![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Disuatu tempat dengan wilayah yang penuh kabut hingga dapat membuat pandangan orang tertutup, bahkan tidak ada setitik cahaya matahari menerangi nya, hari penuh hari hanya ada malam hari saja bahkan bulan ataupun matahari tidak ada.
Jurang, bukit, juga ada di tempat nya. Terdapat istana yang sudah berdiri cukup lama di sana, posisi nya berada di tengah-tengah jurang, walaupun begitu tetap masih bisa kesana karena telah tersedia tangga agar dapat menuju ke istana.
meskipun di luar nya terlihat seram dan menakutkan, tapi di dalam nya berbeda dengan apa yang dilihat dari luar.
Didalam nya masih ada cahaya penerangan seperti lampu, tempat nya juga tidak terlalu meninggalkan kesan menakutkan, terlihat orang mengenakan topeng merah berjubah hitam sedang menjenguk keluar dari jendela kamar di istana nya.
"Ck!, kristal milik pak tua itu pecah, bahkan keberadaan monster yang baru saja bangkit di pulau monster sudah lenyap. Siapa yang membunuh nya?, berani nya menggagalkan rencana ku!" suara nya seperti di palsukan, tidak tau dia sebenarnya wanita atau pria.
Tuk tuk
Suara ketukan pintu terdengar sangat jelas.
"Masuk lah itu tidak di kunci" jawab nya langsung.
"Permisi" ia pun masuk, orang itu juga mengenakan topeng tapi berwarna ungu dan suara nya lebih condong ke arah pria.
"Apa yang ingin kau sampaikan?, langsung ke inti nya saja"
"Baik!. 30 anggota bertopeng hitam sama 1 anggota bertopeng emas yang kita kirim untuk meratakan banyak desa habis terbunuh ketua, pas saya lihat di ruangan khusus, kristal mereka pecah semua"
"Terbunuh juga!. Waktu itu pak tua dan aura monster di pulau lenyap, sekarang malah 31 anggota mati. Seperti nya ... mereka memiliki banyak orang untuk mengalahkan anggota ku, paling hanya tingkat 5 atau 6 saja"
"Kau urus lah masalah ini, bawa anggota bertopeng emas 5 dengan mu, itu sudah cukup kan untuk mengalahkan mereka semua"
"Ya ketua, itu lebih dari cukup. Biarkan saya memberi mereka semua pelajaran!"
"Bagus!. Aku tidak ingin kegagalan, jika kau gagal kau tau kan apa konsekuensi nya?!" ancam nya dengan nada lebih berat.
"Ya ketua, saya akan menyelesaikan nya secepat mungkin. Organisasi darah merah akan menghabisi mereka karena berani menggagalkan rencana" ia menyatukan kedua kepalan dan tapak nya seperti memberi rasa hormat.
__ADS_1
***
"Master lihat!, aku bisa menggunakan hujan pedang air walaupun tidak sampai 100 lingkaran sihir" Elena bersemangat, ia penuh dengan keringat tapi ia tetap semangat mempelajari sihir yang diinginkan guru nya.
"Lumayan juga. Dalam beberapa jam kau sudah bisa menggunakan nya, kau memang berbakat Elena" puji Clark terhadap nya, ia mengusap kepala Elena dengan lembut.
"Pion berharga ku cepat mempelajari sesuatu, beginilah pion ku seharusnya. Cepat lah menjadi kuat, terus lah senang, teruslah tersenyum, teruslah gembira bersama ku. Semakin kau begitu maka semakin menurut diri mu, hehe ... haha ... " kata batin iblis nya.
"Master lagi-lagi memuji ku, ahhh aku makin sayang. Master, master, master, master, master, master, master, master hati ku penuh dengan mu, siapapun yang melukaimu akan ku cincang tubuh nya, ah mungkin dikuliti hidup-hidup juga bagus" seperti itulah perkataan hati Elena, ia sedang sangat kesenangan walaupun itu terkesan sangat berlebihan.
Melihat hal itu Clara yang sedang berlarian keliling pulau malah berhenti dan mendatangi Clark.
"Kenapa kau kemari?, apakah kau tidak sanggup lagi berlarian keliling pulau dengan beban yang ku pasang di kedua kaki dan tangan mu" tanya Clark menatapi Clara.
