Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.36 : Kemarahan organisasi darah merah


__ADS_3

"Huh, mereka selalu saja bertengkar. Merepotkan" batin Clark sedikit tersenyum begitu sudah keluar dari ruangan murid-murid nya.


"Tapi ya ... mereka berdua akan sangat berguna kedepan nya" samar-samar senyuman manis nya berubah menjadi senyuman licik.


***


Masih berada di wilayah Aquari tapi tempat nya begitu tersembunyi karena adanya kabut-kabut yang menutupi, tentu saja disana tidak ada yang namanya siang. Terdapat istana berdinding gelap berdiri di tengah-tengah jurang.


"Sialan!, bahkan bawahan topeng ungu ku juga mati!, siapa lawan ini sebenarnya?. Apakah jumlah mereka banyak hingga berhasil mengeroyok mereka" orang bertopeng merah sangat kesal, ia menggenggam erat gelas kaca nya.


Crack crack pyarrr


Sengaja orang bertopeng merah memecahkan gelas minum nya karena dirinya begitu kesal serta marah ketika rencana nya diganggu berulang kali.


"Bagaimana rencana kita selanjutnya pemimpin?" tanya bawahan topeng ungu lainnya.


"Apakah kau perlu bertanya lagi kepada ku?. bawa pasukan sebanyak mungkin untuk segera menangani masalah ini!"


"Tapi pemimpin ... bagaimana jika mereka mati karena ledakan itu ataupun selamat hingga berhasil kabur dari pulau itu?. Apakah kita memang perlu kesana?" tanya bawahan nya agak ragu.


"Aku tanya ... apa yang harus kau ragukan?. Jika mereka mati karena ledakan ... itu patut disyukuri, tapi bagaimana kalau dia selamat?. Apakah kau pikir kita harus membiarkan nya dan melepaskan nya?"


"Ti-tidak pemimpin" pembicaraan nya sedikit tergagap.


"Jadi ... mengapa kau harus bertanya?. cepat segera kesana, siapapun yang melintasi pulau monster kalian harus membunuh nya!" perintah pemimpin nya kepada pria bertopeng ungu.


"Baik bawahan ini mengerti, saya akan membawa anggota kita yang lainnya untuk segera berlayar kepulau monster" pria bertopeng ungu segera pamit undur diri, ia pun membukakan pintu lalu berlari mendatangi yang lainnya.


"Apa maksud nya ini?, mengapa dia ingin sekali mengganggu rencana organisasi darah merah ku!. Apakah dia disewa oleh pihak penguasa?" batin orang bertopeng merah masih diruangan nya.

__ADS_1


"Huh, siapapun itu aku tidak akan mengampuninya. Biar kulihat sampai mana kau dapat bertahan hidup" suara nya tidak dapat dikenali. Tidak tau apakah dia laki-laki ataupun perempuan.


Sesaat kemudian orang bertopeng ungu tadi sudah sampai di dermaga, disitu terdapat 4 pria bertopeng ungu termasuk dirinya juga.


"Aku diperintahkan oleh pemimpin untuk segera membawa kalian kepulau monster" ia berbicara jujur.


"Hah!, kenapa kita harus ke sana?. bukankah pak Helm itu sudah kesana dalam beberapa hari yang lalu" balas lawan bicara nya, ia juga menggunakan topeng berwarna ungu.


"Tidak mungkin saudara sehidup semati ku gagal dalam menjalankan misi pemimpin" kata pria bertopeng ungu lain percaya bahwa saudara nya tidak bakalan gagal.


"Ini beneran terjadi, aku tadi memeriksa kristal milik nya pecah diruangan itu"


"Hahh!, jangan bercanda!!. Kau pikir ini lucu, saudara ku tidak mungkin mati!" salah satu pengguna topeng ungu menarik kerah baju milik pemberi informasi. Ia sangat tidak percaya bahwa saudara yang menurut nya sangat kuat malah mati begitu saja.


"Ini benar, jika kau tidak percaya ... datang saja keruangan kristal"


"Ck, sialan kau ingin dipukul hah!" ia semakin menguatkan cengkraman nya.


"Ck ... awas saja kalau sampai berbohong, aku tidak akan ragu untuk memberikan mu pelajaran" pria tersebut melepaskan cengkeraman nya, ia pun mendorong pria tersebut agar menjauh dari wajah nya.


