![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Tak kerasa Richeos sebentar lagi akan sampai di kediamannya. Didalam gerbong kereta kuda, pelayan nya yang mengingat kejadian di restoran melontarkan beberapa pertanyaan kepada Tuannya, perihal tentang kejadian yang tidak mengenakan.
"Maaf lancang Tuan muda, bagaimana jika kita memberitahukan tentang situasi tadi kepada Tuan besar"
"Benar tuan muda, pasti Tuan besar akan membereskan nya untuk anda"
(Tuan besar/ayahnya Richeos, seorang Viscount)
" ... "
Richeos tidak menjawab ataupun melihat, ia sedang duduk sambil memejamkan matanya, seakan seperti ingin mati meskipun masih bernafas.
"Ada apa dengan Tuan muda?" begitulah yang ada dipikiran para pelayan pribadi Richeos.
Tak berselang lama, mereka telah sampai dikediaman keluarga Viscount, mereka disambut sebagaian pelayan sama penjaga keluarganya.
"Selamat datang Tuan muda" kata mereka menyambut kedatangan Richeos.
"Minggir, sepertinya Tuan muda tidak enak badan" sahut salah satu pelayan yang ikut ke restoran di ibukota tadi, ia membawa Richeos keluar dari gerbong kereta kuda putih mewah.
"Hah, Tuan muda sakit?"
"Kenapa bisa seperti itu?"
"Bukankah Tuan muda sebelumnya baik-baik saja"
"Yah, saya juga berpikir Tuan muda sebelumnya baik-baik saja"
Mereka berpikir kalau situasinya benar-benar aneh, sebab tidak lama ini, Tuan muda mereka atau bisa dipanggil Richeos, jarang sakit karena biasanya Richeos sering olaraga serta makan dengan makanan teratur, lagian juga tidak lama ini Tuan muda mereka keluar dari kediaman nya.
"Saya juga tidak tau, mengapa Tuan muda bisa seperti ini, tapi intinya Tuan muda sedang tidak enak badan" balas pelayan yang membantu membawa Richeos.
30 menit telah lewat, Richeos sekarang sedang terbaring diatas ranjang, matanya masih terpejam, keadaan nya semakin parah, ia sama sekali tidak membukakan matanya.
Ia ditemani oleh ibunya, Cashiragi Violin.
"Richeos, apa yang sebenarnya terjadi kepada mu, tadi pagi kau baik-baik saja" ibunya sedang menyentuh lengan anaknya, Richeos. Mata merah menandakan bahwa ia sedang menangis.
"Richeos, bagaimana keadaan mu"
Tiba-tiba pintu dibuka secara kasar, ternyata orang yang membukakan pintu itu merupakan ayahnya Richeos, Ketajasa Violin.
"Nak, mengapa kau bisa terbaring lemah seperti ini" ayahnya Richeos memeriksa denyut nadinya.
__ADS_1
"Denyut nadinya baik-baik saja, jantung nya juga masih berdetak normal" katanya memeriksa keadaan Richeos.
Pelayan pribadi Richeos yang sedang khawatir hanya menunggu dimuka pintu terbuka, mereka tidak mau tuannya kenapa-kenapa.
"Ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi kepada Richeos" Ketajasa atau ayahnya Richeos sedang menghampiri pelayan pribadi anaknya, tangannya menggengam keras kepundak pelayan tersebut.
"Akh, an-anu tuan ... " pelayannya menahan rasa sakit yang ada dipundaknya.
"Anu apa! ... jangan anu-anu doang, katakan dengan jelas!" ketajasa masih mempertahankan cengkraman erat, ia tersulut dalam emosi, tidak tahan karena anak nya sedang tidak dalam keadaan sehat.
"Akh ... Tuan besar ... "
"Aghhhhhhhhhhhhh!" teriakan yang amat keras dan menggema keluar dari mulut Richeos yang sedang memejamkan matanya.
"Richeos!" teriak ayah dan ibunya langsung memeriksa keadaan anaknya lagi.
"Richeos bangunlah, ada apa dengan mu" Cashiragi menapak pelan wajah anaknya, air matanya kembali menetes deras.
"Aghhhhhhhhhhhhhhhhhh!" tidak berhenti-henti, Richeos masih berteriak kesakitan, telinga ibu dan ayahnya dibuat berdenging akibat kerasnya suara dari mulut anaknya.
Mereka menutupi telinganya masing-masing, pelayan hanya mentap ngeri.
