Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 59 : Kota Meka


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, mereka telah turun dari kapal, sekarang mereka benar-benar telah menginjakkan kakinya ke wilayah Mystic.


Tidak sedikit juga kapal yang singgah, kebanyakan dari mereka merupakan para pelayan desa di wilayah Aquari yang rela berlayar kemari untuk mencari penghasilan lebih.


Meskipun sudah malam, suasana kota Meka tetap terlihat ramai, apalagi jika di kombinasi dengan lampu khas obor menambah ketertarikan orang asing yang baru saja berlayar jauh untuk membeli dagangan-dagangan yang ada dikota Meka.


Beberapa ada yang menurunkan harga barang ataupun ikannya agar para pembeli lebih tertarik untuk belanja ditempat nya.


Saat ini keempat wanita dan juga Clark sedang berjalan mengitari para pedagang, niatnya ingin melihat-lihat, kalau ada yang menarik ataupun unik.


Karena saking ramainya pembeli yang tertarik karena adanya dagangan murah, pihak Clark sendiri tidak terlalu menonjol atau dipertontonkan, mereka seperti menjadi rakyat biasa sambil melewati para pedagang dan pembeli.


"Master apa itu?, baunya enak" Mata Elena membulat saat melihat ada sebuah potongan daging ayam yang dibakar.


"Oh, kau mau?"


"Emm, mau master" jawab Elena semakin bersemangat, ia sudah tidak sabar untuk mencicipi makanan yang ingin ia makan.


"Baiklah, bagaimana dengan kalian?, adakah barang yang ingin kalian beli?, entar aku bayarkan" Clark melirik ketiga wanita lain.


"Lagian koin emas dan koin perak milik organisasi darah merah masih banyak, tak apa sekali-kali menuruti kemauan mereka" batin Clark menatap cincin hasil rampasan nya dari malaikat ke 5, Orion nebula.


Koin yang dimaksudkan, berasal dari gedung harta ditempat persembunyian organisasi darah merah. Vivi sendirilah yang memberitahukan tempat penyembunyian koin-koin hasil rampasan mereka, sebab ia sudah menjadi bawahan Clark, jadi ia mengambil keputusan untuk memberikan semua harta kepada tuannya.


"Tidak usah tuan, belikan yang diinginkan Elena saja" Vivi menolak, tangannya ia lambaikan sebagai bentuk penolakan secara halus.


"Saya juga tidak usah, samakan saja sama Elena" dengan enggan Flera juga tidak ingin apa-apa.


"Clara mau daging itu juga" jari manis Clara menunjuk kearah para pedagang yang menjual potongan daging ayam yang dibakar, ditangan satunya sedang memegang sabit besar.


"Oh, baiklah" tanpa berlama-lama lagi, Clark sendirilah yang membelikan nya. Saat sudah memesan, ia juga sekaligus bertanya kepada penjual tersebut.


"Apakah paman tau letak penginapan yang paling dekat dikota ini?"


"Oh ... anak muda yang tampan, apakah kau pendatang baru?" pedagang penjual potongan ayam bakar menyempatkan diri untuk bertanya kepada seorang pria berkacamata rantai.

__ADS_1


"Ya aku baru saja sampai"


"Ohh ... ikuti saja jalan lurus ini, jika kalian sudah menemukan pohon kelapa yang menjulang tinggi, barulah kalian belok ke kiri, jalan saja lurus, kalau ada bacaan 'penginapan bibi june' nah disitulah penginapan paling dekat" Serunya memberikan rute jalan tercepat.


"Begitu, terimakasih"


"Haha, tak masalah, ini pesanan mu tadi" pedagang itu baru saja selesai membungkus kan potongan daging ayam yang sudah daritadi dipesan oleh pemuda yang ia ajak bicara.


Clark sedikit tersenyum lalu memberikan 1 buah koin perak.


"Ambil saja kembaliannya"


"Ini kebanyakan nak, 1 potongan ayam hanya seharga 100 koin perunggu, kalau ditotalkan semua yang kau pesan, hanya 1.000 koin perunggu, tidak sampai 1 koin perak"


(Seperti sudah saya beritahukan di chp sebelumnya, 10.000 koin perunggu \= 1 koin perak)


"Tidak apa paman" Clark masih memaksa untuk memberikan 1 keping koin perak, dirinya langsung memasukkan koin tersebut ke saku penjual.


