![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
"Kau ini ... " Clark membalaskan pelukan nya, ia juga mengusap kepala Clara.
Ketika sudah sangat puas Clara melepaskan pelukan nya. Diri nya menatap sinis Elena.
"kenapa? menatap ku begitu"
"kau curang memeluk master duluan" Clara masih memandangi nya, ia terlihat tidak suka ketika Elena mendahului nya.
"eh ya, itu sih anu ... master duluan" pipi Elena merona, diri nya memalingkan wajah serta tubuh nya kebelakang. ia sangat tidak ingin mereka berdua melihat ekspresi nya untuk saat ini.
"master mengambil inisiatif untuk memeluk ku terlebih dahulu, ahh senang nya. master terlalu manis, kau milik ku master ... "batin Elena tidak bisa menahan perasaan senang nya.
"apa yang dikatakan Elena itu ... apakah benar master?" Clara kali ini menatapi balik guru nya.
"benar" jawab singkat Clark.
"ternyata begitu, jika itu keinginan master Clara tidak akan mempersalahkan nya. tapi, master ... "
"hmm? ... "
"tidak jadi master. Clara ingin melanjutkan latihan saja" melihat master nya hanya berdiam diri, membuat nya tidak jadi untuk melanjutkan ucapan nya.
Clara pun mulai berpaling, ia kembali ingin menarik batu besar, akan tetapi Clark berhasil menggenggam erat tangan murid nya, Clara yang merasakan tangan nya sedang dipegang langsung menghadap ke belakang.
seketika itu juga Clark menarik tangan Clara hingga akhirnya ia terjatuh kedalam pelukan erat master nya. Clara dibuat sedikit terkejut, mulut nya agak terbuka.
"ma-master ... "
"sttt, sudah diam saja. Kali ini spesial karena kau adalah murid pertama ku" kata Clark sembari memainkan rambut Clara yang panjang, tentu saja keadaan mereka masih berpelukan.
"Clara spesial?, master mementingkan Clara!. syukurlah Clara menjadi murid pertama master" walaupun wajah nya masih datar seperti biasanya, akan tetapi batin nya sungguh sedang bahagia.
"master, apakah Clara emang spesial itu?" tanya nya penasaran.
"yeah tentu saja, sudah ku bilang kan waktu itu 'anggap saja aku seperti keluarga' jika aku berkata begitu berarti kau itu spesial dimata ku"
"kau berguru dengan ku karena ingin balas dendam untuk ayah mu kan?, kalau begitu aku ingin kau menjawab satu pertanyaan ku saja!, apakah kau tidak keberatan?"
__ADS_1
"ya master"
"menurut Clara pribadi apakah keluarga itu berharga?"
"em ya, menurut Clara begitu"
"jika keluarga berharga ... apakah Clara rela jika dia disakiti atau dibunuh?"
Sejenak Clara terdiam, perlu beberapa detik agar ia kembali berbicara "jika begitu ... Clara tidak akan rela" pas jawaban Clara udah ia katakan, Clark malah kembali tersenyum lembut menatapi wajah murid di hadapan nya. ia melepaskan pelukan nya akan tetapi tangan nya sedang berada di pipi Clara.
Elena daritadi masih belum bisa memalingkan tubuh nya mengarah ke Clark atapun ke Clara, diri nya masih agak malu. Elena tidak mendengar percakapan mereka berdua karena sedang sibuk dengan hayalan nya sendiri.
"senyuman master begitu polos, melihat nya seperti ini membuat Clara ingin menjaga senyuman nya, master ... siapapun yang berani menghilangkan senyuman mu, Clara akan membalas nya beberapa kali lipat" batin Clara ketika melihat senyuman Clark didekat wajah nya.
2 hari sudah berlalu dengan cepat, Clara dan Elena telah mempelajari berbagai ilmu dari sang guru nya, perkembangan mereka benar-benar tidak masuk akal.
terlebih dahulu Clara dipelajari seni beladiri yang mengandalkan sabit berukuran besar, ia dapat bergerak cepat dikarenakan pelatihan berat yang diberikan Clark terhadap nya, apalagi teknik nya dapat dimaksimalkan dengan adanya tubuh regenerasi miliknya.
berbeda sama Clara, Elena mencoba memaksimalkan hujan pedang air nya, sekarang ia dapat menciptakan tidak lebih dari 200 lingkaran sihir. biarpun begitu, Elena tidak fokus dengan itu saja, ia juga mempelajari sihir-sihir dasar air.