Terlihat sebuah beban dengan berat 10 kilogram terpasang di kedua betis nya, di kedua tangan nya juga ada 5 kilogram. Benda itu dibuat oleh Clark sendiri dengan menggunakan sihir khusus nya lagi.
Jika dilihat lebih dekat, Clara tidak mengeluarkan keringat setetes pun, ia hanya menatap sinis Elena ketika melihat tangan Clark sedang berada di atas kepala teman nya.
"Apakah kau juga ingin elusan?" Clark teringat bahwa Clara tergila-gila sama elusan.
"Em-em" kepala nya mengangguk cepat, mau tidak mau Clark mengelus kepala Clara.
"Haa ... " itulah kata-kata yang di keluarkan Clara ketika ia sudah puas di usap oleh Clark, ia menggelengkan kepala nya.
"Kau ini ... kapan bosan nya sama elusan"
"Clara tidak akan bosan, dan juga ... hanya master yang boleh mengelus Clara"
"Baiklah lain kali aku akan lebih sering mengelus mu asalkan kau melakukan sesuatu yang baik atau selalu mendengarkan perkataan ku"
"Benarkan master?!, master tidak berbohong kan?!" jawab nya malah sedikit memiringkan bibir nya tanpa sengaja, jika soal usapan atau elusan Clara langsung bersemangat.
__ADS_1
"Tubuh mu sudah besar tapi masih saja minta elusan master, seperti anak kecil saja" sindir Elena terhadap Clara.
"Elena sendiri lebih tua tapi tubuh mu kecil, apakah itu bukan anak kecil?" sindir balik Elena, seperti biasa wajah nya masih acuh tak acuh.
"Gini-gini umur ku sudah 15 tahun hari ini!. kau masih 13 tahun, jadi ... tau kan siapa yang anak kecil?"
"Ya sudah-sudah ... kalau begitu lanjutkan lah latihan mu. aku ingin melihat seberapa tahan tubuh mu menahan beban ini" Clark tidak ingin mendengarkan ocehan mereka, ia langsung memotong pembicaraan dan menyuruh Clara untuk melanjutkan latihannya.
"Master, Clara tidak merasakan kelelahan, bagaimana jika menambahkan berat nya?"
"Hei kau tidak menghiraukan ku!" teriak Elena agak kesal.
Clark sejenak menatap Elena dan kembali menatap perempuan berumur 13 tahun, Clara hanya mengedipkan mata nya berulang kali sembari mengucapkan "master?"
Sesaat kemudian, Clark telah menambahkan beban nya, ia menambahkan 5 kilogram masing-masing di lengan dan betis nya. Kalau dihitung kaki nya berbobot 15 kilogram sedangkan tangan nya berbobot 10 kilogram.
"Aku hanya menambahkan berat nya sedikit, tidak perlu terburu-buru untuk menambahkan nya. ini guna nya untuk memperkuat stamina serta ketahan tubuh mu, bisa juga untuk menambah kecepatan tendangan serta pukulan mu"
"Kau tidak bisa menggunakan sihir jadi perkuat kan saja lah pondasi mu dulu lalu master mu ini akan mengajari mu suatu hari nanti jika tubuh mu sudah cukup kuat"
"Baik Clara mengerti master. Jadi master ingin Clara cukup kuat untuk menggunakan sesuatu hal itu nanti, agar tidak ada halangan atau apapun itulah yang menghambat perkembangan Clara di masa depan"
"Cukup bagus, tebakan mu itu hampir benar"
"Kalau begitu bisakah master mengelus lagi?" ia meminta Clark agar bisa mengusap kepala nya.
"Selesaikan dulu latihan mu, ketika matahari hampir tenggelam datangi lah aku di kapal, termasuk juga Elena" perintah Clark terhadap murid nya, ia langsung memalingkan tubuh nya perlahan meninggalkan mereka berdua.
Clara tidak bergerak, ia masih menatapi punggung Clark yang perlahan menjauh.
"Kau akan dapat elusan jika itu sudah selesai" Clark melambaikan tangan nya sebentar, ia masih tidak memalingkan tubuh nya.
__ADS_1
Pas mendengarkan perkataan master nya, Clara langsung bersemangat dan berlarian lagi mengelilingi pulau.