"Hmm, kau selalu emosian Halm. Jika aku benar, kuharap kalian ikut dengan ku kepulau monster, ini perintah dari pemimpin" kata nya membenarkan pakaian nya. Ia seperti sudah terbiasa dengan sifat orang tersebut karena mereka selalu bersama.


"Terserah kau saja" kata Halm menyalurkan sihir angin nya ke betis sebelah kiri dan kanan lalu berlarian menuju ke 'ruangan kristal" yang baru saja dikatakan pemberi informasi.


"Dasar orang ini selalu begini" pria bertopeng ungu juga bergegas menyusul Halm.


"Baiklah. Kau tidak ikut dengan kami?, Yosua ... " tanya pengguna topeng lainnya, ia menyentuh pundak pemberi informasi tadi.


"Tidak, lagian kalian akan kesini lagi. Lebih baik aku memerintah topeng emas lainnya untuk segera menyiapkan kapal dan berlayar menuju pulau monster" balas nya menurunkan tangan orang itu dari pundak nya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku mengandalkan mu Yosua. Jangan lupa sake nya" Kata nya meninggalkan Yosua lalu menyusul Halm serta rekan nya yang sedang mengejar tadi.


"Yah aku tau itu, kau kan suka sake" katanya langsung mencari topeng emas lainnya.


8 menit telah berlalu, Halm tadi sudah sampai ke ruangan kristal. Begitu ia hendak masuk firasat nya begitu tidak enak, ia merasa khawatir beserta takut jika yang dibicarakan Yosua tadi beneran terjadi.


"Kuharap perkataan nya tadi ... hanyalah sebuah kebohongan untuk menakuti ku saja" ucap nya langsung mendorong pintu lalu terdiam ketika melihat pecahan kaca.


"Si-si-sialannnn!!!" teriak nya menggema.


***


Wilayah nya masih dibagian wilayah Aquari, tempat nya dipenuhi es dan air. Udaranya begitu sejuk jika dihirup seketika itu juga, bangunan nya begitu unik karena ada yang kecil tapi bertingkat, air terjun menghiasi tempat itu juga, tidak lupa ada awan yang membuat tempat itu semakin cantik. Cocok jika dikombinasikan sama pemandangan salju dan air birunya.


Terdapat istana besar diatas tebing-tebing indahnya, bangunan kecil tertata rapi dari atas sampai bagian terbawah. Sekarang di dalam istananya, terdapat seorang wanita berbaju besi berlapiskan kain tebal hendak memberikan informasi penting.


"Permisi tuan puteri, saya sebagai ksatria yang melayani ratu selama bertahun-tahun ingin memberikan informasi penting dari kota samore baru-baru ini kepada ratu lautan" ksatria perempuan berlutut, ia menunggu tuan puteri nya berbicara.


"Hmm, angkat kepala mu" kata tuan puteri memberi perintah untuk segera mengangkat kan kepala nya, suara nya begitu lembut tapi gaya berbicara nya lebih bermartabat. Benar-benar cocok menjadi seorang puteri.


"Baik puteri" ksatria wanita itu menuruti kehendak puteri.


"Apa yang ingin kau sampaikan? Tanya tuan puteri masih duduk dikursi ibu nya yaitu kursi ratu lautan. Ia juga ditemani oleh 10 ksatria wanita kuat dari berbagai penjuru yang secara sukarela ingin menjadi pelindung pribadi nya.


"Anu, apakah ada ratu lautan tuan puteri?, ini ... informasi penting" ksatria itu memberanikan diri untuk berbicara walaupun sebenarnya ia begitu takut.


"Lancang, kau berani begitu terhadap tuan puteri!" kata ksatria disebelah tuan puteri, 10 ksatria wanita itu mengambil pedang nya dari sarung pedang yang terpasang di masing-masing pinggang mereka. Ia langsung mengarahkan pedang nya ke ksatria yang masih berlutut namun kepala nya sudah tidak menunduk.


......................

__ADS_1


Sengaja digantungin lagi, cerita ini sudah ku rancang ygy sebelum membuat nya. Jadi silahkan membaca, semoga terhibur.


__ADS_2