![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Melihat mereka semua pingsan dan tidak dapat melanjutkan pertarungan, guru akademi daun wangi mengumpat kesal sekaligus gemetaran karena tidak percaya apa yang dilihat dari mata telanjangnya.
"Ini tidak masuk akal" guru Bily langsung terduduk dilantai arena.
***
Sebelum menang pertandingan melawan 9 orang.
"Kalian menjauh, bersiap ... MULAI!" kata wasit memulai pertandingan hingga pihak akademi lain berteriak dan bergegas bergerak maju.
"Maju ... halang dia ... "
"Hiyahhh"
4 orang dari kesembilan murid maju dengan tangan kosong, sisa murid lain sedang merapalkan sihir yang akan dikeluarkannya.
Tanpa rasa khawatir, Elena menyentuh lantai arena lalu mengucapkan sesuatu "Ombak kejut ... "
Bummm
"Uwahhhh"
4 orang terangkat sampai membuat mereka terhentak ke lantai arena. Temannya yang lain hampir menyelesaikan rapalan nya. Namun, Elena lebih dulu menggunakan sihir berupa bola air besar yang dapat menenggelamkan lawannya kedalam, hingga rapalan sihir mereka berujung gagal.
"A-apa ini?"
"Menghindar!"
"Atur nafas kalian ... Eughuamm"
Kesembilan orang masuk dan tenggelam. Mereka berusaha keluar dengan berenang, tapi Elena membuat pusaran didalam bola air sehingga apa yang mereka lakukan hanyalah sia-sia.
"Menyerah saja" kata Elena diakhiri duduk, memandang kesembilan orang yang masih terperangkap kedalam bola air.
Karena mereka masih berusaha keluar, Elena menambah kesulitannya.
"Percuma, kalian tidak akan bisa keluar" ucapnya lalu memutari jari manisnya hingga terbentuk sebuah artikel kecil tajam didalam bola air.
Srettt ...
Sretttt ...
Srettt ...
Mereka yang berusaha keluar dibuat terluka, dikit demi sedikit luka goresan mereka semakin banyak, baju mulai robek dimana-mana, luka mulai melebar dan terasa amat perih.
__ADS_1
Sepalih anggota akademi daun wangi membukakan mulutnya, sebab secara tiba-tiba partikel tajam kecil didalam melukai mereka secara terus menerus.
Konsentrasi dan tahanan nafas mereka mulai terganggu karena menahan rasa perih pada tubuh masing-masing.
Satu persatu mulai tidak bisa menahan nafas, mulut dan hidung mereka kemasukan air lalu tidak lama itu, kesadaran mereka mulai menghilang.
***
Sesudah menang pertandingan melawan 9 orang.
Dengan perasaan campur aduk dipadukan rasa tegang, wasit membukakan matanya lebih lebar dari biasanya lalu menggunakan alat pengeras suara, mengumumkan hasil pertandingan.
"Akademi hitam jatuh memenangkan pertandingan kali ini dan berhasil masuk ke babak selanjutnya, harap kembali ketempat duduk, beristirahat, dan menunggu namanya kembali dipanggil" wasit menerangkan kalau Akademi hitam jatuh berhasil memasuki babak selanjutnya.
"Woaaahhhhhhhh" saking takjub nya, penonton sampai kehebohan.
"Hebat, sepertinya Ratu lautan sudah menyiapkan kejutan ini, selamat atas kemenangan nya" ucap Raja menduga kalau Ratu lautan hebat menyembunyikan murid jenius di wilayah Aquari dari dunia luar.
"Selamat atas kemenangan murid jenius dari wilayah mu, Ratu lautan" Tuan Yin juga ikut memberikan selamat.
"Ini bukanlah apa-apa, bukannya murid jenius Raja mystic lebih banyak" balas Ratu lautan dilanjutin gumaman "Jujur saja, aku tidak menyangka kalau gadis itu bisa sehebat ini, sangat aneh ... terutama lelaki muda yang sedang memberikan elusan" Ratu lautan melihat kalau Clark sedang mengusap dan memuji muridnya, Elena.
"Haha ... Ratu lautan bisa aja, murid jenius di wilayah ku tidak terlalu banyak" jawabnya tetap rendah hati lalu bergumam "Murid seperti dia jika tidak direkrut ya harus dihancurkan, jangan sampai bocah seperti dia dibiarkan sampai dewasa" meskipun bunyi mulut raja merendah, tapi isi hatinya licik.
