Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 55 : Akademi laut biru & Akademi gelombang bencana


__ADS_3

10 hari kemudian.


Perkembangan murid-murid Clark lagi-lagi mulai melesat jauh dari batas wajar, clark seperti biasa memberikan latihan yang amat keras kepada dua murid nya.


Clara dan Elena dengan senang hati menerimanya, mereka memiliki alasan tersendiri untuk melakukan beberapa pelatihan.


Clara akan melakukan apapun jika itu perintah dari master nya, dirinya juga bertekad untuk membalaskan dendam ayahnya. Kalau Elena melakukan pelatihan itu untuk memperkuat dirinya agar bisa selalu dipuji masternya, yah tau saja kan bahwa Elena itu sangat terobsesi kepada gurunya.


Flera juga terkadang melatih kemampuan pengendalian elemen kegelapan nya, alasannya melakukan itu hanya ingin lebih berguna untuk tuannya. Vivi tidak melakukan apapun karena merasa dirinya sudah lumayan kuat, ia hanya memperhatikan murid-murid tuannya.


Pas baru menyadari tanda lahir Elena yang sudah menggelap, Vivi sontak terkejut. Bagaimana tidak terkejut, pasalnya belum ada kejelasan dibuku manapun, mungkin Clark lah pemicu hal itu sehingga menyebabkan perubahan kepada tanda lahir air Elena.


Vivi banyak memberikan sebuah pertanyaan kepada Elena, tapi tetap saja Elena tidak memberikan kejelasan yang memuaskan. Ia tidak terlalu tau mengenai perubahan itu, ia hanya menjawab kalau perubahan ini terjadi karena waktu dirinya kesal.


Berlalu lagi sekitar 1 harian, disore hari Clark hanya sendirian sedang meminum sebuah teh hangat dilantai bawah penginapan, ia berada didekat jendela.


Orang asing dari kota lain banyak singgah ke kota ini, terutama orang dari akademi di wilayah Aquari, pakaian mereka menggunakan serba warna biru tua.


Mereka sekarang sedang berada dilantai bawah penginapan yang ditempati Clark.


"Guru berapa lama lagi kita ke ibukota wilayah mystic, aku sudah lelah melihat lautan terus" tanya seorang anak muda yang berumur 18 tahunan.


"Mungkin sekitar 5 harian sampai ke wilayah mystic, kalau ke ibukotanya mungkin 3 harian kalau tanpa berhenti" Jawab lelaki yang terlihat berumur 40 tahunan.


"Apaa, bruhh ... itu lama sekali" anak itu sedikit mengeluh, ia pun meletakkan Kepala nya diatas meja.


"Hahaha, sabar saja. Lagian kompetisi sihir itu masih lumayan lama lagi dimulainya, rasanya 2 minggu lagi" seorang wanita yang terlihat seumuran tertawa, ia sedang menyemangati lelaki itu.


"Itu benar dik, jadi santai saja, kudengar ada tempat indah juga kok tempat ini, yah walaupun kita tidak bakalan sempat melihat karena besok kita sudah berangkat" Ucap wanita muda lain juga mengenakan baju akademi yang sama.


"Tapi tetap saja lama senior, padahal aku sedang tidak sabar"

__ADS_1


"Haha, sabar ya dik" Camila menapak punggung Junior nya.


"Yah apa boleh buat, kita istirahat semalaman saja di penginapan ini" seru sang guru sedang menyantap makanan yang sudah ada di meja.


"Seperti biasa adik junior Ardian selalu bersama junior Ciel dan senior Camila, dia sungguh beruntung bisa selalu didekat gadis cantik yang populer" Bisik seseorang pria yang umurnya diatas pria muda yang mengeluh tadi.


"Itu semua karena bakatnya, dia bisa menggunakan 3 atribut ganda yang tidak semua orang bisa lakukan" balas temannya juga berbisik.


Clark yang sedang duduk santai hanya menyimak pembicaraan mereka, ia tentu dapat mendengar orang yang berbisik tadi.


Dengan menyeringai jahat dibibir nya, Clark telah mendapatkan informasi yang dapat membantu muridnya lebih maju.


"Kompetisi sihir, menarik" batinnya.


