![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Tak terasa 30 menit telah terlewati, Clark menatapi cincin yang terpasang di jari nya. Ia masih saja diluar kapal ditemani dengan pemandangan awan yang begitu indah.
"Cincin pak tua malaikat itu ... berisikan banyak harta, Aku masih sangat bisa bersantai tanpa berusaha menghasilkan uang sedikitpun"
"Master" Suara lembut dari dalam ruangan kapal membuat Clark yang lagi bersantai segera memasuki ruangan nya.
"Kau sudah sadar Elena" Kata Clark. Clara yang berada disamping nya masih tidak sadarkan diri.
"Master apa yang terjadi selama ini?, mengapa aku berbaring dikasur?" Elena mencoba duduk walaupun dalam keadaan sempoyongan, ia menyentuh keningnya.
"Jangan duduk dulu, istirahat lah" Clark menghalangi nya untuk duduk, langsung saja ia mendorong Elena pelan agar posisi badan nya berbaring kembali.
"Kau terhempas kelautan oleh pria itu lalu pingsan karena kekurangan mana. Sebagai master mu ... aku menyelamatkan mu dengan salah satu teknik sihir ku"
"Master menyelamatkan ku?, hmm terima kasih master" ucap Elena tulus menatap Clark, ia begitu terharu karena master nya begitu baik.
"Tidak usah berterima kasih Elena, kau murid ku yang berharga. Aku tidak akan rela jika kehilangan murid pekerja keras seperti mu" tangan kiri nya mengelus lembut wajah Elena, dan lanjut mengacak-acak rambut nya.
Melihat perlakuan lembut master nya membuat Elena semakin melebarkan senyuman senang nya, ia benar-benar bahagia bersama master yang begitu baik dan selalu memperlakukan nya dengan halus dan lembut.
"Bagaimana perasaan mu?, apakah ada yang masih sakit?" Clark lanjut lagi mengelus pipi nya.
"Hmm, hanya merasakan lemas saja master, tidak ada yang sakit" Jawab Elena menggenggam tangan master nya. sekarang ia sudah berada di imajinasi nya tersendiri.
"Ahh, master ... jika master selalu memperlakukan ku seperti ini, aku akan rela terbaring lemas seperti ini. Master ku yang tersayang, aku akan selalu bersamamu dan mengutamakan kesenangan mu ... master kau tau aku, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat mencintai mu"
"Ugh, aku merasa tidak nyaman ketika dia menyentuh tangan ku" batin Clark melepaskan tangan nya secara lembut dari genggaman tangan Elena. Entah kenapa dibalik senyuman Elena, Clark malah melihat sisi senang yang sangat berlebihan terhadap nya bahkan membuat perasaan nya tidak enak.
"Master bagaimana pria itu?, apakah sudah mati" tanya Elena, ia begitu penasaran.
__ADS_1
"Wanita yang disebelah mu ... berhasil membunuh nya" tunjuk Clark terhadap Clara yang masih tak sadarkan diri lalu secara kebetulan Clara membukakan mata nya tepat ketika master nya menunjuk ke dirinya.
"Emm, master ... " Clara terbangun, wajah nya datar tapi seperti ada yang disembunyikan nya. Ia dapat beranjak duduk dari kasur nya, tubuh nya tidak terlalu lemas seperti Elena.
Alasan kenapa Clara tidak begitu lemas karena Clark memberikan mana nya sebelum kedua wanita itu tersadar, itu bisa membantu nya memulihkan tenaga serta mempercepat penyembuhan luka-luka yang telah ia terima.
"Kau kenapa?, katakan saja jika ada yang mengganggu dipikiran mu"
"Master itu ... "
"Katakan saja"
"Pakaian pemberian master terbakar, Clara tidak bisa menjaga nya ... maaf master, hukum saja Clara sesuka master" terlihat bahwa tubuh nya hanya ditutupi pakaian dalam saja.