"Haha, kalau begitu aku berterimakasih nak, tapi pesanan mu lumayan banyak ya, apakah kau sanggup memakan semuanya?"


"Ini untuk rekan ku yang lain" Balas Clark langsung meninggalkan pedagang itu.


"Apakah kita akan menginap disini master?, tempat nya lebih besar dibandingkan penginapan sebelumnya" Elena memperhatikan tulisan yang ada diatas.


Memang benar, kalau penginapan ini lebih besar ketimbang penginapan di kota samore. Tapi, kalau membicarakan soal tingkat nya, penginapan ini sama saja berlantai 2, yang membedakan nya cuman ukuran dan warna dindingnya.


"Yah, besok saja kita melanjutkan perjalanan ke ibukota" Clark langsung membuka pintu penginapan.


"Selamat datang tuan" seorang pelayan menyambut kedatangan tamu.


Saat sudah disambut, Clark dan keempat wanita lain melanjutkan langkah kakinya ke tempat pemesanan.


Para pengunjung lain yang sedang makan ataupun mengobrol, langsung saja memberhentikan kegiatan nya demi melihat pelanggan baru yang disambut pelayan. Kebanyakan dari mereka menggunakan pakaian yang sama, seperti pakaian akademi.


"Cantik-cantik sekali, mereka berasal darimana?" saking penasaran nya pria dari akademi mempertanyakan asalnya.

__ADS_1


"Mungkin dari kalangan bangsawan, lihat saja pakaian nya"


"Pria itu sangat tampan dan tinggi, perawakan nya begitu gagah" sekumpulan wanita akademi penuh kagum menatap Clark.


"Aku jadi iri sama pria itu, dia didekati 4 wanita cantik"


"Aku malah jadi ingin berkenalan sama salah satu wanita itu" seorang pria yang berumur 21 tahunan ingin mendekati para wanita yang mengekori clark.


"Halah, muka standar seperti itu ingin mendekati wanita, kau sudah kalah sebelum memulai" ucapnya menyindir.


"Bukankah kau juga kurang lebih sama seperti ku"


"Aku lebih putih"


"Hahahaha" saat disadarkan oleh temannya, mereka pun tertawa terbahak-bahak.


Mendengar ocehan serta ketawa orang-orang akademi, Clark memilih untuk tidak mempedulikan nya, berbeda sama murid nya yang menatap wanita akademi lain dengan tatapan sinis serta penuh dendam, karena baginya, tidak boleh ada yang tertarik atau menatap masternya lebih lama dari yang seharusnya tidak dilakukan.


Untungnya Clark menepuk pundak masing-masing murid nya, dirinya menjelaskan untuk tidak berbuat masalah.


"Bisakah berikan kami 3 ruangan, kami ingin nginap 1 malam saja" Clark yang sudah sampai ketempat pemesanan langsung saja memberitahukan apa yang ingin disampaikan.


"1 ruangan dalam semalam seharga 5 keping koin perak tuan"


" ... " Clark memberikan 15 koin perak.


"Ini kuncinya" orang itu mengambil kunci dari laci, lalu menjelaskan letak kamar mereka.


Ketika sudah dijelaskan, barulah kunci tersebut ia berikan ke pemuda berkacamata dihadapan nya.


Saat sudah mendapatkan kunci, Clark langsung membagikan nya kepada keempat wanita yang mengekori nya dari belakang.


Flera sekamar sama Vivi, Clara sekamar sama Elena, sedangkan Clark hanya sendiri.


Mereka mau tidak mau hanya bisa menerima nya, Clark langsung saja beranjak melangkahkan kakinya untuk segera menuju ke kamarnya, murid serta bawahan nya lagi-lagi mengekori nya dari belakang.

__ADS_1


......................


Chp kali ini membosankan, bnyak basa-basi, begitulah yang ada dipikiran para pembaca


__ADS_2