalah dengan Clara yang tidak bisa menggunakan sihir" pandang Clark terhadap Elena, tatapan nya begitu tajam seperti memberikan peringatan terhadap nya.


"ya master" jawab Elena mengerti, keringat dingin mulai membasahi pipi nya.


"Aku ingin bertanya Elena!. Bisakah kau menjawab nya dengan jujur?"


"bisa master" suara nya mengecil akan tetapi masih bisa di dengar Clark.


"Kalau begitu ini pertanyaan yang pertama!, apakah kau masih kepikiran dengan ibu tersayang mu" bisik Clark dengan gigi terlihat, sedikit senyum ia perlihatkan.


sejenak Elena begitu terpukul, ia langsung terdiam ketika Clark membisikkan nya "Jawab pertanyaan ku. Jangan hanya diam saja" bisik Clark lagi.


"ma-masih master" kata Elena pelan.


"Hah?, katakan lebih keras. Aku tidak mendengar nya" padahal ucapan nya masih bisa di dengarkan nya, akan tetapi Clark berpura-pura tidak mendengarkannya.


"Masih master!"

__ADS_1


"Katakan lebih jelas lagi!"


"Masih master!!" Elena berteriak, ia meneteskan air matanya.


"Etoh, ternyata suara mu sekeras ini. Kalau begitu ini pertanyaan kedua ku, apakah kau tidak dendam dengan orang yang membuat ibu dan keluarga mu mati?" kembali Clark membisikkan nya kembali, kali ini senyuman nya begitu lebar.


Mata Elena terbuka dengan lebar, ia langsung terkejut karena pertanyaan yang diberikan oleh Clark "ba-bagaimana mungkin? murid mu ini dendam kepada mereka! mereka saja sudah tiada"


"Ah sayang sekali. Coba kau pikirkan lagi dengan otak dangkal mu itu, mana mungkin mereka bertindak atas kemauan sendiri. buat apa mereka membunuh semua warga desa tanpa tujuan dan imbalan. sudah pasti mereka disuruh seseorang untuk membunuh semua warga desa"


"di-disuruh!" Elena tidak bisa mengendalikan air mata nya, kali ini pikiran Elena sedang kacau.


"Ya, pikirkan lagi betapa menderita nya seluruh warga di desa mu. Pada awal nya ekspresi mereka ceria tanpa gangguan atau masalah kan?"


"Orang tua, orang dewasa. Semuaa nya terbunuh tanpa tau apa penyebab nya, mereka tidak bersalah tapi mengapa mereka bisa dibasmi. Apakah kau tidak memikirkan mereka kalau itu tindakan disengajakan"


Elena mulai membayangkan nya, ia melihat sejumlah rumah warga dibakar habis-habisan, barang berharga mereka semua nya habis terbakar dan menjadi abu. perut warga ditusuk dengan tombak, mereka semua menangis ketika merasakan situasi ini.


rintihan, teriakan serta tangisan para warga yang ada di dalam hayalan nya membuat Elena semakin sedih. Elena semakin menyelam kedalaman hayalan nya, ia melihat aksi para penjahat satu persatu membunuh warga desa serta keluarga nya, semua nya berteriak ketika tombak menembus perutnya.


Jleb ... jleb ...


darah mulai kelihatan, tawaan penjahat menggema dipikiran nya saat ini. genangan darah ada dimana-mana, puluhan mayat terlantar di permukaan tanah, termasuk juga mayat ibu nya, kakek nya, bibi nya dan pamannya.


semakin dalam Elena membayangkan nya, ia semakin tidak Terima. Perlahan gelembung kegelapan mulai muncul dihati murni nya.


kepalan tangan nya semakin menguat hingga menyebabkan luka dan sekujur darah mengalir di pergelangan nya. perlahan ia menunduk serta menutupi mata nya. melihat Elena sudah bereaksi separah itu membuat hati Clark kegirangan setengah mati.

__ADS_1


"orang sejahat itu apakah pantas hidup didunia indah seperti ini?, orang tua mu di alam sana akan kecewa jika kau tidak membalaskan dendam mereka, apalagi kau adalah anak kesayangan nya" Clark semakin menghasut Elena, senyuman sinis tiada habis nya.


"balas dendam ... ke penjahat!"


"ya, bukan hanya penjahat. tapi siapapun yang menghalangi mu untuk mencapai tujuan harus di basmi hingga ke akar-akar nya. siapa saja yang mengganggu orang berharga mu harus menerima ganjarannya, jika bisa bunuh saja dia tanpa belasan ampun"


"kau adalah harapan satu-satunya orang tua mu. Membunuh orang tanpa ada rasa bersalah merupakan dosa yang tidak bisa dimaafkan, tetapi ... kalau dia merupakan pendosa ataupun seseorang yang berani melukai sesosok berharga mu, kau harus membunuh nya!"


"berharga?, sudah pasti orang itu master, siapapun yang menganggu nya atau berani melukaimu aku tidak akan mengampuni nya" batin nya sembari mulai menunjukkan senyuman menyeramkan nya, hati murni nya kali ini telah di telan oleh kegelapan.


Cling ...


Cahaya kehitaman membuat tanda lahir air Elena berubah warna ke material tergelap. jika dibandingkan sebelum nya tanda lahir air nya sudah sangat berbeda. warna nya berubah sangat gelap, sekarang sudah ada tanda silang nya di tengah-tengah logo air nya.


"master! apakah aku harus membalaskan dendam mereka?, para idiot tersembunyi itu membuat ku kesal. ketika membayangkan nya ingin saja aku menguliti nya serta mengubur nya hidup-hidup" Elena menjilati darah di kepalan tangan nya.


Kali ini Elena tidak menyembunyikan sisi lain nya dari Clark, ia sudah tidak menundukkan kepala nya seperti tadi, tatapan nya begitu tajam dibandingkan sebelumnya. aura pekat hitam kebiruan yang berasal dari tangan nya mengalir ke seluruh tubuh nya. Senyuman psikopat nya ia tunjukkan dihadapan Clark.


"begitulah seharusnya murid ku" Clark mencoba tersenyum ramah, ia pun perlahan mendekat dan langsung memeluk Elena.


"eh ... eh ... master!" Elena yang merasakan pelukan Clark secara langsung membuat nya malu. senyuman nya yang tadi telah hilang, menggantikan perasaan panik serta senangnya untuk saat ini.


"ah master!. Clara sedang sibuk menarik batu ini, kalian berdua malah berpelukan tanpa mengajak Clara" Tiba-tiba suara Clara terdengar jelas walaupun masih jauh. Clark pun melepaskan pelukan nya sekaligus sedikit menjauhi Elena.


Clara melepaskan tali dari pergelangan tangan nya, ia langsung berlarian mendatangi Clark "master!" ucap Clara langsung memeluk Clark.


......................

__ADS_1


Yosh sampai sini saja dulu, semoga terhibur yah yang baca, mohon tinggalkan like nya atau hadiah agar author lebih semangat menulis. Terima kasih.


__ADS_2