![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Di kursi khusus, tepatnya seseorang penguasa wilayah Mystic, sedang menatap tidak senang "Ck, tipe kekuatan fisik kah?. Anak itu tidak biasa, Akademi hitam jatuh harus disingkirkan" ungkapnya geram, dengan menggerutu.
"Satu lagi anak yang menarik, kuyakin mereka bakalan senang" tebak Tuan Yin seraya tersenyum, perkataan nya membuat siapapun bingung jika mendengarnya setengah-setengah.
5 menit berlalu.
Pertandingan Clara masih sengit, ia sedang berhadapan sama 9 orang, beberapa waktu yang lalu ia bilang kepada wasit untuk melawan kesemua sisa murid Akademi baja kebal. Ia juga bertekad tidak ingin kalah sama temannya, sesuatu seperti hadiah sebuah elusan dan pujian dari masternya juga menambah semangatnya.
Padahal hadiahnya cukup simple, tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Aneh kan?, itulah keunikan Clara. Baginya hadiah seperti itu lebih berharga dari apapun, asalkan itu dari masternya, dia akan sangat senang menerimanya bahkan sanggup untuk melakukan apapun jika ia bisa.
Dibalik keberlangsungan sifat Clara, tidak luput dari pengubah nya sendiri. Penampilannya bisa menipu siapapun, mungkin dia terlihat seperti seorang remaja normal berpenampilan bangsawan, tapi sebenarnya ia memiliki hati yang sangat kejam dan mengerikan, melebihi siapapun.
Kalau dibutuhkan, dirinya tidak akan ragu memanfatkan orang sekitarnya. Mau laki-laki, mau perempuan, semuanya akan ia peralat jika memang perlu, itu semua dibutuhkan untuk tujuan utamanya.
"Clara sudah berkembang sejauh ini, tidak sia-sia membuang waktu ku dalam melatih fisiknya, memang sih itu merepotkan dan perlu kesabaran, tapi hasilnya tidak buruk juga, sisanya tinggal melatihnya cara ber kultivasi" gumam Clark melihat murid pertamanya sedang menghindari serangan lawan.
Kelakuan Clara membuat para penonton tercengang lagi, tentu para murid Akademi baja kebal juga merasakan hal yang sama.
Gerakan cepatnya ditambah sama pemulihan stamina membuat pergerakan Clara semakin lincah.
"Kau tidur saja" ucap Clara mengayunkan bagian tongkat sabitnya ke leher musuh, sampai dibuat pingsan.
Bukkk
Musuh tumbang, tubuhnya jatuh ke lantai, Clara masih bergerak cepat, ia sekali lagi memukul bagian leher musuh.
Bukkk
Masih tidak berhenti, Clara menguatkan langkahan kakinya untuk menambah kecepatan dalam berlari.
"Kalian!, mari aktifkan pelindung baja!" teriak Kohai sudah mempraktekkan sihirnya.
"Baik"
Perlahan dinding baja berbentuk lingkaran menutup keatas.
__ADS_1
Sling ...
Pelindung berlapis baja tebal menutupi semua murid Akademi baja kebal, Clara tidak memberikan reaksi lebih, ia masih fokus dalam hal menyerang.
Musuh tidak selemah kelihatannya, mereka bekerjasama untuk membuat pelindung baja, seperti apa yang katakan oleh penduduk sebelumnya.
"Hanya segini?" Clara berkata sambil menunjukkan wajah datar khasnya.
Ia memainkan beberapa trik dalam penggunaan sabit, seperti berputar-putar namun tak kunjung hancur, malahan pelindung itu tidak tergores sedikitpun dan pelindung itu tiba-tiba diselimuti kejutan angin tingkat kedua.
Clara berhasil dibuat mundur, ia terkena efek kejut dari angin, untungnya Clara sempat mengurangi efeknya dengan menancapkan sabit kepermukaan arena.
"I-itu dia pelindung baja"
"Iya, pasti akan sangat sulit menembusnya"
Tanpa protes mendengarkan omongan orang, Clara mengeratkan pegangannya pada sabit besar, tatapan nya sedikit berubah, terlihat lebih tajam.
"Jangan menunda waktu Clara untuk mendapatkan elusan master" ucapnya bersamaan dengan pemulihan stamina pada tubuh.
"Hancurlah"
Wushhh ...
Clara melesat cepat, menyerang dari berbagai arah, dari mulai depan, samping kanan, belakang dan samping kiri berulang kali.
Tringg! ... tringg! ... tringg! ... tringg! ...
"Hahaha ... Hancur, hancur, hancur, hancur, hancur, hancur, hancur, hancurlah untuk master" perkataan nya selalu diulang, ia sedikit geram lalu melampiaskannya dengan ayunan sekuat tenaga, tidak lupa staminanya selalu dipulihkan, semakin lama kecepatan dalam menyerang, dan kekuatannya semakin cepat dan menguat.