"eh, apa yang kau pikirkan, itu hanya pakaian saja. Tidak usah dipikirkan, lagian pria itu sudah terbunuh ditangan mu"
Lekas Clark mendatangi nya lalu mengelus kepala nya "Sudah lah jangan dipikirkan lagi. Kau bekerja dengan sangat baik Clara, ini hadiah kesukaan mu"
"Emm ... " Kepala Clara bergoyang ke sisi kiri dan kanan, entah mengapa rambut nya bisa mengibas seperti buntut kucing yang tengah kesenangan. Wajah nya kembali datar tapi di hati nya begitu gembira.
"Akhirnya ... master mengelus Clara, kematian mu tidak sia-sia pria baik yang begitu menjijikkan" dipikiran nya bercampur aduk antara senang dan menyeramkan.
"Aku terlalu berlebihan mengubah kepribadian nya, semoga saja dia tidak menimbulkan masalah yang tidak perlu" ternyata Clark sengaja langsung mengelus nya agar kepribadian lain Clara yang begitu menyeramkan tidak lagi muncul untuk saat ini.
"Seperti biasa kau suka sama elusan master, Clara ... " Kata Elena sedari tadi membalikkan posisi tidur nya menghadap ke Clara yang masih dielus-elus oleh master nya. wajah nya memerah ketika ia baru sadar bahwa teman nya tidak menggunakan pakaian lapisan selain pakaian dalam yang ia kenakan.
"Aaaa pakaian mu Clara!, apa yang kau lakukan?. Cepat tutup itu!, master juga jangan melihat!" wajah nya semakin memerah seperti tomat, Clark berhenti mengelus murid nya, ia hanya berbalik badan tidak menatapi mereka berdua.
"Mengapa?, bukankah pakaian Clara terbakar, apakah kau tidak mendengarkan pembicaraan Clara kepada master tadi?"
__ADS_1
"Eh kalau itu ... aaaa sudahlah!, inti nya tutup tubuh mu. Jangan sembarangan memperlihatkan tubuh mu terutama dengan pria"
"Clara tidak keberatan jika master yang melihat" jawab nya datar.
"Ugh, kalau kau pikir begitu ... aku juga tidak keberatan menunjukkan nya kepada master" Masih dalam keadaan berbaring ia mencoba melepaskan baju nya.
"Kalian ini ... " Clark merasa bahwa mereka semua sudah tidak beres, Clark langsung memukul mereka.
Bukk bukk
"Aduh ... itu sakit master huhu" Elena memegang benjolan kepala nya karena habis dipukul master nya.
"Elena ... kau bodoh karena tidak menghindari pukulan master" kata Clara jujur. Wajah nya terlihat tidak peduli, tangan nya juga berada di kepala nya.
"Hei! ... bukankah kau juga barusan kena!" teriak Elena kesal karena dirinya dikatai bodoh oleh teman nya sendiri.
"Tidak ada bukti nya, lihat Clara tidak memiliki benjolan" Clara memperlihatkan kepala nya, ia menyuruh Elena untuk mengecek apakah ada sebuah benjolan dikepala nya.
"Kau memiliki tubuh regenerasi!, mana mungkin bisa ada benjolan!" teriak Elena lagi.
"Ah, Clara kira kau pelupa ... baguslah, setidak nya kau tidak pelupa, hanya bodoh saja sih" balasan Clara diakhir kata membuat Elena yang mendengar nya semakin kesal.
"Diamlah kalian berdua!, apakah ingin ku lemparkan ke jurang?" Clark menatap sinis kedua murid nya.
"Maaf master" kedua murid nya mengatakan hal yang sama, mereka dengan serentak meminta maaf. Elena dan Clara tidak berani berbicara lagi.
"Kalian istirahatlah hari ini, pakaian baru kalian sudah kusiapkan di ruangan ku. Nanti akan ku antarkan ke kalian berdua" Clark memalingkan tubuh nya, ia segera meninggalkan kedua murid nya dengan tangan ke belakang.
"Baik master" jawab mereka serentak lagi. Mendengar perkataan master nya yaitu 'pakaian baru' membuat hati kedua murid nya sangat senang, sebab pakaian itu Clark sendiri yang membuat nya khusus untuk Clara dan Elena.
__ADS_1