Karena keadaan anaknya sudah sangat tidak normal, Ketajasa memutuskan untuk membawa anaknya ketempat orang yang bisa menyembuhkan penyakit anaknya, ia tak lagi memikirkan tentang kejadian sebelum sakit, pikirnya lebih baik untuk menyembuhkan anak satu-satunya.
"Aku ikut" kata istri nya sambil menghapus air matanya.
Ketajasa mulai menggendongnya namun tak lama itu, terjadi sesuatu yang aneh lagi dibagian perut Richeos.
Mana yang berada di tubuh Richeos tidak stabil, itu seperti berlawanan di perutnya, perlahan-lahan mulai memberontak hingga berujung sebuah ledakan besar terjadi kepadanya.
BOOM!
Tubuhnya anaknya meledak, ayahnya yang ikut terlibat juga kena.
Karena ayahnya memiliki sejumlah mana yang cukup banyak, ledakan dari mana anaknya malah menyebabkan reaksi mana didalam tubuh ayahnya sehingga berujung ledakan mana yang semakin dahsyat, belum lagi ditambah ibunya sehingga ledakan itu berhasil menghancurkan kediaman Viscount.
Seluruh wilayah rumahnya hancur lebur menjadi gundukan tanah, para pelayan beserta penjaganya yang berada di kawasan kediaman Viscount mati dalam keadaan tubuh hancur lebur seperti menjadi abu, sama halnya juga dengan keluarga Viscount.
Hari itu, ledakan dari kediaman keluarga Viscount menjadi topik paling hangat di ibukota wilayah mystic, kota Olisfield.
Diatas atap, Clark hanya menatap dari kejauhan, mereka saat itu sudah menyelesaikan makannya sekaligus berhasil memesan penginapan terdekat.
"Oho, ledakan nya lumayan terdengar, kuyakin penduduk kota, para bangsawan, akademi, ataupun penguasa wilayah mystic akan membicarakan tentang hal ini" ucap Clark sembari menghormat.
__ADS_1
"Huh, mereka akan menyelidiki tentang hal ini, yah ... tapi silahkan, karena itu hanya percuma, karena sampai matipun kalian tetap tidak tau, dalang dari tragedi ledakan"
Mantan malaikat menutupi matanya, sempat-sempatnya ia menyeringai jahat.
Malam harinya, Clark terbaring nyaman dikamar yang telah ia pesan, Lagi-lagi dirinya hanya sendirian.
Tuk ... tuk ...
Suara ketukan pelan terdengar.
"Masuklah" tanpa banyak berpikir, ia langsung menyetujui untuk orang yang diluar masuk, kedalam kamarnya.
Tidak lupa pintu ditutup kembali.
"Energi hening" gelombang energi seperti pelindung meluas disekitaran ruangannya saja.
(Fungsi energi hening yang diciptakan oleh Clark berfungsi untuk menyedapkan suara dari dalam jangkauan, tidak dapat didengar oleh orang yang diluar kawasan)
"Gimana? penyelidikan mu?, siapa yang menyelidiki kasus ledakan?"
Karena orang yang baru masuk itu Vivi, Clark pun bertanya perihal tentang apa yang disuruh olehnya sekitaran siang tadi.
"Aku tidak terlalu tau dengan rinci bagaimana cara mereka menyelidikinya tapi kebanyakan dari mereka orang dari akademi cahaya perak, mungkin mereka suruhan dari penguasa wilayah mystic, atau memang inisiatif sendiri"
"Siang sampai sore tadi aku hanya mengamatinya dari kejauhan menggunakan benda yang tuan berikan kepadaku" katanya sembari mengeluarkan benda tipis seperti masker berwarna kulit.
(Fungsinya untuk menyamarkan wajah/merubah bentuk wajah)
"Hooh, akademi cahaya perak kah, menarik sekali, kerja bagus Vivi karena telah menyelesaikan tugas pemberian ku, kau memang orang baik" ucap Clark seraya mengusap rambut bawahannya, Vivi.
"Emm, terimakasih tuan ... " sahutnya sambil memikirkan sesuatu yang ingin ia lakukan, wajahnya kelihatan agak berani.
"Ada apa Vivi?"
"Ak-aku ingin melakukannya Tuan" katanya menempel.
"Melakukan?" katanya berpura-pura tidak tau, padahal ia sudah tau apa yang akan dilakukan Vivi kedepannya.
"Sama seperti yang tuan lakukan kepada Flera" lanjutnya lagi seraya tersenyum genit.
......................
Ehem-ehem udah ya mas-mas, adik-adik atau kakek-kakek, jangan tegang ('-'*)♪ entar lanjut
__ADS_1