![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Di kota Samore tepatnya dilantai bawah penginapan, sekumpulan orang yang tak sadarkan diri baru saja bangkit dari ketidaksadaran nya.
"Ugh ... apa yang terjadi, kepala ku sakit" Ucap sang murid akademi laut biru.
"Aku juga begitu, mengapa kita tiba-tiba pingsan?, aku tidak mengingat apa-apa" Ardian menyentuh bagian kepalanya yang terasa pusing.
"Ardian, bibirmu berdarah" dengan sangat khawatir, kedua orang yang mencintai nya segera beranjak mendatangi Ardian.
"Ah, ini terasa perih" ucapnya mengusap darah yang ada dibibirnya.
Penginapan dilanda kebingungan, istri pemilik penginapan serta para murid dan akademi laut biru juga tidak mengingat kejadian yang melibatkan Clark. Seperti yang diketahui, Clark sendiri menggunakan kemampuan 'pengembalian situasi' miliknya.
***
Warna senja merona mengisyaratkan malam akan tiba, perlahan kegelapan menggantikan cahaya menerang. Saat sudah terbenam, kesunyianpun melandai kapal yang sedang berada ditengah lautan.
"Vivi apakah kau tau arah wilayah Mystic?" Clark sedang berada diluaran kapal bagian depan, ia ditemani oleh bawahannya Vivi.
"Mystic?, hmm ... sudah lama aku tidak kesana" Balas Vivi sembari meletakkan jari di dagunya, ia mencoba mengingat nya kembali.
"Apakah kau tau?"
Setelah agak lama berpikir, barulah Vivi kembali ingat "Tentu tuan, bahkan aku juga masih hafal letak perbatasan nya" jawabnya sedikit tersenyum.
"Kalau kau yang mengatakan begitu, berarti kau masih hafal letak dermaga wilayah mystic untuk kita singgahi"
"Yah aku masih bisa mengingat nya"
"Benarkah?, kau memang dapat diandalkan" Clark mengelus bagian kepala Vivi.
Merasakan jari jemari dan telapak tangan yang hangat, Vivi kemudian tersenyum manis saat sang Tuan memberikan sebuah usapan.
"Bisakah kau memikirkan tempat yang agak berjauhan dari dermaga secara rinci dan jelas sekarang"
"Mm, bisa tuan" Vivi tanpa banyak bertanya langsung saja memikirkan tempat yang dimaksud tuannya.
Clark meletakkan tangannya tepat dibagian kening wanita iblis, dirinya sedang melihat isi pikirannya.
Saat sudah dibayangkan, Clark pun membelah udara membundar, tangannya seakan membuat portal yang jauh lebih besar dari biasanya, pelan-pelan lingkaran tersebut mulai membesar sampai ukurannya nya tidak jauh beda dari kapal.
Sebuah penampakan lingkaran ruang yang amat besar membuat mata Vivi tercengang hingga berujung takjub akan kemampuan tuannya.
__ADS_1
"Ini jauh lebih besar dibandingkan sihir yang tuan gunakan sebelumnya"
(maksudnya robekan ruang saat di penginapan)
"Kita akan sampai diwilayah mystic dalam beberapa menit lagi" seru Clark tersenyum, dibagian ujung kapal sudah memasuki lingkaran ruang yang amat besar.
"Bukankah itu terlalu cepat" Vivi sekali lagi dibuat tercengang dan juga terkejut.
Dirinya sangat tidak menyangka bahwa orang yang ia anggap sebagai tuan akan bisa memindahkan mereka kebagian wilayah mystic dalam waktu yang relatif cukup singkat.
Pada umumnya harus memerlukan waktu 4 atau 5 harian lebih jika dari kota Samore, itupun kalau tidak ber cuaca buruk, kalau sampai ada badai ataupun ombak laut sedang berkecenamuk maka waktu yang akan ditempuh bisa lebih lama.
Tidak itu saja yang membuat Vivi tercengang ataupun terkejut, yang bikin herannya lagi, bahwasanya Clark sendiri dapat memindahkan 1 buah kapal yang ukurannya jauh lebih besar dari perawakan nya apalagi jarak tempuh mereka jauh.
Saat bagian kapal sudah masuk semua, lingkaran dimensi tersebut membawa mereka kedekat wilayah Mystic.
Pemandangan baru diperbatasan wilayah Mystic dan wilayah Aquari terlihat jelas walaupun jaraknya lumayan jauh. Cahaya obor membuat kota kecil yang ada diperbatasan jadi kelihatan lebih indah.