Sesaat kemudian, terlihat segerombolan Akademi lain yang memakai baju kemerahan sedang memasuki lantai satu penginapan.


Mereka semua menghampiri tempat pemesanan penginapan.


"Kami ingin semua kamar yang tersisa" Seru pria yang juga berumur 40 tahun, ia memiliki kumis yang lumayan panjang.


"Maaf tuan. Kami baru saja kehabisan semua kamar, tapi ... jika anda ingin memesan makanan atau minuman enak, stok kami masih banyak"


"Apa!, tidak ada kamar yang tersisa, kami baru saja sampai ke kota ini" bentaknya menapak meja yang tidak jauh dari situ.


"Maaf tuan, kami benar-benar sudah kehabisan kamar, para akademi laut biru sudah memesan sisanya tadi. Kalau tuan-tuan ingin mencari penginapan lain, bisa berjalan selama 20 menit an lurus menuju kedalam lalu belok kiri"


"Cih, apakah kau tidak menghormati akademi gelombang bencana!. Bisa-bisanya menyuruh kami untuk berjalan lagi!, kami sudah lelah dikapal!" jawab murid pria tua berkumis panjang, juga melakukan hal yang sama seperti gurunya, yaitu menapakkan tangannya ke meja.


"Maaf tuan, saya tidak bermaksud" Istri pemilik penginapan mencoba menenangkannya.


"Kau tidak bisa mengajari murid mu sopan santun ya, Elder ... mereka beneran sama seperti mu" Guru dari akademi laut biru berbicara sambil berdiri menatapi pria berkumis panjang.

__ADS_1


"Jangan sombong karena memiliki 1 murid jenius yang bisa menggunakan 3 atribut, lihat saja dikompetisi nanti, akademi gelombang bencana akan menang" sahut pria berkumis panjang.


"Benar kami akan menang dari kalian" Jawab salah satu murid akademi gelombang bencana, yang lain hanya ikut-ikutan mengangguk setuju.


"Teruslah beromong kosong" Seru Ardian sedang serius, ia langsung beranjak berdiri serta menjauh dari tempat duduk nya "aku akan mengalahkan kalian semua" tidak lupa Ardian menunjuk satu-satu murid dari akademi gelombang bencana.


"Murid mu benar-benar sombong Edward, terlalu percaya diri itu tidak baik, jangan sampai murid ku nanti bertemu dengannya"


"Heh, apa salahnya sedikit sombong, murid ku itu sangat jenius, begitulah sifat jenius yang seharusnya" balasnya membuat Elder hampir terpancing emosi.


Tak berselang lama, wanita cantik dengan pakaian yang selayaknya bangsawan mulai memasuki penginapan, daya tariknya melebihi wanita populer dari akademi laut biru.


Melihat wanita cantik itu, para murid laki-laki akademi memandang nya dengan takjub selayaknya mahakarya yang begitu langka dan indah.


Sedangkan para perempuan hanya memandang iri, kalau wanita populer yang bernama ciel dan Camila hanya menatap cemburu sebab orang yang mereka sukai yaitu Ardian sedang terpesona sama kecantikan dan keimutan wanita tersebut.


Wanita itu menoleh kesana-kemari, ia sedang mencari seseorang "Ah, ketemu" batinnya melangkah mendekati Ardian.


Ardian merasa gugup ketika didekati wanita itu, apalagi tatapan nya seperti menatap dirinya, belum lagi orang itu memancarkan sebuah senyuman menggoda yang agak genit.


"Cantik sekali ... apakah dia ingin berkenalan dengan ku, ataukah terpesona karena ketampanan ku" Batin Ardian masih merasa gugup.


"Minggir atau terluka" Ucapnya dingin.


"Eh ... " Ekspetasi Ardian hancur seketika itu juga. Ternyata wanita itu hanya ingin lewat, bukannya ingin berkenalan dengannya.


Dengan berat hati, Ardian pun memberikan jalan.


"Tuan~" Serunya mendatangi Clark yang sedang duduk santai ditemani oleh secangkir teh hangat.


"Oh ... kemarilah Vivi"

__ADS_1


"Hah" Sontak semua anggota Akademi terkejut, ketika mendengar kata 'Tuan' dari mulut wanita cantik.


__ADS_2