"Kau pikir aku tidak tau niat jahat mu, aku sudah lama mengenal mu Raja mystic" batin Ratu lautan sudah menduga kalau sesuatu akan terjadi kedepannya.
Clark yang tengah mengusap kepala murid sedang menatap senang sekaligus kagum sama peningkatan murid keduanya.
"Bagus Elena, kau menang telak" puji Clark membuat Elena kegirangan.
"Hehe, master ... aku hebat kan" ucap Elena ber antusias.
"Iya-iya, murid ku memang hebat" Clark melanjutkan pujian dan elusannya sambil tersenyum hangat lalu diakhiri melepas elusannya.
Dibalik senyuman hangat, biarpun terasa samar, terdapat pemikiran dan rencana lanjutan yang akan dipakai nya.
Dirinya menggerutu sangat pelan seraya membuka kepalan tangan dan mengangkat tangannya kedepan perut "Heh ... para manusia sampah itu tertarik sama pion ku, silahkan dicoba jika memang mampu merebutnya, akan ku ladenin dimanapun itu"
Clark melirik kedua pengawas pria kuat dari wilayah Mystic dan wilayah Valcke.
Ilustrasi Clark Kenzie/Malaikat jatuh. Semua ilustrasi bukan dari saya, ini sekedar refrensi, ilustrasi by pinterest, nama akun twitter nya : @MeorismX.
"Apa yang master katakan?" merasa tidak jelas, Elena balik bertanya.
__ADS_1
"Ah, tidak lupakan saja, mari kita keatas lagi" Clark mengalihkan topik.
"Baik master ... " dengan senang hati Elena menuruti masternya.
"Master ... "
"Hmm ... kenapa?, apakah kau juga mau elusan seperti biasanya?" Clark mendengar bahwa Clara sedang memanggilnya, ia juga menduga kalau murid satunya ingin seperti Elena.
Clara menggeleng "Kalau Clara menang, apakah master juga akan memuji dan mengelus Clara?" tanyanya polos.
"Tanpa menang pun aku bisa mengelus mu langsung"
Clara menggeleng lagi, menolak secara halus "Clara mau mendapatkan elusan dari hasil kerja keras sendiri"
"Oh begitu, hmm ... baiklah jika itu kemauan mu" balas Clark membuat Clara tertegun sejenak.
"Benarkah master?"
"Iya. Ayo cepat keatas, kita tidak boleh berlama-lama di arena karena itu akan menunda pertandingan berikutnya" Clark berjalan pelan, mulai menjauhi arena. Elena dan Clara mengekori gurunya.
Saat menaiki anak tangga, mereka mendapatkan pujian lebih dari mulut para penonton secara langsung.
"Wah itu dia gadis tadi ... "
"Kau hebat nak, tidak sampai 10 menit sudah mengalahkan 9 orang ... "
"Aku tidak nyangka kau bisa mengalahkan 9 orang sebegitu mudahnya"
"Iya, mana dia tadi terlihat santai sambil menggerak-gerakkan tangan saja"
"Kau sangat berbakat"
"Pasti gurumu bangga memiliki murid sejenius dirimu nak"
Bermacam-macam pujian yang dilempar kepada Elena, Clara tidak mau kalah, ia juga ingin membuat masternya bangga dan kagum.
"Clara tidak akan kalah" hanya kata itulah dikepala Clara, bahkan perkataan itu diucapkannya berulang kali sampai akhirnya kembali ketempat duduk.
"Biarpun masih muda tapi dia hebat ya, guru" senior perempuan dari Akademi laut biru atau bisa disebut Camila kagum sama kemampuan Elena.
"Iya, kuakui dia memang hebat" Edward atau guru dari Akademi laut biru wilayah Mystic mengakui kehebatannya. Dilihat dari raut wajahnya, kalau Edward sedang memikirkan sesuatu yang amat ganjal.
"Kalau bertanding sama kita berdua, kurasa kita akan berakhir kalah senior, sama seperti kesembilan orang itu tadi" junior perempuan bernama Ciel mengaku kalau mereka lebih lemah dari murid Akademi hitam jatuh.
"Haha mungkin iya ... guru apa yang sedang anda pikirkan?" sesudah menjawab, Camila melihat kalau gurunya terlihat sedikit aneh, jadi ia menanyakan perihal tersebut kepada Edward.
__ADS_1
"Tidak ada lupakan, mungkin hanya perasaan ku" Edward mulai mencurigai kedua token nya yang hilang di perjalanan itu karena diambil Akademi hitam jatuh, tapi ia kesampingkan tentang itu karena ia merasa tidak pernah bertemu sama salah satu dari mereka.