***
tidak jauh dari pulau monster, 3 kapal sedang berlayar cukup kencang. pria bertopeng emas sedang memeriksa apakah ada orang disekitar pulau dengan teropong milik nya.
"bagaimana apakah ada orang?" petinggi topeng ungu bertanya.
"saya melihat ada 2 orang gadis kecil sedang saling bertarung, tidak jauh dari situ juga ada kapal berukuran sedang"
"hooh, sepertinya mereka masih berada disini. mungkin saja orang yang menggagalkan rencana kita itu berada di dalam kapal itu" batin pe topeng ungu mengira.
"arahkan kapal nya kesana. kita akan menyerang mereka" perintah topeng ungu terhadap bawahan nya.
"baik, saya akan melaksanakan nya"
***
Ting ...
__ADS_1
pertemuan pedang air dan sabit membuat suasana sekitarnya berubah.
"lumayan juga Clara" di tangan kiri Elena memunculkan sebuah pedang air lagi, ia pun kembali mengarahkan nya kearah Clara.
Clara menyadari nya, ia pun mundur beberapa langkah dengan sabit besar di tangan nya. Reflek Clara benar-benar cepat, ia seperti tau bahwa serangan susulan akan tiba. walaupun begitu, Elena tetap berhasil menggores tangan Clara.
Clara memperhatikan tangan nya yang tergores, seketika itu juga luka nya langsung hilang. tidak ada bekas ataupun luka lagi. Tubuh regenerasi nya berhasil memulihkan luka yang dialami tangan nya.
"kecepatan penyembuhan mu sepertinya juga meningkat" kata Elena melesat dengan fisik nya saja. ia membuang satu pedang nya. lingkaran sihir muncul ditelapak tangan nya, ia mengarahkan nya ke Clara.
"ombak air"
whosh ...
Clara tidak tinggal diam, ia memutari sabit nya seperti berbentuk Kincir angin. kecepatan putaran nya dapat menahan serangan tiba-tiba milik Elena.
ketika aliran air nya tidak keluar lagi, Clara kembali membalas. namun ketika hendak membalas ada sebuah api berukuran besar sedang melayang kemereka.
boom
api tersebut hampir bisa membakar mereka dan membuat nya terluka, untung nya Elena sempat menggunakan perisai air nya, jika saja Elena sedikit terlambat mungkin mereka sekarang sudah terbaring sekarat.
"Clara apakah kau tidak apa-apa" Elena khawatir dengan teman nya. Api besar tadi telah padam karena melawan sihir air milik Elena, wajar saja seperti itu karena elemen mereka saling bertentangan.
Clara hanya diam tidak bergeming, ia tidak menjawab perkataan Elena. Ia sedang fokus melihat sedikit percikan api tadi sempat mengenai bagian baju nya.
"api nya mengenai baju pemberian master" tatapan nya sudah berbeda jauh jika dibandingkan sebelumnya.
"apa-apaan itu, dibelakang kapal nya ada sebuah api besar beserta awan hitam mengikuti nya" kata Elena memperhatikan ada 3 kapal sedang menuju ke pulau monster. tatapan nya berubah menjadi sinis.
3 bentuk kapal nya bervariasi, ada yang kecil, sedang dan terakhir, yang paling besar yaitu ditempatkan oleh petinggi topeng ungu.
"kita harus memberitahukan master" ketika hendak berlari mendatangi tempat master nya, ia langsung termenung melihat kapal yang ditempati master nya sudah terbakar begitu hebat.
......................
maaf malam kemarin ga up dikarenakan kondisi author sedang sakit. ini saja masih dipaksakan agar bisa menghibur para pembaca. jika ada kata-kata salah atau typo harap di maklumin karena saya kurang fokus disaat mengetik nya.
__ADS_1