Didalam pelindung, singkatnya ketujuh orang sedang sangat panik, pelindung mereka sepertinya tidak akan bertahan lebih lama lagi.
Trang!! ... trang!! ... trang!! ... trang!! ...
Bunyi dentuman didalam lebih kerasa keras dan menggema, telinga mereka mendenging.
__ADS_1
"Khek ... Senior Kohai!, bagaimana ini?, kami tidak bisa menahannya lebih lama lagi!" teriak keras junior.
"Akhh! ... Benar senior!, kami hampir mencapai batas!" junior lain, ikut berteriak, semakin lama didalam, kupingnya terasa amat nyeri.
"Tahan! lebih lama lagi!, fokuskan pertahanan" Kohai sudah sangat bingung sama apa yang akan dilakukan kedepannya, ia hanya bisa berpikir untuk tetap bertahan, telinganya sudah sangat kesusahan untuk mendengar, termasuk mendengar suara junior-juniornya, semakin lama suaranya semakin tidak jelas.
Diluar Clara masih tidak mengendurkan serangannya, bahkan ia terlihat menikmati suasana disana sambil terus menyerang dengan kecepatan tinggi diberbagai arah berulang-ulang.
"Hahaha, ayolah keluar, sampai kapan kalian terus bertahan, keluarlah, keluarlah, keluarlah, keluarlah, keluarlah, keluarlah, hadapi Clara sepenuhnya ... "
Tringg!! ... tringg!! ... tringg!! ... tringg!! ...
Karena kecepatan dan serangan yang dilakukan Clara membuat pelindung baja mereka terus berbunyi lebih nyaring.
Tidak sampai semenit, ketujuh murid Akademi baja kebal sudah tepar dilantai arena akibat mengalirkan mana secara terus menerus ke pelindung baja agar tidak berhasil di tembus.
Dilihat kalau hampir kesemua Lubang telinga mereka pasti mengalirkan setetes darah, telinga mereka juga masih berdenging sampai diputuskan untuk dirawat keruangan sekitar situ agar dapat diistirahatkan dan diobati.
Akademi hitam jatuh dinyatakan menang oleh wasit dalam babak kali ini tanpa sedikitpun luka, ya biarpun ada, pasti bakalan sembuh berkat tubuh regenerasi milik Clara.
"Master ... Clara menang" murid Clark penuh maksud mendatangi gurunya, matanya berkedip-kedip, kepalanya sudah disodori lebih dulu, matanya berkaca-kaca, menunggu keinginannya terkabul.
"Aku tau, kau memang tidak mengecewakan ku, terimakasih sudah berjuang Clara, kau hebat" sahut Clark mengerti kalau Clara sedang menagih hadiah yang sudah dijanjikan.
Clark mulai mendaratkan tangannya ke bawah rambut panjang Clara dulu, kemudian pelan-pelan naik keatas sampai kebagian tengah kepala, disana ia mengusapnya secara perlahan serta sangat lembut.
"Hwahhh ... ewlusan mwaster sauwngat nyuwamuan" perkataan Clara susah dimengerti, padahal maksudnya 'elusan master sangat nyaman' ia tidak dapat berbicara jelas karena tengah menikmati usapan masternya yang sangat ia kagumi.
"Clara ... air liur mu sampai menetes loh, sebegitu sukanya kah sama elusan master?, kau memang anak aneh ... " Elena memperhatikan kalau ada saliva keluar dari bagian samping bibir temannya.
"Swuka, hwehwehwe, Clara swuka ... " seperti anjing kegirangan, tetesan saliva nya semakin meningkat, bahkan perkataannya masih sulit dimengerti, maksud sebenarnya adalah "Suka, hehehe, Clara suka"
"Kurasa kalian sama-sama aneh" batin Clark memilih untuk tetap menyimak percakapan muridnya, ia juga mengatakan fakta, kalau Clara dan Elena sama-sama aneh.
Wajar kalau aneh Faktanya Clara sangat menyukai elusan dalam artian berlebihan, akan melakukan apapun jika hadiahnya usapan, tidak ingin penampilan masternya rusak dan sangat membenci kalau barang pemberian masternya sampai dirusak orang.
__ADS_1
Elena sedikit berbeda, dia memang menyukai elusan, tapi tidak terlalu berlebihan. Yang ia suka hanyalah saat masternya memperlakukannya dengan cara apapun dalam artian berlebihan, ia secara diam-diam mengganggap kalau masternya sangat manis. Biarpun masternya berperilaku jahat paling Elena tetap menganggapnya manis dan sangat keren.