"Tidak sampai semenit kita malah sudah berada dilaut perbatasan" Seru sang bawahan menatap cahaya terang dari sebrang.
"Kau tau itu kota apa?" Clark juga menatap hal yang sama dengan bawahannya.
"Begitukah, baiklah saat nya kita kesana, menuju ke kota meka" balasnya langsung mengarahkan kapal untuk menuju ke tempat tujuan mereka kali ini.
Beberapa menit kemudian, kapal mereka telah berdekatan disebuah dermaga yang diterangi obor.
Elena, Clara, dan Flera sudah berada diluaran kapal, ketiga orang itu menatap kagum ketika melihat sebuah kota kecil yang diterangi obor, bangunan nya seperti tertata rapi untuk seukuran kota kecil sehingga membuat nilai tersendiri.
"Kak Vivi kita dimana?" Elena bertanya.
"Kota Meka, di wilayah Mystic" jawab Vivi tidak ingin banyak berbicara.
"Perasaan belum 1 jam, tapi kita sudah berada ditempat lain" Clara menatap datar, dirinya menyentuh pagar dipinggiran kapal.
"Paling ini ulah Tuan lagi" Flera sudah menebaknya.
"Master memang hebat" saat Elena menyanjung masternya, ketiga wanita lain langsung mengangguk cepat.
"Kalian menunggu lama kah?" keluar seorang pemuda dari dalam kapal.
ia mengenakan pakaian serba hitam, dari mata kaki sampai leher, semuanya hampir berwarna hitam. Bahkan pemuda itu, mengenakan kaos tangan hitam, alas kakinya juga hitam, terdapat garis-garis putih juga dibagian dadanya.
__ADS_1
Tak lupa sebuah kacamata berantai kecil menambah kesan kebangsawanan nya, rambut ungu, pupil mata keunguan, semakin membuat nya tampan dan berkharisma.
Keempat wanita seketika membeku melihat penampilan baru pemuda dihadapan nya, sorot matanya tak dapat berpaling dari wajah pemuda itu, tentu pemuda itu adalah Clark.
"Mengapa kalian melihat ku semua" Seru Clark menatap sinis.
Elena menutup matanya lalu menggelengkan kepalanya agar tersadar dari keterkaguman nya, ia berlari serta melompat ke arah masternya.
"Master, penampilan mu sempurna" meski tatapan Clark menakutkan, tapi Elena tidak mempedulikan nya, baginya masternya akan selalu manis dan keren.
"Kurasa ini masih belum sempurna" Clark telah menangkap nya, Elena malah semakin menempelkan wajahnya.
"Tidak, master sempurna" Elena mulai memberanikan diri untuk menghirup aroma masternya, dirinya sudah menyunggingkan senyum nya saat mencium aroma tubuh pemuda tersebut.
Tercipta sebuah bentuk Love di pupil matanya, pikirannya sudah penuh akan pikiran tentang masternya.
" ♡ Ahh, master ku sangat sempurna, penampilan mu semakin manis dan keren, aroma mu juga segar, aku suka, suka, suka, suka, suka, suka, suka, suka, suka, suka, suka, suka. Awas aja jika ada betina asing yang mendekati nya, jika benar-benar ada, maka demi keselamatan serta kesempurnaan master, aku akan membunuh nya! ♡ " batin sisi lain Elena.
Bukannya senang saat dipuji muridnya, Clark malah lebih merasa tidak nyaman.
"Elena turunlah dulu, jika begini terus ... waktu kita akan tertunda"
"Hehe, maaf master" Elena melepaskan pelukannya, ia kembali menginjak papan kapal.
Saat sudah turun, sekarang malah Clara yang menghampiri Clark, tatapan nya selalu tertuju pada paras gurunya.
"Master, Clara juga mau peluk"
"Hmm, kau juga mau rupanya" Clark kembali merasa tidak enak.
"Mm" saat Clara merasa sangat ingin, pas itu juga gurunya memberikan sebuah pelukan hangat.
"Hangat, tubuh master hangat" ucapnya saat sebuah pelukan dirasakan.
"Itu normal" balas Clark melepas pelukan sembari tersenyum manis.
Saat tersenyum, Clara memandangi master nya dengan saksama " ♡ Semoga tidak ada serangga pengganggu yang merusak penampilan baru mu master. Kalau ada, Clara bakalan tidak segan-segan untuk mencincang nya dengan Sabit! ♡ " batin sisi lain Clara.
......................
Sampai sini aja kali ini, semoga suka, maaf masih kurang bagus penulisannya.
__ADS_1